Tim MALIMPA UMS Bersiap Mendaki Gunung Tertinggi Dunia ‘Chimborazo’ di Ekuador

 Tim MALIMPA UMS Bersiap Mendaki Gunung Tertinggi Dunia ‘Chimborazo’ di Ekuador

Tim MALIMPA UMS Bersiap Mendaki Gunung Chimborazo/foto: MALIMPA UMS

JAYAKARTA NEWS— Begitu lekat dipikiran kita bahwa gunung Everest adalah yang tertinggi di dunia. Tidak banyak yang mengetahui bahwa gunung tertinggi di dunia bukanlah gunung Everest di Pegunungan Himalaya, melainkan gunung Chimborazo di Ekuador yang berada di jajaran pegunungan Andes.

Chimborazo berada satu derajat sebelah Selatan Khatulistiwa, sementara Everest hampir 28° Utara Khatulistiwa. Pasalnya, bumi bukan bola yang sempurna. Planet bumi lebih “tebal” di sekitar khatulistiwa. Hal ini yang menjadikan Chimborazo sebagai daratan tertinggi di dunia di atas inti bumi.

Dari inti bumi, Chimborazo menjulang 6.384,416 kilometer atau hampir 2 kilometer lebih tinggi. Sedangkan Everest hanya selisih sedikit berada di 6.382,605 kilometer. Jika perhitungan dilakukan dari permukaan laut Everestlah yang tertinggi dengan ketinggian 8.884 mdpl dan Chimborazo 6.268 mdpl. Itulah yang menjadikan Chimborazo gunung tertinggi dunia diatas inti bumi.

Chimborazo menjadi daratan yang paling dekat dengan atmosfer, dengan itu menjadikan tantangan tersendiri ketika mendakinya. Ketika siang hari salju dan es akan mencair lebih cepat dari pada gunung-gunung tinggi di kawasan lain. Sehingga kemampuan fisik yang baik sangat berpengaruh dalam keberhasilan mencapai gunung tertinggi tersebut.

Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kini sedang mempersiapkan keberangkatan tim ekspedisi untuk mendaki gunung tertinggi di atas inti bumi, Chimborazo. MALIMPA membentuk tim MALIMPA UMS Indonesia Expedition (MUIE) guna mempersiapkan penjelajahan tersebut. Tim MUIE telah mempersiapkan penjelajahan ini sejak 2019 lalu yang semula direncanakan mencapainya pada 2020. Karena terdapat pandemi global, program tersebut dijadwalkan ulang pada Oktober 2022 ini.

foto: MALIMPA UMS

Yuda Adi Prasetyo selaku ketua umum MALIMPA UMS, menyampaikan bahwa kini tim disiapkan dengan berbagai latihan dan pembekalan keterampilan. Di antara pembekalan fisik yang intens setiap Senin-Sabtu dengan berbagai variasi latihan fisik yang dijalanakan selama 6 bulan terakhir. Selain itu tim juga dibekali keterampilan di antaranya teknik pendakian gunung es, pertolongan pertama penyakit ketinggian, videografi/fotografi, bahasa dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya mendaki gunung tertinggi dunia, tim MUIE juga akan mempromosikan potensi seni, budaya, pariwisata Nusantara serta melakukan studi etika dan kebiasaan berbusana masyarakat Ekuador. Latar belakang sebagai akademisi dan mahasiswa pecinta alam menjadi dasar rangkaian program ini dibentuk sebagai rangsangan pemuda Indonesia untuk terus mengembangkan potensi sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana Nur Yatmi berharap program MUIE juga turut menyemarakan Muktamar Muhammadiyah ke 48 yang akan dilaksanakan di Surakarta pada November mendatang serta menjadi kado persembahan hari jadi almamater UMS tercinta yang ke 64.

“Kami sangat sadar bahwa ekspedisi ini tidak mudah. Tantangannya sangat besar, tetapi kami yakin dengan disiplin berlatih, persiapan yang dapat dipertanggungjawabkan dan semangat Merah Putih yang ada pada dada kami serta do’a ikhlas dari bangsa Indonesia, atas ridho-Nya ekspedisi Indonesia ini akan berdiri di gunung tertinggi dunia Chimborazo pada Oktober 2022, Aamiin”.***/pr

admin

1 Comment

  • Bravo Malimpa

Leave a Reply

Your email address will not be published.