Banten Maju “Nomor Satu”

 Banten Maju “Nomor Satu”

MENDEKATI hari H pesta rakyat, Pilgub Provinsi Banten, aroma kampanye mulai mengerucut kepada kampanye “teknis”. Baik Paslon nomor urut 1 (Wahidin Halim – Andika), dan paslon nomor urut 2 (Rano Karno – Embay), mulai mengampanyekan “pilih nomor”. Tagline “Banten Maju, Pilih Nomor 1”, lebih dahulu menyeruak ke tengah basis suara, dibanding paslon nomor urut 2.

Dahulu itu….

Kampanye di Banten selalu diwarnai negative campaign, terkait isu “politik dinasti”. Belakangan, tim kampanye Rano – Embay, sudah tidak lagi menggunakan isu itu, karena di lapangan tidak laku. Memang, Andika bisa diserang dari sisi politik dinasti, sekalipun itu tidak relevan. Lebih dari itu, masyarakat Banten melihat sosok Wahidin Halim sebagai pemimpin daerah yang sukses ketika di menjabat Walikota Tangerang selama dua periode.

Masyarakat Banten memiliki pandangan tersendiri, yang tidak bisa dipengaruhi oleh ketenaran Rano sebagai tokoh Si Doel. Dalam konteks kontestasi menuju “Banten-1”, yang mereka sandingkan adalah rekam-jejak dan prestasi keduanya. “Kami warga Banten tahu dan merasakan, prestasi apa yang sudah dilakukan oleh kedua calon gubernur. Pak Wahidin dua periode memajukan Tangerang menjadi seperti sekarang. Adapun Pak Rano, maaf kata, nyatanya memang tidak ada kemajuan berarti,” kata Saadih, buruh pabrik yang tinggal di Tangerang.

Wahidin – Andika yang kini gencar mengampanyekan “coblos nomo urut 1” itu, semakin tak terbendung. Salah satunya, karena kampanye yang simpatik, serta jabaran visi dan misi yang sangat jelas. Semua program yang dikampanyekan, betul-betul menyentuh kebutuhan rakyat Banten. Misalnya, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Itu yang utama. Jangan bicara banyak-banyaklah…, sedikit tapi jelas, itu lebih masuk akal, dibanding kampanye mau bikin ini-itu, tapi faktanya tidak ada,” tambah Saadih.

Sebagai Walikota Tangerang, Wahidin Halim memiliki pengalaman memimpin daerah penyangga ibukota. Ia berhasil menempatkan Kota Tangerang menjadi sepadan dengan kemajuan Jakarta. Karena itu, pasangan nomor urut 1 di Pilgub Banten ini, berambisi “memindah Jakarta” ke Banten. Maksudnya adalah, mewujudkan kemajuan Banten menyerupai derap laju pembangunan Ibukota Negara. Sebab, betapa pun, Banten berdekatan dengan Jakarta.

Masyarakat Banten tentu tidak ingin, daerahnya timpang dibanding Jakarta. Ketimpangan selama ini, membuat warga Banten merasa kurang bangga sebagai warga “bumi jawara”. Akan tetapi, dengan kemajuan yang dicanangkan Wahidin Halim, masyarakat Banten bisa berdiri sejajar dengan warga Ibukota, sebagai warga kota modern dan sejahtera. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *