Pertashop, Strategi Jitu Penuhi Kebutuhan Konsumen

 Pertashop, Strategi Jitu Penuhi Kebutuhan Konsumen

Pertashop 3P.16404 milik Ruddy di Jl. Ridwan Rais, Beji Timur, Depok. Mulai beroperasi 19 Juli 2021 (melva tobing)

JAYAKARTA NEWS  – Energi itu milik semua. Setiap warga negara semestinya diberi kemudahan untuk memperolehnya. Dan Pertamina, sebagai BUMN yang bertanggung jawab sangat menyadari fungsinya. Maka program Pertashop pun diluncurkan, guna memudahkan masyarakat mendapat pelayanan prima.

Kehadiran Pertashop di seluruh pelosok Indonesia diharapkan mampu menjangkau semua konsumen. Jika selama ini konsumen kesulitan mendapatkan bahan bakar, terutama karena jarak SPBU dengan pemukiman relatif jauh, Pertashop hadir untuk mengatasinya. Bisa disebut, Pertashop merupakan strategi jitu Pertamina untuk merangkul konsumen di seluruh wilayah terpercil Indonesia.

“Sekarang kalau mau beli BBM, nggak usah repot lagi. Tinggal keluar gang rumah, sudah ada Pertashop. Enak kan?” Demikian celetukan Joanito Ruddy Hamenda kepada Jayakarta News di kantornya, Beji, Depok, Senin (19/10).

Di kantornya ini, pria yang akrab dipanggil Ruddy itu memang telah membuka SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) ukuran kecil, populer dengan nama Pertashop. 

Pertashop adalah penyalur BBM resmi Pertamina. Serupa dengan SPBU Reguler tetapi dengan ukuran jauh lebih kecil atau mini. Pertashop boleh dimiliki perorangan dengan lokasi yang mudah dihampiri.  Dekat dengan masyarakat.

Seperti milik Ruddy ini, Pertashop 3P.16404 di Jl. M Ridwan Rais Blok O No.1, Kavling Pupuk Kujang RW.07 Beji Timur, Beji – Depok. Mulai beroperasi 19 Juli 2021. Baru berjalan tiga bulan, tetapi telah menjadi langganan para tetangga sekitar. Pertashop ini lebih dikenal dengan nama Pertashop Beji Timur sesuai alamatnya. “Walaupun sudah tiga bulan berjalan tetapi kami belum peresmian ini,” kata Ruddy tertawa.

Setiap hari, 1000 liter lebih BBM Peramax terjual di Pertashop ini (melva tobing)

Apa yang dikatakan Ruddy benar. Mengisi BBM kini bagi warga Beji, Depok  bukan hal yang merepotkan lagi. Tidak perlu harus ke Margonda Raya tempat SPBU besar atau Beji Raya yang jaraknya cukup jauh. “Ibu-ibu cukup dasteran, udah bisa isi bensin kesini,” kata Ruddy lagi sambil tertawa. 

Bukan hanya warga setempat yang mudah mengisi BBM di tempat Ruddy ini. Pengguna jalan lintasan ini pun ikut menikmati kemudahan mengisi BBM di Pertashop ini. Seperti Angkutan Kota (Angkot) dengan trayek sekitar Beji Timur, juga  Gojek Online yang kerap mangkal dekat Kampus Universitas Indonesia (UI).

Wilayah Pertashop Beji Timur memang cukup ramai karena berdekatan dengan Kampus UI. Di sekitarnya juga banyak tempat kost mahasiswa dan karyawan, selain tentunya tempat tinggal warga dan masyarakat. Belum lagi pedagang-pedagang kecil dan menengah  serta sekolah yang ada di seputaran Beji Timur, Depok.

Banyak Tetangga Jadi Pelanggan 

Siang itu saat menyambangi Pertashop milik Ruddy ini,  Jayakarta News sempat bincang-bincang dengan beberapa warga yang hendak mengisi BBM.  Mereka semua  pengendara motor. Ada yang rapih berpakaian lengkap dengan helm-nya. Ada juga beberapa tanpa helm dengan tampilan seadanya.

Sang operator terlihat rapih, layaknya operator di SPBU besar. Lengkap dengan seragamnya. Ramah melayani para pengendara. Sesekali terlihat ada candaan di antara mereka. Seolah memang mereka sudah saling mengenal.  

Diana, warga setempat, tidak panik lagi jika mendadak butuh BBM (melva tobing)

“Rumah saya di sekitar sini,” ujar Diana, setelah selesai mengisi BBM motornya.  Bersama dengan seorang anak kecil di depannya, Diana mengaku biasa mengisi BBM di  Pertashop ini. “Sejak buka, saya suka isi disini. Deket dan nggak repot,” ujar Diana yang datang tanpa helm.

Bagi Diana, kehadiran Pertashop ini sangat membantunya sebagai ibu rumah tangga, tidak repot lagi mencari bahan bakar. “Biasanya kalau mau isi bensin harus ke Margonda atau ke Beji. Agak jauh. Apalagi kalau harus buru-buru. Repot. Sekarang enak, sudah dekat. Harganya juga sama. Nggak perlu panik lagi kalau mendadak butuh BBM,” ujar Diana lagi.

Sementara itu, Kusnadi sangat bersyukur ada pengisian BBM dekat rumahnya. Pria berusia 50 tahun itu tinggal di sekitar Beji Timur. Ia telah menjadi pelanggan setia di Pertashop ini. “Saya sudah biasa disini isi bensin. Dekat dan nggak perlu antri seperti di SPBU. Harganya juga sama,” katanya lagi.

Bagi Muhammad Khadafi pun demikian. Ia tinggal di sekitar Kemiri, Depok. Tidak jauh dari Pertashop ini. “Sering banget saya isi bensin disini,” katanya.

Ia mengaku tidak ragu sama sekali untuk mengisi BBM di tempat Ruddy. Selain itu, yang terpenting katanya, tidak perlu antri panjang. “Disini sepi. Tidak usah antri.  Harga juga sama dengan SPBU,” katanya lagi.

Semakin dekat dengan Pertashop, warga pun menjadi lebih nyaman. Tidak perlu panik mencari SPBU jika mendadak butuh BBM.

Sejak beroperasi pun, kata Ruddy,  tidak pernah ada pelanggan yang komplain. Semua berjalan lancar. Bahkan dia merasa bangga hanya dalam tempo 3 bulan, jumlah BBM yang terjual meningkat terus.

Bangga Punya SPBU Mini

Ruddy mengaku bangga bisa memiliki Pertashop.  Apalagi ketika hari pertama beroperasi. Melihat deretan motor datang mengisi BBM di tempatnya,  dia merasa bangga bisa bermitra dengan Pertamina.  “Bangga sekali rasanya. Dalam hati saya nih, Waah… saya sudah punya SPBU. Walaupun mini tapi kan ini murni dilayani langsung oleh Pertamina, ya bangga lah saya bisa bermitra dengan Pertamina,” kisah pria berusia 59 ini sambil tertawa lepas. 

Ruddy bangga punya SPBU sendiri (melva tobing)

Pertashop Beji Timur  mulai dibangun Maret 2021. Kemudian,  minggu pertama Mei sudah bisa pasang modular. Setelah pasang modular,  pengisian perdana BBM jenis Pertamax  pada 30 Mei sebanyak 2 KL (kilo liter)  atau setara dengan 2000 liter. “Setiap kali pengisian  Pertamax  memang ukurannya 2 KL atau 2000 liter. Dan, waktu Mobil Tangki datang pertama kali, saya senang banget,” kata Ruddy.     

Hari pertama  beroperasi (19/7) terjual  68 liter Pertamax.  Satu minggu berjalan, bisa terjual 450 liter setiap harinya. Jumlah semakin meningkat di tanggal 31 Juli, sudah bisa terjual 700 liter per hari. Puncaknya di tanggal 20 Agustus mulai terjual 1000 liter lebih perhari, sampai saat ini. “Setiap hari, jumlah penjualan meningkat. Sekarang ini stabil di angka 1000 sampai 1300 liter per hari.” 

Jadwal pengisian atau unloading  pun semakin cepat. Dari pengisian pertama ke pengisian  kedua berjarak enam hari, yaitu pada 25 Juli.  Kemudian menjadi empat hari di pengisian ketiga, 29 Juli. Dan, pengisian keempat pada 31 Juli,  hanya berjarak 2 hari. 

Berbeda dengan SPBU Regular, Pertashop menggunakan upperground tank  yaitu  tangki tempat  pengisian  BBM ada di atas, dekat dengan modular.  “Jadi kalau kita mau pindah lokasi, semuanya bisa kita bawa juga, gampang buka pasangnya,” ujar Ruddy.  

Untuk mengoperasikan SPBU Mininya, Ruddy mempekerjakan dua  operator dan satu petugas untuk bongkar muat atau pengisian Pertamax. Mereka adalah warga setempat juga.  Pengisian BBM di Pertashop ini, sekarang bisa 5 kali dalam satu minggu dengan kapasitas 2 KL tiap kali pengisian.  Sementara kapasitas tangki bisa memuat hingga  3500 liter BBM.

Untuk memiliki Pertashop jenis Gold ini, Ruddy harus mengeluarkan dana hampir Rp 250 juta. Itu tidak termasuk biaya untuk lahan. “Murni hanya untuk pertashop satu modular saja. Sedangkan lahan milik sendiri.”

Fauzan Zibran Ibrahim, warga Beji Timur, sebagai operator di Pertashop ini. Di belakang Fauzan tanda merah dilarang merokok adalah tempat tangki BBM Pertamax (foto:istimewa)

Syarat utama lahan untuk Pertashop kata Ruddy, lebar depan minimal 15 meter. “Yang penting bisa untuk manufer Mobil Tangki.”

Energi Semakin Dekat

Kehadiran Pertashop di lingkungan masyarakat, sebagaimana di Beji Timur, tentu dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.  Apalagi untuk masyarakat di pedesaan.

Seperti yang dikatakan Pjs. Senior Vice President Pertamina Fajriyah Usman dalam Laman Resmi Pertamina, Agustus lalu,  “Masyarakat di pedesaan yang mayoritas profesinya adalah petani, nelayan, pedagang dan lainnya kini tidak perlu menempuh perjalanan jauh keluar desa untuk mengisi BBM di SPBU, karena kualitas dan harga bahan bakar yang dihadirkan di Pertashop dijamin setara dengan SPBU.”

Menurut Fajriyah,  Pertamina dengan program One Village One Outlet (OVOO), di mana setiap desa atau kecamatan akan memiliki setidaknya 1 lembaga penyalur BBM maupun LPG. Maka Pertamina membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola Pertashop.  “Tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” kata Fajriyah.

Kusnadi, warga setempat, merasakan makin mudah mengisi BBM (melva tobing)

Hingga saat ini, jumlah kecamatan yang memiliki lembaga penyalur resmi BBM sudah  mencapai 4.400 kecamatan di seluruh Indonesia. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan,  Pertashop telah mendorong peningkatan jumlah kecamatan yang memiliki lembaga penyalur resmi BBM dari 3.300 kecamatan, saat ini sudah 4.400 kecamatan. “Artinya jika sebelumnya baru 47% kecamatan yang sudah memiliki penyalur sendiri, saat ini meningkat menjadi 62% kecamatan di seluruh Indonesia,” ujar Nicke dalam Siaran Pers Pertamina  (27/10).

Menurut Nicke, Pertamina mengemban amanah menjalankan UU Energi No 30 tahun 2007 sehingga bukan hanya menjaga kecukupan pasokan secara nasional, tapi juga memberikan kemudahan akses yang sama untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Sebab itu, imbuh Nicke, Pertashop perlu terus didorong karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa-desa. Selain aksesibilitas yang memberikan kemudahan untuk masyarakat, Pertashop juga bersifat affordability, karena harganya terjangkau oleh masyarakat.

“Rata-rata penyaluan BBM berkualitas melalui Pertashop terus meningkat, bahkan di beberapa lokasi ada yang mencapai 2.000 liter per hari,” ujar Nicke lagi.

Kehadiran Pertashop di pelosok desa, imbuh Nicke, menjadi salah satu solusi membangun ketahanan energi sekaligus menjadi lokomotif  baru pengembangan ekonomi desa serta pembukaan lapangan kerja.

“Jika Pertashop sudah terbangun akan menumbuhkan sentra ekonomi desa. Hal ini sesuai dengan Nawacita Presiden, bahwa pertumbuhan ekonomi dimulai dari titik terjauh yaitu di desa,” tandas Nicke.

Siapapun bisa memiliki Pertashop. Pertamina membuka tawaran ini sejak 2018. Syaratnya pun mudah,  hanya terdiri dari 2 kriteria, yaitu  kriteria administrasi persyaratan dan kriteria lokasi.  Lokasi pembangunan Pertashop diutamakan lokasi yang belum terdapat lembaga penyalur resmi dan dapat dilalui oleh Mobil Tangki Pertamina. Jika kriteria ini sudah terpenuhi, seluruh operasional Pertashop juga akan dipastikan sudah sesuai dengan standar keselamatan serta standar kualitas produknya akan terjamin serta disuplai langsung dari terminal BBM terdekat.

Ada tiga tipe Pertashop yang ditawarkan. Yaitu Pertashop Gold (luas minimum lahan 210m², kapasitas tangki 3 KL), Platinum (luas minimum lahan 300m², kapasitas tangki 10 KL), dan Diamond (luas minimum lahan 500m² kapasitas tangki 10 KL). Perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalkan mini market, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

Pertashop, siapapun bisa memilikinya. SPBU Mini ini makin mendekatkan energi minyak kepada masyarakat (melva tobing)

Pertashop memiliki banyak harapan ke depannya. Dengan harga dan kualitas yang sama dengan BBM yang dijual di SPBU, Pertamina berharap Pertashop dapat menjadi jawaban untuk pemerataan distribusi energi yang akan memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi di pedesaan.

Tidak hanya menjual BBM saja, Pertashop juga dapat menjual Bright Gas 5,5 Kg, Pelumas Pertamina dan produk barang/jasa lainnya.

Seluruh informasi seputar persyaratan dan pendaftaran kemitraan Pertashop selaku lembaga penyalur resmi berskala kecil Pertamina bisa diakses melalui website https://kemitraan.pertamina.com/. ***(Melva Tobing)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *