Hikayat Wayang Pucung (3)

 Hikayat Wayang Pucung (3)

BERKEMBANGNYA Wisata Wayang Desa Pucung, Wukirsari, Bantul – Yogyakarta, memberi dampak positif bukan pada pelestarian budaya wayang, serta peningkatan kesejahteraan para perajin. Masyarakat desa juga kecipratan. “Rombongan tamu baik dari dalam maupun luar negeri banyak yang datang, otomatis desa kami pun ikut berbenah, menjadi lebih cantik dan rapih. Masyarakat desa sangat antusias sekali,” kata Demy Raharja seraya tersenyum.

Di sisi lain, minat anak muda Desa Pucung menekuni wayang pun perlahan bangkit kembali. “Kini banyak pemuda desa mau membuat kerajinan wayang. Setidaknya kalaupun masih bekerja di sektor lain, di sela-sela waktunya mereka menyempatkan diri membuat kerajinan,” jelas anak pertama pasangan Sabar Raharjo-Dasia.

Kemajuan Wisata Wayang ini bisa dilihat dari sejumlah fasilitas yang kini dimiliki paguyuban ini. Di antaranya joglo untuk kegiatan Wisata Wayang, show room kerajinan wayang yang menampung hasil kerajinan para perajin dan membantu memasarkannya.

Sedang yang sedang dibangun adalah gedung pertunjukan wayang berkapasitas 300 orang. “Jika gedung ini jadi maka nantinya acara pertunjukan wayang bisa disaksikan setiap hari. Seiring perkembangan, kami ingin Desa Pucung nantinya bisa jadi Pusat Wayang yang lengkap, baik dari pertunjukan, perpustakaan, tempat belajar wayang, dll. Itu harapan kami ke depan,” katanya.

Terkait paket Wisata Wayang, ada banyak macam yang ditawarkan. Mulai dari belajar pembuatan wayang dari awal sampai selesai, ataupun hanya sebagian-sebagian, misalnya, mewarnai wayang, memahat wayang, dll. Tapi ada juga paket menginap 3 hari 2 malam, di mana pengunjung bukan hanya belajar berbagai hal tentang wayang tapi juga akan diajak ke tempat wisata lainnya di Desa Pucung, bahkan bisa ziarah ke kompleks pemakaman Raja-raja Yogya-Solo di Imogiri.

Bagaimana soal menginap? Nah inilah keunikan paket wisata ini. Wisatawan menginap di rumah-rumah warga yang memang sudah disiapkan untuk melayani tamu Wisata Wayang.  “Jadi wisatawan menginap di rumah warga dan menjalani kehidupan, seperti makan dan minum, bersama warga. Paket ini ternyata banyak peminatnya karena, mungkin, banyak wisatawan pun ingin merasakan bagaimana keseharian kehidupan di desa,” ujar Demy. (SELESAI).

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *