Berteman Tanpa Pamrih, Memudahkan Komunikasi

Banyak teman yang sampai sekarang termasuk saat acara Pegadaian Wilayah III Palembang Kamis malam ini (31/10/2019) di hotel Aryaduta Palembang, Sumsel, yang bertanya tentang kiat memiliki banyak teman dan mempertahankannya. Mereka selama ini mengamati aktivitas silaturahim yang saya lakukan.

Contohnya hari ini. Begitu tiba di Palembang dari Semarang dengan transit di Jakarta, saya langsung silaturahim ke teman-teman. Mereka yang semuanya pejabat adalah Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, Pinwil BNI Palembang Dodi Widjajanto, serta General Manager PLN Unit Wilayah Induk Sumsel, Jambi dan Bengkulu, Daryono. Juga ketemu Direktur salah satu anak perusahaan BRI Andik Eko Putro yang sedang tugas ke Sumsel.

Semuanya tadi pagi saya kontak lewat WA. Sesaat sebelum naik pesawat dari Semarang. Saya menginfokan mau ke Palembang dan ingin silaturahim ke mereka.

Alhamdulillah WA saya langsung direspon. Semuanya dengan senang hati mengatakan siap menerima saya.

Kenapa begitu mudahnya kontak mereka hanya lewat WA dan bisa langsung ketemu? Sementara banyak orang yang ingin jumpa teman-teman tersebut belum tentu bisa langsung diterima.

Bicaranya Lepas dan Nyaman Banget

Kemudahan itu saya rasakan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara. Bukan hanya sekarang, namun sejak lama.

Penyebab utama sehingga itu bisa terjadi – dengan mudah ketemu banyak orang – karena selama ini saya berteman sama mereka tanpa pamrih. Niatnya hanya silaturahim dan banyak belajar pada setiap orang yang ditemui. Hanya itu, tidak ada yang lain.

Timbal baliknya saya berniat membantu secara optimal dan tanpa pamrih setiap orang yang ditemui. Dengan begitu mereka merasa nyaman. Bahkan senang karena kehadiran saya ada manfaatnya buat mereka.

Semua itu membuat komunikasinya mudah. Tidak ada jarak. Setiap saat jika mau ketemu gampang sekali.

Hasilnya saat ngobrol sama sekali tidak ada beban. Bicaranya lepas dan nyaman banget. Malah membuat persahabatannya makin akrab. Alhamdulillah…

>>>Saat menghadiri acara Sinergi Dalam Harmoni yg dilaksanakan Pegadaian Wilayah III Palembang di Hotel Aryaduta Palembang yg dihadiri Dirut Pegadaian Kuswiyoto, saya ucapkan selamat berusaha mewujudkan pertemanan tanpa pamrih. Salam hormat buat keluarga. 22.30 31102019?<<<

Konten Memikat dan Marketing Cerdas Kunci Sukses Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi

Oleh: Fuad Aryanto (Cak Fu)

Assalamualaikum Bro Aqua. Alhamdulillah, ikut senang buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi cetak ulang. Edisi ke-7, 20 ribu eksemplar, dan pesanan pula! Jelas buku itu nanti tidak menumpuk di gudang tetapi langsung terdistribusi. Hueebhat poool. Bikin ”iri” siapa saja yang pernah memproduksi buku. Hehehe…

Menurut saya setidaknya ada dua hal yang membuat The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi menjadi buku best best seller. Yaitu, konten memikat dan marketing yang cerdas. Konten buku itu berupa pengalaman perilaku penulisnya, Dr Aqua Dwipayana. Konten menarik itu dibalut narasi apik tentang perlunya sikap ikhlas, bersih hati, pola pikir jernih, menepis dendam, dan resep kenyamanan jiwa lainnya.

Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi tidak banyak mengemukakan teori para pakar yang rumit, apalagi rumus yang bikin pusing, tetapi pengalaman sederhana yang dilakukan sehari-hari penulisnya secara konsisten selama puluhan tahun. Misalnya, bagaimana dia menghadapi serbuan bullying atau perundungan, bagaimana memuliakan tamu, menghormati orang tua, menjaga silaturahim, memperlakukan asisten rumah tangga, dan sebagainya.

Sangat mungkin isi buku tersebut mengilhami banyak pembaca untuk berbuat serupa. Menginspirasi pengalaman spiritual pembaca dengan mengajak sahabat, relasi, atau bahkan bos, dan anak buahnya. Tak sedikit pembaca yang menjadikan buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi sebagai hadiah. Beberapa institusi dan perusahaan membagikannya kepada karyawan dan para relasi mereka.

Di sektor marketing, penulis maupun editornya, Nurcholis MA Basyari, tak perlu pasang iklan di media. Profesi Dr Aqua sebagai motivator kondang dan pertemanannya yang luas dari berbagai kalangan hingga ke mancanegara sudah otomatis sebagai marketing agent paling mantap.

Liputan media yang hampir tak pernah putus menulis aktivitas Dr Aqua di dalam maupun di luar negeri, tentu juga ikut mendorong mendongkrak positioning dan branding buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Jika ada penelitian, bukan tidak mungkin buku yang laris-manis itu memegang rekor oplag tertinggi di Indonesia, dengan jumlah cetak –sebagaimana ditulis Ustad Nurcholis—140 ribu eksemplar selama 3,5 tahun.

Langkah Cerdas NRA

Grup NRA merupakan salah satu penyelanggara ibadah haji dan umroh terbesar di Indonesia. Jumlah jamaah haji dan umrohnya terus meningkat setiap tahun. Dr Aqua selaku penggagas dan penyandang dana gerakan umroh The Power of Silaturahim (POS) dalam dua tahun terakhir mempercayakan kepada Grup NRA untuk menangani jamaah umroh itu yang jumlahnya mencapai 39 orang pada 2018 dan 50 orang pada 2019. Rencananya, tahun depan Grup NRA juga tetap dipercaya menangani pelaksaan umroh jamaah POS IV.

Pertemanan pemilik NRA Irmawati Mochtar dengan Dr Aqua memang akrab. Dalam berbagai kesempatan bersilaturahim ke para sahabat di berbagai tempat, pakar Komunikasi itu selalu mempromosikan Grup NRA. Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, tersebut bahkan tak segan-segan menganjurkan para sahabatnya itu menggunakan Grup NRA untuk haji atau umroh. Malah, dia berani “pasang badan” menjamin bahwa Grup NRA akan memberikan pelayanan nyaman dan maksimal.

Order Grup NRA untuk mencetak buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi sangat mungkin karena hubungan baik tersebut. Selain itu, bisa jadi owner Grup NRA ingin menularkan pengetahuan konten buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi kepada jamaah umroh dan haji yang ditanganinya. Tindakan tersebut sebagai langkah cerdas pemilik dan manajemen Grup NRA. Langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak melulu mengejar profit gede. Lebih dari itu, NRA dalam operasinya juga menempuh jalur ibadah, yakni ’’berdakwah” menyebar ilmu melalui buku itu. Hal ini sekaligus memberi nilai plus bagi calon jamaah haji dan umroh yang mempercayakan penanganan perjalanan mereka ke Tanah Suci kepada Grup NRA.

Insya ALLAH kerja sama itu membawa keberkahan bagi Dr Aqua maupun Grup NRA. Tidak terkecuali, bagi umat yang akan menjalankan ibadah haji atau umroh. Aamiin…

Penulis adalah wartawan senior yang mendapat amanah sebagai Wakil Ketua rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) III 2019.

The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, Buku Unik yang Menggulirkan Gerakan Kebajikan

Oleh: Nurcholis MA Basyari

Alhamdulillah, buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi telah naik cetak ulang yang ke-7 sehingga total oplag buku super best seller itu mencapai 140 ribu eksemplar dalam 3,5 tahun. Teristimewa lagi, edisi ke-7 itu khusus dicetak eksklusif untuk Grup NRA Tour & Travel Jakarta.

Pencapaian tersebut yang sungguh sangat spektakuler dan patut disyukuri bukan hanya oleh Mas Aqua selaku penulisnya dan saya sebagai editornya melainkan juga segenap komponen bangsa ini. Bagi para mitra Mas Aqua, baik sebagai donatur, sponsor, pembeli, maupun pembaca, dukungan mereka untuk penyebaran buku inspiratif tersebut tidak sia-sia.

Selain kandungan ilmu dan contoh-contoh nyata tentang pentingnya silaturahim sebagai kunci sukses menjalin komunikasi dan menjalani kehidupan, buku tersebut sarat nilai dan pesan moral kebajikan. Mendukung buku tersebut (baca: membeli, menyebarkan, atau membacanya) sama artinya menebarkan dan menyemai perdamaian dan cinta kasih pada diri, keluarga, sesama anak bangsa, dan makhluk ciptan-NYA di bumi yang satu ini.

Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi  memang unik. Buku tersebut tidak hanya memuat paket kombinasi teori dan praktik silaturahim yang konsisten dan sukses dilakoni seorang Aqua Dwipayana. Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, itu bukan hanya pandai bicara saja alias omdo atau omong doang. Lebih dari itu, motivator yang sudah tampil ribuan kali di seluruh Indonesia dan puluhan negara tersebut sangat dikenal sebagai ahlinya dalam mempraktikkan silaturahim.

Efek Guliran Bola Salju

Lebih unik lagi, buku yang dicetak pertama kali pada April 2016 itu pun turut menggulirkan silaturahim dan kegiatan berbagi terhadap sesama bagaikan efek bola salju. Bagaimana caranya? Oleh Mas Aqua selaku pemegang hak cipta, hasil penjualan buku The Power of Silaturahim itu didedikasikan sepenuhnya untuk membantu sesama, terutama kaum fakir-miskin dan para janda. Selain itu, secara konsisten, Mas Aqua juga mengalokasikannya untuk memberangkatkan umroh puluhan orang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan beragam latar belakang sosial ekonomi.

Jamaah umroh yang diberi nama The Power of Silaturahim (POS) I menunaikan ibadah ke Tanah Suci di Mekah dan Madinah, Arab Saudi, pada 8-16 Januari 2017. Jumlah pesertanya 35 orang. Jamaah POS II yang berjumlah 39 orang diberangkatkan untuk umroh pada 18-26 April 2018. Adapun jamaah POS III yang berjumlah 50 orang melaksanakan umroh pada 4-12 April 2019.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera. Profesi dan pekerjaannya antara lain guru SD, guru mengaji, anggota TNI-Polri, wartawan, pegiat lingkungan, pekerja sosial, mahasiwa, pensiunan pegawai negeri-swasta, marbot masjid, tukang becak, pemulung, tukang parkir, pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, sopir, office boy, cleaning service. Sebagian besar dari para peserta umroh itu belum pernah saling kenal dan bertemu, termasuk dengan Mas Aqua dan saya selaku ketua rombongan. Alhamdulillah, ini uniknya, mereka begitu bersemangat mengurus semua persyaratan dan percaya saja berangkat ke Jakarta pada hari H untuk berkumpul sehari sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Bak gayung bersambut. Guliran bola salju makin membesar tak terbendung. Gerakan kebajikan buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu menyedot perhatian banyak pihak untuk ikut ambil bagian seolah tidak mau ketinggalan. Sekadar menyebut beberapa contoh, seperti Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Danseskoad) Mayjen TNI Kurnia Dewantara menyiapkan akomodasi dan transportasi jamaah saat transit di Jakarta sebelum terbang ke Jeddah, Arab Saudi. Dukungan juga datang dari Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. 

Dirut Duta Anggada Realty Ventje Suardana ikut pula memberikan bantuan dana dalam jumlah cukup besar. Bukan hanya itu, pria asal Surabaya, Jawa Timur, yang sangat rendah hati dan berbakti sekali kepada kedua orangtuanya itu juga aktif menjamu dan menemui para jamaah. Tidak mau ketinggalan, Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo juga merogoh koceknya sendiri untuk menyediakan tiket PP para jamaah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia ke dan dari Jakarta serta jadi donatur untuk dua orang yang umroh. Pemilik  Grup Sriwijaya Air Chandra Lie juga memberikan dukungan serupa, tremasuk pengiriman koper dan perlengkapan jamaah ke berbagai daerah.

Dirut yang juga pemilik Grup NRA Tour & Travel Irmawati Mochtar juga memberikan dukungan penuh. Irma memerintahkan jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah umroh POS II, III, dan insyaa ALLAH POS IV awal tahun depan. Secara khusus, pengusaha yang sangat rendah hati dan religus itu juga berkenan menerima para jamaah POS II di kamar suite Swissotel Al Maqom di Zamzam Tower, Mekah.

Dan tentu masih banyak lagi pihak yang tidak cukup ruang untuk disebutkan satu per satu di sini.

Saya meyakini suksesnya buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi dahsyatnya guliran bola salju gerakan kebajikan yang ditimbulkan kemudian itu buah dari perpaduan dahsyatnya kekuatan silaturahim dan kelapangan hati yang sepenuhnya tulus-ikhlas semua pihak yang terlibat didalamnya. Saya pun teringat Firman ALLAH: kasih sayangilah sesamamu, niscaya ALLAH dan seluruh penghuni langit akan menyayangimu. (*)

Penulis adalah wartawan senior yang mendapat amanah sebagai Ketua rombongan umroh The Power of Silaturahim I, II, dan III.

Hasil Berbuat Baik ke Sesama, Rezekinya Terus Mengalir Hingga ke Luar Negeri

Pak Aqua, senang sekali ya jadi orang pintar, cerdas, dan rendah hati seperti Bapak. Rezekinya nggak usah dicari, tapi mengalir datang sendiri bahkan hingga ke luar negeri. Subhanallah… Semoga saya dan banyak orang termasuk anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan dapat meniru keteladanan Bapak dan rejeki kami bisa seperti yang Pak Aqua rasakan. Aamiin ya robbal aalamiin…???

Demikian pesan yang saya terima dari seorang teman dua hari lalu. Kawan saya itu selama ini intens mengamati semua aktivitas saya termasuk silaturahim serta sharing Komunikasi dan Motivasi baik di dalam negeri maupun manca negara yang saya lakukan.

Sesuai dengan kapasitasnya, teman itu sudah mulai mencontohnya dan merasakan hasilnya. Hal itu membuat dirinya ketagihan dan ingin secara konsisten melaksanakannya.

Saya sangat mensyukuri seluruh rezeki yang selama ini diperoleh dari TUHAN lewat banyak orang baik yang sudah saya kenal maupun belum dikenal sama sekali. Saya meyakini bahwa semua itu datangnya tidak tiba-tiba, tetapi buah dari berbagai kebaikan dilakukan dengan tulus ikhlas.

Begitu dahsyat dan luar biasanya nikmat yang saya peroleh dari Sang Pencipta sehingga membuat saya makin ketagihan dari waktu ke waktu untuk berbuat baik pada sesama. Rasa syukur itu semakin meningkat saat melihat banyak orang bahagia atas bantuan yang diberikan.

Totalitas Membantu dengan Niat Sepenuhnya Ibadah

Ingat, sebaik2nya manusia adalah yg bermanfaat pada sesama. Kebaikan yang diberikan tidak harus dalam bentuk materi, namun wujudnya bisa yg lain. Misal pikiran, tenaga, atau menyediakan waktu untuk mendengarkan orang lain yang sedang ada masalah dan membantu mencarikan solusinya.

Jika semua itu – bantuan ke sesama – dilakukan dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih serta diniatkan sepenuhnya ibadah, semata-mata hanya karena TUHAN, insya ALLAH lancar dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Mereka yang dibantu akan merasakan manfaatnya.

Selain itu tidak kalah pentingnya orang yang membantu sama sekali tidak ada beban, apa pun sikap atau umpan balik dari yang menerima bantuan. Hal itu terjadi karena totalitas dari awal meniatkannya ibadah.

Terkait dengan semua aktivitas mulia tersebut maka rezeki orang yang memberi bantuan ke sesama tanpa pamrih akan terus mengalir. Datangnya dari berbagai penjuru mata angin dan sering tidak disangka-sangka.

Mereka yang sering merasakan hal tersebut tidak heran. Yakin bahwa semua rezeki itu dari TUHAN dan balasan atas seluruh kebaikannya pada sesama yang dilakukan tanpa pamrih.

Kesimpulannya jika ingin rezekinya terus-menerus mengalir bahkan berlipat ganda maka jangan pernah sedikitpun ragu membantu sesama termasuk ke orang yang tidak dikenal. Paling utama lakukan dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih.

Setelah itu rasakan hasilnya yang dahsyat dan luar biasa. ALLAHU AKBAR… Selamat mencoba dan sukses. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Dari Penang, Malaysia menjelang sharing Komunikasi dan Motivasi dengan semua pegawai Konsulat Jenderal RI di Penang yg dipimpin Konjennya Iwanshah Wibisono dan pelaksanaannya di Park Avenue Hotel, saya ucapkan selamat menikmati manisnya buah dari berbagai kebaikan tanpa pamrih yg dilakukan ke sesama. Salam hormat buat keluarga. 07.15 12102019?<<<

Ekslusif untuk Grup NRA Tour & Travel, Buku The Power of Silaturahim Cetak Ulang Ketujuh

Jayakarta News – aBuku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi makin laris manis. Setelah Cetak ulang keenam dengan total 120 ribu eksemplar, mulai hari ini, Jumat (11/10/2019) cetak ulang ketujuh sebanyak 20 ribu eksemplar. Semua buku itu ekslusif untuk Grup NRA Tour & Travel Jakarta.

Kepastian tentang itu saya peroleh dari pemilik Grup NRA Irmawati Mochtar. Persis tiga minggu lalu, Jumat siang (20/9/2019), seusai Irma ketemu Dirut Pegadaian Kuswiyoto di kantornya di Jakarta. Kami kemudian melanjutkan diskusi di hotel Mercure Cikini. Waktu itu Irma didampingi Direktur Pemasaran NRA Indah Jamhari silaturahim.

Setelah ngobrol dan komunikasi berikutnya dilanjutkan lewat WA – saat Irma berada di Dubai, Uni Emirat Arab – diputuskan untuk mencetak 20 ribu eksemplar buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.

“Pak Aqua, insya ALLAH buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi karya Bapak tersebut saya bagikan ke jamaah umroh dan haji yang berangkat ke Tanah Suci dengan NRA. Saya yakin buku itu bermanfaat buat mereka,” ungkap Irma.

Karena bukunya khusus buat jamaah umroh dan haji Grup NRA maka di cover depan bukunya ada logo NRA dan NRA Foundation. Sedangkan di dalam ada sambutan Irma sebagai pemilik Biro perjalanan umroh dan haji tersebut.

Putuskan Jamaah Umroh POS IV pakai Grup NRA

Buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu awalnya ditulis dan dicetak sebagai sovenir saat saya promosi doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung pada 15 April 2016. Tujuannya untuk memberikan kesan positif yg mendalam buat seluruh tamu saya yang hadir.

Cetakan pertama sebanyak 20 ribu eksemplar. Ternyata peminatnya banyak sekali bahkan hingga keluar negeri. Akhirnya saya putuskan untuk mencetak ulang. Tidak terasa sampai sekarang sudah mau cetak ulang ketujuh.

Bersamaan dengan itu saya meniatkan hasil penjualannya untuk membiayai umroh banyak orang. Awalnya pada 2017 sebanyak 35 orang, 2018 (39 orang), dan 2019 (50 orang). Mereka tergabung dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) I, II, dan III yg dipimpin oleh editor buku saya, Nurcholis MA Basyari.

Selain dari hasil penjualan buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, biaya umrohnya diambil dari honor saya sebagai pembicara profesional, dan teman-teman akrab saya yang menjadi donatur.

Rombongan umroh POS II dan III saya memutuskan mempercayakannya ke Grup NRA. Karena pelayanannya memuaskan sekali sehingga jamaah umroh POS IV pada 2020 saya putuskan pakai Grup NRA juga.

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk semua amanah yang diberikan ke Grup NRA. Kami akan terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan ke seluruh jamaah umroh dan haji. Mohon doa dan dukungannya ya,” kata Irma dengan serius.

Alhamdulillah, Pak Aqua dan para jamaah POS II dan III yang dipimpin Pak Nurcholis MA Basyari, lanjut Irma menyatakan sangat puas dengan layanan kami. Insya ALLAH, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya NRA akan mendapatkan kembali kepercayaan menangani jamaah POS IV dan POS-POS selanjutnya yang tetap dipimpin oleh Pak Nurcholis. Pak Aqua telah mengukuhkan editor buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ini sebagai Ketua Tetap rombongan jamaah umroh The Power of Silaturahim.

Grup NRA Tahun ini Berangkatkan 50 Ribu Orang ke Tanah Suci

Irma menambahkan, Alhamdulillah, Grup NRA semakin mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat yang hendak bertamu ke Baitullah di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tahun ini, Grup NRA memberangkatkan sekira 50 ribu orang jamaah umroh dan haji, termasuk 638 peserta ONH Plus.

Sedangkan tahun lalu, Grup NRA menangani sekira 40-an ribu jamaah haji dan umroh, termasuk 721 orang anggota jamaah haji yang memanfaatkan skema ONH Plus. Jumlah tahun lalu itu sedikit meningkat dari tahun sebelumnya yang juga di kisaran 40 ribu jamaah, termasuk 680 orang yang menggunakan skema ONH Plus.

Saya insya ALLAH terus membantu memasarkan Grup NRA ke para relasi saya yang tinggal di berbagai kota di Indonesia. Sebagian sudah ada yang memberikan amanah ke Grup NRA. Alhamdulillah...

Setelah buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi cetakan ketujuh yang ekslusif untuk Grup NRA selesai dicetak, saya optimis dalam waktu dekat akan dilaksanakan cetakan ke delapan. Jumlahnya tetap 20 ribu eksemplar.

Saya terus semangat untuk memasarkan buku tersebut karena salah satu pahala yang terus-menerus mengalir adalah Ilmu yang bermanfaat. Selain itu akan semakin banyak orang yang diberangkat umroh ke Tanah Suci.

Terima kasih kepada Irma dan seluruh jajaran di Grup NRA yang telah memberikan amanah dengan membagikan buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ke jamaah umroh dan haji Grup NRA. Semoga semuanya bernilai ibadah. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Dari Penang, Malaysia menjelang sharing Komunikasi dan Motivasi dengan sekitar 300 orang pekerja migran Indonesia di Hostel Alora, Bayan Lepas, yg dipimpin Konjen RI di Penang Iwanshah Wibisono, saya ucapkan selamat berbagi Ilmu yg bermanfaat pada sesama. Salam hormat buat keluarga. 20.00 11102019?<<<

Dapat Hadiah Umroh: Fira Sujud Syukur, Inda Kaget

Gemetaran, nyaris tidak percaya, dan sujud syukur sambil mengucapkan Alhamdulillah berkali-kali. Itulah reaksi Fira panggilan akrab Alfiazrah saat mendengarkan namanya mendapat hadiah umroh. Sementara sebelumnya Inda Sari yang memperoleh hadiah serupa kaget dan sempat terbengong sesaat ketika namanya diinfokan dapat hadiah ke Tanah Suci.

Itulah reaksi Fira dan Inda ketika nama mereka diumumkan mendapat hadiah umroh dari saya sekeluarga. Pengumuman itu disampaikan pada Senin malam (6/10/2019) lalu di resto Kurnia Village Yogyakarta saat kami menjamu makan malam puluhan saudara yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Untuk mengapresiasi mereka yang khusus datang ke Yogyakarta naik dua bus – mulai Minggu sampai Rabu ini (6 – 9/10/2019) – selain mengajak jalan-jalan ke obyek-obyek wisata di Yogyakarta, kami menyiapkan banyak hadiah termasuk untuk dua orang umroh. Panitia yang diketuai abang kandung saya Ikhsyat Syukur menyepakati acara pembagian hadiah pada Senin malam.

Disiapkan 22 hadiah termasuk dua umroh dengan cara diundi. Aneka hadiah tersebut, kecuali umroh berasal dari teman-teman akrab saya.

Seluruh rombongan ke Yogyakarta setelah pada Minggu siang (6/10/2019) menghadiri pernikahan keponakan saya Giovanni Prymusa (Yovan) dan Rinindya Wulan Arumandani (Wulan) di Semarang. Bapaknya Yovan, Mustafa Kamal yang mantan Atase Tenaga Kerja di Riyadh, Arab Saudi dan Kuala Lumpur, Malaysia, adalah abang kandung saya yang paling besar.

Ero Memimpin Pengundian, Berdoa Memohon Nomornya Keluar

Acaranya diawali dengan makan malam. Setelah melihat terbenamnya matahari di Pantai Parangtritis. Sebelumnya jalan-jalan ke Gumuk Pasir dan Candi Prambanan.

Saat pengundian dipimpin putra bungsu saya Savero Karamiveta Dwipayana yang akrab dipanggil Ero. Didamping istri saya Retno Setiasih serta dua kakak ipar saya Poppy Saleh dan Dini S Rahim.

Di awal pengundian suasananya mulai agak agak tegang. Terkadang ada canda. Semua peserta berharap dapat hadiah terutama umroh, meski ada yang telah pergi ke Tanah Suci.

“Saya inginnya dapat hadiah yang terakhir saja. Hadiah-hadiah yang di awal biar diberikan ke yang lain,” ujar beberapa peserta senada sambil bercanda.

Puncak ketegangannya menjelang penentuan yang mendapatkan hadiah umroh. Terlihat dari wajah para peserta. Ada yang terlihat membaca doa. Memohon agar nomornya yang keluar.

Diambil dulu satu nomor. Ternyata yang beruntung Inda, yang sehari-hari menjabat sebagai Station Manager Garuda Indonesia Jambi. Sebelumnya bertugas di Hong Kong dengan jabatan yang sama.

Puluhan Pasang Mata Melihat Fira

Begitu namanya diumumkan, Inda kaget dan seperti tidak percaya. Sementara peserta yang lain ada yang bertepuk tangan dengan ekspresi ikut merasakan kegembiraan.

Suasananya kembali tegang menjelang diambilnya nomor untuk menentukan yg mendapat hadiah umroh berikutnya. Harapan yang sama terlihat di wajah-wajah yang hadir.

Begitu Ero mengumumkan no 23 atas nama Fira, di kursi bagian belakang tempat Fira duduk ramai sekali suara kegembiraan. Putri sulung Dedet dan Zainal itu nyaris tidak percaya mendapat hadiah umroh.

Fira langsung sujud syukur dengan berkali-kali mengucapkan Alhamdulillah… Sementara puluhan pasang mata yang hadir melihat ke arah Fira.

Sangat Mengharukan dan Mengakrabkan Antarsaudara

“Itu hadiah dari ALLAH SWT buat Fira yang bulan depan insya ALLAH diwisuda sebagai sarjana program studi Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Brawijaya Malang,” kata kakek Fira, Zainal Usman.

“Terima kasih… Terima kasih…” Kata Fira ke panitia yang menyiapkan hadiah tersebut.

Suasana malam itu sangat mengharukan. Sekaligus mengakrabkan antarsaudara di mana ada yang sudah 42 tahun tidak ketemu. Semuanya gembira dan bahagia.

Fira dan Inda rencananya berangkat ke Tanah Suci pada tahun depan bersama rombongan umroh The Power of Silaturahim 4 yang dipimpin Nurcholis MA Basyari. Mereka insya ALLAH pakai Biro perjalanan Umroh dan Haji NRA Group milik Irmawati Mochtar.

Selamat buat Fira dan Inda. Semoga perjalanan umrohnya lancar dan mabrur. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Dari Yogyakarta saat melayani puluhan orang saudara yang akan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing via Jakarta, saya ucapkan selamat berusaha memberikan hadiah terbaik ke banyak orang. Salam hormat buat keluarga. 07.00 09102019?<<<

Dua Hadiah Umroh pada Orang yang Tepat di Santosa Stable Kendal

Pengantar : pemilik Santosa Stable Horse Riding Club & Resort Kendal, Jateng, Anna Santosa dan suaminya Cendra Santosa sangat terkesan dengan sharing Komunikasi dan Motivasi yang dihadiri jajaran mereka pada Jumat pagi (4/10/2019) kemarin. Selain karyawan Santosa Stable juga hadir para pegawai resto Tiga Durian Semarang dan masyarakat sekitar. Di bawah ini komentarnya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Selamat Sore Pak Aqua.

Alhamdulilah semuanya merasa  mendapat berkah yang luar biasa dengan kehadiran Bapak di tempat kami untuk sharing Komunikasi dan Motivasi.

Momen hari ini tidak pernah bisa saya lupakan. Sangat terkesan. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang  Bapak sampaikan.

Saat Pak Aqua sharing, saya, suami, dan semua yang hadir menyimak yang Bapak sampaikan. Hebatnya Bapak tidak hanya memotivasi tetapi yang utama telah melaksanakan semua yang Pak Aqua sampaikan. Jadi memberikan keteladanan ke kami yang hadir mendengarkan presentasi Bapak.

Kekuatan Kasih, Baru Kenal Langsung Akrab

Selama ini begitu luar biasanya kekuatan silaturahim yang Bapak bangun dan sangat telaten Pak Aqua merawatnya. Hasilnya telah Bapak rasakan dan juga dinikmati banyak orang yang telah Bapak bantu.

Saya sekeluarga merasakan ketulusan Bapak dalam melaksanakan silaturahim. Meski kita baru kenal sekitar sebulan namun rasanya sudah bersahabat lama hingga puluhan tahun.

Begitu akrab dan intensnya Komunikasi kita sehingga saya sekeluarga merasa Pak Aqua dan keluarga besar Bapak seperti saudara sendiri. Semua itu karena kekuatan kasih yang dilandasi hati yang bersih.

Saat Bapak memberikan sharing, sangat terasa seolah2 Jiwa kami “dibakar” untuk merasakan semua kekuatan Itu. Seiring dengan hal tersebut,  “raksasa” yang sedang tidur nyenyak di dalam diri masing-masing mendengar dan mulai bagun, bergerak, berjalan, dan ingin lari untuk mengejar yang ada di depan kita dan menggapai semua cita-cita.

Insya ALLAH dengan doa dan ajaran Bapak, kami keluarga besar Santosa Stable dan resto Tiga Durian tidak akan menjadi pecundang. Kami yakin menjadi pemenang yang diridhoi oleh Yang Maha Kuasa. Aamiin…

Kaget sekali Mendengar Dua Hadiah Umroh

Tema sharing-nya adalah Hidup yang Berkualitas dengan Rajin Memberi dan Totalitas Melayani. Menarik sekali. Apalagi di depan semua peserta, Pak Aqua secara spontan menyampaikan pemberian hadiah umroh kepada dua karyawan.

Saat Bapak mengumumkan itu saya, suami, dan semua peserta kaget sekali. Sama sekali tidak menyangka.

Ketika Pak Aqua menyerahkan kepada saya dan suami untuk menunjuk dua karyawan yang akan diberangkatkan umroh kami langsung diskusi berdua. Hasilnya kami memutuskan untuk mengundinya agar adil dan semua karyawan yang beragama Islam merasa dihargai.

Siangnya selesai sholat Jumat dan sesudah Pak Aqua meninggalkan Santosa Stable, kami melakukan undian. Nama semua karyawan yang menghadiri sharing Bapak dimasukkan ke satu wadah.

Kami semuanya deg-degan saat dua kertas di wadah tersebut diambil. Semua yang beragama Islam berharap namanya yang ditulis dalam kertas tersebut yang keluar.

Mereka yang Hidup dengan Ikhlas Mendapat Rezeki ke Tanah Suci

Hasilnya membuat saya merinding, heran,  dan bahagia. Perasaan saya campur aduk. Saat itu saya merasakan kebesaran TUHAN.

Mereka yang beruntung adalah Ibu Siti dan Pak Muhammad Dahri. Keduanya orang baik yang selama ini banyak memberi keteladanan pada temantemannya. Jadi hadiah itu diberikan pada orang yang tepat.

Bu Siti sudah lama ditinggal suaminya yang entah ke mana perginya. Sebagai orangtua tunggal beliau harus menghidupi empat anaknya yang masih kecil-kecil selama bertahun-tahun.

Sedangkan Pak Dahri menghidupi istri dan dua putranya. Dulu pekerjaannya tidak tetap karena karena tidak punya sawah atau ladang. Selama bertahun-tahun beliau menjadi guru madrasah untuk mengajar tentang agama dengan gaji yang hanya seikhlasnya saja. Jadi penghasilannya pas-pasan.

Kemudian saya dan suami menerima Pak Dahri sebagai karyawan kami. Setiap ada acara di tempat kami, selalu beliau yang memimpin doa.

Pada hari ini mereka yang hidup dengan ikhlas dan tanpa bersungut2, mendapat rezeki yang luar biasa dari TUHAN. Melalui Pak Aqua yang menjadi kepanjangan tanganNYA Yang Maha Kuasa mereka tahun depan akan berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan umroh The Power of Silaturahim 4.

Saya merasakan kebahagian mereka juga ada pada diri saya dan suami. Hormon Endorfin saya membuat saya bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Dan saya yakin saya tambah muda, makin sehat, panjang umur, dan kekebalan tubuh saya bekerja luar biasa.

Saya merasa jiwa saya seperti orang yang berusia 17 tahun.?

Terima kasih Pak Aqua untuk semua yang telah Bapak berikan pada keluarga besar Santosa Stable dan Resto Tiga Durian. Sehat dan sukses buat Pak Aqua. Dan bersama keluarga selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa.

amin YRA…??

>>>Dari Semarang saat melayani puluhan saudara yang datang dari berbagai provinsi, saya ucapkan selamat berusaha membahagiakan banyak orang dengan konsisten berbagi rezeki tanpa pamrih. Salam hormat buat keluarga. 19.00 04102019?<<<

Cara Aqua Memutar-balikkan Dunia

Penulis, Laksmi Wuryaningtyas (kaos hijau satu-satunya) bersama Aqua Dwipayana dan rombongan Jayakarta News. (Foto: dok jayakartanews)

JAYAKARTA NEWS – Sejak awal diumumkan agenda ini, saya sudah komit untuk ikut. Namun, menjaga komitmen memang tidak mudah. Ada saja godaan dan kendala. Godaan yang paling berat adalah ajakan teman-teman SMA untuk berlibur di Sarangan, Magetan. Bayangkan, sudah 39 tahun kami tidak main bareng lalu ada kesempatan itu. Sedih rasanya tidak bisa ikut ke Sarangan.

Tapi demi menjaga komitmen, saya tetap ikut agenda Jayakarta News. Apalagi pada waktu ketemu dalam salah satu acara di rumah Mas Kikiek (Prof Hermawan Sulistyo), Agus Sundayana sang “bendahara abadi” itu, khusus minta tolong dibantu mencari konsumsi pada acara di Yogya.

Sedangkan kendalanya adalah minimnya uang saku. Tapi ini bisa disiasati dengan mengatur perjalanan sendiri. Saya memilih moda angkutan paling murah, yaitu naik kereta Bengawan jurusan Jakarta-Solo. Tarifnya Rp 74.000 sekali jalan. Alhasil, biaya PP Cuma Rp 148.000. Lumayan bisa berhemat, meski saya harus kehilangan momentum kebersamaan dengan teman-teman di kereta.

Alhamdulillah ada teman lain yang mau menemani ku dalam perjalanan ke Yogya. Dialah Aliefien. Dia bukan eks Jayakarta, tapi bekas anak buah Mas Roso Daras di Tabloid Tokoh. Dia siap bergabung dengan Jayakarta News khususnya untuk urusan tulis-menulis. Meski sudah dapat ruang kreasi di Koran Sindo, tapi dia tetap setia ingin jadi anak buah Mas Roso. Entah punya pelet apa mas Roso ini. Sampai-sampai bekas anak-buahnya mau aja ikut gabung di Jayakartanews.com.

Meski sudah sering ketemu, namun saya tak pernah bosan bersilaturahmi dengan teman-teman Jayakarta. Saya yakin sekali, silaturahmi adalah salah satu pintu rezeki. Dan benar, kami di Yogya kedatangan tamu. Namanya Dr. Aqua Dwipayana. Tamu satu ini sangat istimewa. Bagaimana tidak? Dia bertamu untuk ketemu dengan awak Jayakarta News. Anehnya, bukan yang ketamuan yang menjamu. Tapi Pak Aqua-lah yang menjamu. Dunia memang sudah terbalik ya?

Dijamu makan siang di Resto Jejamuran, Yogyakarta. (foto: dok jayakarta news)

Dua kali kami seluruh awak Jayakarta News dijamu Pak Aqua Dwipayana. Pertama di restoran Jejamuran yang terkenal itu. Kami dijamu hampir seluruh menu terbaik Jejamuran di ruang VIP Shiitake.

Yang kedua, kami dijamu makan malam di Angkringan Gadjah di Jl. Kaliurang Km 9. Kali ini, Bu Retno, istri Pak Aqua serta Ero anak kedua (dari dua bersaudara) ikut hadir. Luar biasa keluarga ini. Tengah malam pun dibela-belain menjamu puluhan teman Jayakarta News. Keikhlasan yang pantas diteladani.

Hal lain yang luar biasa adalah sikap Pak Aqua Dwipayana. Umumnya, motivator itu hanya terlihat seksi di panggung. Ucapannya menjadi inspirasi banyak pendengarnya. Namun, perilakunya sehari-hari seringkali belum tentu atau bahkan tidak mencerminkan ucapannya di panggung. Nah, seorang Aqua Dwipayana ternyata tidak masuk motivator golongan ini. Ucapan dan tindakannya sama. Itulah mengapa saya bilang pantas diteladani.

Saya jadi bertanya-tanya juga tentang sosok satu ini? Apa menariknya Jayakarta News bagi Pak Aqua Dwipayana? Apa karena ada kesan mendalam yang tidak dia temui dalam komunitas lain? Apa karena memenuhi undangan mas Roso, kawannya di Cowas JP (Konco Lawas Jawa Pos)? Atau karena kebetulan saat bersamaan, sedang ada agenda di Yogyakarta.

Seketika semua pertanyaan itu sirna demi mendengarkan sharing bersama Aqua. Alasannya bukan karena brand, nama orang, atau apa pun. Menurut saya, lebih karena Aqua meyakini, memaknai, dan melaksanakan benar 3-K: kredibilitas, komitmen, dan konsistensi. Terkait hal itu, kehadiran Aqua adalah wujud komitmen dan konsistensi sikap yang kemudian berimbas pada tingginya kredibilitas beliau.

Lebih dari segalanya, Aqua adalah orang yang menjunjung tinggi silaturahim. Jadi, kukira, atas nama silaturahim dan menyebar virus silaturahim dengan segala akibat baiknya itulah, ia hadir. Bahwa ada alasan lain, itu pun menjadi alasan yang lain pula.

Tak cukup sampai di situ rupanya kebaikan Pak Aqua Dwipayana. Dia mempersilakan awak Jayakarta News yang ingin berlibur kembali ke Yogya untuk menginap di rumahnya kawasan Condongcatur, Yogya Utara. Dia juga menyiapkan dua unit mobil untuk dipakai berkeliling kota Yogyakarta. Tawaran ini tampaknya tidak basa-basi, mengingat latar belakang dirinya. Lantas, saya pun berpikir, kebaikan apa yang bisa kita perbuat untuk membalas kebaikannya? Bukankah ada hukum sebab-akibat sebagaimana yang diajarkannya?

Saya sedang mencari-cari cara untuk membalas kebaikan Pak Aqua. Dibuatkan buku, kok rasanya aneh, wong dia juga seorang penulis, dan bukunya sudah banyak, dan doktor komunikasi pula. Kami saja dihadiahi tiga buku. Tapi, mungkin tulisan human interest tentang dia, misalnya seminggu bersama Aqua Dwipayana cukup menarik. Atau, pengalaman-pengalaman pribadinya menghadapi orang-orang, atau teman-teman yang pernah menentang dia, lalu berbalik menjadi teman baik, ketika Aqua mengajaknya berdiskusi empat mata. Itu juga menarik. Tapi entahlah.

Yang pasti, saya hanya bisa berdoa kebaikan Pak Aqua bisa menginspirasi saya dan teman teman untuk berbuat baik dengan siapa saja, kenal ataupun tidak. Kebaikan yang kita lakukan untuk orang yang tidak kita kenal, konon lebih tinggi kadar keikhlasannya. Benar nggak Pak Aqua? (laksmi wuryaningtyas)

Menjumput Puing-puing Perasaan di Kota Yogya

Penulis (Nanang S) di Pantai Drini, Gunung Kidul – Yogyakarta. (foto: dok pri)

JAYAKARTA NEWS – Kota Yogyakarta, adalah kota istimewa bagi banyak orang. Sekali saja menginjakkan kaki di Kota Gudeg, niscaya hati kita akan tertinggal di sana. Setidaknya itu yang saya rasakan. Tak heran, ketika saya pulang kampung di Sragen, Jawa Tengah, sambutan “sugeng rawuh” dan ajakan mampir, begitu besar menggoda.

Begitu banyak kisah perjalanan hidupku terjadi di sini, dan itu selalu terkenang. Goresan tinta putih hingga tinta merah berakhir di kota kesultanan ini. Janji suci pernah terucap di ujung Jalan Malioboro, namun semua terpatahkan karena nafsu angkara murka yang mencederai simpul kesetiaan yang berujung kandasnya bahtera cinta yang sekian tahun kami arungi bersama.

Syahdan, setelah Harian Umum Jayakarta tutup di tahun sembilan puluh delapan, aku jadi sering berkunjung ke Yogya untuk sekadar main dan bisnis. Hotel Trim 2 yang terletak di seberang stasiun Tugu selalu jadi tempat singgah setiap kali aku ke sana. Tempat itu sudah seperti rumah sendiri. Di sini, aku bisa masak dan menyeduh kopi sendiri, kapan saja aku mau. Mas Jendral, begitu tukang becak yang setia mangkal di depan Hotel Trim 2, selalu siap mengantarku ke mana pun aku ingin jalan-jalan mengelilingi kota Yogya.

Kesunyian dan keindahan malam Jalan Malioboro menjadi tempat favoritku untuk sekadar nongkrong berbagi cerita, lesehan sambil makan burung dara ala pak Sunardi yang terletak persis di seberang hotel Garuda menjadi langganan makan malam. Suasana hening Malioboro menjelang pagi ditemani lagu-lagu khas musisi jalanan Yogyakarta menambah suasana syahdu. Cukup uang tiga ribu waktu itu, kami bisa request beberapa lagu kesukaan.

Karena seringnya datang ke kota Yogya, muncul keputusan memasukkan putri kami sekolah di MTS Negeri Yogyakarta. Setelah itu kami jadi sering berkunjung ke sini untuk menengok putri kami yang tinggal di sebuah asrama milik kepala sekolah. Kami sempat mempunyai rencana untuk membuka usaha dan tinggal di Yogya hingga anak lulus sekolah.

Namun Tuhan berhekendak lain. Baru berjalan kurang dari satu tahun, di kota ini kami harus mengambil keputusan mengakhiri bahtera rumah tangga. Semua mimpi harus berakhir di kota ini. Kami harus memindahkan kembali sekolah putri kami ke Jakarta dan memupus mimpi untuk tinggal di kota istimewa. Semenjak itu aku tidak pernah lagi menyambangi kota wisata kebanggaanku.

Alkisah, ketika Jayakarta News berencana mengadakan “Tour de Jogja”, sontak memoriku jadi teringat kembali kisah perjalanan hidupku di kota ini, yang sekian tahun telah aku kubur dalam-dalam untuk tidak mau lagi mengingatnya.

Sempat timbul keraguan untuk mengikuti acara ini. Berbagai alasan aku cari hanya supaya aku tidak kembali datang ke Yogya. Saat pendaftaran namaku termasuk urutan paling akhir. Di hari-hari terakhir aku sempat menghubungi Agus Sundayana untuk pembatalan keikutsertaan saya dalam tour ke Yogya.

Akan tetapi, Elty sang sekretaris panitia terus menghubungiku dan meminta keikutsertaanku. Aku pun sempat minta waktu barang sehari untuk memutuskan. Apalagi, di kantor saya juga ada acara rapat kerja tahunan di Cisarua. Aku pun bercanda, “Mbak Elty sholat istikharoh aja mudah-mudahan doanya terkabul dan aku bisa ikut.”

Dengan berbagai pertimbangan, dengan menimbang rasa cinta saya kepada teman-teman Jayakarta dan menghargai kerja keras teman-teman panitia, di samping mendukung kemajuan Jayakarta News akhirnya saya memutuskan ikut “Jayakarta Tour de Jogja”, 1 – 4 Februari 2019.

Sungguh, bukan keputusan yang mudah. Rasa cinta Jayakarta di satu sisi, dan kenangan pahit akan kota itu, membuat keputusan tadi sangat dilematis. Keputusanku pun bersandar pada satu harapan suci, semoga ada hikmah yang bisa aku dapatkan di Yogyakarta. Semoga, aku mampu dan sanggup, menjumput serpihan-serpihan kenangan pahit di sana, dan menghimpunnya menjadi satu kekuatan untuk melangkah dengan hati yang lebih jernih, pikiran lebih tertata, dan tekad yang lebih bulat.

Di luar dugaan, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan pun aku dapatkan di acara itu. Aku bisa bercanda lepas dengan teman-teman dalam perjalanan naik kereta Fajar Utama Yogyakarta. Delapan-setengah-jam perjalanan, kami lalui tanpa lelah.

Setelah melalui serangkaian acara raker yang disusun panitia, serta kegiatan one day tour, tibalah hari bebas, Minggu (3/2/2019). Aku dan sejumlah teman pun berkesempatan mengunjungi objek wisata eksotik yang belum pernah aku singgahi sebelumnya: Pantai Drini, Gunung Kidul, dan juga Pantai Teras.

Dr Aqua Dwipayana (tengah) dan Roso Daras (paling kanan) bersama teman-teman Jayakarta News di Resto Jejamuran. (foto: dok pri)

Dan yang lebih memperkaya khasanah batinku, dan menjadi penguat tegaknya langkah kaki di kota Yogya, adalah perjumpaan dengan orang-orang yang sangat luar biasa seperti Aqua Dwipayana dan Roso Daras. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keikhlasan hati untuk selalu berbagi dengan orang lain dengan caranya masing-masing.

Atas undangan Roso Daras, hadir motivator Aqua Dwipayana yang terkenal dengan “The Power of Silaturahim”. Kami mendapatkan banyak sekali lecutan kebaikan. Kata-kata kunci seperti Kredibilitas, Konsistensi, dan Komitmen tiba-tiba saja memenuhi rongga hati dan pikiran. Bagaimana caranya, aku harus mampu melesakkan konsep hidup 3-K itu. Hadiah tiga buku: The Power of Silaturahim, Produktif Sampai Mati, dan Dahsyatnya Silaturahim, Bersih Hati Bersih Pikiran dari Aqua Dwipayana, sungguh menjadi buah tangan yang lebih berarti dari sekadar batik dan bakpia Yogya.

Ajakan berbagi, berbuat baik tanpa menunda-nunda, disampaikan Dr Aqua dengan bahasa lugas disertai contoh-contoh kehidupan beliau sehari-hari. Sungguh, perjalanan ke Yogya menjadi satu perjalanan yang tidak saja memanjakan mata, tetapi juga sarat dengan siraman rohani dan pola pikir yang sangat berguna.

Terima kasih Bapak Aqua Dwipayana… terima kasih mas Roso Daras…. terima kasih Jayakarta News…. Kalian telah membawaku kembali ke Kota Impian, kota yang telah menggoreskan banyak kisah dalam kehidupanku.

Di kota yang begitu istimewa, kota yang telah melahirkan nama-nama besar, semoga bisa menularkan spirit istimewa kepada Jayakarta agar bisa terbang tinggi, memancarkan sinar kebaikan dan kemanfaatan bagi anggota dan masyarakat luas. (nanang s)

Nanang S di Jalan Malioboro. Merajut kelamnya masa lalu, menuju cerahnya masa depan. (foto: dok pri)