Polri akan Buru Mafia Pengatur Skor Sepak Bola

 Polri akan Buru Mafia Pengatur Skor Sepak Bola

ILustrasi–foto dailymail co uk

ILustrasi–foto dailymail co uk

Kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola memang bukan barang baru lagi. Itu sudah lama terjadi bagkan bukan hanya di Indonesia tapi juga sepak bola internasional. Selama ini kasus-kasus semacam itu seolah kurang ditangani secara serius. Buktinya, oknum mafia pengatur skor masih bisa bebas beraksi. Salah satunya adalah kasus yang menghebohkan baru-baru ini terkait pengakuan manajemen klub Madura FC soal tawaran uang untuk kesepakatan pengaturan skor.

Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia baru-baru ini, Januar Herwanto, Manajer Madura FC menyebut, sebenarnya sudah beberapa kali menerima tawaran uang untuk pengaturan skor. Namun tawaran tersebut tidak melibatkan oknum pengurus PSSI. “Tawaran bukan datang kali ini saja. Tapi karena ini menyangkut orang PSSI itulah mengapa kami laporkan,” ungkap Januar sebagaimana dikutip dari BBC News. “Selama ini tawaran ada dari teman-teman, kami tolak dan biarkan. Tapi ini petinggi PSSI yang bermain dengan makelar. Menjijikan sekali,” tambahnya.

Nah terkait dengan masalah pengaturan skor sepak bola, dikabarkan Mabes Polri bakal membentuk tim satuan tugas (satgas) untuk mengantisipasi pengaturan skor pada setiap pertandingan Liga Indonesia. Untuk itu Polri akan bekerja sama dengan PSSI..

“Nantinya akan ada semacam satgas untuk memberantas pengaturan skor di dalam persebakbolaan (Indonesia),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018), sebagaimana dikutip dari kompas.com. Dedi menyatakan, oknum mafia pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia harus diberantas. Pasalnya, mafia sepak bola membuat prestasi sepak bola Indonesia tidak maju.

“Harus betul-betul memberantas, mafia-mafia bola betul mengganggu sportifitas maupun club nanti. Bisa membuat persepak bolaan Indonesia tidak maju, karena dirusak (mafia) tersebut,” tutur Dedi.
Menurutnya, pihak Polri tengah mendalami pasal yang akan digunakan, apakah itu pidana, penipuan, dll. “Nanti akan didalami bersama dengan PSSI,” ujar Dedi.***/ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.