Indonesia Vs Malaysia: Babak Kedua yang Mengecewakan

Laga Indonesia Vs Malaysia, Kamis (5/9/2019)–foto instagram pssiofficial

JAYAKARTA NEWS—“Babak kedua yang mengecewakan. Tapi kita harus tetap bersama, dan segera memperbaiki kekurangan”. Begitu bunyi tulisan di instagram pssiofficial seusai Timnas Indonesia dilibas Malaysia 2-3 pada laga perdana Kualifikasi Piala Duinia 2022. Hasil ini sungguh menyedihkan karena pada babak pertama Indonesia sudah unggul 2-1, dan pada babak kedua ada sejumlah peluang yang tersia-sia.

Tampil percaya diri di babak pertama, anak asuh Simon McMenemy justru kedodoran di babak kedua.  Keunggulan Indonesia mulai buyar setelah Syafiq Ahmad berhasil membobol gawang Indonesia dan menyamakan kedudukan 2-2. Skor ini bertahan hingga memasuki menit ke-80. Di penghujung pertandingan, Sumareh berhasil menambah gol sekaligus mengunci kemenangan menjadi 3-2 untuk Malaysia.

Pertandingan Indonesia Vs Malaysia—foto instagram pssiofficial

Penjaga gawang, Andritany Ardhiyasa, demikian dikutip dari indosport com,  tidak mampu menampilkan permainan apik. Dirinya bahkan beberapa kali membuat sejumlah pendukung Timnas Indonesia deg-degan atas keberaniannya memainkan bola di area pertahanan.

Rapor untuk Andritany sendiri tidak memuaskan. Karena ia justru kehilangan fokus saat Timnas Indonesia sudah mampu unggul 2-1 hingga awal babak kedua. Namun konsentrasi Andritany buyar begitu saja hingga akhirnya kebobolan dua gol tambahan.

Hansamu Yama dan kawan-kawan nyatanya mampu memainkan permainan yang tidak terlalu buruk. Hanya saja sisi kanan pertahanan Tim Garuda agak sedikit lemah, karena beberapa kali Yustinus Pae sedikit lengah.

Terbukti, gol pertama Malaysia hadir dari sisi kanan pertahanan Timnas Indonesia, di mana Sumareh mampu memanfaatkan kosongnya lini kiri lapangan. Karena Yustinus Pae lebih sering masuk ke tengah lapangan. Sementara itu, tiga pemain bertahan lainnya terbilang tampil cukup baik, sehingga membuat sejumlah pemain Malaysia sulit menghancurkan pertahanan Timnas Indonesia sepanjang babak pertama.

Akan tetapi, pada babak kedua rapor pemain bertahan Timnas Indonesia semakin menurun. Mereka lebih sering membiarkan para pemain Malaysia memasuki pertahanan Tim Garuda. Alhasil, Malaysia mampu membalikkan keadaan dan mampu memenangkan pertandingan dengan skor 3-2. Itu tidak terlepas dari kelengahan barisan pertahanan Timnas Indonesia di akhir-akhir pertandingan.***/indosport/ebn

Kemenpora Gelar Simposium Interpretasi e-Sport

Sesmenpora Gatot S Dewa Btoto didampingi Asisten Deputi Pengembangan Olah Rga Tradisional dan Layanan Khusus Aris Subiyono menjelaskan kepada wartawan tentang akan digelarnya Simposium Interpretasi s-Sport, Kamis (5/9/20019)–foto kemenpora

JAYAKARTA NEWS— Kemenpora akan mengelar Simposium Interpretasi e-Sport  Dalam Wacana Keolahragaan Nasional pada tanggal 7 September 2019 di Banjarmasin, Kalsel. Event yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) ini, akan berpangsung sepanjang hari dengan pembahasan dari berbagai aspek.

Hal ini disampaikan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Aris Subiyono, Kamis (5/9) siang di Media Center Kemenpora. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Menurutnya, simposium r e-Sport sudah digelar oleh berbagai lembaga namun yang akan digelar Kemenpora ini diyakini menghadirkan nara sumber terlengkap lantaran ada banyak aspek yang akan dibahas, seperti kesehatan, ekonomi bisnis, teknologi juga psikologi.

“Kita akui seminar e-Sport  ini sudah sering dilakukan oleh badan atau lembaga lain. Namun seminar yang kita laksanakan kali ini merupakan seminar  dengan nara sumber yang terlengkap. Dan seminar ini akan dimulai dari pagi sampai sore dengan berbagai aspek  keilmuan seperti kesehatan, ekonomi bisnis, teknologi dan psikologi,” ujar Gatot.

Tujuan seminar ini ada tiga. Pertama, untuk memformulasikan sisi positifnya dan sisi negetaifnya e-Sport ini. Kedua, akan menjadi entry point menuju kajian ilmiah yang lebih komprehensif. Ketiga, e-Sport ini sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga dan sudah dipertandingkan di Asian Games 2018 walaupun hanya eksibisi. 

Sementara itu, Aris Subiyono menjelaskan bahwa di seminar e-Sport akan ada tim pengkaji yang  terdiri dari semua stakeholder. Dari mulai akademisi, praktisi, psikolog dan anak muda yang suka e-Sport. “Dari mereka ini acara seminar ini bisa terwujud. Harapan kami,  apapun hasilnya akan kita berikan kepada masyarakat baik yang pro dan kontra,” jelasnya. ***/ebn

Banyak Pemuda Papua Berjuang untuk Indonesia

Jayakarta News – Ada ujaran yang berbunyi, jika tak punya otak maka cenderung ngotot, Nah istilah ini, cocok untuk mereka yang memilih berkelahi daripada berdialog. Dan ujaran ini juga kerap disematkan kepada mereka yang memilih olahraga ekstrim semisal tinju, kick boxing, gulat dan muaythai sebagai profesinya.  

Mereka lebih memilih terjun di bidang olahraga ekstrim tersebut karena tak mempunyai keahlian lain selain berkelahi. Yang diandalkan otot. Dan pada umumnya olahraga tersebut banyak diminati saudara-saudara kita dari Indonesia Timur seperti, Papua, Ambon, dan NTT. 

Tapi anggapan itu sungguh keliru. Fakta ini terungkap saat acara Pengukuhan Pengurus Pusat ‘Papua Top Team’ Jumat (30/8) lalu di Siam Training Camp, Jalan Batu I no 17 Jakarta Selatan. Adapun Papua Top Team adalah wadah untuk berkumpulnya atlet bela dari dari berbagai camp latihan. Jumlah anggota yang tergabung saat ini adalah 25 orang.

Dan para atlet bela diri ekstrim yang tergabung dalam Papua Top Team ini rata-rata memiliki pendidikan yang tinggi. Dede Barabas (26), misalnya, Ketua Umum Papua Top Team ini, calon Magister Hukum Tata Negara Universiats Kristen Indonesia.

Dari kiri ke kanan: Elianus Enembe, Dede Barabas, Adrian dan Jordan. (ist)

Pria kelahiran Sorong, 2 November 1993 ini, menekuni bela diri ekstrim bukan karena tidak mempunyai ijazah sarjana. Malah dia calon Magister. Tapi bagi Dede Barabas, terjun di olahraga ekstrim secara profesional lebih sebagai hobi. Karena memang menyukai berantem. Barabas, petarung MMA ini sudah cukup lama berlaga di One Pride Mixed Martial Arts. Dia menekuni olah bela diri tersebut karena sejak  duduk di bangku SMP sudah senang berantem.

‘’Saya terjun di olahraga bela diri itu hobi. Dulu waktu SMP senang berantem. Dan hobi itu disalurkan untuk hal yang posistif. Bukan karena tidak punya pilihan. Tapi saya ada batas waktu. Nanti kalau masuk usia 28 tahun saya akan berhenti. Mungkin akan fokus ke pekerjaan sesuai dengan ijazah saya. Jadi lewat olahraga untuk berprestasi dan bisa mengahrumkan nama bangsa,’’ ungkap Dede Barabas.    

Selain Dede Barabas, salah satu anggota Papua Top Team yang juga mempunyai pendidikan tinggi adalah Elianus Enembe. Pemuda Papua, kelahiran Wamena, 14 Juli 1997 ini sedang menempuh di Fakultas Hukum Universitas Nasional, Jakarta.  

Akan tetapi memilih olahraga bela diri ini bertujuan untuk berprestasi. Jadi bukan karena tidak ada pilihan sehingga lebih memilih olah raga ekstrim ini. Yang bisa dibilang mempunyai risiko sangat berat. Bukan tidak mungkin jika mengalami nasib naas, bisa cacat permanen dan bahkan bisa meninggal dunia. Tapi bagi Elianus olahraga itu bukan semata-mata untuk uang. Tapi lebih untuk membangun jiwa ksatria.

‘’Kalau hanya mengandalkan ijazah, belum tentu cari kerja langsung dapat. Tapi kalau ada keahlian bela diri, mungkin relatif lebih mudah. Dan sudah dari kecil saya hobi berantem. Pernah menggeluti taekwondo dan kick boxing,’’ tutur Elianus Enembe.    

Tak berbeda dengan Adrian Mattheis. Pria kelahiran Halmahera, 14 Mei 1993 ini juga sedang menempuh pendidikan strata satu di Sekolah Tinggi Perikanan. Motivasi terjun di bela diri ekstrim dulu saat sekolah dinas sering diplonco kakak kelas. Dari situ termotivasi untuk beladiri. Jika merasa kesal habis diplonco kakak tingkat, karena tidka bsia membalas, maka pulangnya baru melampiaskan kemarahan kepada samsak tinju.

‘’Tapi positifnya, saya malah berjanji tidak akan memplonco pada adik tingkat.  Kalau saya marah saya lampiaskan kepada samsak. Kalau sudah capek tinggal tidur,’’ ungkap Adrian putra pasangan Philipus Mattheis dan Jasmin ini.

Oya, salah satu anggota Papua Top Team juga ada yang bergelar Sarjana Teknik. Dia adalah Jordan. Pria kelahiran Wamena, 10 Oktober 1991 ini bisa dibilang pembimbing bagi mereka yang tergabung dalam Papua Top Team. 

Siap Bela Bangsa

Ketika diajukan pertanyaan seputar kondisi Papua yang sedang kisruh, mereka mengaku prihatin. Tapi mereka juga mengaku pemikirannya tidak sampai ke sana.

‘’Soal kisruh di Papua itu lebih menyangkut masalah hukum dan politik. Saya sedang belajar soal ilmu hukum dan politik. Itu politik tingkat tinggi. Saya tidak sampai ke sana. Saya akan buktikan kepada masyarakat Indonesia bahwa teman-teman dari Papua adalah saudara. Dan kami akan fokus untuk berprestasi bagi bangsa dan negara,’’ ungkap Dede Barabas.

Mereka sepakat tidak mau membahas soal kerusuhan yang sedang terjadi di Papua. Mereka lebih suka mengangkat dan fokus tentang persiapan mereka untuk menghadapi SEA Games di Manila pada bulan November mendatang.

Dede Barabas mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bahwa 9 dari 25 anggota Papua Top Team akan  masuk Pelatnas setelah sebelumnya akan dikirim ke Taiwan untuk melakukan try out di bulan Oktober. Mereka akan berjuang semaksimal mungkin untuk bertarung di ajang Sea Games. Dan yakin akan meraih medali.

Dede Barabas juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Yoko pemilik Siam Training Camp yang memberi tempat bagi putra dan putri Papua untuk berlatih di tempat itu.

“Saya sangat berterima kasih karena sudah memberi kita tempat dan ruang untuk kita berlatih dan bernaung di dalam tempat latihan Siam Gym yang selama ini sudah membesarkan nama saya. Juga tak lupa terima kasih kepada teman-teman Papua jadi mari kita sama-sama ukir prestasi bawa nama baik papua,’’ sambut Dede Barabas dalam acara pengukuhan tersebut. (teguh)

Tim Dayung Indonesia Raih Juara Dunia, Kemenpora Beri Bonus Rp3,7 Miliar

Menpora Imam Nahrawi dan salah satu atlet dayung nasional— foto instagram imamnahrawi

JAYAKARTA NEWS— Prestasi kembali dicetak atlet Indonesia dikancah turnamen internasional. Kali ini diukir Tim Dayung Indonesia yang berhasil meraih Juara Dunia di Pattaya Thailand. Ini adalah kemenangan yang diraih kembali setelah 22 tahun. Atas prestasi membanggakan tersebut Kemenpora memberikan bonus Rp3,7 miliar.

“Bonus sebesar 3.7 Miliar kami berikan sebagai bentuk apresiasi kepada Tim Dragon Boat Indonesia yang menjuarai Kejuaraan Dunia di Pattaya Thailand beberapa waktu lalu. Inilah wujud perhatian pemerintah kepada prestasi anak bangsa. Semoga bermanfaat bagi atlet dan pelatih, dan lebih banyak yang tergerak memberikan penghargaan dan apresiasi pada para pejuang olahraga,” tulis  Menpora Imam Nahrawi di akun instagramnya.

Ini, lanjutnya,  adalah kemenangan yang diraih kembali setelah 22 tahun. Hasil ini melampaui target latihan dalam persiapan menuju SEA Games Manila 2019 mendatang. Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di kancah kejuaraan internasional. .

“Persiapkan terus, kalau sekarang Amerika Serikat saja bisa dikalahkan, Saya yakin di SEA Games, Tim Dragon Boat Indonesia dapat memperoleh prestasi yang lebih baik. Aamiin, Insyaallah,” tandasnya.

Dalam kejuaraan dunia ’14th IDB World Dragon Boat Racing Championship 2019’ yang berlangsung di Pattaya 21-25 Agustus, tim Indonesia berhasil mendulang dua emas, tiga perak dan dua medali perunggu dari tujuh nomor yang diperlombakan.

Sementara itu dalam sambutannya di Waduk Jatiluhur, Menpora berharap, bonus yang diberikan dapat memacu semangat atlet Indonesia untuk berjuang menjadi yang terbaik bukan hanya di level Asia Tenggara tapi dunia.***/ebn

Hendra-Ahsan Juara Dunia, Hasto: Olahraga tidak Mengenal Jalan Pintas, Apalagi Intrik

Juara Dunia Ganda Putra 2019, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan–sumber foto twitter jokowi

JAYAKARTA NEWS— Keberhasilan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan meraih gelar juara dunia ganda putra di Basel, Swiss, disambut hangat oleh masyarakat berbagai kalangan. Bahkan Presiden Joko Widodo pun secara khusus memberi selamat di akun twitternya.

“Selamat untuk the daddies, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang sukses merebut gelar juara ganda putra Kejuaraan Dunia Badminton 2019 di Basel, Swiss, semalam,” cuit Presiden.

Gelar juara dunia diraih Hendra-Ahsan diraih setelah melibas pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di St Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu (25/8). Hendra/Ahsan, ganda putra nomor dua dunia itu menang tiga gim 25-23, 9-21, 21-15.

Selain Presiden, PDI Perjuangan pun mengucapkan selamat atas kemenangan Hendra-Ahsan. Lewat rilis yang disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, disebutkan, PDI Perjuangan merasa bangga atas puncak prestasi Hendra-Ahsan sebagai juara dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss.

“Semangat juang Hendra-Ahsan sungguh luar biasa. Perjuangan mereka panjang, sangat ketat untuk bisa mengalahkan pasangan Jepang dengan menampilkan berbagai strategi, teknik, dan ketrampilan, serta dengan dukungan mentalitas pantang menyerah. Mentalitas juara itulah yang menjadi kunci Hendra-Ahsan hadir membawa keharuman bagi bangsa Indonesia,” ujar Hasto.

Dunia olahraga mengajarkan sportivitas, ketaatan pada aturan main dan patuh pada keputusan wasit. Hanya mereka yang berpikir positif, berlatih keras penuh kedisiplinan, serta menguasai strategi dan taktik yang mampu tampil sebagai juara.

“Olahraga tidak mengenal jalan pintas, apalagi intrik. Olah raga bebas dari berbagai bentuk diskriminasi, karena berbasis prestasi. Karena itulah PDI Perjuangan berharap agar pengembangan seluruh cabang olah raga bersifat wajib, dan diletakkan sebagai bagian nation and character building,” ujarnya.

Melalui olah raga, seharusnya menjadi salah satu solusi yang bisa dipakai untuk masyarakat Papua. “Masyarakat Papua dikarunia kekuatan stamina, kecerdasan, dan intuisi yang sangat baik melalui olah raga atletik, sepak bola dll. Karena itulah pusat-pusat pelatihan olah raga harus dibangun di Papua, dan negara hadir di dalam memberikan jaminan bagi masa depan atlet yang telah berjuang mengibarkan Sang Saka Merah Putih ke angkasa raya sebagai Juara. PDI Perjuangan meyakini bahwa para atlet Papua sangat hebat dan bermental juara. Syaratnya rekrutmen, pembinaan, dan hadirnya kebijakan khusus Pemerintahan Jokowi untuk membangun pusat-pusat pelatihan olahraga, khususnya Sepak Bola di Papua”

PDI Perjuangan juga percaya bahwa melalui olah raga akan perkuat mental bangsa untuk taat dan setia pada aturan main, dan membangun budaya kompetisi secara sehat, kedepankan sportivitas. Selamat untuk Hendra-Ahsan. “Sang Dwi Warna telah anda kibarkan dengan megahnya di Swiss, dan Indonesia sungguh berbangga”. ***/ebn

AFF Women’s 2019, Pelatih Rully Nere: Ada Pemain yang Cedera

Laga Timnas Putri Indonesia vs Myanmar pada AFF Women’s Championship Thailand 2019, Jumat (16/8/2019)–foto dok pssi.org

JAYAKARTA NEWS— Timnas Putri Indonesia menelan kekalahan pada laga perdana gelaran AFF Women Championship 2019. Menghadapi Myanmar di Stadion Institute of Physical Education pada Jumat (16/8) petang, Garuda Pertiwi takluk dengan skor akhir 0-7. Kekalahan ini menjadi kekalahan pertama timnas pada gelaran AFF Women Championship 2019.

Dilansir dari laman pssi.org, pelatih Timnas Putri Indonesia, Rully Nere menilai terdapat langkah taktikal yang tak berjalan pada laga tersebut. Terlebih dari sisi pemain yang diturunkan pada gelaran AFF Women Championship 2019.

“Hari ini kami menghadapi tim Myanmar pada laga perdana. Sebenarnya dari segi permainan, tim yang kami hadapi pada kualifikasi pra olimpiade lebih baik daripada tim yang kami hadapi hari ini. Hanya saja bola begitu cepat masuk ke gawang kami sehingga menurunkan konsentrasi pemain” ungkap Rully

Rully menambahkan, adanya pemain yang cedera juga menjadi salah satu faktor mengapa timnas kurang begitu maksimal di laga hari ini. “Jika ditotal, ada 4 pemain yang cedera hingga pemusatan latihan terakhir. Kami sudah persiapan jangka panjang tetapi di hari-hari terakhir ada 2 pemain yang tidak jadi kami bawa ke sini. Saat tiba di sini pun, tanpa disangka ada 2 pemain kami yang cedera lagi saat persiapan. Kami tim pelatih harus menyusun kembali kerangka tim yang ada,” jelasnya.

Tim pelatih memang memutar kembali kerangka tim dengan memaksimalkan pemain yang ada karena kondisi pemain yang cedera. “Tidak ada pilihan lain selain berjuang lebih keras lagi dengan pemain yang kita punya. Hasil yang ada bukan hasil akhir pertandingan. Kita harus lebih maksimal di laga yang tersisa” tutupnya

Pasca pertandingan, skuat Garuda Pertiwi langsung melakukan ice bathing sebagai recovery. Tak hanya itu, timnas putri juga langsung akan menggelar latihan pada esok harinya tepatnya pada pagi hari demi mempersiapkan diri jelang laga kontra Vietnam pada 18 Agustus 2019.

Berikut Jadwal Timnas Putri Indonesia pada gelaran AFF Women Championship 2019
 
18 Agustus 2019 – 15.00 WIB
Indonesia vs Vietnam
 
20 Agustus 2019 – 18.00 WIB
Kamboja vs Indonesia

                                                                                    ***/pssi/ebn

Tragis! Timnas Putri Indonesia Dibabat 0-7 oleh Myanmar

IFoto-foxsportsasia/myanmar football federation

JAYAKARTA NEWS— Tragis! Timnas putri Indonesia dibabat 0-7 oleh Myanmar pada pertandingan pertama Grup B Piala AFF Women’s Championship Thailand 2019, Jumat (16/8/2019). Kekalahan telak ini sudah terlihat sejak babak pertama dengan gawang Indonesia kebobolan 4 gol tanpa balas. Babak kedua timnas Indonesia kembali menelan pil pahit dengan 0-3.

Setelah istirahat sehari, Indonesia akan bersua Vietnam di arena yang sama pada 18 Agustus 2019. Pada laga ini, pertandingan juga terlaksana pada jam pertama. Partai pamungkas fase penyisihan terlaksana pada 20 Agustus 2019, Indonesia akan bertemu Kamboja.

Tentang melawan Vietnam pada 18 Agustus mendatang, mampukah timnas putri Indonesia keluar dari tekanan dan berjaya pada laga ini? Pasalnya, tahun lalu pada pertandingan penyisihan grup B Piala AFF Women’s 2018, timnas putri Indonesia pun berhadapan dengan Vietnam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaringin Palembang. Hasilnya, menyedihkan. Timnas putri Indonesia dicukur 0-6. ***ebn

AFF Women Championship 2019 : Skuat ‘Garuda Pertiwi’ Siap Tempur Lawan Myanmar

Timnas Putri ‘Garuda Pertiwi’ siap berlaga di AFF Women Championship 2019–foto pssi org

JAYAKARTA NEWS— Pertarungan Timnas sepakbola putri Indonesia di ajang  AFF Women Championship 2019 tinggal menghitung hari. Timnas Indonesia berada di Grup B bersama dengan Myanmar, Vietnam, Kamboja. Sesuai jadwal, laga perdana timnas adalah pada Jumat 16 Agustus 2019, Indonesia akan menjamu Myanmar. Selanjutnya Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam pada 18 Agustus dan melawan Kamboja pada Selasa 20 Agustus 2019.

Menghadapi Myanmar di laga perdana, pelatih timnas putri, Rully Nere mengaku sudah mempersiapkan skuat jauh-jauh hari dan sudah mengetahui pola permainan Timnas Myanmar sebelumnya.

Timnas Putri ‘Garuda Pertiwi’–foto pssi org

“Kami sudah pernah melihat dan berhadapan langsung dengan timnas Myanmar pada kualifikasi babak kedua pra olimpiade bulan Februari lalu. Pola permainan dan cara build up mereka memang rapi. Kami takluk 0-6 kala itu. Tetapi siapapun lawan kami, yang harus dilakukan adalah pembenahan di tim secara internal. Semoga 3 hari ke depan lini pertahanan kita semakin baik dan solid untuk dapat menghadapi penyerang-penyerang Myanmar pada pertandingan pertama pada gelaran AFF Women Championship 2019” ujar Rully sebagaimana dikutip dari laman pssi.org.

Sebagaimana diketahui, untuk menghadapi event akbar itu, skuat ‘Garuda Pertiwi’ sebutan untuk Timnas Putri Indonesia, selain melakukan latihan intesif  juga melakukan serangkaian uji coba. Satu di antaranya adalah melakujan uji coba di Thailand beberapa waktu lalu.

Kala itu Timnas Indonesia berhasil menahan imbang tim sepakbola putri Universitas Suan Sunandha, Bangkok, 1-1. Satu-satunya gol yang diciptakan skuat Timnas Putri dicetak oleh sang striker Dewi Tia Safitri. Total, Dewi Tia sudah membukukan 2 gol dari 2 uji coba yang berlangsung di Thailand.

Asisten pelatih Timnas Wanita, Yopie Riwoe. Yopie menilai, performa skuat ‘Garuda Pertiwi’ semakin menunjukkan grafik positif meskipun skuat ‘Garuda Pertiwi’ ini sempat keok ketika melawan tim Chonburi FC pada Kamis (8/8) lalu.

“Sebenarnya hari ini kami menghadapi tim yang tidak terlalu kuat, namun harus diakui ada 3 pemain timnas Thailand yang memperkuat tim ini dan cukup merepotkan. Tiga pemain ini bermain rapi karena baru saja tampil di Piala Dunia Sepakbola Wanita di Perancis. Pola permainan mereka cukup merepotkan barisan pertahanan kami, terutama bola-bola through pass dari kapten timnas Thailand, Sunisa Srangthaisong. Benar-benar permainan yang sangat dinamis” ungkap Yopie.

Yopie menambahkan di laga uji coba yang dihadapi, ada beberapa rotasi yang dijalankan. Hal ini tentu berdasarkan evaluasi yang dilakukan pasca laga uji coba terakhir kontra tim putri Chonburi FC. “Kami mencoba merotasi beberapa pemain inti agar tidak kelelahan pada laga ini. Hal ini terbukti efektif. Proses gol yang akhirnya dicetak oleh striker Dewi Tia berjalan mulus, dan itu semua setelah setelah bermain kombinasi dengan second striker” ucapnya.

Berikut Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia:

Kiper:

Norffince Boma

Prihatini

Riska Julianti

Pemain Belakang

Fitria Nur Islami

Regina Tiofanny Herduyanta

Ria Ristiani

Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo

Safira Ika Putri Kartini

Shalika Aurelia Viandrisa

Vivi Oktavia Riski

Yuliani Wijaya

Pemain Tengah

Ade Mustikiana Oktafiani

Anggi Puspita Sari

Baiq Amiatun Shalihah

Jesella Arifya Sari

Mayang ZP

Nisma Francida Rusdiana

Nurhayati

Octavianti Dwi Nurmalita

Pemain Depan

Febriana Kusumaningrum

Dewi Tia Safitri

Risqiyanti

Berikut  Pembagian Grup AFF Women Championship 2019

Group A

Thailand

Malaysia

Philippines

Singapore

Timor Leste

Group B

Myanmar

Vietnam

Cambodia

Indonesia

Jadwal Fase Grup AFF Women Championship 2019

16 Agustus 2019: Myanmar vs Indonesia

18 Agustus 2019: Indonesia vs Vietnam

20 Agustus 2019: Cambodia vs Indonesia

                                                                                                ***/ebn

Belum Ada Kejutan, Kontingen Surabaya Tetap Juara Porprov Jatim 2019

Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan Piala Bergilir kepada Kontingen Surabaya. (foto: Humas Pemprov Jatim)

Jayakarta News – Belum ada kejutan yang berarti pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019, karena kontingen Surabaya masih tetap menjadi juara umum. Hanya saja pemecahan rekor cukup banyak seperti pada 16 nomor cabang olahraga (cabor) senam dan cabor panahan ada 10 nomor.

Namun di sisi lain, untuk perolehan medali cukup merata karena sudah tidak didominasi oleh kontingen-kontingen tertentu. Hal ini menunjukkan kalau pembibitan dan pembinaan di daerah cukup baik. Keberhasilan kontingen Surabaya Surabaya sendiri tentunya tidak lepas dari fasilitas olahraga yang dimiliki dan juga banyak atlet yang berdomisili di kota buaya tersebut.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan Piala Bergilir Juara Umum kepada Kota Surabaya sebagai Juara Umum Porprov Jatim VI/2019. Selanjutnya dilakukan penurunan Bendera Porprov Jatim oleh Paskibra diberikan kepada 3 Atlet dari provinsi, 4 Atlet dari Kabupaten Tuban.

Sementra itu para atlet menyerahkan bendera Porprov Jatim ke Gubernur Khofifah didampingi Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya bendera diserahkan kepada Bupati Lumajang  mewakili tiga bupati lainnya, yakni Bupati Situbondo, Bupati Jember, dan Bupati Bondowoso yang rencananya akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov Jatim VII/2021.

Setelah dilaksanakan selama sepekan penuh di Kab. Lamongan, Kab. Tuban, Kab. Bojonegoro, dan Kab. Gresik, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI/2019 akhirnya resmi ditutup oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi. Penutupan pesta olahraga tingkat Provinsi Jatim ini diselenggarakan di Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (13/7) malam.

Ikut hadir mendampingi momen penutupan tersebut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta Forkopimda Jatim, empat bupati yang menjadi tuan rumah Porprov Jatim VI/2019, jajaran pengurus KONI, serta beberapa bupati/walikota se Jatim lainnya.

Menpora Imam Nahrawi berharap, provinsi lain bisa meniru Jatim. Dalam konteks nasional, pihaknya menyiapkan regulasi besar agar PON bisa dilaksanakan per dua tahun di dua provinsi yang akan dimulai pada 2022.

Menurutnya, penyelenggaraan Porprov di tingkat daerah bisa menjadi kawah candradimuka lahirnya atlet Indonesia yang berprestasi dan membanggakan. Sehingga, mereka bisa mewakili Indonesia meraih juara di tingkat dunia, seperti di event olimpiade.

“Termasuk juga momentum Porprov memastikan bahwa olahraga menjadi perekat kita. Ekonomi bangkit, kekuatan sosial dan solidaritas kita betul-betul terbangun dengan baik. Lebih dari itu melalui olahraga akan terbentuk komunitas yang kuat saling menghargai, respek, menghormati dan menjunjung tinggi sportifitas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang ikut hadir di ajang penutupan Porprov VI/2019 itu menyampaikan, bahwa pelaksanaan Porprov Jatim kali ini telah banyak mencetak rekor baru berbagai cabang  olahraga. Karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh kepala daerah, pimpinan KONI, dan pelatih untuk terus mengawal dan meningkatkan prestasi sampai puncak sehingga membawa harum nama   bangsa dan negara.

Soal persiapan pelaksanaan Porprov Jatim dua tahun mendatang, Gubernur Khofifah meminta agar dipersiapkan lebih komprehensif lagi. Sehingga, kesiapan daerah, atlet, masyarakat serta sektor pendukung lainnya seperti wisata dan  UMKM bisa semakin  bergeliat lagi.

Terkait pembibitan atlet Jatim, Gubernur Khofifah berharap agar para atlet millenial bisa dipersiapkan lebih seksama  lagi untuk dapat  menembus prestasi tingkat dunia. “Jadi memang usia 16-21 tahun itu  disiapkan agar ke depan mau ikut PON, Sea Games, Asian Games, Olimpiade masih memiliki cukup banyak waktu,” jelasnya.

Kepada Menpora RI, Gubernur Khofifah pun merekomendasikan beberapa venue di wilayahnya untuk bisa digunakan sebagai laga tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya venue untuk cabang olahraga (cabor) paralayang dan sepatu roda yang berada di Kab. Tuban.

Menurutnya, kedua venue tersebut bisa menjadi rekomendasi khusus bagi Menpora RI jika terdapat event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Termasuk beberapa venue lain di Kab. Bojonegoro, Kab. Lamongan dan Kab. Gresik yang juga memberikan inspirasi.

“Ada masukan venue Paralayang di Kabupaten Tuban yang indahnya luar biasa apalagi bisa mendekati waktu sunset. Venue untuk sepatu roda juga tak kalah indahnya di Mangrove Center Tuban,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Pelaksanaan Porprov VI/2019 kali ini, juga sebagai ajang terbesar di Indonesia dengan melibatkan sebanyak 10.302 personil, terdiri dari 7.818 atlet dan 2.484 official. Nomor yang dipertandingkan pun sebanyak 525 nomor dari 42 cabor.(poedji)

Dojo Renzo, dari Lembah Depok Menantang Dunia

JAYAKARTA NEWS – Hermawan “Kikiek” Sulistyo, mendapat kado istimewa. Pada 6 Juli 2019, dua hari setelah hari ulang tahunnya, Dojo (tempat berlatih karate) yang menjadi impiannya, terwujud.

Yang bikin bahagia Mas Kikiek, demikian dia akbab dipanggil, Dojo Renzo –nama yang diambil dari cucu pertamanya– diresmikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Bukan sekali ini Tito dan Kikiek berlokaborasi. Dua profesor yang sama-sama pakar terorisme tersebut, sebelumnya menulis buku bersama “Democratic Policing“. Buku, yang memicu “kegelisahan” kalangan TNI (baca TNI AD) yang diwakili Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri.

Untuk olahraga seni bela diri yang bersumber dari mahaguru Gichin Funakoshi ini, Tito Karnavian diminta Kikiek untuk menjadi Penasihat Dojo Renzo.

Datang di dampingi istrinya, Kapolri, akhir pekan lalu meresmikan Dojo Renzo yang ada di Jl. Griya Lembah Timur 8 No.1, RT. 6/RW. 24, Abadijaya, Sukmajaya, Depok. Untuk sebuah padepokan karate, Dojo yang dibangun oleh Kikiek, sangat memadai.

Tetapi bukan itu intinya dari Dojo Renzo. Di tempat –termasuk Dojo Renzo V yang ada di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali– memberikan perhatian yang sangat serius pada aspek pembinaan usia dini. Tidak mengherankan, kalau Dojo “The Dream Team” ini setiap tampil dalam kejuaraan selalu memborong juara. Hanya ada dua pilihan bagi tim Dojo Renzo, menang 8-0 atau kalah karena didisklualifikasi akibat lawan cedera.

Kapolri menyambut dengan gembira langkah yang dilakukan Kikiek, yang juga Wakil Ketua INKAI Bidang Pembinaan Prestasi ini, dalam pembinaan atlet karate semenjak usia dini.

“Jujur saya kagum dengan demo tadi, saya kagum gerakan karatenya oke. Tapi yang utama militansinya. Karena karate ini salah satunya untuk memupuk jiwa militansi,” kata Tito.

Selain itu, Tito juga mengarapkan, ke depan para anggota Polri juga perlu menguasai olahraga bela diri dengan baik untuk mengatasi segala bentuk tindak kriminalitas.

“Saya juga memimpikan para anggota Polri ini memikiki kemampuan bela diri yang baik, jadi ketika menghadapi penjahat tidak selalu senjata dulu,” tuturnya.

“Renzo adalah nama cucu pertama saya yang besar di Jepang, sekarang usianya sudah delapan tahun. Renzo artinya kebijaksanaan untuk pembangunan. Pembangunan itu bisa fisik, mental, pengetahuan, infrastruktur. Nama ini dipilih, karena untuk menyebutnya gampang dan artinya juga baik,” kata Kikiek.

Anak Anda menyukai karate? Jika Anda menginginkannya memiliki mental juara, serahkan pembinaannya kepada Mas Kikiek di Dojo Renzo. (*/sm)