“Kemiskinan Ekstrem” Jadi Fokus Pemprov Jatim

 “Kemiskinan Ekstrem” Jadi Fokus Pemprov Jatim

Rakor pembahasan pembangunan Jatim 2023 dipimpin langsung Gubernur Khofifah. (foto: istimewa)

SURABAYA, JAYAKARTANEWS – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat masih menjadi fokus utama dalam pembangunan Provinsi Jatim di Tahun 2023.

Khususnya terkait penanganan kemiskinan ekstrem, pendidikan dan pengembangan SDM serta penurunan angka stunting.

Hal ini selaras dengan tema dan tujuh prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jatim Tahun 2023. Peningkatan dan pemerataan kualitas SDM serta transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, untuk mendukung daya saing daerah dalam menyambut era industri perdagangan jasa berbasis agro.

“Tahun ini adalah tahun kelima Nawa Bhakti Satya, yakni 9 program yang ingin kita baktikan untuk memuliakan masyarakat Jatim. Orang itu mulia kalau sejahtera dan terdidik. Karenanya, pendidikan dan kesejahteraan termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem harus jadi PR serius kita tahun ini,” kata Khofifah. Ia menegaskan hal itu saat memimpin Rakor Pemprov Jatim Outlook 2023. Rakor diikuti seluruh Kepala OPD Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (6/1).

“Seluruh OPD Pemprov Jatim harus bersinergi berkolaborasi bersama sama mewujudkan seluruh program untuk menyejahterakan masyarakat di Jawa Timur,” imbuhnya.

Khofifah mengatakan, berdasarkan RKPD 2023, prioritas pembangunan Jatim dijabarkan dalam 7 hal. Pertama, pemulihan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah sektor sekunder dan pariwisata. Kedua, penguatan konektivitas antar wilayah dalam upaya pemerataan hasil pembangunan serta peningkatan layanan infrastruktur.

Ketiga, Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan, serta pengentasan kemiskinan. Keempat, Peningkatan Kepedulian Sosial dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Lokal. Kelima, Peningkatan Kemandirian Pangan, dan Pengelolaan Sumber Daya Energi.

“Kemudian yang keenam yakni peningkatan ketahanan bencana dan kualitas lingkungan Hidup. Serta ketujuh Peningkatan Ketentraman, Ketertiban Umum dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di Jawa Timur,” urainya.

Terkait permasalahan kemiskinan ekstrem, Khofifah meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jatim melakukan pemetaan secara detail. Pemetaan meliputi desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, kemudian desa maju dan berkembang.

“Tolong betul-betul dicek kalau bisa sesegera mungkin menggelar rakor bersama bupati/walikota. Rakor yang bertujuan menyisir desa mandiri, kategori desa maju, berkembang, termasuk desa dengan kemiskinan ekstrem. Kalau perlu kita mengundang Pak Menteri Desa PDT sekaligus peluncuran pencairan dana desa. Sebab percepatan penyaluran dana desa ini sangat penting,” katanya.

Menurutnya, penurunan kemiskinan ini menjadi salah satu hal yang penting untuk menjadikan masyarakat bermartabat dan memuliakan masyarakat. Memuliakan masyarakat ini salah satunya dengan memastikan masyarakat tinggal di rumah tinggal layak huni (rutilahu). Sebagaimana yang telah berjalan di Pemprov Jatim bekerjasama dengan TNI baik Kodam V Brawijaya maupun Lantamal maupun Baznas.

“Rutilahu ini kita pastikan lantai rumahnya tidak lagi beralaskan tanah, rumahnya tidak sampai bocor ketika hujan. Kemudian pastikan rumah itu memiliki MCK di setiap rumah, bukan MCK komunal, pastikan juga rumah itu ada listriknya. Ini semua untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, secara khusus Khofifah meminta para Kepala Bakorwil di Jatim yakni Jember, Madiun, Pamekasan, Bojonegoro dan Malang melakukan identifikasi di wilayah masing-masing. Utamanya terkait dengan penjangkauan program-program Pemprov Jatim. Seperti Rutilahu, pengentasan kemiskinan ekstrem hingga masalah stunting dan pernikahan usia dini.

“Hal-hal sederhana ini yang menjadikan masyarakat mulia hidupnya. Jadi Kepala Bakorwil harus rajin blusukan. Soal stunting ini juga saya minta Kepala Bakorwil melakukan penjangkauan untuk penurunan stunting di masing-masing daerah bila angka stuntingnya masih tinggi,” katanya.

“Tugas Bakorwil untuk penjangkauan kewilayahan akan mempercepat seluruh ikhtiar mewujudkan Nawa Bhakti Satya,” pungkasnya. (poedji)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.