Aneh Tapi Nyata, Mewarnai Deputi II INASGOC

 Aneh Tapi Nyata, Mewarnai Deputi II INASGOC

BERBAGAI kejadian yang mewarnai INASGOC menjelang Asian Games 18 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang Agustus 2018. Seperti halnya Deputi II yang memenangkan tender di bidang pengadaan Crowd Control Manegement PT Garda Paksi Nusantara dengan menyingkirkan PT Rajawali Duta Pro.

PT Garda Paksi Nusantara atau disingkat Gapara adalah perusahaan penyedia jasa pengamanan atau security. Artinya, pengalaman Gapara hanya di bidang keamanan saja. Sementara PT Rajawali Duta Pro adalah perusahaan yang biasa menangani bidang crowd control dengan kualifikasi dengan pengalaman nasioanal dan internasional, salah satunya ketika sukses menggelar Java Jazz Internasional 2004-2018, Bon Jovi, Mariah Carey, Black Eyeed Peace, dan Iwal Fals.

Anehnya, pihak Deputi II Inasgoc memenangkan pihak Gapara dengan nilai kontrak yang mahal dengan harga Rp9.448.227.003. Padahal, PT Rajawali Duta Pro memberikan penawaran jauh lebih murah yakni sebesar Rp 9.030.230.000. Itu berarti ada selisih Rp 412 juta.

Ketika hal ini dikonfirmasi pada Deputi II Inasgoc Francis Wanandi yang bersangkutan dinyatakan sedang rapat. “Oh maaf, bapak sedang rapat. Nanti saya sampaikan kepada beliau, pak,” ujar Sekretaris Francis Wanandi, Janet.

Saat wartawan meminta konfirmasi dengan Wakil Deputi II INASGOC Djaja Sukirman, tidak bersedia menanggapi persoalan tersebut.  “Oh mohon maaf, saya tidak berwenang menjelaskan masalah ini. Biar nanti Pak Francis yang menjelaskannya kepada bapak. Meskipun hal itu ada di bidang kami, tapi intinya semua harus melalui Pak Deputi,” jelas Djaja Sukirman. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *