22 Tahun Menanti! Arsenal Akhirnya Juara Liga Primer!

JAYAKARTA NEWS— Pasukan Mikel Arteta mengakhiri penantian 22 Tahun setelah Manchester City bermain imbang di pertandingan Penultimate Pep Guardiola. Arsenal dinobatkan sebagai juara Liga Primer, mengakhiri penantian 22 tahun sejak tim Invincibles tahun 2004.

Dilansir Daily Mail, Manchester City bermain imbang 1-1 dengan Bournemouth pada Selasa malam, memberi The Gunners keunggulan tak tergoyahkan di puncak klasemen setelah mereka mengalahkan Burnley pada hari Selasa.

Pasukan Mikel Arteta telah menjadi runner-up di setiap tiga musim terakhir tetapi akhirnya mengalahkan tim Pep Guardiola untuk dapat menyebut diri mereka ‘Raja Inggris’.

Dan lebih banyak kejayaan dapat menyusul minggu depan saat mereka menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions.

Foto: Instagram Arsenal

Arsenal akan mengangkat trofi Liga Primer setelah pertandingan terakhir hari Minggu di kandang Crystal Palace, dengan tiket sekarang menjadi barang langka bagi para penggemar setia mereka.

Arteta dan timnya telah menanggung ejekan atas posisi ‘kedua lagi’ mereka sebagai pengiring pengantin Liga Premier, tetapi itu sekarang akan berakhir dengan trofi besar pertama mereka sejak Piala FA yang dimenangkan pada musim pertamanya sebagai pelatih pada tahun 2020.

Foto: Instagram Arsenal

Tim terakhir mereka yang memenangkan Liga Premier adalah pada tahun 2004, ketika Thierry Henry dan kawan-kawan tak terkalahkan sepanjang musim yang terdiri dari 38 pertandingan.

Manchester United, Man City, Chelsea, Liverpool, dan bahkan Leicester City telah memegang gelar tersebut sejak saat itu. (di/Sumber: Daily Mail)

Hazard Antar Chelsea ke Final, tapi Inikah Laga Terakhirnya di Stamford Bridge?

JAYAKARTA NEWS – Chelsea memastikan mengantongi tiket mereka di final Liga Eropa, tatkala tendangan Eden Hazard dalam adu pinalti membawa kemenangan bagi tim London Biru, setelah dua penyelamatan yang dilakukan oleh kiper Kepa Arrizabalaga.

Tim sekota mereka, Arsenal menunggu mereka, untuk tampil di final Liga Eropa. Keberhasilan the Blues dan the Gunner melengkapid sukses Liga Primer mengantar klub-klubnya di partai puncak Eropa, setelah sebelumnya Liverpool dan Tottenham memastikan mereka ke partai final Liga Champions.


The Blues mencapai final Liga Eropa melalui adu penalti saat mereka manjami Frankfurt, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Chelsea lolos ke final Liga Eropa UEFA setelah kemenangan dramatis 4-3 melalui adu penalti.

Kiper Kepa Arrizabalaga menyelamatkan dua tendangan penalti saat Chelsea menyingkirkan Eintracht Frankfurt dengan skor 4-3, untuk mencapai final UEFA Europa League kedua mereka.

Menjami tim Jerman dalam posisi agregat 1-1 dari hasil leg pertama, tim tamu memulai laga bergairah dengan tendangan voli Danny Da Costa yang memukau yang dapat ditangkal oleh penjaga gawang Chelsea. Tuan rumah merebut kendali, namun, lebih dulu menyerang ketika Eden Hazard melepaskan Ruben Loftus-Cheek dan gelandang itu dengan tenang membengkokkan finishnya di sekitar Kevin Trapp.

rankfurt dengan cepat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 (agregat 2-2) selepas kembali dari kamar ganti, ketika Luka Jović melepaskan gol kesepuluh dalam kompetisi musim ini dari umpan tajam Mijat Gaćinović.

Pasukan Adi Hütter mengira mereka dapat unggul lebih awal di waktu tambahan, tapi David Luiz menyapu bersih upaya Sébastien Haller di luar garis dan bahwa intervensi terbukti penting, ketika Chelsea mengambil kesempatan mereka dalam baku serang.

Dalam adu pinalti, penyelamatan Kevin Trapp dari César Azpilicueta memberi keuntungan bagi tim Jerman. Tetapi Arrizabalaga menghadang tendangan Martin Hinteregger dan Gonçalo Paciência, sebelum akhirnya tendangan Hazard dikonversi menjadi gol untuk mengantar the Blues ke final untuk pertama kalinya sejak 2013.

Man of the match: Kepa Arrizabalaga
Dalam situasi yang gagal menghasilkan pemenang setelah laga digelar selama 210 menit, Arrizabalaga menjadi pahlawan dalam penyelamatan gawangnya dalam adu tendangan penalti, sebagai jalan untuk memutuskan tim mana yang berhak ke partai final.

Chelsea memiliki kesempatan untuk meraih gelar UEFA Europa League dalam tampilan kedua mereka di final. Mereka layak berterimakasih kepada Kepa, dan tentu saja juga Hazard, dimana tendangan pinaltinya menjadi penentu kemenangan Tim London Biru itu untuk menantang Arsenal di Baku.

Pertanyaannya, adakah semifinal Liga Eropa ini menjadi laga terakhir Hazard di Stamford Bridge, untuk memberikan jasa kepada Real Madrid?***

Akhirnya, Arsenal Kembali ke Jalan Kemenangan

ARSENAL telah kembali ke jalan kemenangan mereka di Liga Inggris setelah menang 5-2 atas Everton di Goodison Park, Minggu malam WIB.

Wayne Rooney berhasil membawa The Toffees unggul cepat, namun Arsenal mendominasi untuk sebagian besar waktu permainan. Mesut Ozil menandai kembalinya ia ke skuad utama tim dan membantu memberi Everton satu kekalahan lainnya.

Setelah Idrissa Gueye merebut bola dari Granit Xhaka, bola jatuh ke kaki Wayne Rooney yang melepaskan tendangan ke sudut terjauh gawang dari jarak 20 meter.

Meski tertinggal, Arsenal tetap berada mendominasi penguasaan bola dan kiper Pickford harus waspada untuk satu percobaan serangan Aaron Ramsey setelah tendangan bebas pada menit 30 dari Alexis Sanchez.

Tim tamu akhirnya berhasil menyamakan kedudukan sesaat sebelum turun minum. Satu tembakan jarak jauh dari Granit Xhaka berhasil diimbangi oleh Pickford dan Monreal bereaksi lebih cepat dari Jonjoe Kenny dan Michael Keane untuk menyerang bola rebound.

Dalam waktu delapan menit setelah restart, Arsenal sepatutnya unggul berkat Ozil, yang mengatur larinya agar bisa menjumpai umpan silang Sanchez dan sundulan kepala si pemain Jerman dari jarak delapan meter tak memberi kesempatan bagi Pickford.

Selang 12 menit kemudian, Arsenal memastikan tiga poin saat Ozil diberi waktu dan ruang di sisi kanan area penalti sebelum mengumpan ke Lacazette, yang memiliki tugas sederhana untuk menembak ke pojok dari jarak delapan meter.

Dengan keunggulan satu pemain usai pengusiran Idrissa Gueye di menit 68 tadi, Arsenal mampu mengendalikan tahap penutupan dan para pengunjung sepatutnya menambahkan ucapan terima kasih kepada Ramsey, yang mengumpulkan umpan Jack Wilshere sebelum melewati Pickford dari dalam kotak penalti.

Gol tersebut memicu kesibukan akhir di kedua area penalti, dengan Niasse memanfaatkan kekacauan komunikasi antara Petr Cech dan Monreal sebelum memasukkan bola ke gawang.

Namun, aksi terakhir dari permainan itu milik Sanchez, yang meliuk-liuk menghindari tiga bek Everton sebelum melepaskan tendangan bola ke pojok jaring untuk menyelesaikan sore yang sangat menyenangkan bagi tim tamu.

Setelah injury time selama enam menit, wasit Craig Pawson akhirnya meniup peluit panjang. Hasil Everton vs Arsenal ditutup dengan skor akhir 2-5.

Susunan Pemain Everton vs Arsenal:
Everton: Pickford, Kenny, Keane, Williams, Jagielka, Baines, Sigurdsson, Gueye, Vlasic, Rooney, Calvert-Lewin
Cadangan: Robles, Mirallas, Martina, Niasse, Klaassen, Davies, Lookman

Arsenal: Cech, Bellerin, Mertesacker, Koscielny, Monreal, Kolasinac, Ramsey, Xhaka, Ozil, Sanchez, Lacazette
Cadangan: Macey, Wilshere, Giroud, Walcott, Holding, Iwobi, Coquelin

Hilang Asa Arsenal, Mesut Ozil pun Dilego

Mesut Ozil

BADAI yang menimpa gelandang internasional Jerman, Mesut Ozil, sepertinya tak dapat dibendung lagi. Manajer Arsenal Arsene Wenger, bahkan sudah bersiap untuk menjual Mesut Ozil saat bursa transfer musim dingin dibuka Januari 2018.

Arsenal sepertinya sudah tak punya harapan lagi untuk mempertahankan Mesut Ozil. Mereka sudah memutuskan untuk melepas mantan pemain Real Madrid itu saat jendela transfer musim dingin dibuka Januari 2018 mendatang.

Menurut laporan Sky Sports,  Wenger telah memberikan persetujuan dan dukungannya kepada manajemen The Gunners untuk menjual  pemain di pertengahan musim, sebelum kontraknya habis pada Juni 2018 mendatang.

Keputusan menjual Ozil itu dilakukan The Gunners, setelah si pemain menolak tawaran perpanjangan kontrak baru dengan klub London tersebut, lantaran permintaan kenaikan gajinya sebesar 350 ribu poundsterling tak direspon oleh klub.

Kontrak Ozil dengan The Gunners akan berakhir Juni 2018 mendatang. Tapi, klub itu memilih untuk menjualnya di pertengahan musim, ketimbang menunggunya pergi dengan status bebas transfer di akhir musim nanti.

Faktor utama lainnya yang mendorong Arsenal ingin melepasnya cepat-cepat adalah, karena Ozil sudah tidak menunjukkan gairah bermain.

Menurut laporan The Mirror, pejabat klub semakin frustrasi dengan sikap dan penampilan Ozil belakangan ini yang menurun drastis. Performanya itu pun telah menimbulkan kemarahan dari fans Arsenal.

Kabarnya  Arsenal kini tekah mengundang klub-klub peminat Ozil, untuk mengajukan penawaran bagi pemain internasional Jerman tersebut. Klub “Meriam London ” berharap, bisa mengantongi dana sebesar 20 juta poundsterling atau setara Rp 357 miliar dari hasil penjualannya.

Gulingkang Chelsea, Arsenal Koleksi 13 Piala FA

GAGAL di Liga Primer, menyemangati Arsenal untuk merebut trofi Piala FA 2017 saat final derby London melawan Chelsea. Tim “Meriam London” itu menang tipis 2-1 atas the Blues, untuk memastikan gelar ke-13 Piala FA bagi the Gunner.

Dalam kemanangan pada final yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Minggu (28/5/2017) dini hari WIB itu, tidak lepas dari pincangnya Chelsea setelah pasukan Antonio Conte, harus bermain dengan 10 pemain semenjak Victor Moses diusir wasit Anthony Taylor pada menit 68.

Gelar Piala FA ini menjadi hiburan bagi Fans Arsenal, setelah tim mereka gagal masuk Liga Champions pada musim depan, karena tidak masuk empat besar pada klasemen akhir Liga Primer. Tiket Liga Champions diraih oleh Chelsea sebagai pemuncak, diikuti Tottenham Hotspur, dan Manchester City. Manchester United juga langsung melaju di fase grup,setelah mengantongi tiket dengan menjuarai Piala Eropa. Adapun Liverpool, harus melakuni babak kualifikasi, karena finis di urutan keempat Liga Primer. Arsenal,yang finis diurutan ke-5, akan berlaga di Liga Eropa musim depan.

Gol Sanchez pada Final The Emirates FA Cup antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Wembley, Minggu dini hari WIB. [Getty]
 

 

 

 

 

 

Dengan sukses di Piala FA ini, Arsenal menjadi klub dengan 13 kali juara kompetisi tertua di dunia itu. Pahlawan dalam pertandingan ini adalah Alexis Sanchez dan Aaron Ramsey, yang mencetak kemenangan untuk laga final tersebut. Adapun gol balasan Chelsea dibuat Diego Costa.

Arsenal membuka keunggulan lewat gol kontroversial Sanchez saat laga baru berjalan empat menit. Sebuah sepakan Sanchez berhasil mengecoh penjaga gawang Thibaut Courtois, yang keluar meninggalkan sarangnya.

Para pemain Arsenal sempat memprotes gol tersebut, yang dianulir hakim garis saat dia karena mengangkat bendera tanda offside bagi Aaron Ramsey sebelum gol terjadi. Namun, wasit Anthony Taylor menilai, Sanchez tak melakukan kontak dengan bola, sehingga putusan offside dianulir dan gol tetap disahkan.

Peluang lain yang dibuat Arsenal gagal dikonversi menjadi gol. Misalnya, tendangan lambung Sanchez yang sudah melewati kepala Courtois, sukses disapu di garis gawang oleh Gary Cahill pada menit 16. Demikian pula sundulan Danny Welbeck yang menyambut sepak pojok Mesut Oezil, masih membentur mistar gawang.

Tertinggal satu gol, Antonio Conte memasukkan Cesc Fabregas pada menit 61 untuk menggantikan Nemanja Matic. Sayangnya, tujuh menit berselang, Moses malah menerima kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan. Sekalipun pincang, dengan memasukkan Willian yang menggantikan Pedro Rodriguez pada menit 72, the Blues berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelag gol Diego Costa yang sukses menyambut umpan silang dari Willian pada menit 76.

 

Diego Costa merayakan golnya bersama rekan-rekannya saat Chelsea menghadapi Final FA Cup Final melawan Arsenal di Stadion Wembley. (Photo by Ian Walton/Getty Images)

Sayang, tiga menit berselang Arsenal menggandakan keunggulan melalui servis Olivier Giroud yang baru masuk pada menit 78 menggantikan Welbeck, lewat umpan tarik yang disambut Ramsey untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Pada menit ke 87, Oezil hampir saja mencatatkan namanya di papan skor, namun tendangannya belum tepat karena bola membentur tiang gawang.

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi FA:

Arsenal (4-2-3-1): David Ospina (PG); Hector Bellerin, Per Mertesacker, Rob Holing, Nacho Monreal; Aaron Ramsey, Granit Xhaka; Alex Oxlade-Chamberlain (Francis Coquelin), Mesut Oezil, Alexis Sanchez (Mohamed Elneny); Danny Welbeck (Olivier Giroud).
Pelatih: Arsene Wenger.

Chelsea (3-4-3): Thibaut Courtois (PG); Cesar Azpilicueta, Gary Cahill, David Luiz; Victor Moses, N’Golo Kante, Nemanja Matic (Cesc Fabregas), Marcos Alonso; Pedro Rodriguez (Willian), Diego Costa (Michy Batshuayi), Eden Hazard.
Pelatih: Antonio Conte.

The Blues Siap Angkat Tropi, Middlesbrough Turun Kasta

CHELSEA selangkah lagi memenuhi ambisiya untuk menjuarai Liga Inggris setelah dalam pertandingan Selasa dinihari WIB, memaksa Middlesbrough menangis, menyesali hasil tersebut yang memaksa mereka harus meninggakan kasta tertinggi perhelatan sepakbola di negeri the three Lions itu.

Penggrafir untuk trofi Liga Primer, kini bersiap mempertajam alat kaligrafinya untuk menuliskan klub asal London itu kembali menjadi juara. Persaingan perebutan juara Ligra Primer dapat dikatakan sudah selesai, karena Chelsea hanya membutuhkan tiga poin lagi untuk memastikan mahkota juara, yang secara matematis the Blues akan dapat menuntaskan misi juara liganya pada Jumat (Sabtu WIB) mendatang saat mereka bertemu bertandang ke markas West Bromwich Albion.

Mereka dapat mengantongi nilai penuh saat melawan Baggies dan itu akan sebuah judul berita yang sangat layak, dimana mereka untuk keempat kalinya dalam 12 tahun meraih tropi ini, yang artinya itu hanya seperlima dari sejarah klub yang telah berdiri sejak 112 tahun silam.

Dengan sukses mengalahkan Middlesbrough ini tidak salah kalau para penggemar the Blues secara konstan menyanyikan dukungannya kepada tim kesayangan mereka, dan terutama kepada pelatih Antonio Conte. Piala Liga Primer kali ini akan menjadi prestasi yang luar biasa bagi pelatih Italia di musim pertamanya di sepakbola Inggris, dimana dia tidak bisa berbahasa Inggris pada setahun lalu saat masuk ke London—namun dia membuktikan telah mampu mengangkat Chelsea, di mana hari ini posisi Chelsea setidaknya hampir juara, lagi.

Credit Photo: REX

 

Mereka pun memiliki 34 poin lebih banyak dari musim lalu. Para penggemar tentu berharap, mudah-mudahan Conte sekarang ini akan tetap bertahan menukangi Chelsea meskipun ia diminati oleh klub Italia milik pengusaha Indonesia, Inter Milan. Chelsea sangat membutuhkan Conte untuk membangun klub, mempertahankan gelar ini dan meraih tropi di Liga Champions. Itulah harapannya.

Ada harapan umum di Stamford Bridge. Roman Abramovich hadir saat Carlo Ancelotti, manajer Chelsea terakhir -dan orang Italia pertama- untuk memenangkan liga dan yang juga menyelesaikan gelar ganda dengan Piala FA, sebuah prestasi Conte. Ancelote dan Conte dulu berkawan, dimana mereka dulu pernah bekerja sama di Juventus saat posisi terakhirnya sebagai kapten. Pada gelaran Liga Champions musim depan, mereka dipastiak akan bersaing. Tentu saja kalau Anceloti masih dipercaya menukangi Munchen.

Tidak pernah ada keraguan bahwa Chelsea akan memenangkan ini. Pertanyaan kepada klub ini paling hanya tentang berapa banyak gol yang akan mereka ceploskan ke gawang lawan dan berapa nilai yang diraih pada akhir liga. Pertandingan dinihari tadi sedikit kurang sempurna, karena tidak tampilnya N’Golo Kante, yang mengalami sedikit cedera otot, dimana bertepatan dengan pengumuman bahwa dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Sepak versi wartawan sepak bola pada tahun ini. Tapi Fabregas yang diberi kepercayaan pelatih, menunaikan tigasnya dengan baik.

Gelandang asal Spanyol itu menciptakan banyak peluang dan terlibat dalam ketiga gol tersebut saat ia menjadi pemain pertama yang membukukan 10 assist di Liga Premier dalam enam penampilannya. Chelsea mencapai tonggak sejarah lain – dengan kemenangan kandang ke-300 Liga Inggris, yang sekarang ini hanya diungguli oleh Manchester United (347) dan Arsenal (306).

Adalah sebuah kegembiraan di mana mereka menggulingkan Middlesbrough dan ini sekaligus menjadi tanda juara yang bakal direngkuh klub ini. Middlesbrough sendiri yang diambang “kehancuran” di Liga Primer, malah tampil dengan disiplin yang minim, sehingga dimanfaatkan betul oleh pasukan Conte.
Setelah melakukan tekanan bertubi-tubi dengan banyak peluang semenjak menit awal, Chelsea baru membuka keunggulan mereka pada menit ke-23 melalui penyerang Diego Costa. Striker timnas Spanyol itu sukses mengelabui Brad Guzan, dimana golnya diceploskan melewati celah di antara kedua kakinya. Dengan gol tersebut, Costa menjadi pemain ketiga yang mencetak minimal 20 gol per musim secara berturut-turut dalam dua musimnya di Chelsea. Dia menyusul rekor yang dicapai Jimmy Floyd Hasselbaink dan Didier Drogba.

Pada menit ke-34 pendukung the Blues kembali bersorak, setelah sepakan keras Marcos Alonso dari sudut sempit, lagi-lagi mengarah ke gawang melalui celah di antara kedua kaki penjaga gawang Middlesbroug. Gol ketiga Chelsea tercipta pada menit ke-65 melalui tendangan Nemanja Matic. Gelandang Serbia juga sukses menaklukkan Guzan, dengan mengarahkan bola ke celah kedua kaki kiper.

Dengan hasil ini, Chelsea berhasil memperlebar jarak mereka dengan Tottenham sebanyak tujuh poin, setelah klub sekota yang menjadi pesaing utamanya itu takluk 0-1 dari West Ham United pada pekan yang sama.

Bagi Middlesbrough, kekalahan ini memastikan mereka menjadi tim kedua yang terlempar ke Championship musim depan setelah sebelumnya nasib serupa diterima Sunderland. Dengan raihan 28 poin dimana tinggal sisa dua laga lagi, The Boro mungkin mampu mengejar poin tim terbawah di luar zona degreadi, Swansea City yang mengantongi 35 poin.***

Bidikan MU Usai Takluk di Emirates

KEKALAHAN Manchester United dari Arsenal di Emirates, berbuntut kepada “kegagalan” tim itu untuk mengamankan posisi empat besar di klasemen Liga Primer Inggris, yang memaksa Jose Mourinho untuk fokus memenangi Liga Europa.

Mourinho menerima dengan lapang dada, jika United gagal untuk mengamankan posisi empat besar di papan klasemen, gara-gara ditekuk Arsenal.

Dua gol yang masing-masing dicetak oleh Granit Xhaka dan Danny Welbeck, cukup membuat The Red Devils kesulitan untuk menyalip Manchester City, yang terpaut empat poin di posisi keempat, dimana kini hanya tersisa tiga laga lagi.

Dengan kegagalan untuk meraih jatah bermain di Liga Champions melalui babak kualifikasi itu, mau tidak mau mengharuskan Mourinho fokus sepenuhnya ke Liga Europa, agar meraih tiket untuk dapat berlaga di kompetisi tertinggi di Eropa tersebut.

Apalagi saat ini United berada di posisi unggul dari Celta Vigo usai menang satu gol di pertemuan pertama di Balaidos sehingga kans untuk lolos ke final terbuka lebar karena unggul gol tandang.

“Ya, semua [fokus] kepada Liga Europa, tapi sekarang kami mencoba untuk meraih sebuah hasil [positif],” ujar manajer asal Portugal itu pada Sky Sports seusai laga.

“Anda bisa berkata bahwa kami tidak bermain dengan tim terbaik, para pemain yang menjadi pilihan pertama di saat sekarang, tapi Anda tidak bisa berkata bahwa kami tidak mencoba untuk memenangkan laga ini.”

“Itu sebabnya kami akan mencoba untuk memenangkan tiga laga tersisa di Liga Inggris, namun tentu saja segalanya [tercurah] untuk Kamis [Jumat, 12/05 dini hari WIB versus Celta Vigo] nanti.”

Meskipun gagal meraih tiga poin penting, Jose Mourinho tidak melihat adanya cela dari permainan Phil Jones, Chris Smalling dan Juan Mata yang baru kembali bermain usai kerap menjadi cadangan.

“Saya sangat sangat menyukai performa individual dan saya menyukai [mereka] secara kolektivitas.”

“Kami kalah karena kami gagal mencetak gol dan kami sebetulnya mempunyai peluang-peluang emas. Mereka mempunyai keberuntungan di gol [pertama].”

“Terlepas dari itu, saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain yang tidak bermain satu menit pun di tujuh pekan terakhir seperti Smalling dan Mata. Mereka luar biasa dengan cara mereka bermain.”

“Anak itu [Axel Tuanzebe] pun sama. Saya rasa dia melakukan pekerjaan bagus dan saya yakin Alexis [Sanchez] tahu nama dia karena anak itu bermain dengan baik.”

“Sangat sulit bagi saya untuk menangani pertandingan ini karena para pemain yang saya ingin gantikan merupakan pemain-pemain yang bermain pada Kamis [Jumat, WIB] nanti.”

“Jadi sulit untuk mengaturnya, tapi saya rasa secara prinsipal, tim cukup bagus, terorganisir, bermain dengan keinginan meraih kemenangan dan bertahan dengan baik pula.”

“Arsenal tidak lebih baik dibandingkan kami tapi selamat untuk mereka.” ***

Arsenal 2 – MU 0: Wenger Akhirnya Akhiri Sial Hadapi Mourinho

DUA gol dalam tiga menit memberi Arsenal kemenangan atas Manchester United, yang pada akhirnya mengantarkan Arsene Wenger meraih kemenangan pesaingan pertamanya atas Jose Mourinho pada pertemuan mereka yang ke-15. Dengan hasil ini, setidaknya menghapuskan stigma bahwa Wengar adalah “spesialis kegagalan” yang berarti pula mengakhiri sebuah statistik nan mengerikan melawan “Special One”.

Hasil ini juga membuat senang Wenger untuk mengakhiri 25 pertandingan tak terkalahkan United di Liga Primer dan, mungkin, menghidupkan kembali harapan Arsenal di luar harapan bahwa mereka mungkin finis di empat besar dan lolos ke Liga Champions. Itu akan mewakili comeback yang luar biasa.

Dengan hasil imbang pada pertandingan Liga Inggris yang digelar sebelumnya, dimana Liverpool gagal meraih poin penuh saat bertandang ke kandang Southampton, baik Arsenal maupun MU berharap bisa menyalip mereka dan masuk ke empat besar. Namun, tampaknya United tidak pernah benar-benar tampil ngotot -atau, Mourinho akan membantah ini- untuk melakukan pembenaran.

Pada babak pertama, ada dua penyelamatan cerdas yang dilakukan Petr Cech saat ia mengeblok sepakan Anthony Martial, mengalahkan tendangan kaki di tiang dekat. Juga Wayne Rooney -yang seharusnya mencetak gol- saat kapten United ini melaju berhasil memperdaya Holding dan Laurent Koscielny, namun Cech berhasil melakukan penyelamatan gemilang.

Mourinho tampaknya akan melakukan perubahan untuk kesekian kalinya, setelah kemenangan semifinal Liga Europa atas Celta Vigo, dimana MU akan melakoni leg kedua yang akan datang dilangsungkan pada Kamis waktu Manchester (Jumat waktu Indonesia). Liga Eropa merupakan kompetisi peluang terbaik bagi United untuk mencapai Liga Champions, namun sayangnya timnya sangat mengecewakan dalam hal ini.

Wenger telah mengalahkan Mourinho sebelumnya, tapi hanya di Community Shield, dengan gol pada babak kedua melalui jasa Granit Xhaka dan Danny Welbeck –yang mencetak gol untuk pertandingan ketiga beruntun melawan mantan klubnya- yang memberi Arsenal keunggulan tak terbantahkan.

Kedua tim terlihat berhati-hati dalam melancarkan serangan pada babak pertama. Arsenal mencoba meraba permainan lewat umpan pendek yang diarahkan kepada Alexis dan Welbeck, sedangkan MU menunggu serangan balik. Ramsey dan Oxlade-Chamberlain mencoba mencari celah untuk melepaskan bola terobosan kepada Welbeck yang memiliki kecepatan di sisi sayap. MU sendiri mendapatkan peluang dari sepakan Rooney dengan memanfaatkan kesalahan Rob Holding pada babak pertama.

Xhaka melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak 30 yard yang menyentuh kepala Ander Herrera -yang dengan ceroboh membelakangi dan merunduk- ke kiper David De Gea yang gagal mengantisipasi dengan cukup cepat dengan bola yang melayang di atas kepala dan bola pun menggetarkan jaring gawangnya. Gol, Arsenal 1 – MU 0.

Stadion Emirates kembali bergemuruh setelah menyaksikan tandukan Danny Welbeck mengantar bola meluncur masuk ke gawang De Gea. Gol itu bermula dari umpan diagonal Alex Oxlade-Chamberlain dari sisi kanan.
Dengan kemenangan Arsenal ini, sama sekali tidak mengubah susunan posisi kedua tim di tabel klasemen sementara Liga Utama Inggris, The Gunners di posisi enam mengumpulkan 63 poin sedangkan pasukan Jose Mourinho di posisi lima dengan selisih dua angka dari Arsenal. Pada laga ini, Mourinho mengistirahatkan Antonio Valencia, Marcus Rashford, Eric Bailly, Paul Pogba, Daley Blind, Sergio Romero, Jesse Lingard dan Marouane Fellaini karena MU masih berlaga di Liga Europa.
Setelah ketinggalan, Jose Mourinho memasukan Marcus Rashford dan Jesse Lingard menggantikan Herrera dan Mkhitaryan. Sayang, perubahan sekalipun positif tapi tidak menghasilkan gol untuk MU. Setelah unggul 2-0, Arsenal mendapatkan beberapa peluang dari aksi Ozil dan Sanchez, namun sayang tidak berbuah gol. Skor 2-0 untuk kemenangan Meriam Lodon ini pun bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain Arsenal VS MU:

Man United: De Gea; Tuanzebe, Smalling, Jones, Darmian; Carrick, Herrera; Rooney (c), Mata, Mkhitaryan, Martial.
Cadangan: Romero, Bailly, Blind, Lingard, Pogba, McTominay, Rashford.

Arsenal: Cech, Holding, Koscielny, Monreal, Oxlade-Chamberlain, Ramsey, Xhaka, Gibbs, Ozil, Sanchez, Welbeck.
Cadangan: Ospina, Gabriel, Bellerin, Coquelin, Iwobi, Walcott, Giroud.