Pelaku Parekraf Meriahkan KTT ke-43 ASEAN Lewat ‘CElebrASEAN Expo 2023’

JAYAKARTA NEWS – Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif turut memeriahkan pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN melalui penyelenggaraan ‘CElebrASEAN 2023’ yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). 

Diselenggarakan di Skybridge ASEAN, Stasiun MRT ASEAN, pada 6-9 September 2023, CElebrASEAN Expo 2023 bertujuan untuk memperkuat dan meramaikan KTT ke-43 ASEAN, dengan kegiatan yang relevan, konkrit, dan turut merangsang keterlibatan berbagai entitas, termasuk koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), serta pelaku ekonomi kreatif baik dari Indonesia maupun wilayah ASEAN lainnya.

Sebanyak 23 pelaku parekraf yang mengikuti ‘CElebrASEAN Expo 2023’ ini diantaranya Dapur Mama Eza Rendang; Ahza; Cabilong; Galleries Abata; MAGYS & Ka Ha Su; de’Dessert (Dessert Ibukota); Safaa Craft; Qorychan Handmade; Gandaria Batik Betawi; Ngramu Djamoe; Desa Wisata Keranggan; Desa Saba Budaya; Perkampungan Budaya Setu Babakan; WONDERFUL INDONESIA CO-BRANDING; Soloputri; Si Juki; Bella Bello; Pesona RekseASEAN.

Ada juga Tourism Malaysia; Singapore Tourism Board; Taman Safari Indonesia; ASITA TRAVEL FAIR; dan Jakarta Experience Board. 

Salah satu pelaku ekonomi kreatif dengan brand Ahza, Nirahma Hamim, menyampaikan ia sangat antusias saat mendapatkan informasi untuk membuka stand di event CElebrASEAN 2023.

“Kami senang sekali saat lolos kurasi. Dan langsung mempersiapkan produk-produk yang akan dijual,” kata Nirahma. 

Ia menjual berbagai produk kerajinan tangan dengan motif yang mengangkat budaya Betawi, seperti pouch bergambar ondel-ondel, tas bergambar monas, dan sebagainya. 

Nirahma berharap melalui CElebrASEAN 2023, produknya bisa dibeli dan disukai oleh para delegasi ASEAN yang hadir.

“Harapannya produknya bisa digunakan, dimanfaatkan, nggak cuma dipajang saja, karena produk kami bisa dipakai di kantor, di mobil, ini usefull banget. Bisa untuk tempat tisu basah, tisu kering, hand sanitizer, dan apalagi ini menurut saya unik, karena ada ornamen ondel-ondelnya yang khas, jadi memperkenalkan Jakarta dan budaya Betawi,” kata Nirahma. 

Sama dengan Nirahma, pelaku ekraf lainnya dari brand MAGYS & Ka Ha Su, Grace Yurianne, dengan produk unggulannya kopi, berharap semakin banyak delegasi ASEAN yang bisa berkunjung ke event CElebrASEAN Expo 2023 ini. Sebab, banyak produk ekonomi kreatif yang dapat dibeli di sini untuk dijadikan buah tangan, termasuk produk kopi miliknya. 

“Kami ingin kualitas kopi Indonesia bisa dikenal lagi oleh masyarakat di negara-negara ASEAN. Dan produk kopi kami yang compact sekali untuk dijadikan oleh-oleh ini bisa menarik perhatian mereka,” kata Grace. 

Sementara itu, pelaku pariwisata dari Desa Wisata Keranggan, Maulana, berterima kasih dengan adanya CElebrASEAN Expo 2023 ini, karena banyak penumpang MRT yang menyampaikan ketertarikannya untuk berlibur ke Desa Wisata Keranggan, desa wisata di tengah kota. 

Ia berharap para delegasi KTT ke-43 ASEAN yang tidak memiliki waktu banyak di Indonesia, bisa menyempatkan untuk berwisata di Desa Wisata Keranggan di Tangerang Selatan, Banten.

“Harapan kami para delegasi bisa ke tempat kami, ke Desa Wisata Keranggan, untuk menikmati atraksi-atraksi yang kita tawarkan, salah satunya jungle track, dan susur sungai, dan kalau ingin wisata alam kita ada camping ground, dan ini sangat dekat dari Jakarta,” kata Maulana.***/uli

Gebyar Jamuan Santap Malam KTT ke-43 ASEAN Nan Eksotis

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Jokowi menjamu santap malam para pemimpin negara ASEAN, negara mitra, serta organisasi internasional dan undangan lainnya di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (06/09/2023). Jamuan ini digelar sebagai rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana hadir di Hutan Kota GBK sekitar pukul 19.15 WIB dengan mengenakan pakaian khas Betawi. Presiden dan Ibu Iriana kemudian menyambut kedatangan para tamu satu per satu dan melakukan sesi foto bersama sebelum memasuki area jamuan.

Sementara itu, para pemimpin negara dan organisasi internasional tampil dengan mengenakan pakaian batik motif tumpal pucuk rebung. Motif batik ini sendiri menggambarkan keselarasan hidup manusia dan alam.

Presiden Joko Widodo selaku tuan rumah mengajak para tamu undangan yang hadir untuk menikmati kebersamaan di malam ini sembari melihat pertunjukan yang disajikan. Presiden meyakini bahwa pertunjukan malam ini akan menjadi hadiah terbaik setelah melalui serangkaian pertemuan panjang pada pagi hingga siang hari tadi.

“Jadi silakan duduk dan menikmati pertunjukan yang disajikan,” kata Presiden.

Jamuan malam kenegaraan ini adalah gambaran keramahan serta menjunjung tinggi martabat tamu yang ditunjukkan oleh Indonesia.

Dari mulai dekorasi pintu masuk, pilihan menu makanan, hingga hiburan, dan cinderamata, semuanya menampilkan sisi terbaik dari Indonesia. Kebanggaan pada semua kekayaan alam ibu pertiwi disajikan untuk dinikmati para tamu dalam beragam bentuk.

Selain sajian makanan khas nusantara yang lezat, para tamu negara dan kehormatan dijamu pertunjukan gerak dan lagu. Penampilan para artis muda berbakat Indonesia itu dibagi atas empat tema besar, setelah dibuka dengan permainan musik petik asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) Sasando dan Dira Sugandi yang dengan suara emasnya menyanyikan lagu Mahadaya Cinta.

Tema pertama adalah The Sound of Indonesia yang menggambarkan semangat dan produktivitas, dan ditampilkan secara sempurna melalui pertunjukkan perkusi. Empat tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Alu, Tari Lesung, Tari Dol, dan Tari Kipas melengkapi pertunjukan babak pertama. Semua dikemas dalam gerak rancak yang mewakili perayaan dan kebahagiaan musim panen.

Tari yang ditampilkan memang biasanya digunakan untuk menyambut kedatangan tamu, hingga sesuai dengan momen malam ini. Tampilnya empat tarian tersebut menggambarkan bahwa Indonesia sangat gembira dikunjungi oleh semua. Selain itu, ada harapan bahwa semua bisa meniru kekompakan para penari dan pemusik, yang bekerja sama untuk menampilkan keindahan. ASEAN harus bersatu, bersama-sama mencapai tujuan menjadikan kawasan sebagai wilayah yang setara kesejahteraannya.

Tema kedua adalah The Soul of ASEAN. Babak ini adalah perayaan untuk keanekaragaman dan kekayaan warisan budaya dari negara-negara di ASEAN. 100 penari akan menampilkan beragam tarian tradisional secara bersambungan. Harmoni yang ditampilkan mewakili semangat ASEAN mewujudkan “One Vision, One Identity, and One Community.”

The Wave of Tomorrow menjadi tema ketiga, yang menggambarkan kesamaan visi bersama setiap negara anggota ASEAN untuk memanfaatkan penggunaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna menjamin visi kolektif kawasan mengenai pembangunan berkelanjutan. Para tamu dihibur dengan lagu-lagu inspiratif, dikemas dalam kecanggihan teknologi yang menyuguhkan pengalaman hiburan baru untuk menggambarkan gelombang masa depan.

Tema The Epicentrum of Growth menjadi tema yang mengangkat keketuaan Indonesia tahun ini di ASEAN. Menampilkan visi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan, sejalan dengan pembentukan Komunitas ASEAN yang berupaya mengangkat potensi pertumbuhan setiap negara. Bagian ini berisi pilihan lagu-lagu yang semarak dan lincah untuk menggambarkan kekuatan ASEAN.

Semua pertunjukan dilakukan di panggung terbuka dengan latar belakang gedung pencakar langit ibu kota yang disulap dan dijadikan semacam giant screen untuk permainan cahaya dan pertunjukan multi media. Megah dan berkelas.

Pada santap malam KTT ke-43 ASEAN kali ini, para undangan disuguhi beragam makanan khas nusantara dari Sumatra Utara, Jawa, dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai makanan pembuka, para pemimpin menikmati sajian kepiting andaliman yaitu salad kepiting yang disajikan dengan saus dari rempah Andaliman dan dilengkapi dengan potongan buah semangka, biji labu, dan bayam.

Untuk menu utama, para undangan disuguhi antara lain daging wagyu khas Lampung dengan saus kemiri chimichurri dan dilengkapi dengan kentang dan kecambah kubis. Adapun untuk menu penutup, para undangan menikmati pisang bumbu dengan coklat, jasmine apple, dan matcha moss.

Selepas santap malam, para tamu undangan kemudian disuguhi beragam penampilan dari sejumlah musisi di tanah air. Penampilan tersebut terbagi menjadi empat segmen dengan masing-masing tema yaitu “The Sound of Indonesia, “The Soul of ASEAN”, “The Wave of Tomorrow”, dan “The Epicentrum of Growth”. ***/mel

Pengamanan KTT ASEAN ke-43 Jakarta, Polri Cegah Drone Liar

JAYAKARTA NEWS – Polri secara penuh melakukan pengamanan pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 di Jakarta pada 5-7 September 2023. Untuk mengamankan agar KTT ASEAN berjalan lancar dan aman, Polri menggelar Operasi Tribrata Jaya 2023.

Kasatgas Humas Operasi Tribrata Jaya 2023 Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, pengamanan dilakukan tak hanya di darat, melainkan pengamanan di udara. Hal ini dilakukan oleh Satgas Tindak yang di bawahnya ada Subsatgas Anti Drone.

“Polri membentuk Satgas Tindak yang di bawahnya ada Subsatgas Anti Drone guna mengamankan pergelaran KTT ASEAN melalui udara,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/9/2023).

Ramadhan menjelaskan, Subsatgas Anti Drone mempunyai tugas mengamankan ruang udara dari drone-drone liar yang terbang di seputaran area pengamanan atau venue kegiatan KTT ASEAN.

“Subsatgas dan alat-alat yang digunakan sudah kita terapkan dalam pengamanan KTT G20 di Bali, maupun agenda nasional dan internasional lainnya,” katanya.

Adapun teknis kerja Subsatgas Anti Drone ini yakni memantau pergerakan apabila ada drone yang terbang di area pengamanan dan venue KTT ASEAN, dalam radius sekitar 3 kilometer.

Jika nanti ada drone terdeteksi mendekat dalam radius yang sudah ditentukan, tim Subsatgas Anti Drone akan memutus sinyal remote ke drone.

“Tapi jika terus semakin mendekat maka terpaksa akan ditindak dan diturunkan dengan memutus sinyal GPS,” katanya.

Pada hari pertama pengamanan, Ramadhan menuturkan ada 3-4 drone yang terpantau terbang mendekati radius pengamanan. Namun, drone tersebut masih dimonitoring karena tak terbang lebih mendekat ke area pengamanan.

“Kalau hari kedua ini belum termonitor adanya drone liar terbang di sekitaran area pengamanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ramadhan menuturkan, Subsatgas Anti Drone Polri ini mengamankan area ring 3 dan 4 KTT ASEAN. Sementara area ring 1 dan 2 sudah diback up Paspampres dan TNI AU.

“Sebelum melaksanakan penugasan kita berkoordinasi dengan Paspampres dan TNI AU yang menggunakan tim anti drone dalam pengamanan KTT ASEAN. Ring 1 dan 2 diback up rekan-rekan TNI kemudian ring 3 dan 4 diback up kami Brimob,” ujarnya.***/uli

Iriana Kenalkan Wajah Baru TMII Kepada Pendamping Pemimpin ASEAN dan Mitra

JAYAKARTA NEWS – Ibu Iriana Joko Widodo menyambut para pendamping pemimpin ASEAN dan mitra di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Archipelago, Jakarta, Rabu (06/09/2023). Kegiatan Spouse Program yang merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN ini dimanfaatkan Ibu Iriana untuk mengenalkan wajah baru TMII kepada para pendamping pemimpin ASEAN dan mitra..

Kedatangan dimulai dari Ibu Vandala Siphandone dari Laos, Ibu Yuko Kishida dari Jepang, Ibu Pich Chanmony Hun Manet dari Kamboja, Ibu Rebeka Sultana dari Bangladesh, dan Ibu Jodie Hydon dari Australia.

Setelah itu, diikuti dengan kedatangan Ibu Wan Azizah Wan Ismail dari Malaysia, Ibu Louise Araneta Marcos dari Filipina, Ibu Ritu Banga dari Bank Dunia, Ibu Kim Kun-Hee dari Republik Korea, dan Ibu Ho Ching dari Singapura.

Usai disambut dan bersalaman dengan Ibu Iriana, para pendamping melakukan sesi foto bersama untuk kemudian menuju ke Art Market. Setelah itu, Ibu Iriana dan para pendamping menuju ke Panggung Budaya, TMII Archipelago untuk menyaksikan aktivitas berbasis budaya.

Ibu Iriana juga mengajak para pendamping pemimpin ASEAN untuk berkeliling melihat sejumlah anjungan provinsi di TMII Archipelago dengan menggunakan angkutan keliling (angling).

Kegiatan para pendamping diakhiri dengan peninjauan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan jamuan makan siang seraya diiringi lagu-lagu dari negara-negara ASEAN dan mitra di Sasono Utomo, TMII Archipelago.***/mel

Kebaya Encim Ibu Iriana dan Budaya Betawi di Panggung KTT Ke-43 ASEAN

JAYAKARTA NEWS – Kesempatan menjadi tuan rumah ajang internasional kerap dijadikan Indonesia sebagai sarana untuk mempromosikan budayanya kepada dunia. Begitu juga dengan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 5-7 September 2023.

Salah satunya adalah kebudayaan Betawi yang dipromosikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) melalui kebaya encim, yang dikenakannya saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo menyambut para pemimpin negara-negara ASEAN di JCC.

Berdiri di atas karpet merah berlatar replika hutan hujan tropis lengkap dengan tanaman anggrek macan segar serta Istana Garuda tampak di kejauhan, penampilan Ibu Iriana yang berdiri di sebelah kiri Presiden Jokowi tampak anggun. Ibu tiga anak ini memakai kebaya encim biru dengan motif bunga-bunga bersulam benang emas dan biru dipadu kain batik biru muda bermotif senada. Selendang biru polos turut melengkapi penampilan anggunnya.

Pakaian sejenis pernah dikenakan Ibu Iriana saat hadir pada acara Istana Berkebaya di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 6 Agustus 2023 lalu. Kebaya encim yang dikenakan bermotif bunga-bunga dan kain batik bertema senada, bedanya hanya pada warnanya. Saat itu Ibu Iriana mengenakan kebaya encim, kain batik, dan selendang serba merah.

Kebaya encim adalah salah satu kriya dan wastra Betawi yang kental dengan pengaruh budaya Tiongho. Selain itu terdapat juga baju sadariah berupa setelan baju koko putih dengan celana batik berpotongan longgar dipadu kopiah beludru. Disebut baju koko karena banyak dipakai oleh kaum laki-laki Tionghoa atau biasa dipanggil dengan “koko” yang bisa diartikan sebagai kakak laki-laki.

Baju koko atau sadariah turut dilengkapi oleh cukin, semacam selendang yang dilipat dua memanjang dan diselempangkan melewati leher dan turun hingga dada. Cukin ini memiliki beragam fungsi, salah satunya apabila dipakai oleh pendekar atau pesilat, cukin dijadikan alat untuk menangkis serangan senjata tajam lawan.

Cukin juga acap dipakai sebagai pemanis pakaian para bangsawan Betawi yaitu demang atau disebut juga baju ujung serong. Cukin umumnya bercorak warna cerah seperti hijau, kuning, merah muda, merah marun, biru muda, dan cokelat meski ada pula yang hitam.

Motif pada cukin juga beragam, mirip seperti kain batik meski lebih dinamis. Motifnya di masa sekarang ini seperti gambar ondel-ondel, kembang kelapa, gigi balang, dan kerak telor yang merupakan bagian dari delapan ikon budaya Betawi seperti tertuang di dalam Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi.

Dalam perhelatan KTT ke-43 ASEAN 2023, upaya untuk mempromosikan cukin dilakukan dengan mengalungkannya ke leher para pemimpin negara peserta KTT saat penyambutan ketibaan di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten,

Tarian khas Betawi Ngarojeng dan alunan musik tradisional Betawi gambang kromong dengan gesekan tehyan dan kongahyan dipadu tetabuhan gendang, gong, gambang, kromong, kecrek, dan senandung suling turut memeriahkan penyambutan.***/mel

Presiden Jokowi Nyatakan Kesiapan Indonesia Gelar KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia telah siap menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada tanggal 5-7 September mendatang. Namun demikian, menurut Presiden masih ada detail-detail persiapan yang harus segera dirampungkan.

“Ya saya melihat persiapan sudah 99,99 persen siap kita melaksanakan ASEAN Summit dan ya kecil-kecil tadi yang perlu dirampungkan dalam sehari dua hari ini,” kata Presiden kepada awak media usai meninjau lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN, pada Jumat, 1 September 2023.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan bahwa 22 negara yang terdiri atas 11 negara ASEAN dan 9 negara mitra akan hadir pada KTT ASEAN ini. Selain itu, ASEAN juga mengundang dua negara lain yaitu Bangladesh sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Kepulauan Cook sebagai Ketua Pacific Island Forum (PIF).

“Kenapa IORA dan PIF itu diundang karena salah satu prioritas kita kali ini adalah Indo Pasifik damai, stabil, sejahtera, inklusif. Jadi pada saat kita bicara Indo Pasifik ada sisi di pasifik selatan, ada sisi di Indian Ocean Rim yang harus mulai kita rangkul dan di dalam KTT nanti ada kerja sama antara Sekretariat ASEAN dengan Sekretariat IORA dan PIF,” ucap Retno.

Selain itu, Retno juga mengonfirmasi bahwa sejumlah organisasi internasional akan turut hadir pada KTT ini. “Plus organisasi internasional yang menjadi mitra ASEAN yaitu PBB, Sekjen PBB akan hadir, plus akan hadir juga World Bank, IMF, kemudian World Economic Forum, tadi IORA, PIF. Jadi totalnya ada 22 negara plus 9 organisasi internasional,” lanjutnya.

Berbeda dari KTT ASEAN di Labuan Bajo sebelumnya, Menlu menyampaikan bahwa Presiden akan memimpin 12 pertemuan pada rangkaian kegiatan KTT ASEAN Ke-43 ini. Tidak hanya itu, Kepala Negara juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara yang hadir.

“Kali ini ada 12 KTT yang harus dipimpin oleh Bapak Presiden plus pertemuan bilateralnya itu so far, ini masih akan nambah terus, sudah 13 pertemuan bilateral. Jadi teman-teman bisa bayangkan dalam 3 hari Bapak Presiden harus memimpin 25 pertemuan, 12 di antaranya adalah KTT,” jelas Menlu Retno.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau terlebih dahulu kesiapan sejumlah infrastruktur yang akan digunakan untuk penyelenggaraan KTT Ke-43 ASEAN, antara lain lokasi ketibaan para pemimpin negara, ruang pertemuan, hingga pusat media.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.***/mel

Dirut PLN: KTT ke-43 ASEAN Gunakan Listrik Energi Bersih

JAYAKARTA NEWS – Jelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta pada 5-7 September mendatang, PT PLN (Persero) meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) sebagai pemasok listrik dalam rangka mengurangi polusi di Jakarta.

“Khusus untuk Jakarta ini, listrik kami tingkatkan yang berbasis pada gas. Listrik yang digunakan untuk KTT ASEAN ini ada dari PLTGU Muara Karang, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Priok,” kata Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo, saat Apel Siaga Kelistrikan KTT ASEAN, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (31/08/2023).

Darmawan menambahkan, PLN juga akan menggunakan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“Listrik yang digunakan ini adalah listrik yang jauh lebih bersih sehingga dampak terhadap polusi bisa diminimalisir,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengurangi dampak polusi, kata Darmawan, pihaknya juga akan mengurangi daya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.

“Tentu saja ada satu pembangkit yang saat ini kami turunkan yaitu PLTU Suralaya, ini demi menjaga agar tingkat polusi udara di Jakarta bisa segera membaik,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN, Darmawan menyatakan bahwa pasokan tenaga listrik dari PLN telah siap untuk memenuhi kebutuhan kegiatan berskala internasional itu.

“Kami langsung mempersiapkan suatu sistem listrik yang tanpa kedip artinya disiapkan dengan UPS-nya, penyulangnya juga berlapis, dengan pasokan listrik yang jauh lebih andal sehingga sudah dipastikan setiap venue untuk KTT ASEAN ini sudah siap dari sistem ketenagalistrikannya,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap KTT ke-43 ASEAN, PLN telah menyiapkan sistem tenaga listrik dengan daya mampu sebesar 8.734 megawatt, beban puncak 5.550 megawatt, serta cadangan daya 3.184 megawatt untuk memasok listrik Jakarta selama pelaksanaan KTT.

Darmawan mengatakan, untuk mengamankan pasokan listrik selama acara berlangsung, PLN menerapkan sistem pengamanan berlapis untuk lokasi-lokasi utama acara seperti Jakarta Convention Center (JCC), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Gedung Sekretariat ASEAN, Hutan Kota Plataran, Bandar Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta, termasuk sejumlah hotel dan rumah sakit untuk delegasi.

Selain itu, PLN juga menyediakan fasilitas stasiun pengisian daya kendaraan listrik untuk kebutuhan transportasi delegasi dan panitia KTT ke-43 ASEAN sebanyak 79 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang terdiri dari 14 unit ultra fast charging, 60 unit slow charging, dan 5 unit staisun pengisian listrik umum (SPLU) generasi 2. Penyediaan 79 SPKLU dapat memenuhi kebutuhan 800 kendaraan listrik yang meliputi 560 unit mobil listrik dan 240 unit motor listrik.

Selain itu, sebanyak 955 personel dari berbagai bidang kerja juga akan disiagakan untuk memberikan pelayanan serta menjaga kelancaran sistem tenaga listrik selama acara berlangsung.

“KTT ASEAN ini akan menjadi wajah Indonesia di mata dunia. PLN siap all out menyukseskan event internasional ini dengan menghadirkan layanan kelistrikan tanpa kedip atau zero down time,” tandas Darmawan.***/uli