• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Ketika “Sastra Indonesia” dan “Sastra Jawa” Meluncur Bersama

Ketika “Sastra Indonesia” dan “Sastra Jawa” Meluncur Bersama

admin by admin
February 8, 2026
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cerpen, novel, dan puisi masuk dalam ragam “sastra Indonesia”. Sedangkan, Sastra Jawa meliputi cerkak (cerpen) dan geguritan (puisi).

Kedua jenis sastra ini akan meluncur bersama di momentum Sastra Bulan Purnama edisi ke-173, Sabtu (14/2/2026). Pada hari itu, empat buku akan diluncurkan bersamaan. Pertama, buku geguritan “Pandongaku Tumeka Biyung” karya Komunitas Melati Rinonce.

Kedua, kumpulan cerkak “Saka Papan Wingit Nganti Nalika Nunggu Terange Udan”, juga merupakan karya Komunitas Melati Rinonce.

Ketiga, buku geguritan “Kluwung Ing Langit Prambanan” . Keempat, kumpulan cerpan berjudul “Ketika Musim Mangga Berbunga”. Buku ketiga dan keempat merupakan karya Sriyanti S. Sastroprayitno.

Peluncuran keempat buku, seperti bulan-bulan sebelumnya, berlangsung di Museum Sandi, Kotabaru, Yogyakarta, pukul 15.30 WIB sampai selesai. Panitia memberi tajuk acara “Melati Rinonce Ruwahan Sastra di Bulan Purnama”.

Dari 60 orang anggota Komunitas Melati Rinonce, 39 di antaranya menulis dalam 4 buku yang diluncurkan. Uniknya, mereka tinggal di kota yang berbeda-beda. Misalnya, Anny Rochmayanti (Gunung Kidul), Asih Istie (Wonosobo), Awesti Tunggo Ari (Yogyakarta), Nury Ebs (Kediri), dan Dhiyah Endarwati (Kendal).

Nama-nama lain, ada Christina Sri Purwanti (Yogyakarta), Ekapti Lenda Aneta (Surabaya), Emi Sudarwati (Bojonegoro), Endang Wahyuningsih (Yogyakarta), dan Ety Wuryani yang tinggal di Timur Tengah, tepatnya di Kuwait.

Anggota komunitas lain yang turut andil menulis, adalah Eyang Nani (Purbalingga), Ika Zardy Saliha (Kulonprogo), Lidya (Semarang), Ngatinah (Sleman), Ninuk Retno Raras (Sleman), Novi Indrastuti (Yogya), dan Nyai Dewi Bardal Dersonolo (Kulonprogo) yang dikenal sebagai pegiat budaya Jawa.

Nama-nama lain adalah, Ruruaksa (Sukoharjo), Nurrohmah Puji Astuti (Nganjuk), Prapti Ciprut (Banyumas), Rini Tri Puspoharsini (Salatiga), Saras Septy Latifah (Bantul), Setyaningtyas Adi (Magelang), Sri Asih (Pasuruan), Sriyanti SSP (Semarang), Sudinem (Bantul), Sulis Bambang (Semarang), dan Suprihatin (Bantul).

Sriyanti “Yanti” Sastroprayitno dan Sulis Bambang. (ist)

Berikutnya, ada Suratmini (Salatiga), Teguh Purwantari (Kulonprogo), Tentrem Lestari (Magelang), Tin Agus D (Pacitan), Tino Jooshe (Sidoarjo), Umi Rokhayani (Ngawi), Ummi Azzura Wijana (Magelang), Widharningsih (Semarang), Windu Setyaningsih (Purbalingga), Yupi (Magelang), dan Yustina Sri Warsiki (Yogya).

Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama (SBP) menyampaikan, bahwa SBP terbuka terhadap karya sastra yang ditulis menggunakan bahasa lokal, dan bukan hanya Bahasa Jawa. Di Jawa, masih banyak ditemukan penulis sastra yang menulis geguritan dan cerkak, karena itu perlu diberi ruang.

“Dalam kata lain, sastra Indonesia dan sastra Jawa mendapat tempat yang sama di Sastra Bulan Purnama,” ujar Ons Untoro.

Sementara, Sriyanti Sastroprayitno menyebutkan, Melati Rinonce berdiri tanggal 5 Februari 2022, sehingga pada tahun ini ulang tahun ke-4. Moment bahagia itu diperingati dengan menerbitkan buku Melati Rinonce#5. Selama 4 tahun ini, Melati Rinonce  sudah menerbitkan 11 buku sastra.

Melati Rinonce diprakarsai oleh empat penulis: Ninuk Retno Raras, Windu Setyaningsih, Endang Wahyuningsih dan Sriyanti S. Sastroprayitno (yang kemudian menjadi koordinator). “Menginjak tahun kelima ini, anggotanya kurang lebih 60-an orang,” kata Sriyanti Sastroprayitno. (*)

Tags: komunitas melati rinoncepeluncuran buku cerpensastra bulan purnama 173
Previous Post

Ketika Gim Dianggap Masa Depan Gelap, Nino Alter Ego Membuktikan Sebaliknya

Next Post

Java Jazz 2026 Siap Digelar: Pindah dari Kemayoran ke PIK 2

admin

admin

Next Post
Java Jazz 2026 Siap Digelar: Pindah dari Kemayoran ke PIK 2

Java Jazz 2026 Siap Digelar: Pindah dari Kemayoran ke PIK 2

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version