Hampir di semua mall bisa kita jumpai kereta mini. Dengan harga tiket bervariasi tergantung kelas mall. Setelah dikalkulasi, bisnis kereta mini ini cukup menggiurkan.
Tag: Margo City
Margo City, Sepi di Masa Pandemi
Margo City, salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap di Depok, Jawa Barat tak pelak mengalami penurunan pengunjung di masa pandemi Covid-19.
Banyak tenant besar menawarkan promosi berupa diskon dan aneka gimmick menarik lain. Toh, belum mampu mendongkrak omzet harian.
Video ini diambil di hari Sabtu, 17 Oktober 2020. Mall yang biasanya ramai di saat weekend, hari itu terbilang lengang.
Sensasi Menikmati K-Food di Margo City

BOSAN dengan kuliner yang itu-itu saja, dan berniat merasakan sensasi lain. Sepertinya Anda bisa mengajak keluarga atau orang tercinta ke Margo City Depok. Di sana, Anda akan mememui lokasi yang khusus menyajikan kuliner Korea.
Di sana, Anda akan menemukan sensasi baru. Apalagi, tempat ini baru saja buka. Nama restoran K-Food ini adalah Ojju. Hebatnya, peminatnya langsung membeludak. Bahkan, untuk bisa menikmati hidangan di sana, pengunjung rela mengantre.
Di restoran itu tersedia aneka menu K-food mulai dari Budae Jjigae, Rolling Cheese, hingga nasi goreng khas restoran ini. Budae Jjigae adalah menu yang terdiri atas sayuran, togoki, jamur enoki, sosis, dan potongan ayam yang direbus dengan kuah kaldu khusus. “Ini menjadi salah satu menu andalan di sini dan banyak dipesan,” kata Kapten Restoran Ojju Margo City Ibnu Sabil Daulatullah.
Sementara Rolling Cheese juga menjadi salah satu menu yang banyak diminati. Isinya berupa potongan ayam goreng paha berukuran besar yang disajikan dengan keju. Untuk lapisan luar, ayam ini dililit dengan keju mozarella yang super yummy.
Biasanya pengunjung akan terpana ketika pelayan menyajikan menu ini. Karena mereka bisa melihat, bahkan membuat langsung sajian ini sehingga ada sensasi berbeda. “Sudah ada pelayan khusus yang akan memasaknya. Tapi, kadang ada pembeli yang ingin merasakan langsung bagaimana memasak sendiri sehingga akan diajarkan oleh pelayan,” ungkapnya.
Memasaknya pun terasa susah-susah gampang. Terlihat mudah, namun perlu diperhatikan tingkat kematangan kejunya. “Kalau terlalu lama, bisa gosong kejunya. Jadi, harus tepat matangnya,” paparnya.
Menu di sana tersedia dalam ukuran besar, karena konsepnya adalah sharing menu. Biasanya cocok disajikan untuk 2-4 orang. “Ini memang sharing menu, kalau satu porsi untuk sendiri terlalu banyak,” sebutnya.
Yang juga menarik di restoran tersebut adalah nasi goreng yang disuguhkan dengan campuran keju mozarella. Uniknya, nasi goreng yang dibuat langsung di hadapan pengunjung ini dibentuk aneka kreasi.
Salah satunya nasi goreng berbentuk hati yang di dalamnya ada campuran bumbu dan keju. Kemudian di tengahnya diberi telur yang menambah cantik penampilan. “Tingkat kematangan telurnya bisa dipesan sesuai selera pembeli,” ucapnya. Minuman andalan di restoran itu adalah teh tawar dengan sensasi rasa jagung.
Rasanya unik dan menimbulkan kesan segar. Untuk kisaran harga menu yang ditawarkan antara Rp50.000-Rp272.000. Biasanya restoran ini mulai ramai diserbu saat jam makan siang. “Akhir pekan akan lebih ramai lagi,” tuturnya. ***
Warna-Warni Polisi di Margo City

JALAN Margonda, beberapa hari terakhir tampak lebih banyak personil polisi. Terlebih di area depan Margo City. Jangan kaget, bila memasuki bundaran depan teras mal terbesar di Depok, berjajar kendaraan berat kepolisian. Kita baru ngeh tentang apa yang sedang terjadi, demi melihat sejumlah karangan bunga yang berjejer di sisi kiri teras mal. Isinya ucapan selamat atas penyelenggaran even “Depok Police Expo-2”, 24 – 30 April 2017, di Margo City.
Benar. Di lobby utama mall, meriah dengan pameran warna-warni polisi. Ada panggung, ada stand aneka layanan kepolisian, pameran aneka jenis kendaraan kepolisian, sampai kepada ruang informasi. Persis berhadapan dengan panggung, panitia memasang robot mobil ala transformer warna kuning. Hadirnya robot ini, tampak lebih menyedot perhatian pengunjung, dibanding rentetan acara yang digelar di panggung, dengan panduan dua orang MC.
Menarik menilik sejumlah kendaraan yang dipajang di situ. Setidaknya, masyarakat jadi lebih mengenal spesifikasi kendaraan yang biasa dipakai sehari-hari. Lihat foto dan keterangan foto berikut ini.

Sepeda Patroli Sabhara: Pengadaan tahun 2016. Digunakan untuk patroli sekitar wilayah Polsek. Kapasitas muat hanya 1 anggota, dilengkapi tas peralatan. Patroli sepeda diharapkan mendekatkan Polri dengan masyarakat.
Motor Patroli Sabhara Kawasaki KLX 250: Digunakan untuk patroli wilayah dan pengamanan aksi demo. Tipe msin 4-Tak, DOHC. Jumlah & Isi silinder 249 cc. Diameter x langkah: 72 x 61,2 mm. Perbandingan kompresi: 11:1. Daya maksimum: 18.0 (kw)/9000 Rpm. Torsi maksimum: 21 Nm/7000 Rpm. Jumlah transmisi: 6 speed, return shift. Berat 137 kg, dengan kapasitas bensin 7,3 liter.

Robot Penginjak Bom Gegana: Pembuatan tahun 2011, sejenis tank baja dan setara robot Jibom buatan Jerman. Berat 60 – 70 kg, lebar 40 cm, panjang 1 m. Mampu bergerak di segala medan seperti tanah, rumput, tembok, dan mampu menaiki tangga. Robot ini dilengkapi dengan 6 kamera, dikendalikan dengan remote control dalam radius 500 – 600 meter. Tenaga baterai 24 volt dengan waktu pemakaian 2 jam. Mampu mencerai-beraikan bom pan discrupter yang bisa diisi dengan air tekanan tinggi atau peluru softgun. Bisa digunakan untuk mengintai persembunian target, serta dilengkapi senjata api otomatis untuk melumpuhkan target.

Harley Davirdon Road King: Taun produksi 2013, digunakan untuk pengawalan. Mesin transmisi volume silinter 1687,97cc. Engine air-cooled twin cam 103TM. Torque 1—FT-LB 3250 RPM. Kapasitas tangki 22,7 liter. Medan yang dilalui, medan datar.
Victory: Pengadaan tahun 2012, digunakan untuk pengawalan. Kapasitas mesin 1731 cc stroke 500-V Twin. Tenaga mesin yang dihasilkan 97hp. Daya untir 113 FT-LB. Suspensi Telescopik Fork, dioperasikan untuk medan rata.

Robot ala Transformer yang banyak menyedot perhatian pengunjung, Depok Police Expo. Begitulah, sekilas warna-warni polisi di Margo City. ***
Buat Apa ke Senen
BAGI Anda yang berdomisi di sekitar Depok, tentunya tak perlu jauh-jauh melancong ke pasar kue subuh Senen atau Blok M. Cukup pergi ke Mall Depok Town Square (Detos) Depok, Jl Margonda. Sebab, mulai pukul 04.00 sampai 08.00 pagi, aneka kue dijual dengan harga miring.
Pastinya, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp1.000 sampai Rp2.500 per kue. Cukup murah, bahkan masih ada margin bagi yang ingin menjualnya kembali. “Di sini jenisnya macam-macam, dan harganya murah,” jelas Rina yang mengaku setiap hari mengunjungi pasar kue subuh ini untuk memenuhi kebutuhan toko kuenya di Sawangan, Depok.

Kepada jayakartanews.com, Rina yang telah memulai usahanya sejak tiga tahun lalu, awalnya selalu berburu kue di pasar kue subuh Senen. Namun, lama-lama dirasa memberatkan, terlebih jenis dan harga yang ditawarkan tak jauh beda dengan yang ada di Detos. Termasuk ketika dirinya meladeni pesanan kue kotak untuk hajatan.
Pasar kue subuh ini terbilang strategis. Berada di Jl Margonda Raya berseberangan dengan Margo City, mudah dijangkau dari berbagai arah. Bahkan, hampir semua angkot menuju terminal Depok dari arah Jakarta melewati jalan ini. Tak hanya strategis, beragam kue dijajakan di sini, di antaranya yang banyak dicari pengunjung adalah jenis sosis solo, bika ambon, kue bolu kukus, lumpia, panada, pastel, dadar gulung, dan masih banyak lagi.
Bukan hanya itu. Makanan siap saji termasuk sayuran matang pun tersedia di sini. Namun, jangan sampai kesiangan, jika tak ingin kehabisan. ***