“Merdeka Berkreasi” dari SLB Autisma Dian Amanah untuk Indonesia

 “Merdeka Berkreasi” dari SLB Autisma Dian Amanah untuk Indonesia

Foto: Ernaningtyas

JAYAKARTA NEWS— Kamis (1/9), ada yang berbeda di Sekolah Autisma Dian Amanah.  Di halaman sekolah yang terletak di kampung Ngentak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY itu berdiri  tenda dengan panggung berdekor seukuran lebar tenda bertuliskan: Milad Ke 21 SLB Autisma Dian Amanah “Merdeka Berkreasi”. 

“Kami mengambil tema Merdeka Berkreasi agar sesuai dengan kurikulum Merdeka,” kata   Ummu Afifah Isriati, Kepala Sekolah SLB Autisma Dian Amanah.  Ummu Afifah menegaskan bahwa kemerdekaan berkreasi itu penting bagi siswa-siswinya.  “Kreasi kita mengikuti kemampuan anak.  Sekreasi-kreasi mereka hasilnya seperti itu,” katanya saat ditemui JayakartaNews.   

Ummu Afifah, Kepala Sekolah SLB Autisma Dian Amanah (kiri)/Foto: Ernaningtyas

Sementara dalam sambutannya, Ummu Afifah menyatakan bahwa pihaknya memohon doa restu agar bisa melakukan pendampingan kepada para siswa dengan sebaik-baiknya.  Di hadapan para hadirin siang itu, ia menyatakan rasa syukur bahwa SLB Autisma Dian Amanah kini sudah tidak bingung-bingung lagi mencari tempat baru.  Sebab, sejak beberapa tahun silam, sekolah ini telah memiliki gedung sendiri.

“Kami tak perlu mengontrak lagi untuk mencari tempat demi mendampingi anak-anak istimewa ini,” katanya penuh syukur.  Saat ini Dian Amanah memiliki 26 siswa yang tersebar dari TK hingga vokasi selepas SMA. 

Gedung SLB Autisma Dian Amanah berada di lingkungan yang asri, bertetangga dengan areal persawahan dan kebun pisang.  Semilir angin menambah kesejukan saban hari, sementara gunung Merapi jauh di sisi utara menambah indahnya suasana. 

Foto: Ernaningtyas

Di bagian  depan persis di samping utara, sekolah ini menggarap sepetak kebun sayur.  Di tempat ini, para siswa berkreasi dalam mengolah tanah untuk  bercocok tanam.  Sawi hasil panen kebun sekolah itu, dipamerkan dan dijual bersama hasil kerajinan keset saat acara peringatan ulang tahun kemarin. Sawi yang dibudidayakan secara organik dan keset dari bahan kain itu diborong habis para tamu undangan. 

Para tamu undangan yang hadir di antara siswa bersama orang tua mereka, adalah perwakilan sesepuh kampung, para sponsor juga siswa siswi pemenang lomba mewarnai. 

Dalam rangka Milad ke 21 ini, SLB Autisma Dian Amanah menggelar lomba mewarnai.  Lomba berlangsung pada Selasa (30/8), diikuti 27 peserta dari Dian Amanah dan wakil dari tujuh sekolah autis maupun SLB lain yang tersebar di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman.  

Para juara mewarnai (dari kanan ke kiri)/Foto: Ernaningtyas
Suasana lomba mewarnai/ Foto: Ernaningtyas
Peserta lomba mewarnai/foto: Ernaningtyas

Pemenang lomba ini berturut-turut adalah Annisa Azmi siswa SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo (Juara 1), Wisang Adjie Mahendratama siswa SLB Autisma Dian Amanah (Juara2), Ni Nyoman Riskia Chairunisa Wijaya dari SLB Citra Mulia Mandiri (juara 3), Rizki Georgia FNU dari SLB Citra Mulia Mandiri (Juara Harapan 1) dan Aira Chelsea Ramadhani siswa SLB Wiyata Dharma 3 (Juara Harapan 2).

Penampilan Siswa

Dalam acara Milad ke 21 SLB Autisma Dian Amanah,  siswa-siswi berkolaborasi dengan para guru tampil di panggung membawakan sejumlah lagu, menari juga fashion show. Lutfi dan Helmi, siswa vokasi pasca-SMA yang sama-sama memilih mendalami seni musik,  kompak mempersembahkan rupa-rupa lagu.  Lutfi memainkan keyboard, Helmi mengisi vokal. 

Para guru SLB Autisma Dian Amanah/Foto: Ernaningtyas

SLB Autisma Dian Amanah tidak hanya mendampingi siswa-siswi dari  TK hingga SMA, tetapi juga menerima siswa vokasi setelah mereka lulus sekolah lanjutan atas seperti Helmi dan Lutfi.   Ada jurusan membatik, musik, karawitan, ketrampilan membuat craft seperti keset dll hingga berkebun. 

Sementara Wisang tampil menari bersama dua kawannya.  Ia juga berkolaborasi bersama guru mempersembahkan fashion show, melenggang lenggok di panggung berselimutkan kain warna-warni hasil ketrampilan membatik siswa-siswi Dian Amanah. 

Wisang (kiri) dan sang ayah Didik Yulianto (kanan)/ Foto: Ernaningtyas

Wisang juga tampil menyanyi. Saat membawakan lagu “Ojo Dibanding-bandingke” milik  Abah Lala, Wisang mengganti lirik di baris terakhir dengan  “Di hatiku hanya ada Dian Amanah”, spontan hadirin tertawa.  Siswa kelas tujuh itu dengan enaknya berimprovisasi.  Tak hanya Dian Amanah lirik yang ia masukkan, tetapi juga nama-nama guru  antara lain Bu Ummu Afifah, sang kepala sekolah. 

Siang itu Wisang ditemani Ayahnya, Didik Yulianto.  Didik, karyawan Kementrian Pertanian yang seharusnya sudah berangkat ke Jakarta, memutuskan untuk bertahan di Yogya demi menemani  Wisang. “Wisang anak kelima, awalnya normal, tetapi ia mengalami keterlambatan bicara sewaktu kecil. 

Sebenarnya saat ini ia sudah bisa masuk ke sekolah umum, tetapi saya memutuskan supaya Wisang tetap melanjutkan di Dian Amanah,” kata Didik.  Keputusan itu ia ambil dengan mempertimbangkan kemungkinan buliying.

“Saya belum yakin pada tekanan buli di sekolah umum, sebab pada perubahan emosi yang sedikit saja, respon Wisang selalu terlambat,” kata Didik.  Didik merasakan bahwa buah hatinya itu merasa nyaman belajar di Dian Amanah.   

Guru senior Dian Amanah, Sulismiyati, mengatakan bahwa di tempatnya mengabdi sejak SLB Dian Amanah berdiri tahun 2001 ini,  rasa kekeluargaan selalu terjaga.  “Di sini kami merasakan sebagai satu keluarga, bahkan Dian Amanah menjadi keluarga kedua saya, tidak ada geng-gengan dan kami saling curhat,” katanya.

Sulismiyati (kanan), Lutfi (kiri)/Foto: Ernaningtyas

Bu Sulis, demikian ia disapa,   adalah Guru Tetap Yayasan (GTY).  Ia lulusan S1 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Pendidikan Autis.  Sebelumnya ia lulus dari SGPLB (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa) dan sempat menjadi guru siswa tuna grahita di sebuah SLB.    Pengalamannya yang paling berkesan adalah mendamping seorang siswa bernama Valen yang telah lulus dari Dian Amanah. 

“Valen datang ke sini dengan kondisi tidak mampu bicara juga belum bisa menulis.  Akhirnya, ia mampu menulis dan bisa bicara, senang rasanya,” kata Sulismiyati dengan tersenyum.

Nina, tamu undangan yang mewakili kepala dusun, saat didaulat memberikan sambutan mengatakan bahwa kampung Ngentak, Sinduharjo Sleman  ini mendapatkan berkah melimpah.  Di tempat yang relatif jauh dari kota ini ada SLB Autisma Dian Amanah yang mendampingi anak-anak istimewa agar berkembang, mandiri, memiliki ketrampilan  dan ke depan  mereka  mampu mengambil bagian dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. (Ernaningtyas)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.