Tentang Komunitas Jawa Bekasi

 Tentang Komunitas Jawa Bekasi
Tri Adhianto Tjahyono,Wakil Wali Kota Bekasi (kiri) menyerahkan dokumen pengukuhan KJB yang diterima langsung oleh Suyanto, Ketua Komunitas Jawa Bekasi (KJB), dalam sebuah acara nonton wayang kulit semalam suntuk di Bekasi, 23/3/2019.

JAYAKARTA NEWS – Nama kota ini pendek saja: Bekasi. Ada yang mengartikan kota yang “membekas di hati”. Kota ini sangat populer, tidak saja sekarang, tapi sejak zaman perjuangan. Pujangga Chairil Anwar bahkan menulis puisi “Karawang-Bekasi” yang monumental dan heroik. Pengarang kelas dunia kita, Pramoedya Ananta Toer melahirkan novel “Di Tepi Kali Bekasi”.

Dan baru-baru ini, di kota ini pula lahir Komunitas Jawa Bekasi. Mengapa Bekasi begitu istimewa? Sekilas, mari kita runut data administrasi kota ini. Ia adalah salah satu kotamadya di Privinsi Jawa Barat. Kota ini berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta di sisi barat, Kabupaten Bekasi di sebelah utara dan timur, Kabupaten Bogor dan Kota Depok di sisi selatan.

Luas kota ini sepertiga luas Jakarta, persisnya hanya 210,49 kilometer persegi, terbagi menjadi 12 kecamatan. Kecamatan-kecamatan di Kota Bekasi adalah Pondok Gede, Jatisampurna, Jatiasih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, dan Pondok Melati. Adapun jumlah kelurahannya tercatat 56.

Karena letaknya yang sangat strategis, Kota Bekasi lantas menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang dan tinggal di Kota Patriot ini. Selain kemudahan akses ke Ibu Kota, kota ini juga memiliki sarana pendukung yang memadai di bidang transportasi, jalan tol, serta commuter line.

Tak pelak jika kaum urban di Kota Bekasi jumlahnya lumayan besar. Beragam suku diam di kota ini. Ada Betawi, Sunda, Jawa, Minangkabau, Batak, dan Tionghoa. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Kota Bekasi banyak membangun kota kota mandiri seperti kota Harapan Indah, Kemang Pratama, Galaxy City dan Summarecon.

Untuk jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini sudah mencapai lebih dari 2,8 juta jiwa (2018), dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 4,2 persen setiap tahunnya, sehingga diperkirakan pada tahun 2022 nanti, jumlah penduduk Kota Bekasi akan mencapai sekitar 3,6 juta jiwa, jauh lebih besar bila dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk nasional yang mencapai 1,47 persen per tahun. Dari total penduduk itu paling besar berasal dari suku Jawa yang mencapai 42 persen.

Urbanisasi tidak bisa dicegah, dan kota ini mengelolanya menjadi kekuatan dengan cara menciptakan lapangan kerja baru seperti ekonomi kreatif, kuliner, dan lain-lain. Hal inilah yang mendorong terbentuknya komunitas orang orang Jawa di Kota Bekasi.

Maryadi, Anggota DPRD Kota Bekasi (nomor 2 dari kanan), sekaligus Pembina Komunitas Jawa Bekasi (KJB), saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan KJB dan nonton wayang kulit semalam suntuk di Bekasi,23/3/2019.

Komunitas Jawa Bekasi (KJB) yang telah dikukuhkan pada tanggal 23 Maret 2019 oleh Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dalam sebuah acara pergelaran seni wayang kulit semalam suntuk. Sebagai Pembina H. Maryadi, yang saat ini menjabat anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019 dan maju kembali pada Pemilu 2019 untuk daerah pemilihan (Dapil) 6, yakni Kecamatan Bekasi Barat – Medan Satria, dan H. Suyanto sebagai Ketua KJB periode 2019-2024.

Acara yang diprakarsai KJB bersama “Sahabat Maryadi” ini berlokasi di lingkungan RW 27 Pejuang Jaya, depan RS THB Kelurahan Pejuang Jaya, Kecamatan Medan Satria, Bekasi Kota. Selain dihadiri Wakil Wali Kota, acara juga dihadiri para pejabat daerah seperti Camat Medan Satria, Lurah dan RW Pejuang Jaya, Kapolsek, Danramil serta tokoh masyarakat lain.

Komunitas Jawa Bekasi (KJB) dibentuk untuk me-nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa. Di samping, sebagai ajang silaturahim, keguyuban dan seduluran wong Jowo sing ono ing Bekasi (menjaga persaudaraan orang-orang Jawa yang ada di Bekasi). Komunitas ini diharapkan bisa memberikan kebahagiaan kepada seluruh anggota, serta warga Kota Bekasi pada umumnya.

Kehadiran Komunitas Jawa Bekasi (KJB) diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan melalui empat bidang yang akan menjadi program KJB, yakni bidang sosial, budaya, kemanusiaan, dan ekonomi kreatif. “Dengan begitu, komunitas ini dapat mendukung terciptanya Kota Bekasi menjadi kota yang maju,sejahtera dan ihsan,” ujar Tri Adhianto dalam sambutannya.

Untuk mendukung program tersebut Komunitas Jawa Bekasi (KJB) saat ini sudah memiliki area lahan tanah seluas 4.000 meter persegi di Mustika Jaya. Tanah itu siap dibangun sebagai pusat kumpul kegiatan KJB seperti sanggar seni, tempat latihan para dalang kecil Bekasi, pergelaran wayang, musik, aktivitas paguyuban dan sebagainya. (Nanang S)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *