Peneliti Muda Sawit Aceh Ajak Investor Kolaborasi Sejahterakan Petani Sawit

 Peneliti Muda Sawit Aceh Ajak Investor Kolaborasi Sejahterakan Petani Sawit

Said Achmad Kabiru Rafiie, Dosen UTU dan Ketua IBT, lulusan Southern Cross University Australia, penerima beasiswa Fulbright dan Australia Development Scholarship

JAYAKARTA NEWS – Aceh memiliki historis dengan tanaman sawit karena perkebunan komersil pertama dunia dimulai dari Deli dan Sungai Liput Aceh 1911. Sejak saat itu, perkembangan sawit menjadi salah satu komoditi unggulan export, meskipun dalam kondisi pandemi, Expor produk sawit Indonesia sepanjang tahun 2020 mencatat nilainya $ 22,97 milliar atau setara Rp. 321, 5 triliun.

Dalam pemaparanya pada IPEC 2021, Said Achmad Kabiru Rafiie menyampaikan bahwa tugas peremajaan kebun sawit rakyat bukan hanya tugas pemerintah semata namun juga para investor yang ikut terlibat.

Undang-Undang Nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan (untuk selanjutnya disebut UU Perkebunan) yang menyatakan : “Perusahaan perkebunan yang memiliki Izin Usaha Perkebunan untuk budi daya wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling rendah seluas 20%  dari total luas areal kebun yang diusahakan oleh Perusahaan Perkebunan.

Pemerintah Presiden Jokowi berkomitmen untuk mempercepat proses peremajaan sawit rakyat dengan menargetkan realisasi 540 ribu hektar 2020-2022. Dengan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebesar Rp30 juta/ha dengan maksimal lahan seluas 4 ha/pekebun.

Direktur – Dr. Achmad Parveez Hj Ghulam Kadir

Untuk itu, rekomendasi yang disampaikan untuk percepatan proses peremajaan sawit rakyat dalam forum IPEC 2021 antara lain memperkuat koordinasi antar Lembaga, mengajak Universitas yang berada di sekitar kebun rakyat untuk ikut terlibat, memberikan edukasi kepada petani sawit tentang kelembagaan koperasi, dan juga mengajak para investor sawit agar memperkenalkan teknologi yang mudah untuk diaplikasikan dalam proses peremajaan sawit seperti aplikasi Go Jek.

Kita tidak boleh alergi dengan investor sebab investor sebagai penanam modal di suatu daerah dan kita membutuhkan investasi di sektor perkebunan sawit karena telah menciptakan banyak lapangan kerja namun demikian kita mengajak perusahaan sawit untuk terus berkontribusi kepada kesejahteraan petani sawit dan menyalurkan CSR secara tepat dan berkesinambungan. (*/Mons)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *