Maliq d’Essentials Berkonsep Organic Music Rekaman di London

 Maliq d’Essentials  Berkonsep Organic Music Rekaman di London

Aksi panggung Maliq d’Essentials– foto istimewa

Kelompok Music & Live Instrumental Quality -Maliq d’Essentials–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Kelompok  Music & Live Instrumental Quality  alias Maliq d’Essentials yang dibentuk 15 Mei 2002 pada awalnya hanya sebuah konsep.

Dua personel pendirinya  adalah Angga Puradiredja dan Widi Puradiredja yang kemudian mengajak beberapa personel lainnya. Sehingga terkumpullah 7 musisi muda berbakat yang punya identitas.

Kini, 17 tahun sudah usia Maliq tahun ini. Termasuk sebuah band besar di Indonesia dan genre musik mereka disebut ‘dewasa’.

Berbagai jenis musik mereka mainkan di panggung seperti jazz funk, soul, rock, neo soul, nu disco sampai ke dangdut.

Aksi panggung Maliq d’Essentials– foto istimewa

“Kita enggak mau mengkotak-kotakkan musik. Banyak orang mengatakan, Maliq hanya memainkan jazz funk saja. Padahal, kita coba mainkan semua jenis musik. Termasuk dang dut juga,” kilah Angga Puradiredja kepada penulis dalam acara peluncuran album ‘Maliq & d’Essentials : Essenitial Hits Recorded Live in London’ di KFC Kemang, Jakarta, baru-baru ini.

Kini, formasi mereka tinggal 6 orang, yaitu Angga, Widi, Indah, Jawa, Lale dan Ilman.

Satu hal yang perlu ditiru oleh para musisi lainnya adalah sampai sekarang  Maliq tetap menggenggam ‘semangat independen’. Itu dulu. Tahun ini, mereka bekerjasama dengan label lain.

“Saya rasa, ini paling pas buat kami. Dari pembuatan materi lagu, aransemen, visual, artistik sampai pendistribusian kami kerjakan sendiri. Hingga ke label,” kata Angga.

Sependapat dengan Widi Puradiredja. “Kita namakan saja jenis musik yang kita mainkan adalah Organic Music. Ini adalah musik yang murni kieluar dari hati yang menggambarkan pribadi dan isi hati. Ya didalamnya ada pop, soul, jazz, rock, dang dut dan  banyak genre musik lainnya,” papar Widi.

Guna merayakan 17 tahun berkarya di industri musik, Maliq meluncurkan album kompilasi yang direkam di studio yang telah membesarkan nama The Beatles yaitu Abbey Road Studio, London, Inggris. Mereka rekaman Februari tahun ini dengan durasi total 73 menit. Berisi 12 video live performance dan interview ekslusif para personel ihwal cerita dibalik masing-masing lagu tersebut serta cerita-cerita seru tentang perjalanan Maliq selama 17 tahun.

Nomor-nomor hits mereka seperti “Terdiam’, ‘Dia’, ‘Pilihanku’, dan ‘Setapak Sriwedari’ ada dalam tracklist ini. Dan ditambah 1 lagu terbaru yaitu ‘Senja Teduh Pelita’ yang menjadi track nomor 19.

“Rekaman di Abbey Road menjadi salah satui mimpi terbesar dari kami sejak dulu. inilah mengapa rekamannya menjadi sangat spesial selain dari merayakan 17 tahun Maliq d’Essentials,” ungkap Widi.

Dikatakannya, album ini merupakan album yang menantang, eksperimen dalam pembuatan dan menjadi pelajaran banyak untuk mereka bisa rekaman di London.

Sepuluh lagu di sesi rekaman ini digarap dengan baik oleh Andrew Dudman sebagai Recording Engineer dan Geoff Pesche sebagai Mastering Engineer.

Geoff Pesche adalah nama yang berpengaruh di industri musik, terutama di Inggris. Karya mastering engineer nya banyak terdengar di album musik pop lintas genre dari Gorillaz, Coldplay, Basement Jazz sampai Kilie Minogue dll.

Album teranyar dari Maliq ini bekerjasama dengan Jagonya Musik dan Sport Indoensia dan Signature Music Indonesia. Album DVD ini juga merupakan rangkaian dari perayaan ultah Maliq yang selanjutnya akan diikuti oleh konser tunggal pada awal tahun 2020. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *