Garin Nugroho Raih Taksu Award di Balinale Film Festival

 Garin Nugroho Raih Taksu Award di Balinale Film Festival

Garin Nugroho menerima Taksu Award dari Deborah Gabinetti (foto: Instagram)

JAYAKARTA NEWS – Menandai 40 tahun berkarya, sineas Garin Nugroho meraih Bali Taksu Award for Inspiring Creatifity di Bali International Film Festival (Balinale) yang digelar di  XXI Park, 23, Kuta, Bali, baru-baru ini. Yang memberikan penghargaan adalah Deborah Gabinetti, penggagas Balinale. “Ini penghargaan luar biasa bagi saya. Dan ini anugerah ditengah pandemi, ditengah bangkitnya kembali minat penonton Indonesia kembali ke bioskop,” ujar Garin Nugroho yang menyertakan film terbaru buatannya bertajuk ‘Sepeda Presiden’ dan spesial diputar di Bali.

‘Sepeda Presiden’ dikemas menjadi sebuah film keluarga yang mengajak kita menyanyi dan bergembira bersama. “Ini adalah film literasi. Ada nuansa kebahagiaan di film ini. 15 lagu berwarna tradisi Papua, pop kreatif dan rap,” papar Garin. “Saya rindu terhadap film anak dan kali ini saya wujudkan,” imbuh Garin yang menambahkan, syuting di Raja Ampat, Papua, benar-benar menyenangkan.

Seluruh pemain di film ini adalah anak dan remaja, yaitu Ariel Tatum (yang menyenandungkan OST ‘Risau’), Sita Nursanti (eks Trio Rida Sita Dewi) dan tiga pemain anak asal Papua : Arnold Asmuruf, Franken Ramandol dan Elias Pandawa. “Buat saya, Papua itu sumber spirit, talenta, akting, dan nyanyi serta gembira,” timpal Garin yang sukses mementaskan teater ‘Planet A Lament’ di Teater Jakarta, TIM.

Garin Nugroho adalah salah satu sineas (sutradara, produser, penulis skenario) Indonesia yang kerap menggaet banyak penghargaan dari Perancis, Italia, Thailand dan terakhir menerima Honorary Award dari Singapore International Film Festival. Lulusan IKJ dan Fakultas Hukum UI ini tahun ini berusia 60 tahun (tanggal lahirnya 6 Juni 1961).

Film cerita panjang pertamanya berjudul ‘Cinta dalam Sepotong Roti’, disusul ‘Surat untuk Bidadari’, ‘Daun di Atas Bantal’, ‘Guru Bangsa Tjokroaminoto’, ‘Setan Jawa’, ‘Aach..Aku Jatuh Cinta’, ‘Soegija’ dan terakhir yang kontroversial  ‘Kucumbu Tubuh Indahku’. Film ‘Kucumbu…’ berulangkali meraih award di FF di luar negeri, namun ironisnya, film ini ditolak tayang di tiga Propinsi di Indonesia.

Garin Nugroho juga pendiri Jogja NETPAC Asian Film Festival dan salah satu penggagas Madani  Film Festival. Juga, menjadi Ketua bidang penjurian dalam Festival Film Indonesia alias FFI 2021. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *