Ireng Halimun, Seniman Enggak Boleh Menyerah dan Cengeng

 Ireng Halimun, Seniman Enggak Boleh Menyerah dan Cengeng

Ireng Halimun (foto: BB)

JAYAKARTA NEWS – Kreatifitas harus diprioritaskan, dinomorsatukan. Di era pandemi, banyak kaum seniman menganggur dan enggak ada penghasilan. Terutama di daerah, banyak seniman tradisi alih profesi dan menjual alat-alatnya (instrumen musik, kanvas, lukisan dll) dan ‘membanting’ harga.

“Ini enggak benar. Seniman enggak boleh menyerah dan  menjadi cengeng,” kata perupa (pelukis) Ireng Halimun di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Kepada penulis, Ireng menceritakan pengalamannya berminat melukis sejak kecil. Ia acap menjuarai lomba menggambar di sekolahnya.

Lukisan karya Ireng Halimun (foto:BB)

Hingga dewasa dan kuliah di jurusan Seni Rupa IKIP Negeri, hobi dan minatnya makin tersalurkan. Sampai kini, Ireng sudah menggelar pameran tunggal sebanyak tiga kali.

Terakhir, 11 Agustus 2022 lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya ke 57, Ireng memamerkan sebanyak 12 lukisan yang dilukis dengan akrilik di Balai Budaya Jakarta bertema ‘Langkah 5inga 7antan’. ‘Zodiak saya Leo, jadi singa adalah kesayangan saya.

Pameran ini wujud tanggung jawabku sebagai perupa, pelukis alias peseni,” beber Ireng blak-blakan. Ditegaskannya, dia enggak hirau dengan gaya atau aliran lukisan tertentu. “Saya punya passion begitu saja. Saya tumpahkan di atas taferil, sudah. Mau laku atau enggak, terserah. Saya enggak mencari cuan lewat pameran ini. Rezeki bisa datang dari mana saja,” urai Ireng lagi.

Hingga mendekati ‘hari H’ pameran, Wina Armada Sukardi selaku kurator dan advokat bilang kepada dirinya agar mencantumkan harga lukisannya. 12 lukisan karya Ireng yang dipajang memang 5 agak besar berukuran 270 x 145 cm dan 7 sedang berukuran 145 x 145 cm ke bawah.

Lukisan karya Ireng Halimun (foto:BB)

“Jujur, saya enggak muda alias young lagi, tapi saya sebagai pemuda alias youth di bidang kesenian. Semoga ini bisa menjadi stimulus bagi kaum seniman lain khususnya perupa,” imbuh Ireng.

Wina Armada Sukardi selaku kurator dan kolektor lukisan mrngapresiasi kecintaan Ireng Halimun terhadap seni lukis. “Ada atau enggak enggak ada Covid 19, Ireng Halimun terus berkarya. Dia enggak mau menyerah kepada keadaan,” timpal Wina Armada.

Segendang sepenarian dengan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. “Saya tahu dan paham semangat Ireng Halimun yang terus berkarya demi kemajuan seni rupa Indonesia,” ujar Bambang Soesatyo yang pernah satu perusahaan di media Info Bisnis (Ireng sebagai ilustrator).

Yang jelas, Ireng Halimun banyak be lajar dari perupa dunia seperti Pablo Picasso, Juan Miro, Salvador Dali, Willem de Koening serta perupa Indonesia yaitu S Sudjoyono, Affandi, Hendra Gunawan dan masih banyak lagi. Last but not least: kerja kreatif Ireng Halimun sudah tersirat dalam UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Enggak banyak omong. Suka atau enggak suka, diam atau bergerak. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.