Di Tangan Terampil Janur Kelapa Bernilai Tinggi 

JAYAKARTA NEWS— Janur kuning sangat identik dengan pesta pernikahan, menjadi penanda atau hiasan adanya hajatan di sekitar lokasi. Itu yang menjadi patokan para tamu-tamu undangan. Jadi janur ini sebuah kerajinan tangan yang diolah dan dihias sedemikian rupa dari daun kelapa

Janur kuning banyak memiliki bentuk yang unik dan elegan, serta memiliki makna simbolis yang mendalam. 

Menurut berbagai sumber yang disadur oleh media ini asal kata ‘janur’ berasal dari bahasa Jawa, yang mengandung serapan bahasa Arab, yakni Sejane Neng Nur yang berarti arah menggapai cahaya Ilahi. Sedangkan kata ‘kuning’ menurut beberapa literatur menyebutkan bahwa maknanya adalah Sabda Dadi, artinya berharap semua keinginan dihasilkan dari hati atau jiwa yang bening bakal terwujud.

Dengan demikian, janur kuning mengisyaratkan sebuah harapan yang mulia untuk mendapatkan ridho Ilahi dengan dibarengi jasmani dan rohani yang bersih. Yang mana harapan baik itu diwujudkan dengan pelaksanaan hajatan yang baik pula. Di sinilah esensi sesungguhnya yang ada pada janur kuning. 

Belajar dari YouTube

Janur kelapa, sebuah bahan alami yang menyimpan pesona seni dan kreativitas yang luar biasa. Melalui tangan-tangan terampil pengrajin, janur kelapa berubah menjadi kerajinan tangan yang menarik dan bernilai tinggi. 

Sehingga tidak dipungkiri seni merangkai janur kelapa ini banyak dijadikan sebagai mata pencaharian. 

Seperti Siti Saripah Siregar, ibu dua orang anak ini bersama suaminya M. Yutan Dalimunthe sudah empat tahun sebagai pengrajin Janur Kelapa di depan emperan toko di Jalan Denai, Medan Kota.

Janur Kuning hasil dari pengrajin Siti Saripeh Siregar, di Jalan Denai, Medan Kota (foto: monang)

Kepada awak media ini beberapa hari lalu Siti Saripah Siregar menuturkan, sebelum berjualan janur kami menjual bakso di rumah, tetapi ketika Covid-19 melanda usaha pun tutup dan akhirnya muncul  ide untuk berjualan janur kuning. 

“Kami jadi pengrajin atau penjual janur, sarang ketupat sudah sekitar 4 tahun. Dan belajar merangkai janur ini pun dari YouTube karena diusulkan anak, jadi suami dan anak saya sudah bisa merangkai janur,” jelas Ibu yang berhijab itu. . 

“Kalau mengingat saat belajar merangkai janur ini, ada lucunya juga. Selama 2 bulan belajar untuk merangkai janur masih juga mereng-mereng. Sulit juga. Tapi beda dengan anak saya, ia cepat dan ligat, bahkan pembeli menunggu satu jam saja pesanan bisa dikerjakan,” ujar Siti Saripah Siregar mengenang. 

Hal tersebut pun, dibenarkan M. Yutan Dalimunthe, “Saya belajarnya malah 3 bulan, tekad belajar itu sebuah keharusan karena kalau ada pelanggan yang pesan, kita tidak bisa buat, lalu pakai jasa orang lain untung tipis padahal bahan dari kita semua. Jadi mau tidak mau kita harus belajar mengerjakan sendiri,’.

Setelah itu ditambahkan Siti lagi, kalau harga janur pernikahan satu set pake bambu, ada nama kedua mempelai harganya Rp120 ribu, kalau janurnya saja harga sekitar Rp70-80 ribu, kemudian sarang ketupat sate satu renteng isinya 100 harga Rp15.000. Selain itu ada juga beli janur kelapa saja, itu biasanya anak kuliah untuk bahan belajar. 

“Dan Alhamdulillah, pendapatan perhari itu dari pembeli sarang ketupat untuk sate dan lumayan, kemudian dari janur ini tidak tentu, ramainya pesanan Jumat dan Sabtu, seperti sekarang sudah laku 7 janur, ada yang pesan komplit dan ada cuman janur saja. Apa lagi saat ini ramai yang pesta. Oh, iya kalau bahan janur kelapa ini kami pesan langsung dari Hamparan perak,” beber Siti mengakhiri perbincangan. (Monang Sitohang) 

Pelaku Parekraf Meriahkan KTT ke-43 ASEAN Lewat ‘CElebrASEAN Expo 2023’

JAYAKARTA NEWS – Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif turut memeriahkan pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN melalui penyelenggaraan ‘CElebrASEAN 2023’ yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). 

Diselenggarakan di Skybridge ASEAN, Stasiun MRT ASEAN, pada 6-9 September 2023, CElebrASEAN Expo 2023 bertujuan untuk memperkuat dan meramaikan KTT ke-43 ASEAN, dengan kegiatan yang relevan, konkrit, dan turut merangsang keterlibatan berbagai entitas, termasuk koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), serta pelaku ekonomi kreatif baik dari Indonesia maupun wilayah ASEAN lainnya.

Sebanyak 23 pelaku parekraf yang mengikuti ‘CElebrASEAN Expo 2023’ ini diantaranya Dapur Mama Eza Rendang; Ahza; Cabilong; Galleries Abata; MAGYS & Ka Ha Su; de’Dessert (Dessert Ibukota); Safaa Craft; Qorychan Handmade; Gandaria Batik Betawi; Ngramu Djamoe; Desa Wisata Keranggan; Desa Saba Budaya; Perkampungan Budaya Setu Babakan; WONDERFUL INDONESIA CO-BRANDING; Soloputri; Si Juki; Bella Bello; Pesona RekseASEAN.

Ada juga Tourism Malaysia; Singapore Tourism Board; Taman Safari Indonesia; ASITA TRAVEL FAIR; dan Jakarta Experience Board. 

Salah satu pelaku ekonomi kreatif dengan brand Ahza, Nirahma Hamim, menyampaikan ia sangat antusias saat mendapatkan informasi untuk membuka stand di event CElebrASEAN 2023.

“Kami senang sekali saat lolos kurasi. Dan langsung mempersiapkan produk-produk yang akan dijual,” kata Nirahma. 

Ia menjual berbagai produk kerajinan tangan dengan motif yang mengangkat budaya Betawi, seperti pouch bergambar ondel-ondel, tas bergambar monas, dan sebagainya. 

Nirahma berharap melalui CElebrASEAN 2023, produknya bisa dibeli dan disukai oleh para delegasi ASEAN yang hadir.

“Harapannya produknya bisa digunakan, dimanfaatkan, nggak cuma dipajang saja, karena produk kami bisa dipakai di kantor, di mobil, ini usefull banget. Bisa untuk tempat tisu basah, tisu kering, hand sanitizer, dan apalagi ini menurut saya unik, karena ada ornamen ondel-ondelnya yang khas, jadi memperkenalkan Jakarta dan budaya Betawi,” kata Nirahma. 

Sama dengan Nirahma, pelaku ekraf lainnya dari brand MAGYS & Ka Ha Su, Grace Yurianne, dengan produk unggulannya kopi, berharap semakin banyak delegasi ASEAN yang bisa berkunjung ke event CElebrASEAN Expo 2023 ini. Sebab, banyak produk ekonomi kreatif yang dapat dibeli di sini untuk dijadikan buah tangan, termasuk produk kopi miliknya. 

“Kami ingin kualitas kopi Indonesia bisa dikenal lagi oleh masyarakat di negara-negara ASEAN. Dan produk kopi kami yang compact sekali untuk dijadikan oleh-oleh ini bisa menarik perhatian mereka,” kata Grace. 

Sementara itu, pelaku pariwisata dari Desa Wisata Keranggan, Maulana, berterima kasih dengan adanya CElebrASEAN Expo 2023 ini, karena banyak penumpang MRT yang menyampaikan ketertarikannya untuk berlibur ke Desa Wisata Keranggan, desa wisata di tengah kota. 

Ia berharap para delegasi KTT ke-43 ASEAN yang tidak memiliki waktu banyak di Indonesia, bisa menyempatkan untuk berwisata di Desa Wisata Keranggan di Tangerang Selatan, Banten.

“Harapan kami para delegasi bisa ke tempat kami, ke Desa Wisata Keranggan, untuk menikmati atraksi-atraksi yang kita tawarkan, salah satunya jungle track, dan susur sungai, dan kalau ingin wisata alam kita ada camping ground, dan ini sangat dekat dari Jakarta,” kata Maulana.***/uli

Ini Strategi KemenKopUKM Ciptakan 1 Juta Wirausaha Baru hingga 2024

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkomitmen untuk mewujudkan target rasio kewirausahaan 3,95 persen dan menciptakan satu juta wirausaha baru hingga 2024, sebagaimana amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, di mana pemerintah pusat memiliki tanggung jawab untuk mencetak 600 ribu wirausaha baru, sedangkan 400 ribu sisanya menjadi tugas bagi pemerintah daerah. Sehingga pada akhir 2024, target satu juta wirausaha baru dapat tercapai.

“Hingga akhir 2022, kami sudah mencetak 392.847 wirausaha lewat berbagai strategi yang dirancang oleh KemenKopUKM, mulai dari program inkubasi usaha, digitalisasi KUMKM, konsultasi bisnis dan pendampingan, kegiatan pengembangan kewirausahaan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), hingga pendataan lengkap di masing-masing daerah,” kata Menteri Teten.

Sepanjang 2022 KemenKopUKM telah melakukan 36 kegiatan pengembangan kewirausahaan, baik yang dilakukan untuk calon wirausaha, wirausaha pemula, dan wirausaha mapan. Dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut, KemenKopUKM berhasil melakukan pendampingan kepada 36.821 wirausaha, dengan rincian sebanyak 17.790 merupakan calon wirausaha, 16.144 wirausaha pemula, dan 2.887 wirausaha mapan.

“Untuk pengembangan kewirausahaan tahun ini, kami akan mengagendakan berbagai kegiatan untuk mengulang sukses di tahun 2022, dengan beragam inovasi yang kami harapkan dapat lebih banyak menghasilkan wirausaha baru yang berkualutas,” ujar Menteri Teten.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah mengatakan, di tahun ini pihaknya telah mengagendakan inkubasi usaha bagi 100 hingga 120 startup yang dilakukan di delapan lembaga inkubator. 

Kedelapan lembaga inkubator tersebut antara lain Badan Riset dan Inovasi Daerah NTB, INBIS-Universitas Syiah Kuala, Badan Pengembangan Riset Inovasi Universitas Sumatera Utara (USU), Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Institut Teknologi Indonesia (PI2B-ITI), Lembaga Inkubator Bisnis Bali, LPPM UNNES, STIA-LAN Bandung, Lembaga Inkubator Universitas Trilogi.   

“Kenapa ada banyak kampus yang dilibatkan? Karena kami berharap hasil penelitian bisa dikomersilkan. Ide pendirian startup ini juga bisa datang dari hasil riset. Kami sudah melakukan studi banding ke Melbourne, Australia,” ungkapnya. 

Azizah mengatakan, di tahun ini KemenKopUKM sudah melakukan inkubasi di Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Institut Teknologi Indonesia (PI2B-ITI). Kemudian, inkubasi kedua akan dilakukan di Badan Pengembangan Riset Inovasi USU, yang juga bertepatan dengan diselenggarakannya Entrepreneur Hub, dengan tema Wirausaha Baru Tercipta Pengrajin Berdaya pada 15-17 Mei 2023.

Inkubasi di USU tersebut, kata Azizah akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pihaknya akan menyeleksi para peserta inkubator, kemudian melakukan booth camp selama tiga hari. Langkah selanjutnya adalah coaching clinic yang akan dilakukan sebanyak 7 kali, dan terakhir adalah demo day untuk mempresentasikan hasil dari inkubasi.

“Demo day diperlukan untuk business pitching dengan tiga negara. Kami mengundang calon investor dari Jepang, Korea dan Australia untuk turut serta mendanai bisnis yang sudah kami inkubasi. Selain ketiga negara ini, kami juga melibatkan investor dalam negeri,” kata Azizah.***/ebn

Sektor Logam Dominasi 70 Persen Transaksi Online

PELAKU industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian, yang dinamakan e-Smart IKM. Hingga tahun 2017, program ini menghasilkan total nilai penjualan lebih dari Rp236 juta dengan kontribusi terbesar dari transaksi IKM logam yang mencapai 70 persen.  “IKM logam merupakan salah satu sektor yang potensial dari delapan sektor e-Smart IKM lainnya, seperti IKM makanan dan minuman, perhiasan, herbal, kosmetik, fesyen, kerajinan, furnitur, dan sektor kreatif,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih, di Jakarta, baru – baru ini.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih

Berdasarkan data e-Smart IKM yang dihimpun Kemenperin, terdapat salah satu IKM yang memiliki angka penjualan fantastis hingga 1.740 transaksi yang telah dilakukan. IKM tersebut adalah Linda Variasi milik Poniman (43), warga Pasuruan, Jawa Timur yang membuka toko onlinenya melalui Bukalapak.com.

Menurut Gati, Linda Variasi termasuk dalam IKM logam yang memproduksi berbagai komponen untuk otomotif, khususnya produk variasi dan onderdil kendaraan roda dua. “Poniman menawarkan sebanyak 71 macam produk dengan harga mulai dari Rp40 ribu sampai Rp110 ribu per produk,” ungkapnya.

Linda Variasi juga tergolong IKM yang cukup sukses berjualan di Bukalapak. Dia berhasil mendapatkan label pelapak terbaik dengan jumlah transaksi 15-30 pesanan per hari. “Sebelumnya, saya hanya mampu menjual lima produk setiap harinya dan hanya dijual di daerah lokal Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujar Poniman.

Saat ini, Poniman mengaku setiap bulan rata-rata mampu menjual sebanyak 450 produk kepada para pelanggannya yang berasal dari Sabang sampai Merauke. “Sekarang saya juga sudah punya pelanggan tetap di Maumere dan Papua,” imbuhnya.

Menurut ceritanya, Poniman melanjutkan bisnis keluarga di sektor IKM logam pengolahan dengan mesin industri rumahan sejak tahun 2015. Hingga kini, usahanya telah menyerap tenaga kerja 10 orang, di mana tiga orangnya bekerja di bagian pengemasan produk. “Dalam produksinya, kami menggunakan bahan baku lokal yang biasa dibeli di toko material di Pasuruan,” tuturnya.

Poniman termasuk salah satu peserta workshop e-Smart IKM di Sidoarjo pada September 2017. Dalam waktu delapan bulan berjualan online setelah mengikuti lokakarya tersebut, dia berhasil menjadi peserta e-Smart IKM yang dinilai sukses berjualan melalui marketplace. “Setelah saya belajar berjualan online dari program e-Smart IKM, saya langsung diajari tips dan trik tentang cara berjualan online yang bagus. Dalam waktu dua minggu saja sudah terlihat produk saya sudah banyak laku terjual di online,” paparnya.

Selain untuk memperluas akses pasar, program e-Smart IKM ini pun menjadi sistem database karena menampilkan profil, sentra, dan produk IKM sehingga bisa sebagai bahan analisa untuk melakukan pembinaan ke depannya. Selain itu dapat mengetahui data bahan baku IKM serta mesin dan peralatan atau teknologi yang dibutuhkan IKM.

Sejak diluncurkan pada Januari 2017 lalu, workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 1.730 peserta. Tahun ini, kegiatan tersebut dapat menggandeng 4.000 IKM di seluruh Indonesia dan 12.000 produk IKM masuk dalam marketplace. Program e-Smart IKM ini telah menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri, antara lain Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, dan Shopee. ***

Erick Gandeng UKM dan Ekonomi Kreatif di Asian Games 2018

Erick Thohir –foto istimewa

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) berencana menggandeng UKM dan Ekonomi Kreatif guna menyemarakkan event Asian Games 2018 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir dihadapan  peserta kursus kader partai Nasdem di Jakarta, Minggu (25/2)

Menurut Erick, paradigma tentang sumber daya suatu negara saat ini sudah berubah. Negara sudah tidak lagi mengandalkan sumber daya alam, tetapi sudah beralih ke sumber daya manusia. Itu sebabnya, lanjut pria  penggila olahraga bola baket dan pemegang saham di klub sepakbola Inter Milan (Italia) itu,  Asian Games dapat dijadikan  sarana untuk memperkenalkan ekonomi kreatif, sehingga  berdampak positif bagi pembangunan bangsa Indonesia ke depan.

“Indonesia yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa  banyaknya, semestinya mampu   mensejajarkan diri dengan   Jepang, Cina dan Korea yang sudah terlebih dahulu menggebrak dunia dengan ekonomi kreatifnya,”ungkap Erick.

Erick Thohir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan pesta olahraga terbesar di kawasan Asia itu.  ”Asian Games 2018 melibatkan 45 negara di kawasan Asia dan untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 1962. Jadi saya mohon dukungan seluruh elemen masyarakat agar kegiatan olahraga multi event empat tahunan terbesar di Asia itu berjalan sukses,”kata Erick Tohir.***

 

Uswatun Hasanah Melestarikan Batik Khas Tuban yang Hampir Punah

Uswatun Hasanah pelestari batik khas Tuban

Jika mampir ke Desa Kedungrejo, Kerek Tuban, Jawa Timur, jangan lupa berkunjung ke Sanggar ‘Sekar Ayu’ untuk belajar membatik khas Tuban. Pemilik sanggar ini adalah Uswatun Hasanah, tokoh masyarakat yang begitu peduli akan pelestarian batik khas daerahnya yang hampir punah. Uswatun bercerita, perjuangannya melestarikan batik Tuban dimulai awal tahun 90-an dan itu sungguh tidak mudah.

“Popularitas batik kala itu belum seperti sekarang. Batik belum menjadi ‘tuan di negeri sendiri’. Makanya ketika tahun 90-an itu saya membangun Sanggar Sekar Ayu dan mengajak warga bergabung, responnya kurang baik. Mereka lebih memilih ke sawah ketimbang membatik. Kala itu mereka tidak yakin kalau batik bisa meningkatkan perekonomian mereka,” ungkap Uswatun yang pada 2010 mendapat penghargaan Upakarti.

“Jadi terus terang saja, kala itu tantangannya berat sekali,” tambah Uswatun yang demi misinya itu dia rela merogoh kocek sendiri untuk membiayai pelatihan membatik warga desanya.

Respon masyarakat itu dipahami Uswatun. Karena memang pada masa itu kerajinan batik tidak lah menjadi sesuatu yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Dia juga maklum karena batik Tuban tidak lah seperti batik di daerah lain yang sejak lama diperdagangkan. Dulu orang membuat batik Tuban hanya untuk keperluan tradisi.

“Batik Tuban memang agak berbeda dari daerah lain. Membuat batik untuk kepentingan tradisi dan ritual-ritual. Misalnya untuk seserahan pada upacara pernikahan,” ungkapnya sambil menambahkan, dulu  batik di Tuban menjadi simbol status sosial.

Karena kondisi tersebut maka, kata Uswatun, tak heran kalau keberadaan batik Tuban kurang terekspos secara luas seperti batik daerah lain di Jawa. Padahal batik Tuban sudah ada sejak jaman Kerajaan Majapahit.

Dalam perjalanannya jumlah pembatik motif Tuban semakin berkurang karena masyarakat tidak rutin memproduksinya. Lama kelamaan orang pun mulai jarang membatik bahkan nyaris lupa motif-motif khas Tuban. Situasi yang memprihatinkan ini lah yang memunculkan tekad  Uswatun untuk membangkitkan kembali batik daerahnya.

Namun Uswatun tak putus asa, ia tetap berjuang sembari meyakini warga bahwa dengan membatik selain bisa melestarikan budaya mereka juga bisa menambah penghasilan. Pada akhirnya upaya Uswatun tak sia-sia. Perlahan namun pasti warga pun mulai membatik karena dari hasil kerjanya ada uang yang bisa dibawa pulang untuk kehidupan sehari-hari. “Biasanya mereka habis bekerja di sawah datang ke sanggar untuk membatik. Hasil membatik, saya seleksi, yang bagus-bagus dijual. Namun bagi mereka yang hasilnya kurang bagus tetap saya beri upah supaya tetap semangat belajar membatik. Hanya saja, upah yang diberikan tentu berbeda dengan mereka yang hasilnya bagus. Dengan cara ini, saya bisa menggaet warga untuk tetap melanggengkan tradisi membatik khas Tuban,” ujar Uswanah yang mengoleksi 700 kain batik kuno.

TENUN BATIK TUBAN DIMINATI MANCANEGARA

Barulah setelah belasan tahun berjuang, pada 2007 upaya Uswatun melestarikan budaya membatik di daerahnya menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini karena adanya tawaran program kemitraan dari  PT Semen Indonesia yang kebetulan berkunjung ke daerahnya.

“Mereka (PT Semen) tanya itu anak-anak sedang apa. Lantas dijelaskan kalau mereka sedang belajar membatik. Pak Camat pun datang membawa orang PT Semen untuk melihat dari dekat kegiatan sanggar. Mereka juga bertanya kepada saya pembiayaan pelatihan. Saya bilang, ini saya biayai sendiri. Hasil menjual produk saya gunakan untuk pelatihan. Sedang kehidupan saya sehari-hari dari hasil sawah. Setelah penjelasan itu, pihak PT Semen pun menawarkan pada saya untuk mengikuti program kemitraan milik mereka.  Saya nantinya akan diberi modal usaha dan difasilitasi untuk pameran-pameran. Tentu saja saya setuju,” tuturnya.

Sejak itu, lanjut Uswatun, dia pun menjadi leluasa dalam memasarkan batik Tuban. Lewat pameran-pameran yang diikutinya, dia mendapat banyak pesanan dari berbagai daerah di antaranya Bali. Banyak yang suka batik Tuban yang dianggap memiliki corak yang unik serta batik tenun yang tergolong jarang ada di daerah lain.

Usahanya pun berkembang pesat. Masyarakat desa senang karena orderan membanjir yang berarti penghasilan mereka bertambah. Desa Kedungrejo yang dulu dikenal sebagai sentra batik pun ‘hidup lagi’ , bahkan kreasi produknya semakin bertambah. Yang lebih menggembirakan permintaan akan batik tenun Tuban datang bukan saja dari dalam negeri tapi juga luar negeri.

“Saya pun jadi sering menerima tamu, juga turis-turis yang ingin melihat langsung aktivitas membatik di desa kami. Jadi boleh dibilang secara tidak langsung kini desa kami menjadi tempat wisata batik Tuban,” ucapnya.***

 

Kabar “Nyos” buat UKM, Google Kasih Fitur Gratisan Dongkrak Bisnis

PEMILIK usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia yang ingin memanfaatkan teknologi internet sebagai salah satu basis pengembangan bisnisnya, bisa tersenyum. Google telah meluncurkan beberapa fitur baru yang digratiskan untuk membantu para pelaku usaha di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya.

“Kami percaya fitur gratis ini akan memudahkan pemilik usaha dalam mengelola bisnis secara online,” ujar Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, dalam acara #GoogleUntukUKM di Jakarta, Kamis.

Salah satu fitur baru yang ditambahkan Google adalah Google Bisnisku di mana menurut, Corporate Communications Manager Google Indonesia Jason Tedjasukmana, sudah ada sekitar 850.000 UMKM yang terverifikasi di Google Search dan Maps.

“Artinya sudah ada pemilik yang mengklaim bisnis tersebut, kalau ada yang belum mengklaim supaya diklaim agar mereka bisa mengelola Google Bisnisku sendiri,” ujar Jason.

Di Google Bisnisku, Anda dapat belajar website gratis dalam 10 menit. Semenjak fitur tersebut diluncurkan pada Agustus, Jason menjelaskan, sudah ada 200.000 website yang dibuat di Google Bisnisku.

Di Google Bisnisku, terdapat fitur Postingan di mana pemilik bisnis dapat menawarkan sesuatu. “Misalnya hari ini ada promo kue dengan harga khusus bisa dipostingan atau mau pesan bisa lewat postingan,” kata Jason.

“Postingannya cara membuatnya cukup sederhana tinggal buka apps-nya ada step-step yang bisa diikuti dan cukup gampang intuk membuat postingannya,” sambung dia.

Ada pula fitur baru di Google Bisnisku yang bernama Tanya Jawab yang dibuat untuk meningkatkan interaksi antara pemilik bisnis dengan penggunannya.

“Apakah ada catering, misalnya atau Apakah ini ramah anak, sekarang siapa pun bisa bertanya dan bisa dijawab langsung si pemilik atau komunitas namanya local guides bisa menjawab, tapi kalau pemiliknya yang menjawab nanti akan kelihatan ada dalam kurung pemilik,” ujar Jason.

Google Bisnisku gratis dan dapat dikelola langsung dari aplikasi. Ada pula aplikasi Primer, yang menurut Jason telah diunduh 400.000 kali. Aplikasi tersebut berisi kursus singkat mengenai berbagai hal.

“Sekarang ada 24 ls tapi ada rencana akan ditambah lebih banyak lagi dan semua les ini sekitar 5 menit, seperti bagaimana membuat website, bagaimana membuat online marketing, siapa saja bisa membuka ini,” kata Jason.

Untuk bisnis yang sudah mulai beriklan online, Google menghadirkan AdWords. Produk yang diluncurkan sekitar satu setengah tahun lalu itu merupakan versi Android yang disederhanakan.

Kini, Google mengumumkan bahwa pembayaran AdWords kini dapat dilakukan melalui ATM

“Ada tiga cara membayar, bisa pakai PayPal, kartu kredit atau bank transfer. Bank transfer ini belum pernah ada, sekarang siapa pun bisa bayar Adwords mereka lewat atm. Sudah cukup banyak yang menerapkan ini, cukup populer di Indonesia,” ujar Jason.

Terakhir, Google menambah fitur Uji Situs Saya yang dapat memberikan informasi tentang cara mempercepat pemuatan dan penampilan situs web bisnis.

Fitur tersebut dinilai sangat penting di zaman perangkat seluler seperti sekarang ini untuk dapat mengukur penurunan atau kenaikan bisnis dalam hitungan detik.

Karya Mahasiswa: Crespatech, Mesin Anti Rugi untuk Peternak Ayam Petelur

TERBAYANG bagaimana meruginya peternak ayam petelor, jika produk telurnya mutunya turun karena cangkangnya retak. Sudah pasti telur yang bercangkang retak harga jualnya turun. Selain itu, telur semacam itu juga mudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella.

Telur ayam  menjadi salah satu komoditas penting di tanah air, apalagi pada bulan Puasa atau menjelang lebaran seperti sekarang ini. Telur  merupakan  hasil ternak yang kaya protein, dan banyak dikonsumsi masyarakat.  Masyarakat dapat mengkonsumsinya dengan  cara merebus, menggoreng, atau bahkan mencampurnya dengan bahan pangan lain untuk dijadikan adonan kue, roti, dan lainnya.

Meningkatnya jumlah penduduk di tanah air, berkorelasi pula dengan peningkatan   permintaan telur, sehingga jumlah peternak ayam petelur akan semakin bertambah. Namun sayangnya, tidak semua telur yang dihasilkan peternak  kualitas super atau  baik. Beberapa telur, mutunya  kurang baik, misalnya mengalami keretakan pada cangkang telur.

Masalah seperti itu juga dialami oleh  UKM Galih Putra di Desa Tlekung di Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur. Dengan  jumlah ayam  15.000 ekor, UKM ini setiap hari rata-rata menghasilkan  telur  650 kg. Namun, jumkah produksi  yang tinggi  juga menimbulkan beberapa permasalahan, di antaranya karena  produksinya  berlebihan maka  harga ekonomis  telur tidak menentu. Belum lagi dengan masalah telur retak, yang jumlahnya mencapai kisaran  10% per harinya.

Situasi itu  membutuhkan  penanganan yang tepat, agar masalah yang dihadapi peternak dapat tertanggulangi.  Beruntung, UKM ini mendapatkan solusi untuk meningkatkan  nilai  jual  telur  yang  retak,  yakni dengan menggunakan Crespatech (Cracked Egg Separator and Pasteurisation Technology). Crespatech merupakan hasil karya lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang, yang  didesain khusus untuk mengawetkan telur segar, melalui pemisahan kuning dan putih telur, yang  kemudian  akan  dilanjutkan dengan proses pasteurisasi.

 

Mahasiswa UB Malang yang kreatif tersebut adalah  Maria Florencia Puspitasari Schonherr, Ani Masruroh, Rika Anisa Anggareni,Yunita Khilyatun Nisak dan Lazuardy Tembang Semaradana, dengan dosen pembimbing  Endrika Widyastuti.  Crespatech  dibuat dari  bahan stainless, berupa  dua tabung yang dilengkapi dengan pemisah dan pengaduk.

“Mesin ini juga dilengkapi dengan mixer untuk meratakan panas bahan. Pengadukan terkontrol ini juga dimaksudkan untuk mencegah telur menggumpal dan terdenaturasi. Berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, telur produk Crespatech juga bebas salmonela jadi lebih ramah kesehatan.  Telur telur mentah hasil pasteurisasi kami ini nantinya akan dikemas cantik dalam kemasan anti bakteri. Harapannya selain memperpanjang umur simpan juga mampu menarik minat konsumen. ” kata Maria.

Dijelaskan, dengan  menggunakan prinsip  pasteurisasi,   masa simpan telur akan diperpanjang  dua  bulan. Dengan demikian, hal itu akan dapat mengurangi angka kerugian, sehingga  nilai ekonomis  telur yang retak akan meningkat sehingga  pendapatan UKM Galih Putra lebih besar daripada sebelum memanfaatkan alat ini. ***

UKM akan Dipermudah Dirikan Koperasi

KABAR gembira datang dari Senayan. Nantinya, para pelaku UKM bakal dipermudah bila ingin mendirikan koperasi.

Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI optimis RUU tentang Perkoperasian bisa rampung pada tahun ini /2017, untuk kemudian bisa diundangkan pemerintah dan diberlakukan. “Segera setelah ini, komisi VI menunggu DIM (Daftar Investarisasi Masalah-red) dari masing-masing fraksi untuk kemudian masuk dalam pembahasan tingkat 1,” jelas Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijaya, usai memimpin raker dengan Kemenkop dan UKM, Kemenkeu dan Kemenkumham, di gedung DPR Rabu (22/3).

Agenda raker tersebut adalah  pandangan fraksi fraksi atas penjelasan pemerintah atas RUU Perkoperasian. Seluruh fraksi menyepakati pembahasan lebih lanjut mengenai RUU Perkoperasian itu.

Azam mengatakan, UU Perkoperasian yang baru ini mendesak untuk segera dibahas mengingat UU yang berlaku saat ini yaitu UU no 25 tahun 1992 sifatnya hanya mengisi kekosongan hukum setelah UU 17/2012 dinyatakan tidak berlaku oleh Mahkamah Konstitusi (MK). “Sementara koperasi saat ini membutuhkan regulasi yang sesuai dengan perkembangan terkini,” katanya.

Dengan UU Perkoperasian yang baru diharapkan bisa mempermudah implementasi program Kementerian Koperasi dan UKM, sekaligus mempermudah UKM untuk mendirikan koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan, segera setelah ini pemerintah akan menyiapkan jawaban atas pandangan fraksi, yang akan disampaikan pada raker selanjutnya. “Kami juga yakin  RUU Perkoperasian ini akan dapat diselesaikan tepat waktu,” kata Puspayoga.***

Buat Apa ke Senen

BAGI Anda yang berdomisi di sekitar Depok, tentunya tak perlu jauh-jauh melancong ke pasar kue subuh Senen atau Blok M. Cukup pergi ke Mall Depok Town Square (Detos) Depok, Jl Margonda. Sebab, mulai pukul 04.00 sampai 08.00 pagi, aneka kue dijual dengan harga miring.

Pastinya, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp1.000 sampai Rp2.500 per kue. Cukup murah, bahkan masih ada margin bagi yang ingin menjualnya kembali. “Di sini jenisnya macam-macam, dan harganya murah,” jelas Rina yang mengaku setiap hari mengunjungi pasar kue subuh ini untuk memenuhi kebutuhan toko kuenya di Sawangan, Depok.

Kepada jayakartanews.com, Rina yang telah memulai usahanya sejak tiga tahun lalu, awalnya selalu berburu kue di pasar kue subuh Senen. Namun, lama-lama dirasa memberatkan, terlebih jenis dan harga yang ditawarkan tak jauh beda dengan yang ada di Detos. Termasuk ketika dirinya meladeni pesanan kue kotak untuk hajatan.

Pasar kue subuh ini terbilang strategis. Berada di Jl Margonda Raya berseberangan dengan Margo City, mudah dijangkau dari berbagai arah. Bahkan, hampir semua angkot menuju terminal Depok dari arah Jakarta melewati jalan ini. Tak hanya strategis, beragam kue dijajakan di sini, di antaranya yang banyak dicari pengunjung adalah jenis sosis solo, bika ambon, kue bolu kukus, lumpia, panada, pastel, dadar gulung, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya itu. Makanan siap saji termasuk sayuran matang pun tersedia di sini. Namun, jangan sampai kesiangan, jika tak ingin kehabisan. ***