Dapat Modal dari Presiden, Rajab-Ismail Korban Penjarahan Akhirnya Berjualan Lagi

 Dapat Modal dari Presiden, Rajab-Ismail Korban Penjarahan Akhirnya Berjualan Lagi
Abdul Rajab (62) dan Ismail (68) pedagang korban penjarahan saat kerusuhan sekitar Bawaslu 21-22 Mei 2019 bertemu Presiden Joko Widodo di Istana–foto setpres

JAYAKARTA NEWS— Abdul Rajab dan Ismail akhirnya bisa bernafas lega. Kedua pria yang sudah sepuh ini kini bisa tersenyum kembali. Betapa tidak, sebelumnya mereka nahas, kerusuhan yang pecah di kawasan sekitar Bawaslu 21-22 Mei 2019 juga berimbas pada warung keduanya yang dijarah perusuh hingga tandas. Akibatnya keduanya mengalami kerugian puluhan juta.

Yang namanya sedih, benar-benar tak tertanggungkan bagi keduanya. Pasalnya, warung itulah andalan kehidupan mereka dan keluarganya. Beruntung lah kisah pilu mereka disiarkan berbagai media hingga akhirnya mendapat perhatian pihak Istana.

Kemarin sore, Rajab dan Ismail diundang ke Istana untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Presiden ingin tahu kejadian sebenarnya dari keduanya.

Abdul Rajab (62) yang membuka kios di kawasan Agus Salim, Jakarta Pusat, kepada para jurnalis mengaku mengalami kerugian kurang lebih Rp30 juta setelah kejadian beberapa waktu lalu. “Pas malam itu massa dihalau aparat, mereka lari sambil menjarah. Pecah-pecahin warung pedagang kaki lima,” ujarnya.

Dirinya juga menceritakan bahwa ia tidak menyangka dapat dipanggil bertemu dengan Presiden dan memperoleh bantuan. Ia juga mengutarakan akan segera kembali membuka usaha setelah bantuan tersebut diterima.

“Ini alhamdulillah Bapak Presiden bantu kita. Kita bisa berusaha lagi besok,” tuturnya.

Sementara Ismail (68), selain mengalami penjarahan barang dagangannya, ia juga mengaku kehilangan sejumlah tabungannya. Total kerugian dari kejadian tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp20 juta.

“Alhamdulillah ada sumbangan dari Bapak Presiden. Ketemu Bapak Presiden (mengucap) banyak terima kasih,” ujar Ismail.

Ia pun menyampaikan harapannya agar peristiwa yang dialaminya itu tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Jangan kejadian lagi kayak gitu. Kita kejadian kayak gitu udah ngeri,” ucapnya sebagaimana yang disampaikan Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, lewat rilisnya.***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *