Kikiek Bicara Semen Rembang

 Kikiek Bicara Semen Rembang

KASUS pembanguann pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, tak kunjung reda. Meski pihak BUMN PT Semen Indonesia memiliki legalitas atas usahanya, tetapi gelombang penentang tak surut juga. Mereka mengatasnamakan aktivis lingkungan. Ini yang membuat Pendiri CONCERN,  Strategic Thin Tank, Prof (Ris) Dr. Hermawan Sulistyo berang.

Peneliti LIPI, penulis buku, pengamat politik dan mantan aktivitas ini menyebut para penentang pabrik semen Rembang sebagai orang-orang munafik. Faktanya, pihak asing sudah mulai merangsek bisnis semen di Indonesia. Fakta lain, Indonesia membutuhkan semen untuk menunjang program pembangunan infrastrukur yang digenjot Presiden Jokowi. Fakta lain lagi, pabrik semen Rembang murni milik bangsa sendiri, BUMN PT Semen Indonesia.

Dahulu Itu…

Pendiri bangsa begitu bersemangat menciptakan negeri yang berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Dalam perjalanannya, asing mulai merangsek ke aneka sendi kehidupan bangsa, termasuk ke bisnis semen. Bahkan, perusahaan-perusahaan yang dulu dikuasai oleh anak negeri, kini satu per satu mulai dikuasai asing dengan cara penyertaaan modal, hingga akhirnya menguasai komposisi saham kepemilikan.

Beda demonstran dulu dengan demonstran sekarang. Kalau dulu, ada peristiwa Malari, wujud protes atas kapitalisme asing (baca: Jepang). Kini, perusahaan asing sudah bisa menguasai oknum-oknum aktivis dengan lembaran dolar. Akhirnya, yang mereka kritisi justru bukan asing, tetapi perusahaan milik negara sendiri.

Sebagai orang yang pernah aktif di dunia pergerakan, Kikiek, panggilan akrab Hermawan Sulistyo paham betul, adanya “udang di balik batu”. “Saya juga punya telinga dan orang di lapangan, sehingga saya tahu praktik tansaksional yang coba dibangun para pentolan penentang pabrik semen di Rembang. Tapi sudahlah, mari kita berpikir jernih. Ketika sebagian besar rakyat setempat justru merasakan manfaatnya, dan negara juga sangat membutuhkan, mengapa bukan pencarian solusi yang win-win solution?” ujar Kikiek.

Upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastuktur sudah on the track,  sehingga jangan dijegal dengan aksi-aksi penolakan pembangunan pabrik semen dengan dalih penyelamatan lingkungan semata. Indonesia tidak bisa mengejar ketertinggalan ketersediaan infrastruktur dari negara-negara Asia lainnya, jika pembangunan pabrik semen dihalangi. Masalahnya, semen adalah komponen yang sangat penting dalam pembangunan infrastuktur.  ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *