Lele Kosasih, Rasa dan Duitnya Sama-sama “Gurih”

 Lele Kosasih, Rasa dan Duitnya Sama-sama “Gurih”
Kiri: Kosasi memberi makan ikan lele. Kanan: Panen lele. Foto: Agus S

BULAN Puasa membayangkan lele goreng yang gurih, sontak bisa membuat orang bertanya, “Maghrib masih lama ya?” Benar. Selain gurih rasanya, lele ternyata juga “gurih” duitnya. Setidaknya, itu yang dirasakan Kosasih (43), warga Jl Arco Ragamukti, Citayam, Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Nah, ini tentang Kosasih yang sukses membudidayakan pembesaran ikan lele. Bersama pembudidaya lele yang lain, mereka bahkan membentuk satu kelompok yang dinamakan Kelompok Pembudidaya Ikan Ragamukti Jumbo Lestari (Pokdakan RGM Jumbo Lestari). Berkat sukses yang ditorehkan, Kosasih kemudian didapuk menjadi ketua di kelompok itu.

Awal mula berbudidaya ikan lele, Kosasih memanfaatkan lahan 8 x 10 meter. Kemudian ia membeli 15 ribu benih ikan lele jumbo berkualitas dengan harga Rp 220 per ekor. Dari benih sampai panen membutuhkan waktu 50-60 hari, menghabiskan 50 karung pakan yang dibeli Rp 270 ribu per karung. Panen pertama menghasilkan 1,5 ton lele berukuran 6-8 ekor per kg, sedangkan harga per kilogram Rp 17 ribu. Pendek kata, panen pertama membukukan keuntungan bersih Rp 6 juta.

Berbunga-bungalah hati Kosasih. Makin jatuh cinta pula ia pada bisnis budidaya pembesaran ikan lele. Alhasil, sejak Juni 2016 dengan keuntungan yang ia peroleh sebelumnya, Kosasih memanfaatkan lahan 5.000 meter persegi untuk dijadikan kolam budidaya pembesaran ikan lele jumbo. “Tadinya, lahan itu ditanami rumput ilalang. Meski relatif tidak ada biaya pemeliharaan, tetapi hasilnya tidak sebagus lele. Di budidaya lele memang ada biaya pakan, tapi hasil panennya jauh lebih besar dari keseluruhan modal yang ditanam,” ujar Kosasih.

Lele jumbo siap panen. Foto: Agus S

Nah, di lahan 5.000 meter persegi itu, oleh Kosasih dijadikan 36 kolam pembesaran, dan mampu menampung 500.000 ekor ikan lele. Per kolam, menghasilkan 1,5 sampai 2 ton ikan lele panen. Berkat sistem pembesaran yang berselang, Kosasih bisa panen lele dua kali dalam seminggu. Anda tahu berapa keuntungan yang berhasil diraup Kosasih tiap bulannya? Tak kurang dari Rp 48 juta.

Bicara kiat sukses bisnis budidaya pembesaran ikan lele, Kosasi mengatakan beberapa tahapan yang harus diperhatikan. Pertama, persiapan dan pembuatan kolam. Kemudian, pemilihan benih yang berkualitas. Ketiga, pemberian pakan, pengelolaan air, dan penanggulangan penyakit ikan.

Kebetulan, katanya, Pokdakan RGM Jumbo Lestari, kelompok budidaya ikan lele yang ia pimpin, sudah mendapat sertifikat CBIB. Apa itu CBIB? Cara Budidaya Ikan yang Benar, sebuah sertifikat yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sertifikat itu menjamin, ikan lele yang dihasilkan Pokdakan RGM Jumbo Lestari memenuhi standar.

Bagaimana pemasarannya? “Sangat mudah,” ujar Kosasih seraya melanjutkan, “pengepul yang datang, dan memborong hasil panenan kami.” ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *