Lebaran Tahun ini, Bengkel di Yogya Turun Omzet

 Lebaran Tahun ini, Bengkel di Yogya Turun Omzet
Servis mobil dan pasang aksesoris lampu HID (kanan). Foto: Roso Daras

LEBARAN di Yogyakarta tahun 2017 ini, tidak seramai tahun lalu. Tunggu dulu. Bukan dalam hal jumlah pemudik, tetapi dalam hal pemudik bermobil yang menyervis kendaraannya di bengkel. “Satu-dua tahun lalu, seminggu menjelang Lebaran, bengkel ramai sekali, tapi tahun ini sepi,” ujar Handi Candra, pemilik bengkel Mega Jasa Mobil, di Jl Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Menurut pengusaha muda yang memulai usaha bengkel tiga tahun lalu itu, ada dua penyebab, sepinya pemudik menyervis kendaraannya ke bengkel, atau sekadar menghias dengan berbagai aksesoris. “Pertama, kondisi ekonomi secara umum memang lesu. Kedua, banyak keluar mobil baru yang murah-meriah. Karena tahun muda, otomatis tidak perlu banyak perawatan,” ujar Candra.

Di Mega Jasa Mobil, ia sendiri mengkhususkan pelayanan pada perawatan mesin dan electricity atau perlistrikan. “Intinya mobil kan ya dua itu. Mesin dan arus. Kalau aksesoris kan mudah, tinggal tempel dan pasang,” katanya. Bagaimana dengan ban? “Kami tidak sedia ban dan jasa spooring balancing. Kalau ada customer tanya soal ban atau roda, kami arahkan ke bengkel Mbah Petruk,” katanya pula.

Ihwal aksesoris, sama. Di bengkel Mega Jasa, ia juga menyediakan aneka aksesoris, tetapi tidak terlalu lengkap. “Kalau mau kelengkapan aksesoris mobil, kami ambil barang di bengkel Jaya, kebetulan masih famili. Atau, ya kami arahkan ke sana,” tambah Candra pula.

Begitulah, bengkel Mbah Petruk, Mega Jasa, Jaya, memang ada di satu jalur Jl Brigjen Katamso, tak jauh dari bekas THR atau terminal lama. Sudah dari tahun 80-an, wilayah ini memang dikenal sebagai daerah bengkel. Sedangkan bengkel-bengkel mobil yang muncul kemudian, bertebaran di berbagai wilayah Yogya, dan terbanyak ada di Jalan Magelang.

Menyadari bahwa Yogya sebagai daerah tujuan wisata, sekaligus tujuan mudik di musim Lebaran, maka umumnya bengkel kendaraan di Yogya buka hingga H-1. Beberapa bengkel bahkan sudah buka seperti biasa pada H+3. “Biasanya, ada saja yang menyervis mobil, atau sekadar pasang aksesoris,” ujar Candra yang mempekerjakan tak kurang dari empat orang teknisi. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *