Feature
Kesaktian Celana Dalam atau Cangcut
Gde Mahesa
Melihat celana dalam, atau orang menyebut CD, cangcut, atau cawet, selalu menimbulkan persepsi tertentu. Di mana pun Anda melihatnya: ruang publik, emperan kaki lima, mall, atau jemuran.
Bahkan bisa jadi membuat fantasi seseorang. Entah dalam bentuk apa pun, bahkan lebih gila lagi dapat menjadi indikasi masalah psikologis atau kriminal. Ilmu psikologi menyenal yang disebut gangguan fetisisme. Contonya, kegemaran mencium celana dalam.
Bahkan, seksolog menyebut seseorang yang tertarik dengan pakaian dalam wanita hingga nekad mencuri, bisa jadi karena terindikasi “parafilia”. Gangguan gangguan emosional, ditandai dengan fantasi, dorongan, atau perilaku yang bisa membangkitkan gairah seksual.
Dari sisi kesehatan, celana dalam sangat amat bermanfaat untuk menjaga kebersihan, namun yang belel atau usang juga basah dan lembab bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Tidur tanpa celana dalam justru dianjurkan, sebab menyehatkan area intim karena sirkulasi yang baik, mengurangi kelembaban, dan mencegah infeksi jamur serta bakteri.
Perlu juga diketahui di era AI masih saja ada mitos-mitos yang memang tidak masuk akal, namun tetap saja ada yang percaya. Konon selembar kain bernama cawet atau cangcut ini dapat digunakan untuk jimat pengasihan/santet dengan ritual khusus.
Sebab benda ini dianggap mengandung “energi mistis” pemakainya. Mitos ini telah berkembang sejak dahulu kala dan masih sering dipraktikkan oleh masyarakat tertentu untuk kepentingan pribadi dan dihubungkan dengan klenik yang berbau supranatural.
Adapun mitos paling terkenal adalah dapat menyembuhkan atau menghilangkan jerawat. Mitos yang terdengar lucu dan jorok. Cara menggunakannya cukup dengan menggosok-gosokkan celana dalam ke bagian wajah yang tumbuh jerawat. Syaratnya hanya celana dalam seorang gadis yang dapat digunakan, dan juga harus celana dalam yang telah dipakai, dan belum dicuci.
Mitos terkenal lainnya adalah dianggap mampu menolak hujan. Entah sejak kapan mitos ini ada, namun bagi sebagian orang, celana dalam dipercaya dapat menolak hujan, dengan cara melempar celana dalam ke atas genting. Saat melempar, yang punya hajat menyertai doa dan permohonan.
Jika dilakukan dengan ritual tertentu, konon dapat berkhasiat sebagai media pelet. Khususnya bagi para lelaki disaat yg menghendaki seorang wanita yang disukai.
Akan menjadi pamali jika menjemur pakaian dalam, dibiarkan semalaman. Pakaian tersebut harus segera dimasukkan ke dalam rumah, salah satunya agar tidak terkena hal-hal tidak kasat mata dan celana dalam tidak digunakan untuk hal-hal negatif.
Sampai sekarang di pelosok desa atau perkampungan, masih ada kejadian orang kehilangan celana dalam. Tetapi di kota tentunya akan lebih sulit mencuri celana dalam karena adanya gerai laundry.
Celana dalam juga diyakini sebagai sarana membuka kharisma atau aura. Hal ini diyakini dengan cara membalik CD saat dipakai. Cara ini sering digunakan oleh individu yang sangat memegang tradisi dan kepercayaan spiritual, agar penampilan mereka lebih percaya diri. Tentunya disertai bacaan-bacaan khusus.
Sebagai media menaklukkan pasangan, celana dalam digunakan dengan cara yang sangat tidak wajar. Yaitu dengan memakai bekas air perasan celana dalam untuk diminum. Konon, jika berhasil menaklukkan, maka pasangannya akan menjadi penurut.
Namun, ketika masanya telah habis, pasangan tersebut akan berubah menjadi sangat membenci orang yang melakukan ritual ini.
Celana dalam…cangcut….cawet…. bullll….. bullll… klepussss…..
