Jokowi Minta Kontingen Indonesia Raih Rangking Dua SEA Games

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Sea Games ke-30 Tahun 2019 di Filipina, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11) sore.

Mengutip dari laman setkab.go.id, acara pelepasan kontingen Sea Games Indonesia diawali dengan penyerahan bendera Merah Putih dari Presiden Jokowi kepada Chef de Mission (CdM) Sea Games 2019  Harry Warganegara.

Dalam arahannya Presiden Jokowi mengatakan, sesuai laporan Menpora, atlet Indonesia yang akan berangkat ke Sea Games ke-30 di Filipina ada 841 atlet. Mereka akan mewakili 267 juta masyarakat Indonesia.  Oleh sebab itu, Presiden berharap semangat untuk membawa nama reputasi negara ada di tangan ke-841 atlet Indonesia yang berlaga di Sea Games ke-30 di Filipina itu.

Presiden mengingatkan, jika di Asian Games, Indonesia dulu berada di rangking ke-15, ranking ke-17, tapi bisa meloncat ke ranking 4. Sementara di  Sea Games yang sebelumnya, Indonesia selalu berada di rangking 5.

Presiden meminta di Sea Games ke-30 di Filipina tahun ini, Indonesia harus masuk ke 2 besar. “Siap?,” tanya Presiden Jokowi yang langsung dijawab oleh seluruh anggota kontingen Indonesia dengan lantang, “Siap!”.

Presiden mengingatkan agar berhati-hati dengan target yang harus diperjuangkan itu, karena bukan rangking yang mudah diraih. “Tapi saya melihat dari wajah saudara-saudara memperlihatkan semangat yang tinggi yang kita harapkan apa yang tadi saya sampaikan betul-betul bisa kita raih, meskipun saya tahu bukan hal yang mudah, bukan hal yang gampang,” ucap Presiden Jokowi.

Kepala Negara meyakini, dukungan 267 juta rakyat akan memberikan sebuah semangat tersendiri bagi perjuangan para atlet meraih medali yang sebanyak-banyaknya di Sea Games ke-30 di Filipina. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya berangkatkan tim Sea Games ke-30 di Filipina tahun 2019,” kata Presiden secara resmi melepas kontingen Indonesia ke Sea Games 2019. Selanjutnya presiden berfoto bersama dengan para atlet dan official di tangga utama Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.***/ebn


Banjir Bonus Menanti Atlet jika Raih Banyak Medali SEA Games

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis Indonesia akan bisa menduduki peringkat 2 (dua) pada Pesta Olahraga Asia Tenggara atau Sea Games ke-30 Tahun 2019, di Filipina. Presiden menjagokan cabang olahraga sepak bola, dan berjanji akan memberikan bonus bagi atlet Indonesia yang meraih medali pada Sea Games 2019 itu.

“Kalau masuk 2 besar, ya tentu ada bonusnya. Ada bonusnya,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai melepas kontingen Sea Games 2019 Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Rabu (27/11) sore, demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Saat wartawan menanyakan besarnya bonus, Presiden mengatakan akan dihitung. Yang jelas, tegas Presiden, pemerintah akan memberikan bonus-bonus khusus untuk yang meraih medali.

Saat ditanya wartawan mengenai cabang olah raga yang dijagokan dalam Sea Games ke-30 itu, Presiden Jokowi menunjuk sepak bola. “Kemarin sama Thailand aja menang,” ujarnya. Sebagaimana diketahui Tim Nasional Indonesia telah mengalahkan juara bertahan Thailand 2-0, dalam pertandingan pertama Sea Games ke-30 Tahun 2019, di Manila, Filipina, Selasa (26/11) kemarin. ***/ebn

Tim Karate Indonesia Raih 3 Emas di Turnamen Province de Liege 2019 Belgia

JAYAKARTA NEWS— Tim Karate Indonesia berhasil meraih 3 medali emas 1 perak dan 1 perunggu dalam turnamen internasional di 4th edition of International Karate Open of Province de Liege 2019, di Herstal, Belgia.

Dalam turnamen tersebut, Indonesia mengirim 12 pelajar dalam kejuaraan tersebut terdiri dari enam pelajar SD dan enam pelajar SMA. Mereka adalah: pelajar SD; Callysta Almira Cahyati, pelajar SDN Rangkah VI, Kota Surabaya untuk kategori Kata Perorangan Putri; Radhitya Rimba Adiyaksa Mahendra, pelajar SDN Ponokawan, Kab. Sidoarjo untuk kategori kata Perorangan Putra; Ni Kadek Renia Sophia Putri, pelajar SDN 3 Banjar Jawa, Kab. Buleleng untuk kategori Kumite Perorangan Putri Kelas -33 Kg; Nindya Kirana Paramitha, pelajar SDN Golo Yogyakarta, Kota Yogyakarta untuk kategori Kumite Perorangan Putri Kelas -38 Kg; Muhammad Dhijey Lexsie, pelajar UPT SPF SDN 101770, Kab. Deli Serdang untuk kategori Kumite Perorangan Putra Kelas -38 Kg dan Daffa Raditya Widiarta, pelajar SDN 2 Cakranegara, Kota Mataram untuk kategori Kumite Perorangan Putra Kelas +38 Kg.

Sedangkan enam pelajar SMA yang akan bertanding, terdiri atas, Jibril Brilliant Smith, pelajar SMAN 4, Sidoarjo untuk kategori Kata Perorangan Putra; Rhesnafia Triokta, pelajar SMAN 4, Kota Jambi untuk kategori Kata Perorangan Putri; Farhan Al Amin, pelajar SMAN 1, Kab. Solok, Sumatera Barat untuk kategori Kumite Perorangan Bebas Putra; Youone Isabela Mawikere, pelajar SMAN 9 Manado untuk kategori Kumite Perorangan Putri; Yodi Amara Jati, pelajar SMAN 1, Purwodadi untuk kategori Kumite Perorangan Putra dan Dino Henry Tutu, pelajar SMAN 9 Manado, untuk kategori Kumite Perorangan Putra.

Pengiriman tim karate ini merupakan wujud dari pembinaan dan bentuk apresiasi Ditjen Dikdasmen Kemendikbud terhadap peserta didik peraih prestasi, khususnya di bidang olahraga. Untuk menyiapkan para peserta sebelum berangkat bertanding di Belgia, Kemendikbud telah melakukan pembinaan atlet atau training center bekerja sama dengan tim dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB. FORKI) yang berkompeten di bidangnya.***/ebn

MenPAN-RB Buka Pornas Korpri XV 2019

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo resmi membuka Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Negeri (Korpri) ke-XV Tahun 2019 di Kepulauan Bangka Belitung, Senin (11/11/2019).

Dalam sambutannya, ia mengatakan Pornas Korpri ke-XV dijadikan sebagai momentum agar anggota Korpri terus berinovasi, serta mampu meningkatkan kebersamaan dan gotong- royong di jajaran Korpri di Indonesia.

Foto puspen kemendagri

“Pornas ke-XV Korpri Tahun ini di Kepulauan Babel menjadi momentum seluruh anggota Korpri untuk berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, dalam upaya terus berinovasi, terus melayani dengan baik, untuk meningkatkan rasa kebersamaan, rasa kegotong-royongan di seluruh jajaran Korpri yang ada di Kementerian/Lembaga dan daerah,” kata Tjahjo.

Tak hanya itu, Tjahjo juga menyebut ajang Pornas juga diharapkan mampu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, profesionalitas, serta menumbuhkan moral dan revolusi mental dalam Korpri.

“Pornas ditujukan untuk mampu mewujudkan ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa, sehingga mampu meningkatkan disiplin, profesionalitas, prestasi, serta moral dan revolusi mental yang baik di jajaran Korpri. Dan oleh karena itu, anggota Korpri diharapkan akan mampu dan tetap memegang rasa persatuan dan kesatuan NKRI, karena dalam memutuskan kebijakan Korpri harus berdasarkan sila-sila dalam Pancasila,” tutur Tjahjo.

Foto puspen kemendagri

Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo turut mengingatkan jajaran Korpri untuk tegak lurus terhadap Program Prioritas Pembangunan Nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin, terutama dalam hal reformasi birokrasi. Dengan harapan, para ASN mampu melayani masyarakat serta memangkas perizinan-perizinan yang panjang menjadi singkat dalam upaya untuk investasi daerah dan pertumbuhan daerah.

“Kami perlu mengingatkan kembali berkaitan dengan reformasi birokrasi yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Ma’aruf Amin dalam lima tahun ke depan dan salah satu yang termaktub dalam visi-misi presiden adalah bagaimana Korpri mewujudkan ASN untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat perizinan, memangkas birokrasi yang panjang agar lebih efektif dan lebih efisien dalam rangka membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisen, mempercepat reformasi birokrasi dalam upaya penguatan sinergitas antara kementerian/lembaga dan penguatan otonomi daerah,” jelas Tjahjo.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Pornas Korpri ke-XV Tahun 2019 di Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, ajang bergengsi di jajaran Korpri ini dapat dijadikan salah satu perbaikan dalam reformasi birokrasi yang menjunjung ‘kebersihan’ dalam tata kelola pemerintahan.

“Sekali lagi atas nama Pemerintah Pusat mengapresiasi atas pelaksanaan Pornas dengan seluruh anggota Korpri di Indonesia. Reformasi birokrasi ini juga harus mampu berupaya mewujudkan birokrasi yang baik diharapkan dapat terjadi perubahan yang bersifat melayani, netral, melayani bangsa, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Selamat bertanding, tingkatkan sportivitas dalam berupaya untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Korpri yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dalam kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan Pornas Korpri ke-XV Tahun 2019 dilaksanakan dalam rangka Ulang Tahun Korpri ke-48.

“Bahwa acara hari ini adalah rangkaian dari Ulang Tahun Korpri yang ke-48 yang akan kita peringati nanti bersama tanggal 29 November. Hari ini seluruh Korpri Kementerian/Lembaga dan Provinsi, Kabupaten/Kota tampak semakin kompak, ini adalah pembukaan Pornas Korpri yang terbesar semenjak pertama kali diadakan. Terimakasih seluruh kontingen, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, ketua panitia dan jajaran yang sudah lama mempersiapkan acara ini,” kata Zudan.

Adapun Cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Pornas kali ini adalah : Bola Voli, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bulutangkis, Catur, Senam Bugar Korpri, Futsal dan Lari Marathon 10 KM. Event 2 (dua) tahunan ini diselenggarakan mulai 10 – 18 November 2019. ***kemendagri/ebn

Soal Bau Busuk di Stadion GBT

Stadion Gelora Bung Tomo (kiri) dan Erlangga Satriagung, Ketua KONI Jatim. (foto: poedji)

Jayakarta News – Ramainya pembicaraan tentang bau busuk yang ada di Stadion Gelora Bung Tomo(GBT) Surabaya membuat Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung angkat bicara.

Kepada para wartawan yang menemuinya usai apel pagi dilingkungan karyawan Pemprov Jatim pagi tadi ia menyebutkan kalau hal itu wajar-wajar saja.

Viralnya bau busuk di stadion tersebut pertama kali diungkapkan oleh Gubernur Jatim Khofifah sehingga berita tersebut mencuat dalam beberapa hari ini

Menurut Erlangga, apa yang dikemukakan oleh gubernur adalah biasa-biasa saja karena untuk kebaikan stadion ke depannya.

Apalagi, pada tahun 2021 yang akan datang stadion GBT merupakan salah satu stadion dari 10 stadion yang diajukan PSSI untuk pesta sepakbola internasional U-20.

Bagaimanapun, gubernur telah menyampaikan hal yang positif agar pihak stadion yang ada di Surabaya untuk berbenah agar kalau ada petugas FIFA yang datang bisa menerima akan kesiapan sebagai tuan rumah.

Kalaupun memang belum memenuhi syarat karena ada “bau” itu maka gubernur sudah ada pandangan stadion-stadion lain yang juga cukup baik.

Apalagi dari 10 stadion yang ada di beberapa provinsi di Indonesia itu nantinya akan dipilih 6 stadion saja.

“Sayang sekali kalau Jatim tidak terpilih karena dengan menjadi tuan rumah menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat dan bisa menumbuhkan ekonomi di daerah stadion,” katanya.

Tentang kasus terkuncinya stadion saat disidak Menpora Minggu kemarin ada mis komunilasi. Waktu itu pihal Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim berusaha menghubungi Dinas Pemuda Olahraga Surabaya akan rencana Menpora yang ingin mengetahui kondisi dan kasus bau busuk.

Tapi rencana itu batal karena tak satupun pintu yang ada di stadion dibuka sehingga Menpora kembali ke Jakarta.

Stadion GBT didirikan dekat pembuangan sampah di benowo sehingga kalau ada angin yang meniup kencang maka baunya sampai kestadion. (poedji)

Dua Tokoh Inspirator Muda Lepas Jalan Sehat Bumantara

Keterangan : Para peserta Jalan Sehat setelah pelepasan, mulai berangsur-angsur berjalan menuju rute yang telah ditentukan. (Foto: Monang Sitohang)

Jayakarta News – Menjelang memperingati hari Sumpah Pemuda Komunitas Bumantara kembali menggelar Jalan Sehat bersama masyarakat sekitar Medan Deli dan lainnya, dalam acara tersebut diisi dengan pawai budaya yang dibawakan anak-anak sekolah. Dalam pelaksanaannya turut menghadirkan dua tokoh pergerakan yang telah banyak mewarnai dunia aktivis di Sumatera Utara.

Pagi itu tampak masyarakat antusias, mulai dari anak-anak sampai orang tua sudah berkumpul perkelompok kelompok dengan memakai kaos warna putih bertuliskan Jalan Sehat Bersama Bumantara. Dan acara pun dimulai sekitar pukul 06.30 WIB yang digelar di Lapangan Alfaka VII, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu (27/10).

Kegiatan diisi jalan sehat dan pawai budaya oleh anak-anak pelajar yang dilepas langsung oleh dua tokoh pergerakan Dr. Edy Ikhsan SH, MA dan Irham Buana Nasution SH, MHum dan acara itu diikuti sekitar ratusan peserta.

Keterangan : Dari kiri Dr. Edy Ikhsan SH MA, Muhamad Asril dan Irham Buana. (Foto: Monang Sitohang)

Ketua Panitia Muhammad Asril mengatakan bahwa kegiatan Jalan Sehat Bersama Bumantara menjelang memperingati Hari Sumpah Pemuda ini sudah digelar sebanyak tiga kali dalam kurun empat tahun terakhir.

“Komunitas Bumantara menjadi bagian manajemen media Bumantara dalam aktivitas sosial. Kami patut bersyukur kegiatan ini masih bisa digelar dengan lancar,” ungkap Muhammad Asril.

Asril yang juga Wakil Pemimpin Umum Bumantara menjelaskan sengaja menghadirkan dua tokoh inspirator generasi muda khususnya Kota Medan tersebut.

“Irham Buana pernah Direktur LBH Medan selama hampir 13 tahun yang saat ini menjadi Legislator DPRD Sumut. Begitu juga Dr Edy Ikhsan SH MA, dedengkot aktivis yang kini diharapkan bisa membawa Kota Medan lebih manusiawi pada Pilkada 2020 mendatang,” terang Asril.

Selain jalan sehat dan pawai budaya, Peringatan Sumpah Pemuda juga diisi aksi marching band binaan Yayasan Al Fattah Medan serta cek kesehatan gratis dari berbagai pendukung. Di antaranya Bayer, Konilife, Redoxon dan lainnya. “Juga ada doorprize dari Bumantara, Three 4.5 G, Forissa dan Indocafe,” tukas Asril. (Monang Sitohang)

Dr. Edy Ikhsan SH MA dan Irham Buana saat akan melepas Jalan Sehat Bumantara. (Foto: Monang Sitohang)

IOXC 2019, Pesta Para Pencinta Olahraga Ekstrem

Olahraga ekstrem– foto dok kemenpora.go.id

JAYAKARTA NEWS—  Event kejuaraan olahraga ekstrem berskala internasional bertajuk Indonesia Open X-Sports Championship (IOXC) digelar di Alun Alun Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mulai hari ini hingga 27 Oktober 2019.

Beberapa cabor yang dipertandingkan hari ini  di antaranya  freestyle soccer mengadakan kualifikasi Top 17 Open dan Top 16 Rookie, cabor freestyle basketball mengadakan showcase U-18, dan ada pula penyisihan cabor skateboard 1.

Event kejuaraan ekstrem terbesar di kawasan Asia Tenggara dan Asia telah 11 kali digelar, pertama kali di Bali tahun 2007. Penyelenggaranya adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga di bawah naungan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga dengan tujuan merangkul anak muda pecinta olahraga ekstrem dalam menyalurkan hobi serta bakat.

“Perjalanan 11 tahun IOXC bukanlah waktu yang singkat. Dari tahun ke tahun, IOXC berusaha untuk memberikan yang terbaik dan menjadi wadah berkumpulnya anak muda pecinta olahraga ekstrem untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.”

“Nah, tahun ini, kami juga membuka bazar dari teman-teman UMKM, sehingga ada kegiatan ekonomi kerakyatan yang bisa dioptimalkan. Ke depannya, kami berharap, selain UMKM, bazar juga bisa diisi oleh industry olahraga dari setiap cabor yang dilombakan di perhelatan IOXC,” ujar Arief Nurbani Siswoyo, Kabid Pengelolaan Olahraga Petualangan, Tantangan, dan Wisata.

Olahraga ekstrem (olahraga aksi) adalah istilah populer untuk olahraga yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Tahun ini, IOXC melombakan 6 (enam) cabang olahraga ekstrem yaitu aggressive inline, skateboard, BMX, BBoy, freestyle basketball, dan freestyle soccer.

Sebagai tambahan, diwadahi pula Fun Climbing (Spider Kids) bagi anak usia dibawah 8 tahun. Peserta IOXC adalah perwakilan dari setiap provinsi di Indonesia dan juga 12 negara lainnya yaitu Prancis, Singapura, Jepang, Kanada, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Thailand, Filipina, China, dan Amerika Serikat.***kemenpora/ebn

Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2021, Indonesia Siapkan 10 Stadion

Ilustrasi–pertandingan Jepang vs Republik Korea di Piala Dunia U-20 Poland 2019–foto FIFA TV

JAYAKARTA NEWS— Indonesia telah secara resmi dipilih oleh Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 nanti. Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sebagai kabar baik bagi Indonesia.

“Kabar baik hari ini dari FIFA Council Meeting di Shanghai: Indonesia terpilih jadi tuan rumah kejuaraan sepak bola Piala Dunia U20 tahun 2021,” tulis Presiden Jokowi dalam akun twitternya @jokowi.

Menyambut ajang besar ini, menurut Presiden, Indonesia menyiapkan sepuluh stadion, dari Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Bogor), sampai Manahan (Solo). Sementeri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan bahwa pemerintah bertekad mempersiapkan ajang ini sebaik mungkin.

“Saya kira ini satu kesempatan yang sangat langka yang belum tentu akan terulang kembali. Oleh karena itu, pemerintah tentu sudah bertekad untuk mempersiapkan event ini dengan sebaik-baiknya dan kita berharap kita harus sukses mulai dari persiapan, penyelenggaraan kemudian juga kita bisa menoreh prestasi,” kata Menpora dalam konperensi pers yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (24/10) malam.

Menurut Menpora, pemerintah khususnya Kemenpora, insan sepakbola, PSSI dan seluruh masyarakat Indonesia  tentu merasa bersyukur bahwa kita bisa dipercaya dan ditunjuk untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang cukup besar, cukup prestisius, cukup bergengsi dan diperebutkan oleh berbagai negara yaitu Piala Dunia U-20.

Surat Presiden menguraikan kembali proses terpilih Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 itu, Menpora Zainudin Amali mengemukakan, proses tersebut diawali dengan suratnya Bapak Menpora Imam Nahrawi pada tanggal 19 Juli 2019.

“Suratnya yang disampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo berisi pengajuan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia usia 20 pada tahun 2021″  ucap Menpora.

Dengan surat itulah, lanjut Menpora,  Presiden langsung meresponnya dengan menyampaikan surat kepada FiFA pada tanggal 7 Agustus 2019 dengan dilampirkan surat jaminan dari  Menteri Keuangan, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kapolri.

Kemudian ditindaklanjuti pemerintah dengan mengutus Erick Thohir waktu itu Ketua KOI. “Jaminan dari pemerintah inilah yang menjadi pertimbangan untuk memilih Indonesia. Padahal kita saat itu, bersaing dengan negara-negara yang  tradisi sepakbolanya sudah mapan seperti  Brazil, Peru,  Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab,” ujar Menpora. ***setkab/ebn

Salma Aulia, Penakluk 8 Negara

Salma Aulia, Juara I kumite wanita kelompok usia 14. (foto: dok pri)

Jayakarta News – Selalu saja ada rasa bangga yang membuncah demi melihat generasi muda Indonesia yang mampu meraih prestasi tingkat dunia. Salma Aulia adalah salah satunya. Remaja 13 tahun, siswa kelas 8 SMPN 30 Jakarta Utara ini, baru saja pulang ke Tanah Air membawa gelar internasional di ajang kompetisi karate Coupe Internationale de Kayl di Luxembourg.

Dalam kejuaraan yang diikuti 40 klub karate dari delapan negara di dunia itu, Indonesia mengirim enam karateka. Selain Salma Aulia, ada Luvena, Meisya, Denis, Akio, dan Nathaniel. Mereka adalah para karateka muda usia dari berbagai daerah di Indonesia, mewakili berbagai dojo. Salma Aulia sendiri dari Dojo Renzo, Depok, binaan Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo. Dalam kejuaraan itu, ia menyabet dua medali emas.

Tak lama sekembali dari Luxembourg, sebuah negara kecil di Eropa, ia langsung menjumpai pendiri Dojo Renzo, Prof Hermawan Sulistyo yang dipanggilnya “daddy”, di kantornya bilangan Brawijaya, Jakarta Selatan. Salma membawakan beberapa cendera mata sebagai oleh-oleh, salah satunya adalah mug keramik motif Luxembourg warna coklat kayu. Kikiek memang kolektor mug.

Dalam kesempatan itu, “Daddy” Kikiek tidak saja mengucapkan selamat dan salut atas prestasi yang ia bawa pulang. Tidak saja mengharumkan Dojo Renzo, tetapi juga Inkai DKI, dan tentu saja “merah putih”. “Pesan daddy, kamu tetap humble. Tau artinya? Bukan rendah diri, tapi rendah hati. Tetaplah menjadi Salma Aulia yang yang rendah hati, rajin belajar, dan pertahankan pola latihanmu,” pesan “ayah” pada “anak”nya.

Salma Aulia langsung menyambangi pendiri Dojo Renzo, Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo sekembali dari Luxembourg. Salma memanggil Kikiek dengan panggilan “daddy”. (foto: roso daras)

Ketika ditanya, “Apa yang paling berkesan selama di Luxembourg?” Salma Sulia yang “irit bicara” itu awalnya hanya senyam-senyum saja. “Lawannya jangkung-jangkung,” katanya pelan.

Pada kejuaraan yang berlangsung Sabtu – Minggu, 16 – 17 Oktober 2019 itu, bungsu dari dua bersaudara pasangan Slamet Suroso dan Supriyati itu hanya kecolongan satu point. Selebihnya, ia selalu menang telak, 8 – 0, 7 – 0, 7 – 1. Baik di nomor kata maupun kumite, total ia bermain tujuh kali, hingga akhirnya melaju ke final dan tampil sebagai juara di kelompok U-14.

Salma yang mulai berlatih karate sejak usia TK itu, mengaku akan terus menggeluti dunia karate. Ia merasa senang dengan dunia beladiri yang satu ini. “Alasannya kenapa yaaa…. Ya, pokoknya senang saja. Bisa lepas saja rasanya…,” kata Aulia sambil tangannya memperagakan gerakan memukul ala Oi-Zuki-Chudan, Oi-Zuki-Jodan, Kisame-Zuki. Lalu ia tertawa kecil.

Bergabung ke Dojo Renzo, Lembah Depok saat usianya 11 tahun. Ia mendapat pelatihan intensif oleh sensei-sensei berpengalaman. Tak heran sejak bergabung bersama Dojo Renzo/Inkai DKI, prestasi demi prestasi ia sabet. Selain di Dojo Renzo, Salma Aulia juga berlatih di Inkai DKI.

Di Dojo Renzo sendiri, bukan hanya Salma Aulia, tetapi juga 30-an murid Dojo Renzo lain yang mendapat gemblengan spartan. Mereka semua militan, dan telah menggembol banyak prestasi. Tidak saja di tingkat lokal, regional, dan nasional, tetapi juga di ajang internasional.

Seperti halnya Salma Aulia. Selain prestasi paling gres dari ajang Coupe Internationale de Kayl di Luxembourg, pada bulan Juli 2019 ia juga mencatatkan prestasi sebagai Juara III Thaland Open 2019 untuk kategori kumite. Prestasi lain, Juara III Kata dan Juara I Kumite pada ajang O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), di Semarang. (roso daras)

Salma Aulia, penyabet juara I turnamen karate Coupe Internationale de Kayl di Luxembourg. (foto: dok pri)

Piala Dunia 2034 di Asean?

Ilustrasi—Piala Dunia 2034–gambar asli fandmn.id dengan modifikasi tim GNFI/goodnewsfromindonesia

JAYAKARTA NEWS— Federasi Sepak Bola Asean (AFF) sangat menginginkan perehelatan Piala Dunia 2034 mendatang digelar di kawasan Asean.  Jika perhelatan sepak bola terbesar se-jagad itu digelar di Asean diyakini akan memberi kontribusi besar pada pertumbuhan dan perkembangan olah raga di masa depan. Termasuk membawa manfaat ekonomi besar-besaran di kawasan ini.

Soal peluang Piala Dunia 2034 ini termasuk yang dibicarakan dalam pertemuan Presiden AFF  Khiev Sameth dalam kunjungan kehormatan ke Sekretariat ASEAN di Jakarta. Kunjungan ini langsung diterima Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi.

Mengutip laman pssi. org , pertemuan ini terbilang bersejarah. Sebab menandai pertama kalinya Presiden AFF secara resmi bertemu dengan Sekjen ASEAN, sekaligus berkunjung ke Sekretariat ASEAN.

Turut mendampingi Presiden AFF dalam kesempatan itu adalah Wakil Presiden AFF Ratu Tisha dan Sekjen AFF Winston Lee. Hadir juga beberapa pejabat Sekretariat ASEAN.

“Itu adalah pertemuan yang baik, saat kami membahas berbagai hal yang melibatkan olahraga di ASEAN. Di antara poin kunci adalah proposal bidding tuan rumah Piala Dunia 2034 di ASEAN. Pertemuan lebih lanjut dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang,” kata Khiev Sameth.

Presiden AFF memandang proposal ASEAN untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 ini sangat visioner. Bakal bisa memberikan kontribusi besar buat pertumbuhan dan perkembangan olahraga di masa depan. Termasuk membawa manfaat ekonomi besar-besaran di kawasan ini.

“Dengan populasi 640 juta orang saat sepak bola menjadi olahraga nomor satu, kemudian pasar besar senilai 2,6 triliun dolar AS, ASEAN memiliki potensi untuk menjadi tempat yang ideal bagi acara olahraga terbesar di dunia,” tutur Khiev Sameth.

Lebih lanjut Presiden AFF mengungkapkan selain membicarakan soal bidding Piala Dunia 2034 di ASEAN, pertemuan turut membahas dampak ekonomi sepak bola di kawasan dan manusianya. Bagaimana juga permainan itu dapat mempengaruhi perubahan sosial. Satu diantaranya adalah isu kesehatan.

“Ada banyak area yang bisa dikolaborasikan antara AFF dan ASEAN melalui sepak bola. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari hubungan jangka panjang di antara kedua organisasi,” tutur Khiev Sameth.***/pssi/ebn