Legenda Lari itu Terserang Jantung

 Legenda Lari itu Terserang Jantung

SETELAH mantan juara dunia tinju Ellias Pical yang terbaring lemah lantaran serangan jantung, kini nasib serupa menimpa mantan pelari nasional Eduardus Nabunome. Senasib dengan Pical, Edo (sapaan akrabnya) juga mengalami serangan jantung.

Edo pun kini dalam perawatan tim medis di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur setelah diagnosa terkena serangan jantung dan asam lambung akut. Tentu saja hal ini menambah panjang daftar mantan atlet berprestasi Indonesia yang butuh perhatian serius.

Eduardus Nabunome merupakan legenda pelari jarak menengah dan marathon. Di era tahun 80 dan 90 an Edu cukup disegani di kancah lari 10.000 meter atau yang lebih dikenal dengan 10 K. Saat ini Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur 1968 itu adalah pemegang rekor Nasional.

Dari total 14 rekor lari jarak menengah-jauh yang dicatat lulusan Fisip Universitas Moestopo Beragama, Jakarta, dalam periode 1980 sampai 2000, hingga kini, lima rekor nasional masih bertahan atas namanya.

Kelima nomor tersebut adalah lari 10 ribu meter jalan raya 29 menit 25 menit 10 detik yang dibuatnya pada Lomba Lari Bali 10 1989 , rekornas junior lari 10 ribu meter trek 30 menit 6 detik, rekor PON lari 5 ribu meter 14 menit 20 detik, rekor PON marathon 2 jam 19 menit 27 detik, dan rekor SEA Games marathon 2 jam 20 menit 17 detik.

Menurut pihak keluarga, Edu terindikasi terkena serangan jantung pada Jumat (24/3) dan oleh keluarga langsung dibawa ke rumah sakit. “Semula kami bawa ke rumah sakit Pondok Gede, namun karena penuh akhirnya dirawat di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur,” kata Istri Eduardus Nabunome, Marcelina Ina N Piran dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Awalnya, Edu mengeluhkan nyeri dibagian dada. Melihat kondisi tersebut, anak-anaknya yang kebetulan berada di rumah langsung menghubunginya karena dirinya sudah berangkat kerja. “Anak-anak telpon ke saya, karena saya sudah berangkat bekerja pada Jumat pagi itu dan langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya menambahkan.

Berdasarkan diagnosa dokter, kata dia, Edu memang terkena serangan jantung dan asam lambung akut. Selama lima hari terakhir, pria kelahiran Nusa Tenggara Timur 1968 itu menjalani perawatan di ICCU RSUD Pasar Rebo. “Setelah lima hari dirawat di ICCU, sebenarnya sudah dipindah ke ruang perawatan. Namun, satu jam kemudian kembali drop,” kata Marcelina menambahkan. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *