Menparekraf Harap Warga Jakarta Tidak Lengah Prokes Meski 95 Persen Telah Divaksin

 Menparekraf Harap Warga Jakarta Tidak Lengah Prokes Meski 95 Persen Telah Divaksin

Menparekraf Sandiaga Uno meninjau Sentra Vaksinasi Merdeka Berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Barat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’Ari, Cengkareng Jakarta Barat, Kamis (5/8/2021). (Foto:Kemenparekraf)

JAYAKARTA NEWS –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap warga DKI Jakarta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meskipun sebanyak 95 persen warga ibu kota sudah menerima vaksin tahap pertama.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Sentra Vaksinasi Merdeka Berkolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Barat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’Ari, Cengkareng Jakarta Barat, Kamis (5/8/2021). Sandiaga menjelaskan, salah satu upaya untuk mencapai herd immunity adalah melalui percepatan vaksinasi sehingga roda perekonomian bisa kembali pulih agar mampu menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

“Ini program yang luar biasa, saya akan selalu hadir di sentra-sentra vaksin untuk mencapai kekebalan komunal, DKI Jakarta menduduki posisi pertama penerima vaksin dosis pertama yaitu 95 persen. Namun sekali lagi masyarakat diimbau jangan lengah. Contohnya seperti di kota lain di dunia seperti di New York atau London misalnya, begitu lengah kasusnya naik lagi,” kata Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula bersama Menparekraf Sandiaga Uno yaitu Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad, dan Ketua PCNU Agus Salim.

Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi kolaborasi antara Polres dan Pemkot Jakarta Barat serta semua pihak yang menggandeng para pemuka agama dalam program vaksinasi massal ini karena sudah mampu mendorong dan mengajak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi. Seperti diketahui sebagian tempat ibadah di DKI Jakarta sudah dioperasikan menjadi lokasi vaksinasi dan sisanya mulai beroperasi awal Agustus 2021.

“Vaksinasi ini adalah benteng pertama, saya terbayang ribuan mushola dan masjid serta tempat ibadah lainnya menjadi sentra vaksinasi. Mudah-mudahan Insha Allah dapat terlaksana terus program vaksinasi seperti ini. Hari ini saya mendapat informasi tingkat bed occupancy rate (BOR) sudah di bawah 65 persen. ICU sudah di bawah 80 persen. Namun sekali lagi saya imbau agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Kegiatan ini menjadi strategi untuk memperbanyak gerai vaksin bukan hanya di puskesmas tapi hampir seluruh RW yang menjadi sentra vaksin.

“Data kami ada 209 RW yang dirasa penduduknya padat di sekitar Jakarta Barat. Kami berharap bisa menyisir warga-warga yang ada di RW tersebut, dan mempermudah proses vaksinasi. Sehingga Jakarta semakin sehat, semakin kuat. Berdasarkan data kemarin, Jakarta mendapat peringkat 1 yang sudah menjalankan vaksin dosis pertama sebesar 95 persen,” ujarnya. (*/mel)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *