Baznas Bantu Renovasi Rutilahu di Kota Bogor

 Baznas Bantu Renovasi Rutilahu di Kota Bogor
Sepuluh rumah tak layak huni di Kota Bogor mendapat bantuan untuk diperbaiki.

TARGET Pemerintah Kota Bogor mengurangi angka rumah tidak layak huni (RTLH/Rutilahu) di Kota Bogor terbantu dengan adanya program bantuan stimulan Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jawa Barat. Sebanyak  10 rumah warga, saat ini sudah dalam proses renovasi. Masing-masing rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta.

Wakil Ketua II Komisioner Pendistribuan dan Pendayagunaan Baznas Kota Bogor Rusli Saimun mengatakan, Baznas telah membentuk tim untuk mencari rumah yang pantas diberi bantuan. Pencarian dilakukan melalui observasi lapangan dan melalui medsos. Hasilnya, didapat sepuluh rumah tersebar di enam kecamatan, dua di Bogor Barat, dua di Bogor Selatan, dua di Bogor Tengah, dua di Tanah Sareal, satu rumah di Bogor Timur dan satu rumah di Bogor Utara.

“Kesepuluh rumah tersebut kondisinya sangat tidak layak. Di Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah misalnya, rumahnya dari bambu dan sudah mau roboh. Ada juga atap rumahnya bocor dan tidak ada kamar mandi,” jelas Rusli, usai acara serah terima program Rutilahu Baznas di Aula Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (26/04).

Sepuluh warga tidak mampu di Kota Bogor menerima bantuan renovasi rumah dari Baznas. Foto : Ist.

Rusli menyebutkan, program ini sudah berjalan dan sudah memasuki tahap pembangunan 30-40 persen. Semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk renovasi termasuk tukangnya disiapkan Baznas. Sebab, jika diberikan secara langsung dikhawatirkan tidak sampai rampung. “Kami sengaja, penyerahan simbolisnya setelah ada pengerjaan sekaligus sebagai bukti kepada Baznas Provinsi,” terangnya.

Menurut Rusli, program Rutilahu ini tidak hanya dapat meringankan kerja Pemkot Bogor, namun juga membantu warga penghuni rumah tak layak. Ke depan, kata dia, Baznas akan terus membantu dan bersinergi dengan Pemkot Bogor. “Semoga di tahun-tahun berikutnya bantuan stimulan dari Baznas Provinsi bisa bertambah untuk Kota Bogor, karena tahun ini memang baru pertama kalinya,” terangnya.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor Hanafi mengatakan, Rutilahu ini memang perlu ditangani semua pihak baik pemerintah, organisasi dan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini karena Pemkot Bogor tidak bisa menangani semua RTLH yang ada di Kota Bogor, terlebih kemampuan anggaran sangat terbatas. Untuk itu, Pemkot menggandeng dan mengajak dunia usaha untuk bersinergi dengan program kegiatan kemiskinan.

Sopiah (72), salah seorang penerima bantuan Baznas, merasa senang  dengan adanya program tersebut. Bekerja sebagai tukang bersih-bersih masjid, tidak mampu merenovasi rumahnya yang bocor. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja, Sopiah mengaku kesulitan. “Biaya perbaikan rumah kan mahal, tapi alhamdullilah dapat bantuan,” ujar Sopiah. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *