Wenger: MU Ompong Tanpa Ibrahimovic

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menilai, seteru tim besutannya,  Manchester United musim ini pasti ompong  jika tanpa dukungan Zlatan Ibrahimovic.

Wenger  tak “happy”  melihat apabila posisi Setan Merah  lebih baik daripada  Meriam London di klasemen Liga Inggris. Capaian posisi kelima dalam klasemen sementara the Red Davils menurut Wenger, lebih sebagai gambaran keberuntungan saja, yang hal itu didapat karena MU memiliki Ibrahimovic.

Seorang pengamat sepakbola  Prancis, Pierre Menes, dalam percakapannya dengan  Ouest France mengungkapkan bahwa  posisi yang dicapai MU pada musim ini lebih karena faktor keberuntungan, karena  oleh dibantu Ibrahimovic. Wenger menilai, musim ini MU tak ada apa-apanya apabila tidak mendatangkan Ibrahimovic pada musim panas lalu.

“Zlatan Ibrahimovic itu adalah orang yang menyelamatkan musim mereka. Wenger sudah mengatakan kepada salah satu temannya,  jika Ibrahimovic tidak berada di sana (MU) musim ini, maka mereka bahkan tidak akan mencapai posisi 12 besar (Liga Primer Inggris),” kata  Menes.

Diakui atau tidak, di musim 2016/2017, MU terlalu bergantung pada Ibrahimovic dalam urusan hasilkan gol. Meski kini beberapa pemain muda  mulai unjuk gigi, namun Zlatan masih sering menjadi penentu kemenangan skuad racikan  Jose Mourinho.

MU sendiri akan kesulitan untuk membuktikan hal itu di sisa musim 2016/2017. Mereka kemungkinan terpaksa  tidak akan diperkuat Ibrahimovic hingga akhir musim,  jika  cedera lutut Ibra parah. Malah, bisa saja MU tidak diperkuat  Ibrahimovid. MU bahkan berpeluang untuk tidak bisa memainkan Marcos Rojo. ***

Gulung Spur 4-2, Chelsea Maju Final Piala FA

DERBI Ibukota London dalam semifinal Piala FA akhirnya dimenangi Chelsea setelah tim asuan Antonio Conte itu menggasak  Tottenham Hotspur 4-2 dalam laga yang digelar  di Stadion Wembley,  Minggu dini hari WIB.

Di final, Chelsea akan menantang pemenang  semifinal lainnya,  antara Arsenal  vs Manchester City yang baru akan dilansungkan pada Minggu malam WIB. Dua gol Willian berikut satu gol masing-masing dari  Eden Hazard dan Nemanja Matic, memastikan tiket ke final Piala FA. Gol balasan  Spurs dicetak  lewat penyerang andalannya, Harry Kane dan sebuah lagi dari Bamidele Alli.

Chelsea tampil eksplosif menyerang sejak awal laga dibuka, dan bahkan  hanya butuh  waktu lima menit untuk asa kemenangan melalui  gol Willian. Chelsea mendapat hadiah tendangan bebas, setelah Pedro Rodriguez dijatuhkan Toby Alderweireld, tak jauh dari kotak penalti. Wilian yang bertugas melaksanakannya, sukses.

Pada menit ke-18, Spur berhasil menyamakan kedudukan  lewat  Kane setelah mendapat umpan silang dari  Christian Eriksen. Son Heung-min membuat kesalahan fatal dengan melanggar Victor Moses, sehingga  pengadil Martin Atkinson menunjuk titik putih.

Willian ditunjuk  sebagai eksekutor berhasil mengecoh penjaga gawang Hugo Lloris ke arah yang salah. Tendangan pinalti Willian pada menit ke 43 itu pun membawa  Chelsea unggul 2-1.

Spur kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-7 setelah turun minum melalui  Alli yang memanfaatkan  sontekan matang Eriksen.

Gol kedua Spur tersebut direspon  Conte dengan memainkan  Hazard dan Costa,  mensubtitusi  Willian dan Batshuayi pada menit 61. Conte juga memasukkan  Cesc Fabregas pada menit ke-74 menggantikan  Pedro.

Melalui skema sepak pojok Chelsea, kembali mengungguli Spur.  Kyle Walker gagal menyapu de ngan sempurna, dimana bola malah menuju  ruang tembak Hazard tepi kotak   penalti, dan  legium  Belgia itu tak menyia-nyiakan peluang dengan menembakkan  tendangan keras. Gol! Chelsea pun unggul  3-2 pada menit ke-75. Lima menit kemudian,  Matic menambah keunggulan  Chelsea setelah mendapat k umpan matang dari Hazard yang bekerjasama dengan  Fabregas. Chelsea 4, Spur 2.

 

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi FA:

Chelsea (3-4-3):  Thibaut Courtois (PG); Nathan Ake, David Luiz, Cesar Azpilicueta; Victor Moses, N’Golo Kante, Nemanja Matic, Marcos Alonso; Willian (Eden Hazard), Michy Batshuayi (Diego Costa), Pedro Rodriguez (Cesc Fabregas)

Pelatih: Antonio Conte

Tottenham Hotspur (3-4-2-1): Hugo Lloris (PG); Eric Dier, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen; Kieran Trippier, Mousa Dembele, Victor Wanyama (Georges-Kevin Nkoudou), Son Heung-min (Kyle Walker); Christian Eriksen, Bamidele Alli; Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino

Madrid Masih Kokoh di Puncak La Liga

REAL Madrid hingga kini masih memuncaki  klasemen sementara Liga Spanyol (La Liga) dengan raihan  75 poin dari 31 kali pertandingan, unggul tiga poin dari seteru abadinya,  Barcelona yang mengumpulkan  72 poin dari 32 laga yang sudah dilakoninya. Madrid lebih diuntungkan, karena masih punya tabungan 1 pertandingan dibandingkan dengan dua tim yang membuntuti mereka, Barca dan Atletico Madrid yang sudah memainkan 33 kali pertandingan.

Data yang dikutip dari  Gracenote berikut ini, menggambarkan klasemen lengkap hingga pertandingan yang dihela pada Jumat (21/4) lalu, dengan  urutan: main, menang, seri, kalah, memasukan, kemasukan, poin:

 

  1. Real Madrid 31 23 6 2 82 33 75
  1. Barcelona 32 22 6 4 91 30 72
  1. Atletico Madrid 32 19 8 5 59 24 65
  1. Sevilla 33 19 8 6 58 39 65
  1. Villarreal 32 15 9 8 46 26 54
  1. Athletic Club 32 16 5 11 45 37 53
  1. Real Sociedad 32 16 4 12 48 45 52
  1. Eibar 32 14 8 10 52 44 50
  1. Espanyol 32 13 10 9 44 42 49
  1. Celta Vigo 31 13 5 13 48 51 44
  1. Alaves 32 11 10 11 31 39 43
  1. Valencia 32 11 7 14 47 54 40
  1. Las Palmas 32 10 8 14 51 57 38
  1. Real Betis 32 9 7 16 35 51 34
  1. Malaga 32 8 9 15 36 49 33
  1. Deportivo Coruna 32 7 10 15 35 50 31
  1. Leganes 32 6 9 17 26 49 27
  1. Sporting Gijon 32 5 7 20 34 64 22
  2. Granada CF 33 4 8 21 27 70 20
  3. Osasuna 32 3 8 21 32 73 17

Jadwal pertandingan selanjutnya (waktu GMT):

Sabtu, 22 April

Malaga vs Valencia (11.00)

Villarreal vs Leganes (14.15)

Osasuna vs Sporting Gijon (16.30)

Espanyol vs Atletico Madrid (18.45)

 

Minggu, 23 April

Real Sociedad vs Deportivo Coruna (10.00)

Celta Vigo vs Real Betis (14.15)

Las Palmas vs Alaves (16.30)

Real Madrid vs Barcelona (18.45)

Senin, 24 April

Eibar vs Athletic Club (18.45).

Gareth Bale Siap Comeback di Laga El Clasico

Gareth Bale. Foto: Istimewa

GARETH Bale telah kembali berlatih bersama rekan-rekannya di tim Real Madrid hanya tiga hari sebelum bentrokan El Clasico melawan Barcelona Senin (24/4) dini hari.

Pemain internasional Wales itu mengalami cedera betis pada pertandingan perempat final leg pertama  Liga Champions yang dimenangkan Madrid dengan skor 2-1 atas Bayern Munchen di Allianz Arena pada 12 April.

Akibat cedera itu dia melewatkan kemenangan 3-2 La Liga atas Sporting Gijon Sabtu lalu dan pertandingan leg kedua melawan Bayern pada hari Rabu (19/4) dini hari WIB, di mana Madrid menang 4-2 untuk maju ke semifinal.

Bale menyelesaikan sesi dengan starting XI dari game tersebut pada hari Kamis (20/4) waktu setempat, termasuk latihan dengan bola dan penggunaan fasilitas indoor.

Masih belum jelas apakah pemain sayap berusia 27 tahun itu akan mempertaruhkan kunjungan Barca ke Santiago Bernabeu, namun yang jelas dalam latihan bahwa dia siap untuk comeback, walaupun bisa saja tak sebagai starter.

Kemenangan pada hari Senin (24/4) dini hari WIB mendatang akan membuat Madrid unggul enam poin di puncak klasemen, dengan satu pertandingan tersisa melawan Celta Vigo yang tertunda karena cuaca.

Sementara Zinedine Zidane merenungkan apakah akan memainkan trio lini depan ‘BBC’ dengan Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, di pihak lawan pelatih Luis Enrique tidak akan dapat mengandalkan trio penyerang ‘MSN’ secara lengkap, karena Neymar diskors.

Pemain asal Brasil itu sejatinya hanya menerima larangan satu kali tampil setelah menerima kartu merah melawan Malaga. Namun sikap sarkatisnya kepada wasit membuat hukumannya ditambah menjadi 3 larangan tampil. ***

Ronaldo dan Mimpi Real Madrid

CRISTIANO Ronaldo berpeluang merebut top score Liga Champions setelah membukukan  hat-trick pada laga perempat final Liga Champions yang mengantarnya mengemas 7 gol di kompetisi paling elite di Eropa itu. Sejauh ini, Ronaldo masih devisit 4 gol untuk bisa menyamai Lionel Messi yang mencatatkan 11 gol di Liga Champions.

Dengan tersingkirnya Barcelona,  Paris Saint-Germain, Bayern München,  dan Dortmund Borussia,  maka Ronaldo dapat dikatakan hanya bersaing dengan dirinya sendiri untuk dapat melampaui Messi guna merebut gelar top skor.  Edinson Cavani  Uruguay (Paris Saint-Germain) yang mencatat 8 gol, Robert Lewandowski (Bayern München) yang mengemas  8 gol (4 di antaranya pinalti), dan  Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund) yang berhasil menyumnang  7,  sama dengan capaian Ronaldo sampai dengan   babak perempat final, sudah tidak mungkin menambah pundi-pundi golnya, karena tim mereka sudah tersingkir.

Pesaing terdekat Ronaldo untuk mencetak rekor terbanyak menciptakan gol adalah Karim Benzema (Real Madrid), Radamel Falcao (AS Monaco), Antoine Griezmann (Atlético Madrid) dan Kylian Mbappé ( AS Monaco) yang masing-masing membuat 5 gol. Jika ingin menjadi top skor, mereka minimal harus membuat 7 gol. Sangat berat, walau tidak boleh dikatakan tidak mungkin. Ronaldo, dengan tradisi hat-trick, masih sangat mungkin untuk mengejar 5 gol lagi guna meraih 12 gol.

Ronaldo merupakan pemain Real Madrid yang tercatat paling sering mencetak hat-trick atau lebih di Piala Eropa. Dengan hat-trick yang disarangkan di gawang Bayern saat Madrid menjamu tim Jerman tersebut, Ronaldo berarti sudah  enam kali membuat tiga gol atau lebih  setelah berseragam  Madrid di Champions League. Di tim blanco, Ronaldo menjadi yang terbanyak sukses mengemas hat-trick untuk tampilannya di Liga Champions.  Di belakang CR7, ada  Di Stéfano dan Puskas, yang mengemas  5 kali hat-trick.

Ronaldo tercatat  telah memasukkan  tiga gol dalam lima penampilannya  dan empat gol di pertandingan lain. Hat-trick perdana yang dibuat Ronaldo pada November 2012 ke gawang Ajax. Setahun kemudian,  tepatnya  Spetember 2013, mantan pemain Porto itu sukses dengan hat-trick saat tim Ibukota itu bertanding  melawan Galatasaray.

Mantan pemain Manchester United itu pada  September  2015,  berhasil membuat hat-trick saat skuad Ibukota Spanyol itu melawan  Shakhtar Donetsk. Prestasi serupa diciptakan lagi pada tiga bulan kemudian, saat Madrid bertemu Malmö. Pada April  2016, Ronaldo cemerlang saat Madrid menjamu  Wolfsburg.

Rekor cantik juga dicapai kesebelasan Real Madrid, untuk  menjadi satu-satunya kesebelasan  yang selalu dapat mencapai ke babak semifinal  sejak musim  2010/11. Dengan suksesnya  Madrid menggulung  Bayern Muenhen, maka tim besutan  Zidane itu menjadi tim pertama  yang  bisa  tampil tujuh kali berturut-turut di semifinal Champions.

Madrid juga menjadi  tim yang paling sering tampil disemifinal sepanjang kompetisi level Eropa tersebut. Dengan kompetisi yang tengah berlangsung  saat ini, secara keseluruhan Madrid membukukan tampil di Liga Champions  28 kali. Prestasi kedua ditorehkan  Bayern dengan 18 kali laga. Selama tujuh kali mencapai semifinal tersebut, Madrid meraih  dua gelar : ‘la Décima’ pada tahun  2014 dan ‘la Undécima’ pada tahun 2016. Bagi Real Madrid, kini hanya membutuhkan tiga pertandingan lagi untuk   menorehkan sejarah  dan sekaligus menjadi kesebelasan pertama yang mampu mempertahankan gelar.

Piala Asia, Timnas Indonesia U-19 Berada di Grup F

PIALA ASIA U-19 akan digelar sekitar enam bulan lagi. Namun, pengundiannya telah dilakukan AFC, Jumat (21/4) lalu, di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam undian Kualifikasi Piala Asia U-19, yang akan digelar 31 Oktober hingga 8 November 2017 ini, Timnas Indonesia U-19 berada di Grup F, bersama Korea Selatan, Malaysia, Timor Leste dan Brunei Darussalam. Korea Selatan menjadi tuan rumah grup F.

Sebelum berlaga di kualifikasi Piala Asia U-19, Timnas Indonesia U-19 akan tampil terlebih dahulu di Piala AFF U-18, di Myanmar, September 2017 mendatang. Untuk Piala Asia, tiap juara grup dan lima runner up terbaik akan lolos ke Piala Asia U-19 tahun 2018 mendatang. Bahkan, Indonesia kemungkinan besar akan menjadi tuan rumah event ini.

Menurut Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, tidak masalah dengan hasil drawing Kualifikasi Piala Asia U-19. “Ya, saya sudah melihat hasil drawing. Saya kira tidak ada masalah. Kita akan fight dan siap melawan semua tin di grup F, termasuk Korea Selatan, sebagai tuan rumah,” tegas Indra Sjafri.

Timnas U-19 saat ini berkekuatan 32 pemain dan sedang menjalani training centre (TC) di Cijantung, Jakarta. Hari Sabtu (22/4) lalu, Egy Maulana Vikri dkk menjalani internal game. “Timnas U-19 pernah punya pengalaman mengalahkan Korea saat kualifikasi di tahun 2013 lalu. Kami berharap momen tersebut terulang lagi, namun kita juga tetap mewaspadai kekuatan mereka, termasuk juga melawan tim Malaysia, Timor Leste, dan Brunei, kita tetap optimis mampu mengalahkannya,” paparnya.

Indra juga membeberkan bila Indonesia menjadi tuan rumah di Piala Asia U-19 tahun 2018, ia menjamin anak asuhnya bakal tampil all out dan ingin menjadi juara Grup F, meski dipastikan tampil di putaran final Piala Asia 2018 “Bila kita dipastikan menjadi tuan rumah Piala Asia 2018, kita tetap fight dan ingin menjadi yang terbaik di Grup itu. Jika tidak pun sama saja, yang jelas kami ingin memberikan penampilan yang terbaik dan total di babak kualifikasi Piala Asia U-19,” cetus Indra.

Pada 29 Mei hinggal 10 Juni 2017 mendatang, Timnas U-19 mengikuti Turnamen di Prancis yang bertajuk Touloun Turnament 2017 dan satu grup dengan Brasil, Republik Ceko dan Skotlandia. (Ignatius Gunarto)

Grup F
1. Korea Selatan
2. Malaysia
3. Timor Leste
4. Brunei Darussalam
5. Indonesia .

Juventus dan Monaco Melaju ke Semifinal Liga Champions

JUVENTUS dan AS Monaco sukses mengantongi tiket semifinal Liga Champions setelah menyudahi pertandingan pada Kamis dinihari tadi. Juve menahan imbang Barcelona 0-0 (agregat 3-0), sedangkan Monaco melibas Borussia Dortmund 3-1 (agregat 6-3). Kedua tim itu menyusul Real Madrid dan Atletico Madrid yang Rabu dinihari WIB sukses memastikan tiket ke semifinal.

Bermain di depan pendukungnya, ternyara tidak cukup bagi Barcelona untuk membalikkan devisit tiga gol yang dideritanya saat bertandang ke markas Juventus pada pekan lalu di leg pertama Liga Champions. Pertahanan rapi Juventus, membuat mandul tim Katalan itu untuk berakhir dengan skor 0-0.

Stadion Nou Camp menjadi saksi bisu kegagalan Messi dan kawan-kawan untuk memaksimalkan gaya tiki-taka mereka untuk dikonversi menjadi gol. Penampilan juara Italia di Nou Camp memupus harapan Barca untuk dapat mengulangi sukses saat mereka menjungkalkan Paris St Germain (PSG) di 16 besar. Kala itu, Messi dkk sukses membalikkan keadaan walau pun di leg pertama mereka kalah.

Empat tendangan Lionel Messi yang mengarah ke gawang, kesemuanya gagal membuahkan gol. Tapi, serangan yang dibangun Messi tetap merepotkan dua bek Juventus Juve Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Anak-anak asuh Luis Enrique benar-benar gagal memenuhi janji pelatihnya, yang menjanjikan Barca dapat mencetak gol pada awal pertandingan. Jangankan membayar devisit gol untuk melaju ke semifinal, gol semata wayang pun tak berhasil mereka buat. Kerja keras Ivan Rakitic dan Neymar, juga gagal membuahkan gol.

Sebenarnya penampilan Juve di kandang Barcelona, kalah memarik dibandingkan saat mereka berlaga di Turin. Namun, mereka sukses menyelesaikan balas dendam ke Barca atas kekalahannya pada final Liga Champions 2015, sehingga Juve membukukan torehan melaju ke semifinal untuk ke-12 kalinya.

Penampilan Juventus pada awal pertandingan, bahkan lebih cakep dibandingkan dengan PSG, yang ketika itu tim Ibukota Perancis tersebut menyia-nyiakan keunggulan 4-0 yang diraih pada leg pertama. Ditekan Barca bertubi-tubi, membuat tim besutan Massimiliano Allegri untuk merapatkan pertahanannya, sehingga suplai bola kepada ketiga pemain yang berada di barisan terdepannya, minim.

Gonzalo Higuain membuat peluang cukup bagus pada jelang turun minum, saat tembakannya melambung di atas mistar gawang Barca. Juga, sebuah umpan Juan Cuadrado yang disodorkan kepada striker Argentina di lini tengah, digagalkan oleh blocking yang dilakukan Gerard Pique.

Setelah istirahat, Barca meningkatkan penguasaan bola, dengan mengurung pertahanan Juve. Namun, tim yang bermarkas di Turun Italia itu, tampaknya sangat siap dengan skema serangan yang dibangun Barca.

Monaco VS Dortmund

Janji pelatih AS Monaco, Leonardo Jardim untuk memainkan gaya menyerang saat meladeni Dortmund, dibayar tunai.Hasilnya, Monaco menekuk Dortmund 3-1 pada helatan leg kedua Liga Champions tersebut. Monaco tercatat mencetak tiga gol untuk kelima kalinya secara berturut-turut di kompetisi elite benua biru. Dalam pandangan Jardim, skor sebenarnya bisa menjadi 5-3 atau 6-3, kalau saja kedua tim tidak menyia-nyiakan peluang yang didapatkan mereka.

Monaco yang sampai pekan ini masih memuncaki klasemen Liga Prancis itu, nyaris sempurna menuntaskan permainan mereka lewat gol-gol cepat dari Kylian Mbappe dan striker Kolombia Radamel Falcao. Sukses itu tak lepas dari banyak ruang terbuka yang dibuat Dortmund. Pada semifinal nanti, menurut Jardim, siapa pun lawannya, tim tersebut pastilah sangat berpengalaman di laga terelit di Eropa.

Jardim menegaskan, timnya tidak akan mengubah cara bermain mereka, ketika di babak semifinal nanti bertemu Real Madrid, Atletico Madrid, atau Juventus. “Malam ini kami memainkan permainan yang sangat solid, kami mengendalikannya namun kami memperlihatkan ambisi. Kami selalu mengincar gol tambahan, itulah cara bermain kami, itu ada dalam DNA kami,” kata Jardim sebagaimana dilansir Reuters.

Di kompetisi lokal, Monaco akan menghadapi Olympique Lyonnais pada Minggu, untuk menjaga asa merebut juara pada musim ini.

 

Duo Madrid Rebut Tiket Semifinal Liga Champions

HATTRICK  Cristiano Ronaldo dan gol semata wayang  Saul Niguez memastikan dua tim kota Madrid melenggang ke semifinal  Liga Champions. La Liga berpeluang menempatkan tiga tim, apabila Barcelona kembali sukses membalikkan keadaan, saat menjamu Juventus Kamis dinihari nanti.

Melalui perpanjangan waktu, Real Madrid memenangi laga versus Bayern Muenchen   4-2 (agregat 6-3) dalam laga leg kedua babak perempat final Liga Champions yang dihela  di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari WIB.

Gol bunuh diri Sergio Ramos sempat membuat pendukung Madrid waswas. Gol pembuka pertandingan itu dibuat oleh  penyerang Muenchen, Robert Lewandowski melalui titik penalti yang disamakan kedudukannya oleh  Ronaldo.

Dua penyelamatan penting dilakukan oleh bek Madrid Marcelo, sementara  Jerome Boateng juga berhasil melakukan hal yang serupa.  Real Madrid mendapat situasi menguntungkan, ketika  Arturo Vidal diusir wasit setelah diganjar  dua kartu kuning.

Pada babak pertama perpanjangan waktu, Real Madrid  akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi  2-2.  Ronaldo  membukukannya  golnya yang  ke-100 di Liga Champions, sebelum pemain asal Portugal itu mencatatkan hattrick. Kemenangan Madrid makin manis dengan gol yang dilesakkan  Marco Asensio setelah berhasil mengecoh para punggawa pertahanan Muenchen.

Atletico Madrid VS Leicester City

Sementara itu dalam lawatannya ke markas Leicester City, Atletico Madrid berhasil memaksa hasil imbang 1-1 untuk memastikan dirinya melaju ke semi final.  Tim yang ditukangi  pelatih Diego Simeone itu melengkapi bersinarnya La Lina di kancah Eropa setelah mendepak juara Liga Inggris pada musim 2015/16 tersebut.

Bermain di Stadion King Power, Leicester gagal memaksimalkan dukungan suporternya untuk membuat sejarah baru klub tersebut. Tapi, pencapaian Leicester City sampai pada perempat final Liga Champions merupakan sejarah yang patut dibanggakan para pendukungnya. Kini, mereka harus berfokus pada Liga Inggris, untuk memperbaikan kinerja tim yang masih jauh dari apa yang dicapai pada musim lalu.

Keunggulan Atletico diraih melalui  Saul Niguez saat pertandingan berjalan  26 menit.  The Foxes terus melakukan serangan  secara bertubi-tubi, namun gagal memaksimalkan peluang. Pada menit ke-61,  Leicester akhirnya dapat membalas Atletico melalui  gol penyerang andalannya,  Jamie Vardy. Sayang, hasil imbang  tak cukup  menghantar juara Liga Inggris musim lalu untuk mengantongi tiket  perempat final Liga Champions. Dengan hasil seri itu, Leicester tersisih karena kalah  1-2. Bagi Atletico, inilah  semifinal Liga Champions   ketiga kalinya dalam laga bergensi di benua biru itu untuk empat musim terakhir ini.

Sukses dua tim ibukota itu mungkin akan menyemangati Barcelona yang akan menjamu tim Italia, Juventus pada leg kedua perempat final dinihari nanti. Jika Barca sukses ke semifinal, maka Liga Champions berpeluang kembali menyajikan tontonan derbi Spanyol.

 

Real Madrid 4 – 2 Bayern Muenchen   

Real Madrid: 1 Keylor Navas (Goalkeeper), 6 Nacho, 2 Daniel Carvajal, 4 Sergio Ramos (Gol Bunuh diri), 12 Marcelo, 19 Luka Modric, 8 Toni Kroos (Substitution Off), 14 Casemiro (Yellow Card), 22 Isco (Substitution Off), 7 Cristiano Ronaldo (3 Goal) 9 Karim Benzema (Substitution Off).
Cadangan: 21 Álvaro Morata, 16 Mateo Kovacic (Substitution On) 23 Danilo, 17 Lucas Vázquez (Substitution On) 20 Marco Asensio (Substitution On, Goal), 13 Kiko Casilla, 10 James Rodríguez.

Coach: Zinedine Zidane

FC Bayern München: 1 Manuel Neuer (Goalkeeper), 27 David Alaba, 21 Philipp Lahm, 5 Mats Hummels (Yellow Card), 17 Jérôme Boateng, 6 Thiago Alcántara, 14 Xabi Alonso (Yellow Card,  Substitution Off), 10 Arjen Robben (Yellow Card), 7 Franck Ribéry (Substitution Off), 23 Arturo Vidal (Yellow Card, Second Yellow Card), 9 Robert Lewandowski (Penalty, Substitution Off)

Substitutes: 25 Thomas Müller (Substitution On), 11 Douglas Costa (Substitution On), 18 Juan Bernat, 29 Kingsley Coman, 32 Joshua Kimmich (Substitution On),

13 Rafinha, 26 Sven Ulreich.

Coach: Carlo Ancelotti

 

LEICESTER 1 – 1 ATLÉTICO

Leicester City: Schmeichel; Simpson, Morgan (Amartey, 84’), Benalouane (Chilwell, 46’), Fuchs; Ndidi, Drinkwater; Mahrez, Okazaki (Ulloa, 46’), Albrighton; and Vardy.

Atlético de Madrid: Oblak; Juanfran (Lucas, 55’), Savic, Godín, Filipe Luis (Correa, 74’); Saúl, Giménez, Gabi, Koke; Carrasco (Fernando Torres, 69’) and Griezmann.

Referee: Gianluca Rocchi (Italy).

 

 

Valentino Rossi Dijagokan Juara

WALAU sudah berusia 38 tahun, namun tak menjadi halangan bag Valentino Rossi bersaing dengan para rider muda lainnya untuk bertarung memperebutkan mahkota juara. Bahkan, mantan pebalap MotoGP, Roberto Rolfo merasa sangat yakin, Rossi mampu menyabet gelar juara dunia pada musim 2017.

Statistik pebalap tim Movistar Yamaha di dua seri awal musim ini cukup bagus. Rossi meraih hasil baik dengan meraih podium tiga di Grand Prix (GP) Qatar dan posisi dua di GP Argentina.

Dengan hasil tersebut, mengantarkan pebalap berusia 38 tahun itu menempati urutan dua klasemen sementara dan terpaut 14 angka dari rekan setimnya, Maverick Vinales di puncak klasemen dengan raihan 50 poin.

Dengan usianya yang sudah tidak muda lagi, kematangan Rossi di lintasan tidak perlu diragukan. Terbukti dari dua seri awal itu, Rossi mampu meraih podium meski start dari posisi di luar lima besar.

“Rossi dalam kondisi baik dan keputusannya kembali ke Yamaha saya katakan tepat. Sangat penting bertahan lama dengan motor yang sama,” ungkap Rolfo, mengutip dari Tuttomotoriweb.

“Pengalaman Rossi bisa menjadi faktor penentu untuk memenangkan gelar, meski Vinales juga kuat. Saya yakin dengan kemampuan Rossi untuk meraih gelar MotoGP musim ini,” ucapnya. ***

Tiga Ladies Racer Banten Bosan Ditangkap Polisi

BOSAN ditangkap polisi karena ikut balapan liar, tiga Ladies Racer Banten terjun ke ajang balapan resmi. Seperti dalam Kejuaraan balap motor King of Battle Drag Bike Championship 2017 Seri 2, tiga ladies itu bertekad merebut piala bergilir Kapolda Banten dan uang puluhan juta rupiah.

Mereka bertarung dengan 420 pembalap berbagai daerah seperti Malang, Karanganyar, Bogor, dan DKI Jakarta, Serang, Banten. Dalam kejuaraan yang digelar di arena jalan raya depan Kantor Bupati Tangerang ini para pembalap wanita Banten itu tidak mau kalah dengan pembalap laki laki.

Kejuaraan balap motor lintas jalan lurus yang sedianya akan digelar sampai seri ke-3 ini juga turut diramaikan oleh para pembalap wanita berbagai daerah. Tak ubahnya seperti pembalap laki-laki, Para ‘Ladies Racer’ terlihat tak gentar memacu motornya dalam kecepatan tinggi.

Sari Agustina (11), pembalap wanita cilik asal Serang, turun di kelas 130 CC Fram Standar mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang bergengsi ini selain untuk menyalurkan hobi juga untuk mendongrak prestasi.  Sebelumnya ia berhasil masuk lima besar dalam ajang King of Battle Drag Bike Championship 2017 Seri ke-1.

“Untuk drag bike sudah tiga kali turun, pada seri pertama masuk lima besar. Semoga di seri ke-2 ini bisa masuk tiga besar,” kata pembalap yang masih duduk di bangku kelas 6 SD ini, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Rismiati Rinatini (19), pembalap wanita yang berdomisili di Tangerang Selatan mengatakan, ajang balap drag bike ini menjadi bukti bahwa wanita juga bisa ikut serta dalam ajang adu kecepatan. Selain itu, ajang drag bike ini juga dapat dijadikan ruang bagi para penyuka motor drag untuk meminimalisir aksi balap liar.

“Saya sendiri awalnya sering ikut balap liar dan sudah 8 kali tertangkap polisi karena kurangnya even balap semacam ini. Event ini semacam ini juga dapat meminimalisir pelaku balap liar nantinya,” tutup Rismiati. ***