Ketua Lembaga Konsumen Gugat Pertamina

 Ketua Lembaga Konsumen Gugat Pertamina

Ketua Umum LBH Phasivic Agus Floureze.Foto: Humas LBH Phasivic

JAYAKARTA NEWS—Pertamina diminta memberi makan 100.000 anak yatim dan permohonan maaf kepada masyarakat Papua melalui 11 media nasional. Hal itu yang menjadi tuntutan pengacara Agus Floureze.

Agus Floureze selaku Ketua Umum LBH Phasivi pada Selasa (18/8/2020) melakukan pendaftaran gugatan PMH, terhadap PT Pertamina Jakarta Pusat, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Agus yang juga Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo 3 periode, selama 16 tahun ini dalam gugatannya itu menyebutkan akibat kelalaian dan kecerobohan PT Pertamina tidak menjawab Surat Masyarakat Papua memerintahkan Dirut Pertamina memberikan makan 100.000 ribu anak yatim dan meminta maaf melalui 11 media yang dia tunjuk.

”Saya benar-benar gugat, kalau Perusahaan atau Lembaga Pelayanan Publik, tidak bekerja maksimal, seperti PT Pertamina, bayangkan surat dari masyarakat Papua tak dibalas selama 8 Bulan 10 Hari, itupun saya kasih somasi lagi agar surat somasi mereka agar dibalas, tak kunjung juga dibalas. Terpaksa saya gugat aja. Dan itu merupakan perintah UU No. 14 Tahun 2008,Pasal 4 ayat 4,” tegas Agus yang juga tokoh FKPPI ini.

Menurut Agus yang dikenal sebagai aktivis konsumen menggugat Pertamina dengan penuh kehati-hatian dan bahkan telah dianalisa Agus sebelum dilakukan gugatan. Dirinya berharap menang dalam perkara diajukan.

“Buat apa saya gugat kerugian materil banyak banyak yang nantinya Pemerintah juga kewalahan. Saya cukup mereka dinyatakan bersalah, lalai dan permohonan maaf kepada masyarakat Papua selama 1 Bulan. Dan memberi makan kepada anak yatim, sudah cukup bagi saya. Biar Allah SWT mencatatkan ibadah mereka,” tegas pemilik Teater Kepompong 99 ini.

Agus menambahkan, soal Pertamina mendapat sanksi itu urusan Menteri BUMN dan Presiden Jokowi. ”Biar urusan internal Pertamina, yang memberikan sanksi Presiden Jokowi dan Menteri BUMN,” ungkapnya.

Hingga berita ini tayang, pihak Pertamina belum menjawab, dikarenakan masih dalam program WFH yang direncananya akan aktif tanggal 24 Agustus 2020.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *