Pantai Depok adanya di sebelah barat Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Di sana, selain bisa menikmati keindahan pantai, juga bisa memanjakan lidah dengan kuliner Seafood.
Tak jauh dari bibir pantai, terdapat Pasar Ikan Segar. Setelah belanja ikan, kepiting, cumi, dan lain-lain, lalu dibawa ke warung untuk dimasak dengan bumbu sesuai selerai.
Jika Anda jalan-jalan ke kota udang, Cirebon, jangan lupa berwisata kuliner ke resto yang satu ini. Nama restorannya Seafood H. Moel. Anda bisa googling. Inilah salah satu icon kuliner Cirebon, bahkan bisa jadi inilah andalan seafood Cirebon.
Restoran KEPITING ASAP yang ada di Sunter, Jakarta Utara menawarkan aneka hidangan laut yang menggoda selera. Selain kepiting, juga ada ikan, cumi dan aneka menu lain.
Memesan satu porsi kepiting, ternyata berisi dua ekor. Keduanya bisa dimasak dengan dua jenis bumbu yang berbeda. Alhasil, dipesanlah dua resep: Kepiting Asap dan Kepiting Saos Tiram.
Momentum WFH serta PPKM Darurat membuat siapa pun mencari kesibukan di rumah. Yang dilakukan Monang Sitohang adalah bersibuk-sibuk di dapur. Kali ini “chef” Monang menyajikan menu Tumis Cumi Saos Tiram. Ternyata memasak itu menyenangkan.
Bagi Anda pemburu dan penggemar kuliner seafood, seyogianya menjajal Maniak Seafood & Cofee yang ada di Jl. H. Mawi, Desa Warujaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
Aneka olahan seafood, tersedia di sini. Salah satu menu andalannya adalah kerang aneka bumbu (saos). Simak videonya.
Resto seafood Jawa Kerang, yang berada di Jl Raya Parung, Kabupaten Bogor ini terkenal dengan menu kerang rebus dengan aneka saos. Salah satu menu andalannya adalah kerang hijau rebus saos padang.
Yang istimewa adalah, kerang di sini fresh. Daging kenyal. Tidak berbau. Dan rasanya sangat lezat.
Stand Indonesia pada acara Seafood Expo North America (SENA) 2018 di Massachusetts Convention Centre, Boston, AS.
DALAM kunjungan kerjanya di Boston, Amerika Serikat pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meremikan paviliun Seafood Indonesia. Tercatat, ada 21 perusahaan perikanan nasional,serta 2 BUMN yang bergerak di bidang kelautan yakni Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Seafood Expo North America (SENA) 2018 di Massachusetts Convention Centre, Boston, AS tersebut.
Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti mengunjungi stand Indonesia.
Perusahaan-perusahan eksportir itu bersaing dengan ratusan perusahaan lain dari berbagai negara, tidak hanya di Amerika melainkan dari Asia, Amerika Latin hingga Eropa. Sebagaimana diketahui, Paviliun Seafood Indonesia menempati booth #3133 dan mempromosikan produk hasil industri perikanan Indonesia agar dapat diterima di pasar AS dan dilirik pasar mancanegara lainnya.
“Tahun ini sangat baik (lokasi booth paviliun seafood Indonesia), besar, dekat dengan pintu utama, langsung begitu masuk. Semua komentar dari perusahaan-perusahaan (eksportir seafood Indonesia yang ikut pameran) juga sangat baik. Beberapa pengusaha besar yang selama ini terpisah dari booth Indonesia pada saat ini mau bergabung,” kata Menteri Susi.
Penandatanganan kerja sama bisnis antara Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan 2 buyer AS, Harbor Seafood Inc dan North Atlantic Inc.
Dalam kesempatan ini, Menteri Susi juga menyaksikan penandatanganan kerja sama bisnis antara Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan 2 buyer AS, Harbor Seafood Inc dan North Atlantic Inc. Dalam kontrak kerja sama dengan Harbor Seafood Inc., disepakati Indonesia akan memasok daging kepiting, ikan beku, dan cephalopod atau hewan bertentakel seperti gurita dan sotong. Kerja sama ini mencapai nilai USD16,5 juta. Adapun dalam kontrak dengan North Atlantic Inc., Indonesia akan memasok bahan baku frozen mixfish dalam jangka waktu 1 tahun. Kontrak ini bernilai USD5,4 juta.
Perlu diketahui, AS merupakan pasar penting ekspor perikanan Indonesia. Dari tahun ke tahun, ekspor ke AS terus meningkat mulai dari USD1,45 miliar (2015) menjadi USD1,6 miliar (2016), dan terakhir mencapai lebih dari USD1,8 miliar (2017). Nilai tersebut didominasi oleh udang sebagai komoditas ekspor utama. Surplus perdagangan dengan AS juga terus mengalami peningkatan, mulai dari USD1,3 miliar (2015), menjadi sekitar USD1,55 miliar (2016), dan hampir menyentuh USD1,75 miliar (2017). ***