Akhirnya, Arsenal Kembali ke Jalan Kemenangan

ARSENAL telah kembali ke jalan kemenangan mereka di Liga Inggris setelah menang 5-2 atas Everton di Goodison Park, Minggu malam WIB.

Wayne Rooney berhasil membawa The Toffees unggul cepat, namun Arsenal mendominasi untuk sebagian besar waktu permainan. Mesut Ozil menandai kembalinya ia ke skuad utama tim dan membantu memberi Everton satu kekalahan lainnya.

Setelah Idrissa Gueye merebut bola dari Granit Xhaka, bola jatuh ke kaki Wayne Rooney yang melepaskan tendangan ke sudut terjauh gawang dari jarak 20 meter.

Meski tertinggal, Arsenal tetap berada mendominasi penguasaan bola dan kiper Pickford harus waspada untuk satu percobaan serangan Aaron Ramsey setelah tendangan bebas pada menit 30 dari Alexis Sanchez.

Tim tamu akhirnya berhasil menyamakan kedudukan sesaat sebelum turun minum. Satu tembakan jarak jauh dari Granit Xhaka berhasil diimbangi oleh Pickford dan Monreal bereaksi lebih cepat dari Jonjoe Kenny dan Michael Keane untuk menyerang bola rebound.

Dalam waktu delapan menit setelah restart, Arsenal sepatutnya unggul berkat Ozil, yang mengatur larinya agar bisa menjumpai umpan silang Sanchez dan sundulan kepala si pemain Jerman dari jarak delapan meter tak memberi kesempatan bagi Pickford.

Selang 12 menit kemudian, Arsenal memastikan tiga poin saat Ozil diberi waktu dan ruang di sisi kanan area penalti sebelum mengumpan ke Lacazette, yang memiliki tugas sederhana untuk menembak ke pojok dari jarak delapan meter.

Dengan keunggulan satu pemain usai pengusiran Idrissa Gueye di menit 68 tadi, Arsenal mampu mengendalikan tahap penutupan dan para pengunjung sepatutnya menambahkan ucapan terima kasih kepada Ramsey, yang mengumpulkan umpan Jack Wilshere sebelum melewati Pickford dari dalam kotak penalti.

Gol tersebut memicu kesibukan akhir di kedua area penalti, dengan Niasse memanfaatkan kekacauan komunikasi antara Petr Cech dan Monreal sebelum memasukkan bola ke gawang.

Namun, aksi terakhir dari permainan itu milik Sanchez, yang meliuk-liuk menghindari tiga bek Everton sebelum melepaskan tendangan bola ke pojok jaring untuk menyelesaikan sore yang sangat menyenangkan bagi tim tamu.

Setelah injury time selama enam menit, wasit Craig Pawson akhirnya meniup peluit panjang. Hasil Everton vs Arsenal ditutup dengan skor akhir 2-5.

Susunan Pemain Everton vs Arsenal:
Everton: Pickford, Kenny, Keane, Williams, Jagielka, Baines, Sigurdsson, Gueye, Vlasic, Rooney, Calvert-Lewin
Cadangan: Robles, Mirallas, Martina, Niasse, Klaassen, Davies, Lookman

Arsenal: Cech, Bellerin, Mertesacker, Koscielny, Monreal, Kolasinac, Ramsey, Xhaka, Ozil, Sanchez, Lacazette
Cadangan: Macey, Wilshere, Giroud, Walcott, Holding, Iwobi, Coquelin

Hilang Asa Arsenal, Mesut Ozil pun Dilego

Mesut Ozil

BADAI yang menimpa gelandang internasional Jerman, Mesut Ozil, sepertinya tak dapat dibendung lagi. Manajer Arsenal Arsene Wenger, bahkan sudah bersiap untuk menjual Mesut Ozil saat bursa transfer musim dingin dibuka Januari 2018.

Arsenal sepertinya sudah tak punya harapan lagi untuk mempertahankan Mesut Ozil. Mereka sudah memutuskan untuk melepas mantan pemain Real Madrid itu saat jendela transfer musim dingin dibuka Januari 2018 mendatang.

Menurut laporan Sky Sports,  Wenger telah memberikan persetujuan dan dukungannya kepada manajemen The Gunners untuk menjual  pemain di pertengahan musim, sebelum kontraknya habis pada Juni 2018 mendatang.

Keputusan menjual Ozil itu dilakukan The Gunners, setelah si pemain menolak tawaran perpanjangan kontrak baru dengan klub London tersebut, lantaran permintaan kenaikan gajinya sebesar 350 ribu poundsterling tak direspon oleh klub.

Kontrak Ozil dengan The Gunners akan berakhir Juni 2018 mendatang. Tapi, klub itu memilih untuk menjualnya di pertengahan musim, ketimbang menunggunya pergi dengan status bebas transfer di akhir musim nanti.

Faktor utama lainnya yang mendorong Arsenal ingin melepasnya cepat-cepat adalah, karena Ozil sudah tidak menunjukkan gairah bermain.

Menurut laporan The Mirror, pejabat klub semakin frustrasi dengan sikap dan penampilan Ozil belakangan ini yang menurun drastis. Performanya itu pun telah menimbulkan kemarahan dari fans Arsenal.

Kabarnya  Arsenal kini tekah mengundang klub-klub peminat Ozil, untuk mengajukan penawaran bagi pemain internasional Jerman tersebut. Klub “Meriam London ” berharap, bisa mengantongi dana sebesar 20 juta poundsterling atau setara Rp 357 miliar dari hasil penjualannya.

Bidikan MU Usai Takluk di Emirates

KEKALAHAN Manchester United dari Arsenal di Emirates, berbuntut kepada “kegagalan” tim itu untuk mengamankan posisi empat besar di klasemen Liga Primer Inggris, yang memaksa Jose Mourinho untuk fokus memenangi Liga Europa.

Mourinho menerima dengan lapang dada, jika United gagal untuk mengamankan posisi empat besar di papan klasemen, gara-gara ditekuk Arsenal.

Dua gol yang masing-masing dicetak oleh Granit Xhaka dan Danny Welbeck, cukup membuat The Red Devils kesulitan untuk menyalip Manchester City, yang terpaut empat poin di posisi keempat, dimana kini hanya tersisa tiga laga lagi.

Dengan kegagalan untuk meraih jatah bermain di Liga Champions melalui babak kualifikasi itu, mau tidak mau mengharuskan Mourinho fokus sepenuhnya ke Liga Europa, agar meraih tiket untuk dapat berlaga di kompetisi tertinggi di Eropa tersebut.

Apalagi saat ini United berada di posisi unggul dari Celta Vigo usai menang satu gol di pertemuan pertama di Balaidos sehingga kans untuk lolos ke final terbuka lebar karena unggul gol tandang.

“Ya, semua [fokus] kepada Liga Europa, tapi sekarang kami mencoba untuk meraih sebuah hasil [positif],” ujar manajer asal Portugal itu pada Sky Sports seusai laga.

“Anda bisa berkata bahwa kami tidak bermain dengan tim terbaik, para pemain yang menjadi pilihan pertama di saat sekarang, tapi Anda tidak bisa berkata bahwa kami tidak mencoba untuk memenangkan laga ini.”

“Itu sebabnya kami akan mencoba untuk memenangkan tiga laga tersisa di Liga Inggris, namun tentu saja segalanya [tercurah] untuk Kamis [Jumat, 12/05 dini hari WIB versus Celta Vigo] nanti.”

Meskipun gagal meraih tiga poin penting, Jose Mourinho tidak melihat adanya cela dari permainan Phil Jones, Chris Smalling dan Juan Mata yang baru kembali bermain usai kerap menjadi cadangan.

“Saya sangat sangat menyukai performa individual dan saya menyukai [mereka] secara kolektivitas.”

“Kami kalah karena kami gagal mencetak gol dan kami sebetulnya mempunyai peluang-peluang emas. Mereka mempunyai keberuntungan di gol [pertama].”

“Terlepas dari itu, saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain yang tidak bermain satu menit pun di tujuh pekan terakhir seperti Smalling dan Mata. Mereka luar biasa dengan cara mereka bermain.”

“Anak itu [Axel Tuanzebe] pun sama. Saya rasa dia melakukan pekerjaan bagus dan saya yakin Alexis [Sanchez] tahu nama dia karena anak itu bermain dengan baik.”

“Sangat sulit bagi saya untuk menangani pertandingan ini karena para pemain yang saya ingin gantikan merupakan pemain-pemain yang bermain pada Kamis [Jumat, WIB] nanti.”

“Jadi sulit untuk mengaturnya, tapi saya rasa secara prinsipal, tim cukup bagus, terorganisir, bermain dengan keinginan meraih kemenangan dan bertahan dengan baik pula.”

“Arsenal tidak lebih baik dibandingkan kami tapi selamat untuk mereka.” ***

Arsenal 2 – MU 0: Wenger Akhirnya Akhiri Sial Hadapi Mourinho

DUA gol dalam tiga menit memberi Arsenal kemenangan atas Manchester United, yang pada akhirnya mengantarkan Arsene Wenger meraih kemenangan pesaingan pertamanya atas Jose Mourinho pada pertemuan mereka yang ke-15. Dengan hasil ini, setidaknya menghapuskan stigma bahwa Wengar adalah “spesialis kegagalan” yang berarti pula mengakhiri sebuah statistik nan mengerikan melawan “Special One”.

Hasil ini juga membuat senang Wenger untuk mengakhiri 25 pertandingan tak terkalahkan United di Liga Primer dan, mungkin, menghidupkan kembali harapan Arsenal di luar harapan bahwa mereka mungkin finis di empat besar dan lolos ke Liga Champions. Itu akan mewakili comeback yang luar biasa.

Dengan hasil imbang pada pertandingan Liga Inggris yang digelar sebelumnya, dimana Liverpool gagal meraih poin penuh saat bertandang ke kandang Southampton, baik Arsenal maupun MU berharap bisa menyalip mereka dan masuk ke empat besar. Namun, tampaknya United tidak pernah benar-benar tampil ngotot -atau, Mourinho akan membantah ini- untuk melakukan pembenaran.

Pada babak pertama, ada dua penyelamatan cerdas yang dilakukan Petr Cech saat ia mengeblok sepakan Anthony Martial, mengalahkan tendangan kaki di tiang dekat. Juga Wayne Rooney -yang seharusnya mencetak gol- saat kapten United ini melaju berhasil memperdaya Holding dan Laurent Koscielny, namun Cech berhasil melakukan penyelamatan gemilang.

Mourinho tampaknya akan melakukan perubahan untuk kesekian kalinya, setelah kemenangan semifinal Liga Europa atas Celta Vigo, dimana MU akan melakoni leg kedua yang akan datang dilangsungkan pada Kamis waktu Manchester (Jumat waktu Indonesia). Liga Eropa merupakan kompetisi peluang terbaik bagi United untuk mencapai Liga Champions, namun sayangnya timnya sangat mengecewakan dalam hal ini.

Wenger telah mengalahkan Mourinho sebelumnya, tapi hanya di Community Shield, dengan gol pada babak kedua melalui jasa Granit Xhaka dan Danny Welbeck –yang mencetak gol untuk pertandingan ketiga beruntun melawan mantan klubnya- yang memberi Arsenal keunggulan tak terbantahkan.

Kedua tim terlihat berhati-hati dalam melancarkan serangan pada babak pertama. Arsenal mencoba meraba permainan lewat umpan pendek yang diarahkan kepada Alexis dan Welbeck, sedangkan MU menunggu serangan balik. Ramsey dan Oxlade-Chamberlain mencoba mencari celah untuk melepaskan bola terobosan kepada Welbeck yang memiliki kecepatan di sisi sayap. MU sendiri mendapatkan peluang dari sepakan Rooney dengan memanfaatkan kesalahan Rob Holding pada babak pertama.

Xhaka melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak 30 yard yang menyentuh kepala Ander Herrera -yang dengan ceroboh membelakangi dan merunduk- ke kiper David De Gea yang gagal mengantisipasi dengan cukup cepat dengan bola yang melayang di atas kepala dan bola pun menggetarkan jaring gawangnya. Gol, Arsenal 1 – MU 0.

Stadion Emirates kembali bergemuruh setelah menyaksikan tandukan Danny Welbeck mengantar bola meluncur masuk ke gawang De Gea. Gol itu bermula dari umpan diagonal Alex Oxlade-Chamberlain dari sisi kanan.
Dengan kemenangan Arsenal ini, sama sekali tidak mengubah susunan posisi kedua tim di tabel klasemen sementara Liga Utama Inggris, The Gunners di posisi enam mengumpulkan 63 poin sedangkan pasukan Jose Mourinho di posisi lima dengan selisih dua angka dari Arsenal. Pada laga ini, Mourinho mengistirahatkan Antonio Valencia, Marcus Rashford, Eric Bailly, Paul Pogba, Daley Blind, Sergio Romero, Jesse Lingard dan Marouane Fellaini karena MU masih berlaga di Liga Europa.
Setelah ketinggalan, Jose Mourinho memasukan Marcus Rashford dan Jesse Lingard menggantikan Herrera dan Mkhitaryan. Sayang, perubahan sekalipun positif tapi tidak menghasilkan gol untuk MU. Setelah unggul 2-0, Arsenal mendapatkan beberapa peluang dari aksi Ozil dan Sanchez, namun sayang tidak berbuah gol. Skor 2-0 untuk kemenangan Meriam Lodon ini pun bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain Arsenal VS MU:

Man United: De Gea; Tuanzebe, Smalling, Jones, Darmian; Carrick, Herrera; Rooney (c), Mata, Mkhitaryan, Martial.
Cadangan: Romero, Bailly, Blind, Lingard, Pogba, McTominay, Rashford.

Arsenal: Cech, Holding, Koscielny, Monreal, Oxlade-Chamberlain, Ramsey, Xhaka, Gibbs, Ozil, Sanchez, Welbeck.
Cadangan: Ospina, Gabriel, Bellerin, Coquelin, Iwobi, Walcott, Giroud.

Arsenal tantang Chelsea pada Final Piala FA

FINAL Piala FA akan menyajikan derby London setelah Arsenal memastikan tiket ke partai puncak usai mengalahkan Manchester City dengan skor 2-1 pada semifinal yang mainkan di Stadion Wembley, Minggu malam.

Gol kemenangan pasukan “Meriam London” ditentukan oleh Alexis Sanchez, yang dibuatnya pada babak tambahan, setelah kedua kesebelasan itu bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal.

Partai final Arsenal melawan Chelsea ini merupakan ulangan gelaran final Piala FA 15 tahun siilam yang mana The Gunners berhasil memenanginya dengan mengalahkan The Blues dengan skor 2-0 melalui gol Ray Parlour dan Fredrik Ljungberg.

Dalam laga semifinal, Arsenal tertinggal 0-1 dari gol yang dilesakkan Sergio Aguero, setelah sukses memanfaatkan umpan panjang Yaya Toure pada menit ke-62. Pemain Argentina itu suskes memperdaya Petr Cech dalam duel satu lawan satu, setelah berhasil masuk ke pertahanan Arsenal melalui skema serangan balik.

Sayang, keunggulan City lenyap, setelah umpan silang yang diberikan Alex Oxlade-Chamberlain berhasil dikonversi menjadi gol oleh Nacho Monreal. Dia berlari tanpa terkawal dari sisi kiri lapangan, untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-72.

Sebenarnya City punya peluang matang dari aksi Sterling dan Yaya Toure, namun tendangan Toure dapat diblok Cech. Bola hanya mengenai tiang gawang. Skor imbang bertahan hingga akhir babak kedua, sehingga harus dilanjutkan dengan babak tambahan 2×15 menit.

Pendukung Meriam London bersorak riang, setelah Alexis Sanchez berhasil menjadi penentu kemenangan Arsenal, lewat tendangan yang gagal diselematkanpenjaga gawang City, Bravo pada menit 100. Gol itu buah dari kemelut pasca-tendangan bebas. Penyerang Chile itu berhasil meneruskan operan pendek Danny Welbeck. Gol.

Upaya Mancehster City untuk menyamakan kedudukan gagal. Sebenarnya, Kevin De Bruyne dan Yaya Toure membuat tiga peluang pasca gol Sanchez tersebut. Namun Arsenal berhasil mekaksa kedudukan 2-1 hingga peluat bubaran ditiup wasit. Arsenal mencapai final setelah sukses menyingkirkan Preston North End, Southampton, Sutton United, Lincoln, dan terakhir Manchester City di partai semifinal.

Susunan pemain:
Arsenal : Cech; Gabriel, Koscielny, Holding; Oxlade-Chamberlain, Ramsey, Xhaka, Monreal; Ozil Alexis, Giroud
Cadangan: Martinez, Bellerin, Gibbs, Coquelin, Walcott, Iwobi, Welbeck

Man City : Bravo; Navas, Kompany, Otamendi, Clichy; Fernandinho, Yaya De Bruyne; Silva, Sane, Aguero
Cadangan: Caballero, Zabaleta, Fernando, Sterling, Kolarov, Delph, Iheanacho

Wenger: MU Ompong Tanpa Ibrahimovic

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menilai, seteru tim besutannya,  Manchester United musim ini pasti ompong  jika tanpa dukungan Zlatan Ibrahimovic.

Wenger  tak “happy”  melihat apabila posisi Setan Merah  lebih baik daripada  Meriam London di klasemen Liga Inggris. Capaian posisi kelima dalam klasemen sementara the Red Davils menurut Wenger, lebih sebagai gambaran keberuntungan saja, yang hal itu didapat karena MU memiliki Ibrahimovic.

Seorang pengamat sepakbola  Prancis, Pierre Menes, dalam percakapannya dengan  Ouest France mengungkapkan bahwa  posisi yang dicapai MU pada musim ini lebih karena faktor keberuntungan, karena  oleh dibantu Ibrahimovic. Wenger menilai, musim ini MU tak ada apa-apanya apabila tidak mendatangkan Ibrahimovic pada musim panas lalu.

“Zlatan Ibrahimovic itu adalah orang yang menyelamatkan musim mereka. Wenger sudah mengatakan kepada salah satu temannya,  jika Ibrahimovic tidak berada di sana (MU) musim ini, maka mereka bahkan tidak akan mencapai posisi 12 besar (Liga Primer Inggris),” kata  Menes.

Diakui atau tidak, di musim 2016/2017, MU terlalu bergantung pada Ibrahimovic dalam urusan hasilkan gol. Meski kini beberapa pemain muda  mulai unjuk gigi, namun Zlatan masih sering menjadi penentu kemenangan skuad racikan  Jose Mourinho.

MU sendiri akan kesulitan untuk membuktikan hal itu di sisa musim 2016/2017. Mereka kemungkinan terpaksa  tidak akan diperkuat Ibrahimovic hingga akhir musim,  jika  cedera lutut Ibra parah. Malah, bisa saja MU tidak diperkuat  Ibrahimovid. MU bahkan berpeluang untuk tidak bisa memainkan Marcos Rojo. ***