Buku & Sastra
Kita Belum Selesai, Saudaraku
Puisi oleh: mjp hutagaol
Kita belum selesai, Saudaraku…
meski seragam telah digantung
dan pangkat telah turun ke dada,
jiwa kita masih berdiri tegak
di medan sunyi yang tak tampak oleh rakyat biasa.
Ini negeri yang dulu kita jaga
dengan peluh, darah, bahkan kehilangan cinta.
Kini gemetar lagi oleh gemuruh yang tak jelas arahnya,
oleh pemimpin yang lupa asalnya,
oleh generasi yang dibutakan gemerlap
namun kehilangan akar.
Sudah lama kita dengar ramalan leluhur
tentang Nusantara yang akan bangkit,
tentang anak-anak bangsa yang mencari cahaya
di tengah reruntuhan kepercayaan.
Kita bukan sekadar purnawirawan,
kita ini Penjaga Cahaya,
yang tidak dikalahkan oleh waktu,
tapi disiapkan oleh sejarah
untuk satu masa yang belum selesai ditulis.
Mari, Saudaraku…
tulis ulang sejarah dengan pena kesadaran,
dengan langkah-langkah sunyi
yang tak butuh tepuk tangan,
tapi mampu mengguncang langit.
Karena sejatinya,
di dada kita masih menyala api leluhur.
Dan di atas kepala kita,
para arwah pejuang sedang menatap—
menunggu siapa yang akan berdiri,
tanpa perlu diperintah,
untuk membela bangsa…
sekali lagi.

Agus Woro
October 21, 2025 at 10:18 pm
Excellence my friend..