Jadikan IWO Garda Terdepan Media Online

 Jadikan IWO Garda Terdepan Media Online
Audiensi Ikatan Wartawan Online (IWO) dengan Dewan Pers.

KETUA Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo menyambut baik keberadaan organisasi profesi Ikatan Wartawan Online (IWO) yang sudah berdiri sejak 8 Agustus 2012. Stanley berharap, IWO menjadi garda terdepan dunia media massa seiring perkembangan zaman. Kemajuan teknologi, kata Stanley, akan berkembang secara terus sesuai tuntutan peradaban. Demikian dikatakan Stanley saat menerima audiensi pengurus IWO di lantai 7 Gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Lanjut Stanley, syarat-syarat menjadi konstituen Dewan Pers tidak terlalu berat. Anggota minimal 500 orang, memiliki 15 cabang di daerah, ada sekretariat, ada badan hukum dan berita acara pemilihan kepengurusan. Ia meminta IWO segera melengkapi dan memberitahukan hal itu kepada Dewan Pers, setelah itu Dewan Pers akan melakukan verifikasi.

Stanley berjanji, selama kepemimpinannya hingga 2019 nanti  akan berjuang agar IWO menjadi konstituen Dewan Pers seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). “Pada prinsipnya Dewan Pers kan hanya memfasilitasi teman-teman organisasi profesi saja,”ujarnya.

Ketua Dewan Pers mengatakan, IWO harus segera berbenah untuk membuat standarisasi media online, kurikulum dan tim penguji untuk wartawan media online harus dipersiapkan, sehingga menjadi kuat dan besar. Dan jika belum ada tim penguji, IWO bisa berkoordinasi dengan Dewan Pers.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IWO Jodhi Yudono mengatakan, media online akan menjadi panglima, setelah media-media lainnya seperti media cetak, radio, dan bahkan televisi yang mengalami pasang surut. Oleh karena itu, wartawan dan pemilik media online harus melengkapi dirinya untuk menyambut laju teknologi yang demikian cepat dengan sikap profesional.

“Saya yakin, jika kawan-kawan media online sudah menunjukkan profesionalitasnya, maka hilanglah berita-berita dusta. Kepercayaan masyarakat akan muncul, dan ini akan menarik dunia iklan masuk lebih banyak ke media online,”ujar Jodhi.

Di tempat terpisah, tanggapan sejumlah masyarakat terhadap keberadaan media online. Syukrinaldi (60) selaku pemerhati transportasi perkotaan yang berdomisili di Medan merespon positif keberadaan media online. Menurutnnya, keberadaan media online sesuai tuntutan zaman, dan tak terbantahkan media online punya peranan penting dan salah satu alternatif media sebagai sumber informasi.

Said Achmad Kabiru Rafiie SE MBA (31) dosen di Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat mengatakan kalau berita online harus mampu tampil beda, dari segi penyajian berita serta lay out nya. apa lagi saat ini media online sudah tumbuh subur ibarat jamur di musim hujan

Sementara itu Rikky (41) karyawan hotel yang ada di kota Medan mengatakan media online itu bagus dalam arti mudah untuk mendapat informasi, berita dan dalam pemberitaan harus mengedepankan konfirmasi terhadap objek berita (Narasumber). Rikky juga menekankan media online harus menjadi media yang lebih terpercaya dan jangan sebaliknya menjadi media yang menyebarkan berita-berita bohong dan menyesatkan. Informasi-informasi beritanya harus punya nilai lebih dari media lainnya, sehingga si pembaca tertarik dan merasa puas ketika membuka media online,” menambahkan salah seorang pekerja travel di medan. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *