Indahnya Lampu Hias Paralon Bekas

 Indahnya Lampu Hias Paralon Bekas

HABIS kontrak kerja di sebuah stasiun televisi swasta, tidak membuat Stefano Topan putus asa. Lelaki 48 tahun warga Perumnas Depok I itu, juga tidak lagi berusaha mencari pekerjaan yang baru. “Selain tidak mudah, usia juga tidak lagi muda. Jadi saya putuskan wiraswasta,” ujar Topan saat dijumpai di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Tak kurang dari 10 tahun Topan bekerja di televisi swasta bagian dekorasi. Pekerjaannya, menyiapkan pernak-pernik latar belakang stage tempat sebuah program acara digelar. Tentu saja ia bekerja dalam satu tim.

Bidang pekerjaannya, memaksa Stefano Topan bekerja dalam lingkungan seni. Dalam mencari ide dekorasi, tak jarang ia juga melakukan pencarian model melalui media internet atau referensi lain. Tak heran jika kemudian, ia memutuskan membuat lampu hias, selepas putus kontrak kurang lebih hampir dua tahun lalu.

Terbiasa kerja kreatif, maka Topan pun menggunakan daya kreasinya, membuat lampu hias dengan pipa paralon bekas ukuran 4 inchi. Di tangannya, barang buangan itu menjadi lampu hias yang cantik, tidak saja pada pewarnaan, tetapi juga penggarapan detail lainnya.

Ayah dua orang anak ini memanfaatkan teras rumahnya yang berukuran 3 x 6 meter sebagai workshop pembuatan lampu hias. Sebuah lampu hias paralon bekas, dapat diselesaikan dalam waktu dua jam saja. Sehari dapat menyelesaikan 4-5 buah.

Proses pembuatannya, menurut Topan, sangat sederhana. Ambil pipa paralon dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah itu, dibuatkan pola, dan melubangi pola itu dengan hati-hati. Usai proses pembuatan pola, kemudian dihaluskan dengan amplas lalu diberi cat dasar warna hitam. Setelah kering, disapu cat warna (efek) tembaga. Untuk pemasangan bohlam, tidak sulit sebab terbilang elektrisiti ringan.

Dalam sebulan ia dapat menjual 20 -30 buah lampu dengan harga rata rata Rp.150.000 per buah.  Untuk memasarkan ia menawarkan pada teman temannya menggunakan sosial media. Produknya sudah tersebar di Jabotabek. Bahkan sudah ada pesanan datang dari Medan.

Bagaikan nyala lampu di malam hari, ia berharap usaha lampu hias dari paralon bekas dapat menerangi kehidupannya. ***

Digiqole ad

Related post

4 Comments

  • alhamdulillah semoga selalu dilancarkan usaha… Semoga sukses dgn variasi lampu lainnya. Selalu bekerja keras dgn diiringi doa… Man Kada Wa Jadda

  • harganya juga terlalu mahal, cepat dikenal komsumen

  • Kereeen.. Idenya unik..hasilnya antik…

  • bisa minta alamat pak stefano n nmr telp yg bisa dihubungi, min? thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *