Jelang Konser di Bandung, Naura Jauhi Ice Cream

 

Poster Konser Dongeng pertama Naura, tahun 2015 di TIM, Jakarta.

MENJELANG Konser Dongeng 2 Naura yang akan digelar November mendatang di Bandung, Naura menjaga kesehatan. Pasalnya, putri Nola B3 itu memiliki pengalaman buruk tentang staminanya kala menjalani dua konser sebelumnya. “Karena kemarin di konser 1 dan 2 aku sakit panas. Aku disuntik. Aku maksain latihan biarpun pusing dan batuk. Dan pas suara aku hampir habis, alhamdulillah Allah kasih kekuatan,” kata Naura.

Nola B3 dan putrinya, Naura.

Tak mau kejadian serupa kembali terulang, Naura lebih peduli dengan diri dan kualitas suaranya. Bahkan Naura secara konsisten mengurangi beberapa makanan favoritnya. “Kalau itu, aku harus menjaga suara dengan mengatur makanan. Seperti makann ice cream, makanan manis, itu harus aku ubah,” ujarnya.

Naura menambahkan, meskipun dirinya sangat menyukai cokelat, demi menjaga performa diatas panggung dirinya membatasi konsumsi cokelat. “Enggak makan cokelat, tapi kadang aku sembunyi sembunyi.Tapi itu harus kesadaran diri aku,” tambah naura. Selain Bandung, Naura dijadwalkan tampil di Surabaya, Makassar, Medan, dan Yogyakarta. ***

Indonesian Idol ke-9, Pasang Dewan Juri Baru

Dewan juri Indonesian Idol 9: Judika, Armand Maulana, Maia, Bunga Citra Lestari, dan Ari Lasso.

SETELAH berhenti produksi sejak tahun 2014, RCTI bakal kembali menayangkan Indonesian Idol seri ke-9. Dini Putri sebagai Programming and Production Director RCTI menegaskan, kalaupun Indonesian Idol sempat vakum tiga tahun, itu bukan menandakan matinya minat penyelenggara (RCTI dan FremantleMedia) maupun animo masyarakat. Apalagi spirit talenta-talenta penyanyi usia 16-27 tahun yang bermimpi memperoleh kontrak rekaman, sangat tinggi.

Kebetulan saja, sebagai kontes tahunan pencarian bakat penyanyi pendatang baru di RCTI, nasib Indonesian Idol jadi bergilir dengan jadwal penayangan variasi singing contest serupa seperti X Factor, The Voice, dan Rising Star. Amerika Serikat pun pernah gagal menghadirkan American Idol, lantaran ada problem kesepakatan kerjasama dari pihak stasiun televisi yang hendak menayangkannya.

Andrew Cam selaku Senior Vice President, Content and Production of Fremantle Media Indonesia bersemangat menyanjung, Indonesian Idol menduduki posisi Lima Teratas bersama-sama Perancis, Jerman, Afrika Selatan dan Amerika Serikat untuk lama waktu penyelenggaraannya, di antara lebih dari 48 negara yang menayangkan Idol di seluruh dunia. “Idol adalah (wadah) pencarian bakat (penyanyi) yang sebenarnya, terbesar dan terbaik tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia dan telah diproduksi di lebih dari 48 negara di seluruh dunia,” terangnya.

Ada yang berbeda dalam hal komposisi dewan juri. Indonesian Idol ke-9 nanti mengusung lima nama penyanyi: Ari Lasso, Armand Maulana, Bunga Citra Lestari, Judika, dan Maia. Menurut Dini Putri, line-up juri yang ada, saling melengkapi. “Jadi kalau memang yang satu berbicara teknis, sementara yang lain melihat performa panggung, dan juga ada yang bermodal pengalaman di dunia entertainment dalam memandang atau menilai setiap kontestan. Complementing each other. Juga kami melihat dari masa periode tayangnya yang berbeda, dulu dan sekarang, ataupun menghargai perubahan selera publik di era milenial. Jadi juga mencari juri-juri yang masih cocok pada tingkatan umur-umur pesertanya.”

Segi agresisivitasnya Indonesian Idol dalam penyelenggaraan kesembilan kalinya ini adalah membawa serta artis termasuk pemenang-pemenang Indonesian Idol seperti Delon, Ihsan, Regina dan Nowela di samping Astrid dan Bams berperan sebagai special agent untuk menjaring penyanyi-penyanyi talenta di setiap wilayah daerah 18 kota tempat audisi yakni Malang, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Sukabumi, Kupang, Palembang, Padang, Manado, Makassar, Ambon dan Banjarmasin. Mereka berpersan sebagai special city audition selain kawasan-kawasan yang telah rutin seperti Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Penayangan siaran langsung “Indonesian Idol 9” di RCTI dijadwalkan berlangsung 18 Desember 2017, mulai pukul 21.00 WIB. ***

Mydio Sing, Inovasi Musik dari Indonesia

Glenn Fredly

PENYANYI sekaligus direktur #MusikBagus, Glenn Fredly mendukung kehadiran aplikasi teknologi di bidang musik, yakni Mydio Sing sebuah platform karaoke melalui ponsel pintar. Menurut Glenn, mydio sing merupakan inovasi pertama di dunia yang lahir dari Indonesia sebagai layanan digital musik berbasis video karaoke dengan musik dan video musik original.

“Kemajuan teknologi pasti mempengaruhi ekosistem dan industri musik. Jadi Mydio Sing adalah salah satu bentuk inovasi musik digital,” kata Glenn belum lama ini.

Sementara itu menurut CEO #MusikBagus Aldo Sianturi, platform ini merupakan karya anak bangsa sehingga dapat memahami pasar musik dan keinginan para penikmat musik di Indonesia. “Mydio Sing hadir dari riset panjang, menghadirkan lagu dan video original. Sehingga akan menjadi pilihan utama masyarakat dan diaspora Indonesia. Oleh sebab itu kami membuka kerja sama dengan seluruh pelaku musik di sini,” terang Aldo Sianturi.

Platform ini memiliki berbagai fitur keunggulan seperti Karafie dan Karaclip yang memfasilitasi musik dan digital experience. Baik bagi pengguna aplilasi lintas generasi dan wilayah untuk menikmati karya cipta musisi Indonesia secara legal.

“Kami optimis bisa mematok konsentrasi dengan cepat ke pasar Asia Pasifk,” ujar pendiri Mydio Technology Indra M Putra.

Kehadiran Mydio Sing mendapat dukungan dari pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif. “Model bisnis musik berubah, mau enggak mau kita harus berjuang. Memperbaiki ekosistem dan kesejahteraan,” kata kepala BEKRAF Triawan Munaf. Mydio Sing dapat diunduh melalui Android dan akan segeran tersedia di iOS dalam waktu dekat ini. ***

Winda Saskia Kolaborasikan Aliran EDM dan Sasando

Winda Saskia (kedua dari kanan) bersama manajemen Oka Music Entertainment.

PEDANGDUT Winda Saskia tampaknya kini beralih aliran. Jika sebelumnya wanita yang akrab disapa Winda ini mengusung musik dangdut, saat ini ia pun menjajal musik pop. Di bawah naungan label Oka Music Entertainment, mantan personel Duo Sayang itu pun memadukan aliran Electro Dance Music dengan alat musik sasando.

“Saya ingin menggabungkan musik tradisional dengan bisnis modern, dan memadukan antara musik EDM dengan sasando” ungkap Winda Saskia saat ditemui baru-baru ini. Ia menambahkan, “Karena kita masih mengikuti musik kekinian banget yah, belakangan banyak yang memakai EDM tapi kita di WinSas nggak mau melupakan kebudayaan daerah, makanya kita masukin sasando” lanjut Winda.

Sementara itu, pemilik Oka Music Entertainment, Oka Rudal mengatakan bahwa dirinya memiliki misi di balik pembuatan label musik OME tersebut. “Melalui budaya, Oka Music Entertainmen mempunyai misi ingin mewujudkan persahabatan diantara dua negara (Indonesia-Timor Leste)” ucap Albio Salsinha mewakili Oka Rudal.

Oka Music Entertainment merupakan label rekaman yang berasal dari Timor Leste dan berkedudukan di kota Dili. OME menggandeng sejumlah artis Indonesia serta artis Timor Leste untuk bergabung. ***

Celine Evangelista Kerasukan di Film Ruqyah-the Exorcism

Celine Evangelista pemeran utama film Ruqyah: The Exorsicm.

SETELAH sukses menghantui para penonton dengan film ‘Jelangkung’ (2001), sutradara Jose Purnomo kembali menggarap film horor untuk menakut-nakuti para penggila film horor. Kali ini MD Pictures yang bekerja sama dengan PIC house mempersembahkan film bergenre horor yang berjudul ‘Ruqyah: The Exorsicm’.

Film yang dibintangi Celine Evangelista dan Evan Sanders sebagai pemeran utamanya ini telah merilis poster perdana. Posternya menampilkan sosok Celine yang sedang kerasukan.

Di film ‘Ruqyah: The Exorsicm’ Celine dipercaya untuk berperan sebagai Asha. Dengan rambut hitam panjangnya yang terurai bebas hampir menyentuh tanah, terlihat wajah pucat dan postur tubuh kerasukan Asha yang tak lazim menekuk ke belakang.

Film yang diklaim diadaptasi dari kisah nyata tahun 2012 ini bercerita tentang Mahisa (Evan Sanders) yang ingin menolong Asha (Celine Evangelista) setelah diganggu oleh keberadaan makhluk halus. Pada awalnya, Mahisa tidak percaya akan cerita Asha.

Namun, setelah menjadi saksi berbagai kejadian aneh, akhirnya Mahisa berusaha untuk mengeluarkan Asha dari makhluk yang mengusik kehidupan Asha.

Mahisa pun akhirnya tahu kalau Asha telah mengalami kerasukan dan ia berniat untuk melakukan ritual yag dipercaya membebaskan Asha dari sosok makhluk gaib di tubuhnya. Ritual yang dimaksud ialah ruqyah. Nyatanya apa yang dilakukan Mahisa berdampak panjang. Sosok gaib yang merasuki Asha tak mudah untuk dilepaskan, bahkan mulai menyerang Mahisa. ***

Semangat Dua Generasi Film ‘5 Cowok Jagoan’

SUKSES menggarap film 3 (Alif Lam Mim) pada Oktober 2015 lalu, MVP Pictures dan sutradara Anggy Umbara kembali bekerja sama dalam satu produksi. Film yang berjudul 5 Cowok Jagoan akan meramaikan industri perfilman akhir tahun ini. Film kolaborasi kedua antara rumah produksi di bawah naungan Raam Punjabi berasal dari semangat dua generasi. Pada 1980 silam, ayah Anggy Umbara yakni Danu Umbara yang juga sutradara kenamaan sudah bekerja sama dengan Raam Punjabi sebanyak 8 film.

“Saya kerja sama sudah 8 film. Pertama film Senggol-Senggolan yang menampilkan Elvy Sukaesih, 5 Cewek Jagoan, 5 Cewek Jagoan Beraksi Kembali, sampai Perhitungan Terakhir. Saat itu pembuatannya dari PT Parkit Film dan di masa itu film-film Mas Danu sangat booming sekali serta menguntungkan perusahaan,” ujar Raam Punjabi, Produser film 5 Cowok Jagoan.

Danu Umbara memulai karier dimulai dengan Fadjar Ditengah Kabut (1966), 2 x 24 Djam (1967), Djalang (1970), Pengejaran ke Neraka (1971), Kerinduan (1979), sampai Lima Cewek Jagoan (1980) yang dibintangi Lydia Kandou, Yati Octavia, Eva Arnaz, Debby Chynthia Dewi, dan Dana Chrsitina. Produksi berikutnya Danu Umbara kerap bekerja dengan PT Parkit Film hingga ajal menjemput.

Sepeninggal Danu, Anggy Umbara meneruskan cita-citanya. Debut Mama Cake (2012) hingga Comic 8 (2014) yang merebut perhatian publik. Takdir pun mempertemukan Anggy dengan Raam Punjabi. “Hari pertama pemutaran Comic 8, saya menonton film ini bagus sekali. Saya lihat nama sutradaranya, ada hubungan apa dengan Mas Danu yang dahulu saya kenal. Saya cari tahu dan waduh saya jadi teringat pesan Beliau. Anak-anak saya bisa teruskan karya saya. Saat itu, saya nggak ngerti apa maksud Mas Danu. Berarti Beliau punya firasat bahwa anak-anaknya bisa meneruskan profesi ini,” tutur Raam Punjabi.

Meski Raam Punjabi baru bertemu dengan Anggy setelah Comic 8, jauh sebelum itu menurut penuturan Anggy keakraban dua keluarga dan dua generasi itu sudah terlihat. Nama Anggy merupakan pemberiaan Raam Punjabi.

“Kata mama saya, nama depan saya Kresna. Katanya nama Kresna itu Pak Raam yang kasih ke Papa. Karena tanggal 21 Oktober itu tanggal lahirnya Kresna di tahun itu.”

Lewat film 5 Cowok Jagoan yang merupakan prekuel dari 5 Cewek Jagoan, Anggy ingin meneruskan warisan sang ayah. “Saya ingin menghidupkan film superhero yang pernah dibuat Papa saya.”

Film 5 Cowok Jagoan terinspirasi dari film lawas Lima Cewek Jagoan (1980) yang menampilkan superhero wanita. Namun, Anggy memasang para pemain pria mulai dari Ario Bayu, Dwi Sasono, Arifin Putra, Muhadkly Acho, Cornelio Sunny hingga aktris Tika Bravani dan Nirina Zubir. ***

Livi Zheng Garap Film di Sukabumi

Livi Zeng

SUTRADARA muda yang sudah malang melintang di dunia perfilman Hollywood, Amerika Serikat, Livi Zheng menggarap dua film pendek bertema kemanusiaan dan kebudayaan di Sukabumi, Jawa Barat. “Dua film yang saat ini tengah saya garap berjudul Life is Full of Suprises dan Second Chance,” ungkap Livi.

Adapun sinopsis film Life is Full of Suprises bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga yang bahagia dan semuanya berubah ketika ibu dari anak gadis itu meninggal. Tetapi karena kegigihan anak tersebut akhirnya ia menyadari bahwa hidup itu penuh dengan kejutan.

Film ini menonjolkan kebudayaan Sukabumi yaitu pertunjukan bola api dan cambuk api, yang dikombinasikan dengan pencak silat. Adapun aktris dan aktor yang dilibatkan antara lain pemenang Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011 Prisia Nasution, Annisa Hertami dan aktor senior Hengky Solaiman.

Kemudian, film Second Chance bercerita tentang perjalanan hidup sepasang suami istri sederhana dengan berbagai konflik. Sang suami tegar dan semangat mencari nafkah sebagai pengrajin anyaman dengan kondisi cacat akibat kecelakaan yang dialaminya.

Sementara sang istri tetap setia dan rajin menjual sayuran setiap hari untuk mencukupi keluarga mereka. Second Chance ini dibintangi Avent Christi dan Anna Tarigan.

Penggarapan film ini juga melibatkan warga dan komunitas film Sukabumi dengan jumlah personel mencapai 200 orang lebih dan crew film yang didatangkan langsung dari Hollywood. “Rencananya pengambilan gambar di Sukabumi selama satu minggu, namun kami telah melakukan preparing selama tiga bulan untuk mencari tempat yang tepat dalam pembuatan film ini,” tambahnya.

Livi yang telah banyak menyutradrai berbagai film berkelas dunia seperti Brush With Danger yang masuk seleksi nominasi piala Oscar Insight yang dibintangi Tony Todd, Madeline Zima, Keith David, John Savage dan Sean Patrick Flannery serta serial televisi The Young Indiana Jones Chronicles kagum dengan kebudayaan Sukabumi.

Wanita Indonesia yang memiliki segudang prestasi pada olah raga wushu dan menjadi dosen di 25 universitas di dunia juga diharapkan bisa membantu mempromosikan kebudayaan Kota dan Kabupaten Sukabumi ke mata dunia. ***

Begini Alasan Jogjarockarta Batal Manggung di Pelataran Prambanan

THE show must go on. Pergelaran Jogjarockarta yang baru pertama digelar di Jogjakarta akhirnya harus pindah venue, dari candi Prambanan ke Stadion Kridosono yang terletak di pusat kota.

Kenapa bisa terjadi hal demikian ?

Tiga hari sebelum ‘hari H’, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) melayangkan surat protes kepada promotor Jogjarockarta, yaitu Rajawali Indonesia Communication. Surat protes juga dilayangkan kepada Taman Wisata Candi Borobudur, Ratu Boko dan Candi Prambanan.

Meski surat izin penyelenggaraan dan izin keramaian sudah dikantungi pihak promotor, namun IAAI mendesak pemerintah dan pengelola Taman Wisata agar membatalkan izin penyelenggaraan kegiatan yang telah dikeluarkan. Ketum IAAI, W. Juwita S. Ramelan beralasan bahwa UNESCO telah menetapkan Candi Prambanan sebagai World Cultural Heritage. “Selain itu, Candi Prambanan adalah situs agama yang sakral bagi umat Hindu. Candi Prambanan merupakan cagar budaya, karena itu pergelaran musik rock dan metal yang diadakan di area Candi tidak diperbolehkan karena termasuk kawasan suci,” ungkap Juwita.

Dikatakannya, berdasarkan penelitian kajian tim Balai Konservasi Borobudur pada konser Prambanan Jazz Festival di area Candi Prambanan medio Agustus tahun ini, tingkat kebisingan konser sudah melebihi ambang batas yang ditentukan, yaitu 60 desibel.

Tingkat getaran pada konser jazz mencapai rata-rata 0,04 milimeter (mm) perdetik. Tingkat getaran ini harus dijaga benar karena getaran berlebih dapat merusak struktur ikatan batu-batu candi. Bahkan, struktur batu candi dalam beberapa tahun kedepan bisa bergeser dan rusak akibat getaran musik rock dan metal yang sangat keras.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi yang dihubungi penulis mengaku sangat tidak masuk akal surat protes dari IAAI yang isinya membatalkan konser Jogjarockarta.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi

“Kalau ambang batas 60 desibel, kita ngomong saja, dengan suara keras, sudah melebihi 60 desibel,” sanggahnya.
Promotor yang sukses mendatangkan David Foster dan Sarah Brighman ini akhirnya bersikap legowo, setelah berdiskusi dengan rekan-rekan bisnis dan para musisi.

“Soal kecewa, jelas saya kecewa. Yang membingungkan saya sebagai promotor musik adalah ketidakjelasan regulasi pergelaran. Di satu pihak, saya sudah mendapatkan surat izin penyelenggaraan dan surat keramaian, namun di pihak lain, masih ada orang-orang yang mempersoalkan masalah tetek bengek dan hal-hal yang diluar nalar,” papar Anas.

Setelah direnungkan, bahwa konser Dream Theater di Jogjarockarta bisa menjadi isu internasional dan bisa menjadi polemik ramai di media sosial, Anas dan kru-nya akhirnya memindahkan venue dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono.

“Untungnya, manajemen dan personel Dream Theater dari Amerika Serikat bersedia dan mau main di Stadion Kridosono yang mampu menampung banyak penonton. Juga musisi dari band-band lokal seperti God Bless, PAS Band, Roxx, Kelompok Penerbang Roket, Burgerkill, Power Metal, Something Wrong dan Death Vomit, bisa mengerti dan tidak memasalahkan venue yang berpindah,” tambahnya.

Anas dan anak buahnya dalam waktu 2 hari itu bekerja keras memindahkan panggung, sound system dan lighting yang sudah terpasang di area Candi Prambanan ke Stadion Kridosono. Puluhan truk terus mengangkut peralatan dan aksesori panggung dan dalam cuaca hujan lebat, para pekerja dan roadies bekerja tanpa pamrih demi suksesnya sebuah konser musik rock dan metal.

“Saya dijuluki Bandung Bondowoso yang dalam sejarah Indonesia, terkenal karena dalam tempo sehari berhasil membangun puluhan Candi Prambanan dan Ratu Boko,” imbuhnya tersenyum.

Memang, antara kepentingan promotor dan regulasi Cagar Budaya – terutama candi warisan budaya – harus sinkron. Ditengah arus globalisasi dunia yang serba cepat ini, pencabutan izin penyelenggaraan untuk sebuah konser musik atau pertunjukan seni budaya tidak boleh terjadi lagi.

“Kami sependapat dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, bahwa warisan dunia harus dijaga dan dirawat oleh generasi penerus,” demikian Anas mengakhiri perbincangan ini.
Lalu? ***

Sepekan Tayang, Pengabdi Setan Ditonton Sejuta Orang

GELIAT film nasional kembali mempesona penonton. Sepekan sejak rilis di bioskop, film remake karya Joko Anwar, Pengabdi Setan, berhasil mengundang banyak penonton. Film yang dikampanyekan sebagai tontonan terhoror di Indonesia ini, merupakan daur ulang film era 1980-an.

Tak hanya publik awam, para sineas pun tak luput memberikan pujian kepada Joko atas pencapaian film horornya yang tayang perdana pada 28 September lalu.

Apresiasi penonton terus mengalir hingga hari ini. Seperti dilansir akun Instagram @pengabdisetanofficial pada Kamis (5/10/2017), film yang melakukan pengambilan gambar di Bandung ini telah ditonton hampir satu juta orang. Tepatnya telah ditonton 958.740 orang.

Menurut laman www.filmindonesia.or.id, Pengabdi Setan berada pada posisi ke-7 tepat di bawah Sweet 20 yang ditonton 1 juta lebih orang. Jumlah saat ini diperkirakan terus bertambah ke angka 1 juta, mengingat film ini masih tayang di 165 bioskop seluruh Indonesia.

Bagi Anda yang belum menyaksikannya, bisa mengunjungi jaringan bioskop XXI, CGV, Cinemaxx dan Platinum Cineplex di seluruh Indonesia.
Film remake yang dibintangi Tara Basro, Dimas Aditya, Endy Erfian, Nazar Anus, Ayu Laksmi ini bercerita tentang Rini beserta bapak, ibu, dan ketiga adik laki-lakinya. Mereka terpaksa tinggal di rumah neneknya di luar kota setelah rumah mereka dijual untuk pengobatan ibunya.

Ibunya sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya, sehingga keluarga mengalami krisis finansial. Setelah ibunya meninggal, ayah Rini pergi untuk sebuah pekerjaan. Teror mulai muncul. Sosok perempuan menyerupai ibu mereka menghantui Rini dan adik-adiknya.

Rini menemukan fakta bahwa di masa lalu keluarganya terlibat suatu perjanjian hitam yang mengancam keselamatan keluarga mereka. Rini dan adik-adiknya harus membuka misteri masa lalu untuk tetap hidup.***

Pengabdi Setan, Kartini, Raih Nominasi FFI Terbanyak

FILM  Pengabdi Setan arahan sutradara Joko Anwar mendapatkan nominasi terbanyak dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Dalam pengumuman nominasi FFI tahun ini di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017) malam lalu, layar lebar versi reboot dari film berjudul sama produksi 1980 ini menjadi nomine untuk 13 kategori. Di antaranya, nominasi untuk Penata Musik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Pencipta Lagu Tema Terbaik, Sinematografi Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik.

Selain Pengabdi Setan, film Kartini arahan sutradara Hanung Bramantyo juga mendapatkan 13 nominasi.
Malam puncak penghargaan FFI tahun ini, akan dihelat di Manado pada 11 November 2017.

Berikut daftar 13 nominasi untuk film Pengabdi Setan dan Kartini:
1. Penata Busana Terbaik
Anggia Kharisma ( Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Dara Asvia (Sweet 20)
Gemailla Gea Geriantiana (Night Bus)
Isabelle Patrice (Pengabdi Setan)
Retno Ratih Damayanto (Kartini)
2. Penata Rias Terbaik
Cherry Wirawan (Night Bus)
Cherry Wirawan, Dian Angraini (Gerbang Neraka)
Cika Rianda (Posesif)
Darwyn Tse (Pengabdi Setan)
Darto Unge (Kartini)
3. Penata Artistik Terbaik
Allan Sebastian (Kartini)
Allan Sebastian (Pengabdi Setan)
Benny Lauda (Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Vida Sylvia (Sweet 20)
4. Penata Efek Visual Terbaik
Amrin Nugraha (Night Bus)
Epix Studio, Postima, MAG – (Rafathar)
Finalize Studios (Pengabdi Setan)
Fixit Works (Pasukan Garuda)
Fixit Works (The Doll 2)
Orangeroom CS – Gerbang Neraka
5. Penata Musik Terbaik
Aghi Narottama, Tony Merle, dan Bemy Gusti (Pengabdi Setan)
Ivam Gojaya (Galih dan Ratna)
McAnderson (Ben & Jody)
Thoersi Argeswara (Pasukan Garuda)
Tya Subiakto – Mooncake Story
6. Pencipta Lagu Tema Terbaik
Isyana Sarasvati “Sekali Lagi” (Critical Eleven)
Melly Goeslaw “Dalam Kenangan” (Surga yang Tak Dirindukan 2)
Mada The Overtunes “Senyuman dan Harapan” (Cek Toko Sebelah)
The Spouse “Kelam Malam” (Pengabdi Setan)
7. Penata Suara Terbaik
Dwi Budi Priyanto, Khikmawan Santosa (Pasukan Garuda)
Khikmawan Santosa, Anhar Moha (Pengabdi Setan)
Khikmawan Santosa, Sutrisno (Kartini)
Wahyu Tri Purnomo, Jantra Suryaman (Night Bus)
Khikmawan Santosa, Mohamad Ihsan Sungkar, Madunazka (Cek Toko Sebelah)
Khikmawan Santosa, Mohamad Ihsan Sungkar, Suhadi (Critical Eleven)
8. Penyunting Gambar Terbaik
Aline Jusria (Sweet 20)
Arifin Cuunk (Pengabdi Setan)
Cesa David Luckmansyah (Cek Toko Sebelah)
Kelvin Nugroho, Sentot Sahid (Night Bus)
Ryan Purwoko (Critical Eleven)
Wawan I Wibowo (Kartini)
W Ichwandiardono (Posesif)
9. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Bagus Pramanti, Hanung Bramantyo (Kartini)
Fathan Todjon, Lucky Kuswandi (Galih dan Ratna)
Joko Anwar (Pengabdi Setan)
Rahabi Mandra, Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
Upi (Sweet 20)
10. Pengarah Sinematografi Terbaik
Amalia TS (Galih dan Ratna)
Anggi Frisca (Night Bus)
Batara Goempar (Posesif)
Faozan Rozal (Kartini)
Ical Tanjung (Pengabdi Setan)
11. Pemeran Anak Terbaik
Aisha Nurra Datau (Iqro)
Bima Azriel (Surat Kecil untuk Tuhan)
Muhammad Iqbal (Stip dan Pensil)
Muhammad Adhiyat (Pengabdi Setan)
Muhammad Razi (Surau dan Silek)
Neysa Chandra Melisenda (Kartini)
12. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Cek Toko sebelah)
Christine Hakim (Kartini)
Cut mini (Posesif)
Djenar Maesa Ayu (Kartini)
Marissa Anita (Galih dan Ratna)
Niniek L Karim (Sweet 20)
Widyawati Sophiaam (Sweet 20)
13. Pemeran Utama Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Critical Eleven)
Dian Sastrowardoyo (Kartini)
Putri Marino (Posesif)
Sheryl Sheinafia (Galih dan Ratna)
Tatjana Saphira (Sweet 20)
14. Pemeran Utama Pria Terbaik
Adipati Dolken (Posesif)
Deddy Sutomo (Kartini)
Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
15. Sutradara Terbaik
Edwin (Posesif)
Emil Heradi (Night Bus)
Ernesr Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Hanung Bramantyo (Kartini)
Joko Anwar (Pengabdi Setan)
Ody C Harahap (Sweet 20)
16. Film Terbaik
Cek Toko Sebelah
Kartini
Night Bus
Pengabdi Setan
Posesif