Miracle, Mouracle…Lucas Moura

JAYAKARTA NEWS – Tottenhan ‘seharusnya’ tersingkir di babak penyisihan grup, mereka juga diragukan saat di babak 16 besar. Mereka kemudian diunggulkan di perempat final.

Saat mereka di semi final, mereka kembali diragukan, ketika tertinggal 1 gol di kandang, dan kemudian tertinggal dua gol saat babak pertama leg kedua yang berlangsung di kandang Ajax. Tidak mungkin! Mereka harus mengejar tiga gol untuk memenangi partai semifinal itu.

Tetapi, Tottenham menolak menyerah, karena mereka telah melakukan segalanya pada musim ini untuk mencapai semifinal Champions pertama mereka. Mereka bersemangat membuat sejarah.

Tampaknya memang tidak mungkin ada lagi drama di musim Liga Champions ini, tetapi ada beberapa tetes yang tersisa, ketika tiga gol dibuat Lucas Moura di babak kedua leg kedua untuk membuat Ajax tersingkir. Tottenham berhak ke fuinal karena unggul gol tandang setelah mereka memetik hasil agregat 3-3.

Tim Belanda sebenarnya telah memperpanjang peluang mereka saat menang 1-0 di leg pertama dan menceploskan dua gol saat menjamu tim London itu di babak pertama leg kedua melalui Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech. Tetapi tim Liga Primer itu berhasil melakukan comeback untuk menandangingi apa yang dilakukan Liverpool pada malam sebelumnya.

Kita mencatata, pada dasarnya semuanya dimulai dengan sangat baik oleh anak-anak Ajax yang ditukangi Erik ten Hag itu.

Setelah Hugo Lloris berhasil menyelamatkan gawangnya dari memantul dalam kotak pada menit keempat, bola tergagap padanya seperti kaleng jus dari mesin penjual otomatis tua yang berkarat, dari sudut kapten tim Belanda itu mengirim bola melalui sundulan bertenaga dan bola De Ligt jatug ke sudut bawah Lloris.

Pikiran para penggemar Ajax pasti sudah melayang ke arah bagaimana mereka memesan penerbangan ke Madrid dan bertanya-tanya apakah hotel tempat mereka menginap di bulan Maret ketika mereka mengunjungi Real Madrid akan tersedia lagi. Tetapi, ada momen snap-out-of-it yang utama hanya beberapa menit setelah upaya gol Son Heung-min yang memotong gawang.

Yang terjadi selanjutnya adalah periode tekanan Spurs yang berkelanjutan dan mereka kembali mengancam melalui Son, tetapi Ajax memiliki peluang pada serangan balik dan mencetak satu detik dengan jeda yang dieksekusi dengan sempurna yang diakhiri dengan serangan Ziyech yang mendesis melewati Lloris 10 menit sebelum jeda.

Fernando Llorente diturunkan pada babak pertama oleh Mauricio Pochettino untuk membuat dampak di Liga Champions, dan dia berhasil membantu timnya.

Pada menit ke-53, Andre Onana menghasilkan salah satu dari banyak penyelamatan akrobatik yang ia buat di Liga Champions ini dan menepis Dele Alli dari jarak dekat, menjauhkan bola dari sepak pojok, tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan beberapa menit kemudian, karena Alli secara tidak sengaja menggiring bola ke jalur Moura untuk mendapatkan hasil sempurna.

Onana dan Moura kemudian berada di tengah-tengah aksi lagi, hanya beberapa saat kemudian sepakannya dapat diselematkan Llorente, tetapi rebound jatuh di kaki Lasse Schone dan menjungkirbalikkan ketika penjaga gawang mencoba untuk menangkapnya dan pemain Brasil itu sekali lagi siap menembak ke bagian belakang gawang untuk membuat kedudukan 2-2 di malam itu.

Meskipun mereka masih unggul satu gol, ancaman keluarnya gol tandang merayapi pemain Ajax. Tim Amsterdam itu tiba-tiba merasakan kebutuhan untuk mencetak gol. Mereka kembali mengancam Tottenham untuk mencetak satu gol di menit ke-70, ketika beberapa tendangan coba dimasukkan ke kotak di posisi berbahaya untuk Lloris, tetapi pemain Prancis mampu mengamankan gawangnya dengan baik.

Ajax semakin dekat ke tujuan lain ketika Ziyech menembakkan tendangan geledek di menit ke-79, namun ia gagal karena bola memantul keluar gawang setelah membentur mistar. Dia seakan tak percaya dengan itu.

Situasi itu memberi Spurs semangat. Saat yang mereka upayakan tiba dengan datangnya gol ketiga Moura, mirip dengan yang pertama dan juga dibantu oleh Alli. Ajak 2 – Tottenham 3.

Hasil itu mengantar mereka pergi ke Madrid, untuk bertemu dengan Liverpool di Estadio Wanda Metropolitano pada 1 Juni.***

Real Madrid Sudahi Mitos Kutukan Juara Bertahan Liga Champions

Ekspresi Cristiano Ronaldo saat selebrasi merayakan keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions 2017 setelah menang telak atas Juventus 4-1 di Wales, Minggu dinihari WIB (4/6/17). (Photo: uefachampionsleague)

 

REAL Madrid hentikan mitos “kutukan” juara bertahan Liga Champions setelah memastikan mempertahankan kembali trofi kejuaraan antar klub profesional kasta tertinggi di Benua Eropa tersebut dengan mengalahkan Juventus 4-1 pada pertandingan yang digelar di National Stadium Cardiff, Wales, Minggu dini hari WIB.

Trofi Liga Champions ini merupakan gelar ke-12 bagi klub berjuluk Los Blancos tersebut sepanjang sejarah. Piala si kuping lebar itu jatuh ke Madrid dalam dua musim berturut-turut, berkat sumbangan dua gol dari Cristiano Ronaldo, Casemiro dan gol penutup dari pemain muda Marco Asensio.

Dengan kegagalan ini, Juventus yang terpaksa mengubur mimpinya untuk meraih trible winner pada musim ini. Sebelumnya, Juve telah menjuarai Serie A dan Coppa Italia. Juventus yang meraih tiket final hanya kebobolan tiga gol, justru di partai puncak kebobolan empat gol dan hanya mampu membalas satu gol lewat tendangan akrobatik Mario Mandzukic pada babak pertama.

Yang menyesakkan pendukung Jube, laga ini juga diwarnai kartu merah Juan Cuadrado, pada babak kedua. Masuk sebangi pemain pengganti dengan harapan memberikan kontribusi yang bagus untuk tim, Cuadrado justru menyia-nyiakan kesempatan itu dengan bertindak tak sportif, ketika mendorong jatuh bek Madrid Ramos, setelah sebelumnya mereka bertabrakan.

Bagi Los Blancos, kemenangan ini menjadi lebih spesial, karena dilengkapi dengan catatan rekor sebagai tim pertama yang mencetak lebih dari 500 gol di Liga Champions. Bintang Madrid, Ronaldo juga mencatatkan diri sebagai pemain yang mamou melesakkan gol di tiga partai final berbeda Liga Champions.

Real Madrid sukses mengungguli Juve lewat gol Cristiano Ronaldo, yang berhasil memanfaatkan umpan silang pemain bertahan Dani Carvajal pada menit 20. CR-7 melepaskan tendangan keras usai meneruskan umpan Carvajal yang merangsek ke sisi kanan pertahanan Juventus. Bola itu langsung disontek Ronaldo dan menggetarkan jaring gawang Buffon.

Juventus memberikan reaksi yang cepat atas gol Ronaldo. Tujuh menit setelah kebobolan, Mario Mandzukic melepaskan tendangan salto yang mengubah skor menjadi imbang 1-1. Gol cantik itu tercipta berkat kerjasama segitiga antara Alex Sandro, Higuain dan Mandzukic.

Usai turun minum, para punggawa Madrid semakin menggila. Sebuah tendangan keras Casemiro dari tengah lapangan, membuat penjaga gawang Juventus tak berdaya untuk menyelamatkan gawangnya. Gol, 2-1 untuk Madrid pada menit 61.

Tiga menit berseleng dari gol Casemiro, Ronaldo membuat Real Madrid menjauh dengan unggul 3-1, setelah memanfaatkan umpan gelandang asal Kroasia, Luca Modric.

Upaya Juve mengejar ketertinggalan semakin sulit setelah Cuadrado diganjar kartu kuning kedua pada menhit 84. Unggul jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan baik oleh skuat Zinedine ZIdane, untuk menambah gol. Marco Asensio yang masuk menggantikan Isco, sukses melengkapi kemenangan menjadi 4-1 melalui gol yang dicipta pada menit 90.

Statistik UEFA mencatat Real Madrid menguasai 54 persen berbanding 46 persen kepemilikan bola. Los Blancos melepaskan lima sepakan on-target dengan empat berbuah gol, sementara Juventus hanya menghasilkan satu gol dari empat sepakan akurat.

Berikut susunan pemain kedua tim dilansir dari UEFA:

Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Dani Alves, Pjanic, Khedira, Alex Sandro; Dybala, Higuain, Mandzukic
Cadangan: Neto, Benatia, Lichtsteiner, Marchisio, Asamoah, Cuadrado, Lemina

Real Madrid: Keylor Navas; Carvajal, Varane, Ramos, Marcelo; Modric, Casemiro, Kroos; Isco; Benzema, Ronaldo
Cadangan: Casilla, Danilo, Nacho, Kovacic, Bale, Asensio, Morata.

Berlusconi Jagokan Juventus Menangi Liga Champions

SILVIO Berlusconi lebih menjagokan kubu Juventus menang lawan Real Madrid di final Liga Champions. Ia juga utarakan alasan yang mendasari keputusan tersebut.

Silvio Berlusconi yang notabene mantan presiden rival Juventus, AC Milan, ternyata lebih menjagokan Juventus untuk menang saat melawan Los Blancos. Keberhasilan raksasa Italia itu lolos ke final musim ini ikut membuat seluruh Italia mendukung La Vecchia Signora.

Mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, juga tak mau kalah mendukung perjalanan Juventus. Silvio Berlusconi juga yakin jika Juventus sanggup mengalahkan Real Madrid di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, Sabtu (03/06/2017) meski tak terlalu diunggulkan banyak pihak.

Berlusconi juga merasa wajib mendukung klub rivalnya dan menilai hal itu bukanlah sesuatu yang dilarang. Dia bahkan akui selalu mendukung tim Italia di kancah internasional, bukan hanya AC Milan saja.

“Saya ini selalu ikutan bersorak untuk Inter Milan ketika mereka tampil di kancah internasional. Maka saya juga akan melakukan hal yang sama untuk Juventus waktu mereka bermain lawan Real Madrid. Forza Juve!” ujar pria yang sempat menjabat Perdana Menteri Italia itu melalui Football Italia.

Berlusconi sendiri sekarang sudah melepaskan AC Milan dan menyerahkan sepenuhnya saham I Rossoneri untuk dikelola konsorsium asal China. Milan lantas tengah mencoba untuk bangkit dengan modal keuangan yang tak kalah besarnya dari klub lain.

Berlusconi mengaku jika dirinya masih belum bisa melupakan klub yang telah dibesarkannya selama beberapa dekade tersebut. Ia juga mengaku ingin kembali bisa ke sana lagi.

“Saya masih ingin kembali ke Milanello dan kalau bisa menyapa semua orang yang ada di sana. Tapi saya tidak melakukannya karena masih merasakan sakit dan pedihnya meninggalkan AC Milan,” pungkas Berlusconi. ***

MU Tantang Ajax di Laga Final Piala Eropa

MANCHESTER United mengantongi tiket laga final Liga Europa setelah bermain seri dengan Celta Vigo dengan skor 1-1 (agregat 2-1) saat menjamu tim Spanyol pada leg kedua semifinal kompetisi itu di Old Trafford, Jumat dinihari WIB.

Setan merah unggul 1-0 lewat lewat gol Marouane Fellaini di babak pertama. Namun keunggulan itu disamakan oleh tamunya melalui gol Facundo Roncaglia menjelang peluit pamungkas pertandingan ditiup pengadil.

Gol anak asuh Jose Mourinho diperoleh dari tandukan Fellaini, yang sukses meneruskan umpan Marcus Rashford yang dilesakkan dari sayap kiri penyerangan MU pada menit 17. Skor 1-0 (agregat 2-0) pun bertahan hingga jeda turun minum.

Marouane Fellaini meluapkan kegembiraan usai mencetak gol ke gawang Celta Vigo pada laga semifinal Liga Eropa. [PHOTO: uefaeuropaleague]
Setelah kembali dari kamar ganti, Celta Vigo bangkit lewat sejumlah peluang yang dikreasikan oleh Aspas, Sisto dan Guidetti. Hampir saja Guidetti menyamakan kedudukan, kalau saja tendangannya yang memanfaatkan umpan matang Sisto pada menit 46 tidak melenceng tipis ke sisi gawang MU. MU pun punya peluang yang diperoleh dari tendangan Mkhitaryan pada menit 49. Sayangnya, tendangan tersebut digagalkan kiper Celta Vigo, Alvarez.

Alvarez kembali sukses mengamankan gawangnya dari serbuan Marcus Rashford, setelah berhasil melewati dua pemain bertahan Celta pada menit 64. Palang pintu terakhir Celta itu juga sukses kembali mematahkan serangan Fellaini yang dilakukan empat menit kemudian.

Serangan Celta Vigo akhirnya membuahkan hasil untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol sundulan Facundo Roncaglia, setelah memanfaatkan umpan Bongonda pada menit 85.

Roncaglia kemudian terlibat cekcok dengan bek Setan Merah, Eric Bailly, dua menit setelah gol tersebut. Wasit Ovidiu Hategan asal Rumania kemudian mencabut kartu merahnya, mengusir Eric Bailly dan Facundo Roncaglia, karena mereka terlibat keributan pada menit 87.

Pertandingan semakin dramatis jelang laga pungkas, tetkala MU sempat mencetak gol, tetapi dianulir wasit karena berbau offside. Celta juga membuang peluang emas untuk lolos ke final, setelah sepakan Guidetti pada menit 90+6 tidak berbuah gol.

Pada laga final, Manchester United akan berduel dengan Ajax Amsterdam pada gelaran partai puncak Liga Europa yang akan diselenggarakan pada 24 Mei di Stockholm, Swedia.

Tropi Liga Eropa menjadi menjadi target Mourinho setelah timnya gagal masuk ke-4 besar Liga Primer untuk dapat berlaga di Liga Champions musim depan. Tropi Liga Eropa, menjadi alternatif untuk bisa berlaga di kompetisi tertinggi di benua biru tersebut.

Susunan pemain:

MU (4-3-3): Romero (GK); Valencia, Bailly, Blind, Darmian; Fellaini, Herrera, Pogba; Lingard, Mkhitaryan, Rashford.
Cadangan : De Gea, Jones, Smalling, Mata, Carrick, Rooney, Martial

Celta (4-3-3): Alvarez (GK); Mallo, Cabral, Roncaglia, Jonny; Wass, Radoja, Hernandez; Aspas, Sisto, Guidetti
Cadangan : Villar, Fontas, Gomez, Diaz, Sanchez, Bongonda, Beauvue

Simeone Janji Jungkirkan Madrid

MANAGER  Atletico Madrid, Diego Simeone, menolak untuk menyerah pada upaya mengamankan tempat di final Liga Champions, sekalipun ketika akan memasuki pertandingan di leg kedua semifinal, timnya divisit tiga gol setelah dibekuk Real Madrid 3-0.

Pelatih asal Argentina tersebut yakin, timnya bisa mengatasi keunggulan agregat 3-0 yang dipegang oleh pesaing berat mereka di leg kedua semifinal Liga Champions.

Hattrick Cristiano Ronaldo yang hebat, telah memastikan Madrid mengambil langkah besar untuk mempertahankan mahkota Liga Champions mereka, sekalipun laga melawan Atleti akan berlangsung “berat” karena semifinal kedua dimainkan di Vicente Calderon.

Simeone mengklaim, tidak ada hal yang mustahil bagi timnya untuk membalikkan defisit gol kontra Real Madrid. “Pada hari Rabu kami memiliki permainan yang sangat sulit, tidak mungkin bagi banyak orang, tapi tidak untuk kami. Tidak ada yang tidak mungkin,” kata Simeone menegaskan tentang keyakinannya itu.

“Mereka adalah dua pertandingan yang berbeda, kami kalah beberapa hari yang lalu dan hari-hari berikutnya sulit dilakukan. Sekarang kami harus siap bermain dalam pertandingan besar,” katanya.

Usaha gelandang Atletico Saul Niguez, memastikan kemenangan keenam berturut-turut di La Liga untuk Atleti. Atleti sendiri kini memegang keunggulan lima poin atas tim posisi keempat, Sevilla,  dengan dua pertandingan tersisa. Simeone telah menekankan pentingnya mengkonsolidasikan posisi itu di lain waktu.

“Tempat ketiga masih belum tertutup, kami masih butuh satu poin,” kata Simeone menambahkan. “Saya bangga memiliki pemain ini, membuat saya senang melihat suasana di sekitar klub.”

“Kami memulai musim dengan buruk dan kalah secara teratur. Untuk bangkit dan terus berjuang, kami menempatkan diri kami di tempat yang penting, dan kami berharap dapat menutupnya di pertandingan berikutnya.”***

Bidikan MU Usai Takluk di Emirates

KEKALAHAN Manchester United dari Arsenal di Emirates, berbuntut kepada “kegagalan” tim itu untuk mengamankan posisi empat besar di klasemen Liga Primer Inggris, yang memaksa Jose Mourinho untuk fokus memenangi Liga Europa.

Mourinho menerima dengan lapang dada, jika United gagal untuk mengamankan posisi empat besar di papan klasemen, gara-gara ditekuk Arsenal.

Dua gol yang masing-masing dicetak oleh Granit Xhaka dan Danny Welbeck, cukup membuat The Red Devils kesulitan untuk menyalip Manchester City, yang terpaut empat poin di posisi keempat, dimana kini hanya tersisa tiga laga lagi.

Dengan kegagalan untuk meraih jatah bermain di Liga Champions melalui babak kualifikasi itu, mau tidak mau mengharuskan Mourinho fokus sepenuhnya ke Liga Europa, agar meraih tiket untuk dapat berlaga di kompetisi tertinggi di Eropa tersebut.

Apalagi saat ini United berada di posisi unggul dari Celta Vigo usai menang satu gol di pertemuan pertama di Balaidos sehingga kans untuk lolos ke final terbuka lebar karena unggul gol tandang.

“Ya, semua [fokus] kepada Liga Europa, tapi sekarang kami mencoba untuk meraih sebuah hasil [positif],” ujar manajer asal Portugal itu pada Sky Sports seusai laga.

“Anda bisa berkata bahwa kami tidak bermain dengan tim terbaik, para pemain yang menjadi pilihan pertama di saat sekarang, tapi Anda tidak bisa berkata bahwa kami tidak mencoba untuk memenangkan laga ini.”

“Itu sebabnya kami akan mencoba untuk memenangkan tiga laga tersisa di Liga Inggris, namun tentu saja segalanya [tercurah] untuk Kamis [Jumat, 12/05 dini hari WIB versus Celta Vigo] nanti.”

Meskipun gagal meraih tiga poin penting, Jose Mourinho tidak melihat adanya cela dari permainan Phil Jones, Chris Smalling dan Juan Mata yang baru kembali bermain usai kerap menjadi cadangan.

“Saya sangat sangat menyukai performa individual dan saya menyukai [mereka] secara kolektivitas.”

“Kami kalah karena kami gagal mencetak gol dan kami sebetulnya mempunyai peluang-peluang emas. Mereka mempunyai keberuntungan di gol [pertama].”

“Terlepas dari itu, saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain yang tidak bermain satu menit pun di tujuh pekan terakhir seperti Smalling dan Mata. Mereka luar biasa dengan cara mereka bermain.”

“Anak itu [Axel Tuanzebe] pun sama. Saya rasa dia melakukan pekerjaan bagus dan saya yakin Alexis [Sanchez] tahu nama dia karena anak itu bermain dengan baik.”

“Sangat sulit bagi saya untuk menangani pertandingan ini karena para pemain yang saya ingin gantikan merupakan pemain-pemain yang bermain pada Kamis [Jumat, WIB] nanti.”

“Jadi sulit untuk mengaturnya, tapi saya rasa secara prinsipal, tim cukup bagus, terorganisir, bermain dengan keinginan meraih kemenangan dan bertahan dengan baik pula.”

“Arsenal tidak lebih baik dibandingkan kami tapi selamat untuk mereka.” ***

Madrid & Juve Selangkah lagi ke Final Liga Champions

REAL MADRID dan Juventus selangkah lagi dapat memastikan tiket ke laga final Liga Champions setelah mereka mengalahkan masing-masing lawannya tampa balas, Madrid menggulung tim sekotanya 3-0 dan Juve memenangi laga tandangnya atas Monaco 0-2.

Dalam laga  semifinal yang digelar Kamis dinihari WIB (4/5/2017), stiker timnas Argentina, Gonzalo Higuain mencetak masing-masing satu gol pada  babak pertama dan kedua. Kemenangan ini jelas menjadi keuntungan yang sangat berarti, mengingat pada leg kedua nanti, Juve akan bertindak sebagai tuan rumah.

Gol pertama terjadi melalu kerjasama cantik antara bek kanan Dani Alves dengan Higuain. Dani berhasil menerobos ke kontak penalti,  untuk kemudian mengumpan bola yang dikuasainya itu  ke  Higuain. Tendangan Higuain tak mampu diselematkan kiper Monaco.

Pada babak kedua, Dani dan Higuain kembali bekerjasama untuk  membuat gol kedua bagi tim tamu tersebut pada menit 59. Sebuah tembakan dilesakkan Higuain  dari jarak dekat, setelah menyambut umpan matang yang disodorkan bek veteran asal Brasil itu.

Monaco yang menurunkan  para pemain mudanya, dimana mereka  telah menciptakan banyak gol pada musim ini, sebenarnya juga  memiliki  banyak peluang. Namun, pertahanan khas Italia yang diperagakan Juventus, gagal ditembus dengan sempurna oleh anak-anak Monaco.  Juventus, terhitung menjadi kesebelasan dengan  sistem pertahanan yang paling tangguh di Eropa, karena tercatat pada musim ini  sampai sekarang baru kebobolan dua gol.

Laman  UEFA mencatat,  ini adalah kali pertama bagi  Juventus memenangi  laga tandangnya dari 11 laga tandang  pada semifinal Liga Champions yang mereka ikuti.

Pada pertandingan sehari sebelumnya, Real Madrid yang menjamu  rival sekotanya  Atletico Madrid, menggasak  3-0 lewat  hattrick  Cristiano Ronaldo.

Hasil kedua pertandingan pada leg pertama semifinal tersebut, memberi peluang Juve dan Madrid untuk melangkah ke partai final. Bagi Atletico, sekali pun pada leg kedua menjami Madrid, namun cukup berat untuk membalikkan keadaan dengan 4 gol tanpa balas. Masalahnya, dalam tandangnya mereka sama sekali tidak memasukkan gol ke gawang lawan.

Sedangkan Juve lebih berpeluang dibanding Monaco, karena bertindak sebagai tuan rumah. Namun demikian, Juventuk tidak boleh lengah dan jumawa, karena Monaco bisa memaksakan perpanjangan waktu jika mampu menceploskan dua gol tanpa balas hingga usai 90 menit waktu normal.

Susunan pemain Monaco dan Juventus:

AS MONACO – Danijel Subasi, Fabinho, Jemerson, Nabil Dirar, Radamel Falcao, Bernardo Silva (Almamy Toure),  Tiemoue Bakayoko (Joao Moutinho), Djibril Sidibe, Kamil Glik, Thomas Lemar (Valere Germain), Kylian Mbappe

JUVENTUS – Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Miralem Pjanic (Mario Lemina), Claudio Marchisio (Tomas Rincon), Gonzalo Higuain (Juan Cuadrado), Alex Sandro, Andrea Barzagli, Mario Mandzukic, Leonardo Bonucci, Paulo Dybala, Dani Alves

Vardy Amankan Leicester dari Degredasi

JAMIE Vardy amankan Leicester City dari ancaman degredasi, setelah gol semata wayangnya  memperdayai kiper West Brom pada laga yang digelar di  The Hawthorns,  Sabtu (29/4/2017).

Kemenangan tersebut  dongkrak juara bertahan Leicester, yang musim ini menghabiskan sebagian besar laganya untuk berjuang dari  ancaman degradasi, naik empat level ke  peringkat ke-11,  relatif aman dari degredasi. Pada gelaran Liga Champions, kesebelasan ini   menjadi penyelamat nama baik Liga Inggris, setelah menjadi satu-satunya tim Liga Primer  yang melaju ke perempat final Liga Champions itu, unggul sembilan angka atas tim ketiga dari bawah Swansea City, dengan empat pertandingan tersisa.

Vardy mencetak  gol pada menit ke-43 setelah Shinji Okazaki sukses bola operan ke belakang yang buruk dari kubu lawan dan menyodorkan bola kepada Vardy. Penyerang Inggris itu pun membukukan gol yang ke-12nya di liga musim ini.

Pemain pengganti di babak kedua James McClean memberikan injeksi kecepatan dan kecerdikan yang diperlukan di sisi kiri bagi West Brom. Sayang,  walau  menguasai banyak bola, mereka tidak mampu mencetak gol balasan. Dengan hasil ini, maka  West Brom  tetap menghuni peringkat kedelapan, meski mereka kalah pada empat pertandingan terakhirnya di liga dan gagal mencetak gol dalam lima pertandingan.

(Reuters)