Jafro Megawanto Tembus Peringkat Satu Nomor Akurasi Paralayang Dunia

JAYAKARTA NEWS—Atlet paralayang Indonesia, Jafro Megawanto, berhasil menembus peringkat satu nomor akurasi paralayang dunia. Jafro sapaan lekat atlet Puslatda Jatim ini, mampu mengumpulkan poin hingga 365,2, mengalahkan atlet-atlet paralayang papan atas dari seluruh dunia.

Informasi keberhasilan Jafro ini dilansir laman civlrankings.fai.org.  Raihan poin tersebut diperolehnya dari beberapa kejuaraan internasional yang pernah diikuti. Di antaranya yaitu, 10th FAI World Paragliding Accuracy Championship, juara I overall dan juara I team Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 di Kazakhstan, dan juara II team Paragliding Accuracy Asian Championship Test Event. Serta, juara II team PGAWC 2019 di Turki, juara III team PGAWC 2019, di Kazakhstan, juara III team PGAWC 2019 di Korea, serta Juara II Final PGAWC 2019.

Atas raihan prestasi membanggakan ini, tidak berlebihan kalau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya secara khusus kepada Jafro Megawanto. Terlebih lagi, prestasi ini merupakan bentuk pencapaian luar biasa yang mampu diukir oleh atlet Puslatda Jatim.

Jafro Megawanto, atlet paralayang asal Jawa Timur–foto istimewa

“Kami selaku pemerintah provinsi sangat bangga dan mengapresiasi atas prestasi yang mampu diukir oleh atlet paralayang Jatim Jafro Megawanto. Sehingga, bisa mengharumkan nama Indonesia khususnya Jawa Timur di kancah internasional,” tutur Khofifah.

Menurutnya, prestasi ini merupakan wujud kemauan keras, jerih payah dan perjuangan baik dari atlet maupun pelatih. Khususnya dalam melakukan latihan dengan tertib dan disiplin dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan.

“Kepada atlet  Jafro dan seluruh atlet di Jatim yang berprestasi, saya harap bisa mempertahankan pretasi yang diperoleh. Serta terus meningkatkan kemampuan diri dengan berlatih keras, disiplin, jujur, konsisten, serta ikhlas dalam pengabdian,” tandas orang nomor satu di Jatim ini.

Khofifah berharap, kedepan perkembangan olahraga di Jatim akan terus berkembang dan menjadi semakin baik, termasuk olahrga paralayang. Untuk itu, sinergitas dan kolaborasi antara Pemprov Jatim dan KONI Jatim harus terus dibangun. Baik dalam hal tata kelola cabang olahraga (cabor) maupun pembinaan para atlet.

“Tata kelola ini kita harapkan bisa terkelola dengan baik. Disamping itu, komunikasi antara Koni dan cabor juga harus  bagus, yang muaranya pada pembinaan atlet. Dengan demikian, akan semakin banyak cabor dari atlet Jatim yang mampu mencetak prestasi di kancah internasional,” tutup mantan Menteri Sosial ini.(poedji)

Coaching Clinic di Dojo Renzo, Home of The Champions

Jayakarta News – Lebih dari 60 pelatih karate Institut Karate-Do Indonesia (Inkai), berkumpul di Dojo Renzo -2, Griya Lembah Depok, Kota Depok – Jawa Barat. Selama dua hari, mereka hadir untuk mengikuti coaching clinic yang menghadirkan para sensei senior, bahkan shihan.

Shihan secara harfiah berarti panutan. Istilah shihan digunakan resmi untuk seorang guru atau instruktur yang telah memiliki tingkatan DAN tertentu (umumnya memiliki tingkatan DAN VII keatas). Untuk menjadi shihan harus memiliki peringkat teratas sebagai seorang jugde, examiner, dan instructor.

Pemilik Dojo Renzo, Hermawan “Kikiek” Sulistyo sebagai tuan rumah, bukan orang baru di dunia karate, khususnya di Inkai. Dalam banyak kesempatan, ia selalu mengucap, “Karate itu ibarat agama kedua bagi saya,” ujar Mas Kikiek, begitu ia akrab disapa.

Coaching Clinic yang ia selenggarakan selama dua hari, Minggu dan Senin, 15-16 Desember 2019 adalah upaya konsisten meningkatkan kualitas kepelatihan yang bermuara pada peningkatan kualitas karateka. Saat pembukaan Minggu pagi, tampak hadir Ketua Umum PP Inkai, Laksamana Pertama TNI Dr. Ivan Yulivan, S.E., M.M., CHRMP., M.Tr (Han), serta sejumlah guru besar Inkai.

Di antara dewan guru yang hadir tampak hadir Sensei Shihan Kadar Harijanto yang tak lain adalah salah satu sensei (guru) Prof Kikiek. Hadir pula Dewan Guru Nasional Inkai Wilayah Sumbagsel, Sensei Shihan Taufik Abbas, dan beberapa yang lain.

Dojo Renzo yang diresmikan 6 Juli 2019, dan dihadiri Kapolri (ketika itu) Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian, kini telah berkembang menjadi dua, Dojo Renzo 1 dan Dojo Renzo 2. Tempatnya saling berdekatan. Tak jauh dari kediaman pemiliknya, Prof Kikiek. Di samping Dojo Renzo 5 yang ada di Bali.

Perkembangan Dojo Renzo yang sangat pesat, tak pelak berkat prestasi yang diraih atlet-atlet binaannya. Di turnamen mana pun mereka turun, baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional, selalu mempersembahkan medali emas.

Tak heran jika motto Dojo Renzo adalah “Home of the Champion”. Di sana memang bernaung karateka-karateka berprestasi. Atlet-atlet muda penuh prestasi di Dojo Renzo, antara lain Alyanti Novita, Dayinta Sovia Nabila, Anggun Dyah, Salma Aulia, dan lain-lain.

Dengan prestasi yang telah berhasil mereka torehkan, kini murid Dojo Renzo semakin banyak saja. Yang menarik, mereka bukan saja datang dari Jabodetabek, tetapi dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. Bahkan ada yang tinggal di rumah Prof Kikiek. Para karateka Dojo Renzo, laiknya anak sendiri kepada Prof Kikiek. Mereka semua bahkan memanggilnya “Dady”. (rr)

Para sensei seluruh Indonesia, mengikuti coaching clinic selama dua hari di Dojo Renzo, Griya Lembah Depok, milik Prof Hermawan Sulistyo. (foto: taryono)

Indonesia Raih 143 Medali SEA Games, Masih Aman di Peringkat 2

JAYAKARTA NEWS—Medali emas terus mengalir menambah gemuk perolehan medali Indonesia di ajang SEA Games ke-30 Filipina. Hari ini para atlet Indonesia  mencatat sukses di sejumlah partai final. Sampai sore ini Indonesia masih bertengger di posisi ke 2 klasemen sementara dengan 46 emas, 45 perak dan 52 perunggu.

Sementara Vietnam pesaing terdekat Indonesia mengumpulkan 40 emas, 46 perak dan 57 perunggu. Total perolehan medali Indonesia dan Vietnam adalah 143. Tuan rumah Fipina masih tetap merajai arena SEA Games dengan 79 emas, 59 perak dan 58 perunggu.

Klasemen Sementara Perolehan Medali SEA Games 2019 Filipina—sumber2019seagames.com

Mengutip dari informasi Kemenpora, perolehan medali emas Indonesia  Sabtu (7/12/2019) antara lain diperoleh cabang Modern Pentathlon lewat Dea Salsabila Putri dan Frada Saleh Harahap. Duet Dea dan Frada merebut medali emas ke-41 Indonesia di SEA Games 2019 setelah menjadi juara pada nomor beach laser run campuran dengan catatan waktu 17 menit 54,93 detik. Inilah medali emas pertama Indonesia hari ini.

Di arena karate, atlet cantik, Krisda Putri Aprilia meraih emas dari nomor Individual Kata mengalahkan Nguyen Thi Phuong dari Vietnam. Sementara di nomor tenis lapangan, Beatrice Gumulya dan Jessy Priskilia Rompies mempersembahkan emas lewat nomor ganda putri.***ebn
.
.

.

SEA GAMES 2019: Jumat Penuh Berkah, Indonesia Kebanjiran Medali Emas

JAYAKARTA NEWS—Kontingen Indonesia terus menambah koleksi medali emas mereka di ajang SEA Games 2019. Berlaga di Angeles University Stadium, Filipina, torehan apik Ridha W Ridwan yang turun di kelas 80 kg putri gigih mengalahkan atlet Thailand, Chatthayaporn Prawiset pada laga partai final cabor Sambo dengan skor 3-2.
.
Sementara  Syafitri Desiana, Ramadinah Emma, Gustam Erik, Bahari Rio dari tim Indonesia berhasil sesuai prosedur pertandingan dengan ciamik menggeser tim dari Thailand yang beranggotakan Chaisang Sasipilai, Nanong Supattra, Khuansathan Arthit, dan Jenghor Sonram. Medali emas kembali disuguhkan dengan iringan lagu kebangsaan yang membangkitkan jiwa nasionalisme kita, Indonesia Raya.

Di cabang olahraga voli pantai, Indonesia berjaya di nomor beregu. Tim Voli Pantai Putra  Indonesia yang mampu menyegel kemenangan dengan menggenggam erat medali emas di Subic Court Tennis, Filipina.

Kesuksesan juga diraih di cabor judo melalui I Gede Agastya Darma Wardana yang tampil cemerlang pada final kelas +100 kg putra berhasil membekap medali emas setelah di partai final mengalahkan wakil Malaysia, Muhammad Ruzaini Abd Razak. Emas ke-38 pada hari keenam SEA Games 2019 menyamai catatan waktu mentas prestasi di SEA Games 2017 Malaysia.***/kemenpora/ebn
.

Horeee, Depak Vietnam, Indonesia Duduki Peringkat Ke-2 SEA Games Filipina

JAYAKARTA NEWS—Akhirnya Indonesia bisa naik urutan dua klasemen sementara perolehan medali SEA Games 2019 Filipina setelah mendepak Vietnam yang sebelumnya bertengger di urutan kedua setelah tuan rumah Filipina, sejak hari pertama SEA Games ke-30 itu digelar.

Perolehan medali sementara hingga 6 Desember 2019 sore, Indonesia berada di urutan kedua dengan perolehan medali 40 emas, 41 perak dan 47 perunggu, total medali yang telah diraih 128 medali. Sementara di urutan pertama tetaplah tuan rumah, Filipina yang bertengger dengan 71 emas, 55 perak dan 50 perunggu, total medali 176.

Meski sekarang Indonesia berada di peringkat dua, namun posisi itu masih belum aman, lantaran dua negara di bawah Indonesia, Vietnam dan Singapura, masih menjadi ancaman. Vietnam yang kini berada di posisi ketiga mengoleksi 38 emas, 41 perak dan 52 perunggu. Sementara Singapura ditempat keempat dengan 32 emas, 22 perak, 36 perunggu. Sementara Malaysia ditempat kelima dengan 28 emas, 20 perak dan 29 perunggu, Thailand ditempat keenam dengan 23 emas, 36 perak dan 43perunggu,

Ada 11 negara yang menjadi peserta pesta olahraga Asia Tenggara ke-30 ini. Dari 11 negara tersebut, satu-satunya negara yang belum mampu menyabet satupun medali adalah Timor Leste.

SEA Games 2019 ini akan berlangsung hingga 11 Desember mendatang. Itu artinya masih 5 hari lagi. Masih banyak partai final yang akan digelar. Peluang Indonesia pun untuk memperbanyak medali emas pun masih terbuka lebar. Semau berharap agar posisi Indonesia di tempat kedua tidak tergoyahkan hingga 11 Desember mendatang. ***ebn

Tangisan Pilu Lisa Gagal Persembahkan Medali Emas

JAYAKARTA NEWS— Lisa Setiawati tak bisa membendung air matanya ketika gagal mempersembahkan medali emas di SEA Games 2019. Lisa yang turun pada nomor 45 kg putri di Rizal Memorial Sports Complex, Minggu (1/1) kemarin hanya mampu mengumpulkan jumlah angkatan 169 kg dengan rincian 96 kg snatch dan 169 kg clean and jerk.

Usai melakukan pengalungan medali, di belakang panggung Lisa masih terus menangis tidak bisa membendung air matanya. Dia seakan-akan merasa bersalah setelah gagal mempersembahkan medali emas. “Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena tidak bisa mempersembahkan medali emas. Saya sudah berusaha memerikan yang terbaik,” katany sambil menangis.

Lisa begitu menyesal karen hasil angkatanya terpaut tipis dengan lawannya.

Atlet berusia 30 tahun itu hanya terpaut 3 kg dari wakil Vietnam, Thi Huyen Vuong yang meraih medali emas. Thi Hueng mengumpulkan total angkatan 172 kg dengan rincian 77 kg snatch dan 95 kg clean and jerk. Sementara itu, posisi ketiga dihuni wakil tuan rumah, Mary Flor Diaz dengan jumlah angkatan 159 kg, 70 snatch dan 89 clean and jerk.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang menyksikan pertandigan sampai harus turun ke belakang panggug untuk menenangkan Lisa agar berhenti menangis. Namun, Lisa tetap tersedu-sedu meratapi kegagalannya meraih medali emas.

“Terima kasih banyak doa dan dukungannya. Mohon maaf, saya belum bisa memberikan medali emas untuk Indonesia. Ini adalah pertama kali saya ikut ajang ini dan SEA Games 2019 yang terakhir. Target saya adalah medali emas, namun belum tercapai. Saya sudah berusaha. Mohon maaf untuk bangsa Indonesia,” kata Lisa sembari tersedu-sedu.

“Saya ingin kepada atlet-atlet angkat besi muda lainnya agar kalian semua giat berlatih untuk mendapatkan prestasi sebanyak-banyaknya. Kegagalan saya ini biarlah menjadi pelajaran berharga bagi saya, atlet yang lain harus terus semangat untuk meraih medali,” semangat Lisa kepada atlet lainya.***/kemenpora/ebn

Lifter Junior Windy Cantika Pecahkan Rekor Dunia Sekaligus Persembahkan Emas untuk Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Indonesia dapat tambahan medali emas dua keping dari angkat besi. Yakni, Windy Cantika Aisah di nomor 49 kg. Hebatnya Windy, dia berhasil memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 190 kg dengan rincian, snatch 86 kg dan clean and jerk 104 kg.

Tak mau kalau, di angkat besi putra, lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 61 kg juga berjaya dengan total angkatan 140 kg dengan rincian, snach 140 kg dan clean and jerk 169 kg.

Dua emas dari cabang angkat besi ini sekaligus mengobati kesedihan Lisa Setiawati yang gagal persembahkan emas. Lisa yang turun di kelas 45 kg, harus dipuas di tempat kedua –medali perak—dengan angkatan 169 kg dengan rincian 96 kg snatch dan 169 kg clean and jerk.***ebn

SEA Games 2019: Indonesia Gusur Thailand-Singapura

JAYAKARTA NEWS— Perlahan Indonesia merangkak naik dalam perolehan medali SEA Games 2019 Filipina. Kalau sebelumnya Indonesia berada di peringkat 6, kini naik dua tingkat. Indonesia kini bertengger di peringkat 4 di bawah Filipina, Vietnam, Malaysia, melewat Thailand dan Singapura. Berdasarkan data perolehan medali yang dipublis 2019seagames.com, situs resmi panitia SEA Games, perolehan medali Indonesia 6 emas, 11 perak dan 12 perunggu. Total medali 29 keping.

Jika melihat perolehan medali Filipina 38 emas,20 perak dan 13 perunggu, total 71 keping, rasanya cukup berat dikejar. Sementara di tempat kedua Vietnam dengan perolehan medali 15 emas, 20 perak dan 16 perunggu., Indonesia punya peluang mengejar. Malaysia di tempat ke-3 dengan perolehan 10 emas, 2 perak dan 7 emas.***ebn

SEA Games 2019: Perolehan Medali Masih Seret, Indonesia Peringkat 6

JAYAKARTA NEWS— Perolehan medali Kontingen Indonesia SEA Games 2019 masih seret. Indonesia masih berada di peringkat ke-6 dengan perolehan medali 2 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Jauh tertinggal dari tuan rumah yang berada diperingkat 1 dengan total medali 21 emas, 11 perak dan 5 perunggu.

Di tempat kedua adalah Vietnam dengan 6 eman, 13 perak, 7 perunggu. Sementara Malaysia berada di posisi ke-3 dengan 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Thailand di posisi ke-4 dengan 3 emas, 4 perak dan 8 perunggu. Dan, Singapura di tempat ke-5 dengan perolehan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Dwi Cindy Desyana raih medali emas cabang dancesport nomor breaking girls–foto instagram kemenpora

Saat pelepasan Kontingen Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta agar Indonesia bisa menduduki peringkat ke-2. Karena itu, para atlet Indonesia harus bekerja lebih keras lagi agar bisa meraih apa yang diharapkan Presiden. Dua emas Indonesia diperoleh dari timnas Polo Air dan Dwi Cindy Desyana yang turun di cabang dancesport nomor breaking girls.

Menpora Zainudin Amali memberi semangat kepada Lisa Setiawati yang bersedih karena gagal meraih medali emas di cabang angkat besi nomor 45 kg. Dengan angkatan 169 kg, Lisa berhasil menyabet medali perak—foto instagram kemenpora

Sedang perak diraih oleh Lisa Setiawati, atlet angkat besi yang turun di nomor 45 kg. Sebenarnya Lisa berharap di nomor ini bisa meraih emas. Namun apa daya, total angkatannya hanya 169 kg, yang membuatnya harus puas di tempat kedua.

Saat dikunjungi oleh Menpora Zainudin Amali, Lisa tampak sedih tak mampu mencapai target emas yang diberikan kepadanya. Namun Menpora memberi semangat pada Lisa untuk tidak bersedih karena Indonesia bangga dengan apa yang telah dicapainya. ***ebn

Horeee, Timnas Polo Air SEA Games Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Perjuangan timnas Polo Air Indonesia dalam laga terakhir di grup B SEA Games Manila Filipina membuahkan hasil dengan menggusur Malaysia 14—7, Jumat (29/11/2019). Di pertandingan lain tuan rumah Filipina hanya bermain imbang melawan Singapura 6-6. Dua hasil tersebut membuat  tim Polo Air Indonesia berhasil menyabet emas pertama untuk Kontingen Indonesia di SEA Games.

Hasil ini menjadikan Indonesia memuncaki klasemen polo air putra dengan raihan 7 poin. Filipina di peringkat dua klasemen dengan empat poin, hasil imbang 6-6 lawan Indonesia, dan mengalahkan Thailand 7-4. Tim asuhan Milos Sakovic mengunci gelar juara karena raihan poinnya tak akan terkejar rival-rivalnya.

Timnas Polo Air SEA Games–foto instagram kemenpora

Mengutip dari laman kemenpora.go.id,  sebelumnya, Indonesia usai bermain imbang dengan tim tuan rumah pada Selasa, kemudian mengalahkan Thailand 17-12 pada Rabu, dan mencetak sejarah dengan membungkam Singapura 7-5 di New Clark City Aquatics Center, Clark, Filipina, Kamis (28/11/2019) kemarin di cabor Polo Air SEA Games 2019.

Singapura merupakan tim tertangguh sebagai pemegang rekor juara 28 kali SEA Games. Indonesia pun mampu mematahkan catatan tak terkalahkan tim Singapura di pesta olah raga se-Asia Tenggara itu, membalaskan kegelisahan mereka ketika bermain imbang 4-4 di Kuala Lumpur dua tahun lalu dimana Indonesia harus puas dengan perak karena kalah selisih gol dari Singapura.

Pertandingan polo air putra di SEA Games 2019 diikuti lima negara, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Cabor ini menggunakan sistem kompetisi dimana juara ditentukan dari poin tertinggi usai semua tim memainkan masing-masing empat laga. “Saya sangat bangga dengan para pemain dan semua staf di tim yang telah membantu dan mempercayai kami. Kami sesuatu yang bersejarah, mengakhiri Singapura setelah lebih dari 56 tahun. Artinya itu bagus dan positif,” kata pelatih tim polo air putra Milos Sakovic seperti dilansir antara. ***/ebn