E-Commerce Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI

 E-Commerce Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi RI

JAYAKARTA NEWS – Perkembangan bisnis online (e-commerce) di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dan ia bakal menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi di sini.

Director Consulting Deloitte Southeast Asia, Stanley Kyung Sup Song menyampaikan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/3). Menurutnya, Indonesia masuk dalam lima besar negara pengguna internet terbesar di dunia, seperti terungkap dalam data statistik pengguna internet global tahun 2017.

“Jika penetrasi berjalan merata di semua daerah, maka bisa dibayangkan keuntungan yang didapatkan dari sektor e-commerce,” katanya.

Merujuk pada hasil riset Deloitte Indonesia, selama tahun 2014 hingga 2017, hampir 90 persen masyarakat memandang positif perkembangan ekonomi.

Hal ini semakin diperkuat dengan temuan di beberapa keluarga yang memiliki penghasilan di atas Rp5 juta, mereka seringkali membeli sejumlah produk di luar keperluan sehari-hari misalnya pembelian produk makanan dan minuman.

Data menarik lainnya menyebutkan, bahwa sekitar 17 persen konsumen di Indonesia, ternyata saat belanja online tidak terlalu memperhitungkan harga. Konsumen bahkan seringkali lebih memilih barang mahal dengan kualitas yang terjamin dibandingkan alternatif lain yang lebih murah.

Survey Deloitte Indonesia juga menemukan, Jakarta merupakan kota yang memiliki pasar terbesar, sedangkan kota-kota lainnya menawarkan peluang untuk pertumbuhan yang lebih besar.

Pemerintah sendiri memproyeksikan, potensi pasar e-commerce akan terus bertumbuh hingga mencapai US$20 miliar pada tahun 2020.

“Tak heran jika raksasa-raksasa e-commerce semakin merajalela ditengah beragamnya kebutuhan konsumen di sejumlah kota-kota besar salah satunya Jakarta,” paparnya.

Temuan menarik lainnya adalah terkait dengan sumber informasi preferensi pilihan produk. Hasil temuan Deloitte menunjukkan media konvensional masih menjadi preferensi bagi sebagian besar konsumen dalam menentukan pilihan produk yang akan dibeli.

“Kurang dari lima persen responden menyatakan bahwa mereka menggunakan media digital sebagai sumber informasi dalam menentukan produk yang akan dibeli,” ujarnya.

Menurut Stanley, disinyalir konsumen akan mencari berbagai variasi penawaran dan juga apabila terdapat tawaran yang dianggap cukup menguntungkan, konsumen akan mudah untuk beralih dari produk yang biasa dibeli.

“Kesimpulan penelitian memprediksi pertumbuhan dan dinamika kompetisi sektor e-commerce di Indonesia akan menunjukan perubahan. Karena itu, penting bagi pelaku e-commerce untuk semakin menguatkan loyalitas konsumennya,” tutur Stanley.

Ditambahkan, kompetisi yang ketat mengharuskan sektor e-commerce untuk terus melakukan inovasi dan juga semakin meningkatkan layanannya kepada masyarakat.

“Selain infrastruktur untuk internet, SDM juga harus dibenahi supaya layanan e-commerce benar-benar maksimal,” tegasnya.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *