‘Untuk Indonesiaku’ Single God Bless Teranyar

 ‘Untuk Indonesiaku’ Single God Bless Teranyar

Formasi terkini God Bless (Foto : dokumentasi God Bless).

JAYAKARTA NEWS—Apa kabar band God Bless? Sudah tiga tahun band berusia 47 tahun ini tidak menerbitkan album. Dan baru tahun ini, di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum lenyap, band senior ini merilis single untuk pertama kalinya. Judulnya ‘Untuk Indonesiaku’. “Ini sebagai kado untuk Indonesia yang telah berumur 75 tahun,” ujar Ian Antono, pencabik gitar dalam konperensi pers melalui Zoom, baru-baru ini.

Lagu bernuansa nasionalisme tersebut ciptaan Areng Widodo, eks anggota Bengkel Teater Rendra dan personel band Golden Wing. Almarhum Areng Widodo memberikan amanat kepada Ian Antono, agar hanya God Bless yang wajib membawakan lagu ciptaannya. “Tiga bulan lalu, saya dan isteri (Titiek Saelan) membesuk Areng di RS Paru di Cusarua, Bogor. Dia memberikan catatan dan not lagunya kepada saya Eh…tahunya, besoknya Areng dipanggil Tuhan,” kenang Ian Antono.

Kemudian, Ian mengontak empat sahabatnya di God Bless, yaitu Iyek alias Ahmad Albar (vokal), Donny Fatah (bas), Abadi Susman (keyboard) dan Fajar Satritama (drum). Dan disepakati, mereka merekam dan merilis single ciptaan terakhir Areng Widodo. “Judul enggak diubah. Kita enggak berani mengubah satu lirik pun. Hanya aransemen yang kita ubah sedikit,” tutur Iyek alias Ahmad Albar.

Dikatakan Iyek, ini amanat terakhir dari Areng Widodo yang lagu ciptaannya ‘Syair Kehidupan’ pernah dibawakan God Bless. “Ini beban bagi kami, tapi kami dengan semangat dan percaya diri merekam lagu tersebut. Kebetulan, lagunya sudah sempurna dan harmonisasinya juga dapat,” imbuh Iyek.

Abadi Susman ikut nimbrung dan membantah kalau lagu ‘Untuk Indonesiaku’ bukan warna God Bless. “Ini kan amanah. Jujur, saya terpaku dengan amanah. Memang sih, ini pertama buat God Bless merekam lagu berspirit nasionalisme. Dilepas bertepatan HUT Kemerdekaan ke-75 RI,” beber Abadi.

Drumer Fajar Satritama yang termuda (empat personel lain berusia di atas 70 tahun) memaparkan bahwa lagu tersebut sudah jadi. “Di coda, ada unsur mars dan kita tambahkan musik marching band. Spesial lagu ini, saya jadi terinspirasi lagunya Slipknot, band nu metal. Megah, berderap dan bikin merinding,” kata Fajar.

Basis Donny Fatah sependapat dengan pernyataan Fajar. “Baru sekali ini saya rekaman di studio terharu. Pas dirilis tujuhbelasan dan penciptanya juga sudah wafat,” ungkap Donny Fatah.

Dan akhirnya, gong-nya adalah Ian Antono. “Lima bulan pandemi dan di rumah saja, tangan enggak bisa gerak. Semua kaku. Enggak ada job. Lalu saya ajak teman-teman, yuk kita latihan saja, biar enggak ada konser,” ujar Ian Antono yang mengaku setelah merekam lagu ini, otot dan tangannya sudah lemas dan bisa digerakkan lagi. “Rencananya, kita akan buat video bareng God Bless Community berdurasi 1 menit. Lalu masuk ke kita,” pungkas Ian. God Bless You. Dan merdeka dari Covid-19. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *