Ada Apa dengan Penyu, Arapaima, dan Buaya di Surabaya?

 Ada Apa dengan Penyu, Arapaima, dan Buaya di Surabaya?

TIGA mahkluk eksotik: Penyu, ikan arapaima, dan buaya, bakal dikenalkan lebih dekat kepada pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jl Setail 1, Surabaya. Acara menarik ini dikemas dalam titel One Stop Keeper Talk, dan digelar Selasa (28/3) bertepatan Libur Nasional Nyepi.

Kebun binatang yang dikelola Pemot Surabaya (PD Taman Satwa) itu, terbilang rutin menggelar acara di hari-hari besar. Untuk atraksi penyu, arapaima, dan buaya, pengelola mengenakan tiket Rp 35.000. Harga tiket sebear itu, sudah termasuk untuk masuk KBS, aquarium, pin spesial, photo booth, dan foto bareng Iguana.

Ihwal tiga satwa, penyu, arapaima, dan buaya, adalah koreksi KBR. Penyu adalah kura-kura laut yang ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Sedangkan, ikan arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapat arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain.

Adapun buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku.

Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.

Yang penasaran, silakan datang ke KBS, besok. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *