Kemenangan Karena Dia, Kisah Hidup dari Rosali Gultom

 Kemenangan Karena Dia, Kisah Hidup dari Rosali Gultom

(Foto: Istimewa)

JAYAKARTA NEWS – Seperti peribahasa ‘Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama’ demikianlah kerinduan Rosali Berthawati Gultom akan perjalanan hidupnya.

“Saya ingin memiliki karya yang bermanfaat untuk orang lain jika saya tidak ada kelak,” tutur Rosali kepada Jayakarta News, Sabtu (24/12).  

Nama Rosali Berthawati Gultom memang tidak sepopuler deretan artis papan atas, politikus atau pengamat ternama. Namun, perempuan yang akrab dipanggil Yayuk ini telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan sudah 33 tahun dan masih mengabdi hingga saat ini.

Selain sebagai tenaga pendidik, ibu dari dua orang anak dan satu cucu ini juga mengalami perjalanan hidup yang tidak mudah. Sebagai istri dan kemudian orang tua tunggal membesarkan kedua putrinya, kisah ini lah yang ingin dibagi Yayuk kepada orang banyak.

Melalui bukunya yang berjudul: “Kemenangan Karena Dia”, Yayuk mencoba mengukir seluruh perjalanan hidupnya. Pahit getir, manis dan indahnya tahap-tahap yang dilaluinya teruntai dari masa kanak-kanak hingga saat ini. Semua gamblang dikisahkan Yayuk.

“Semua harus dijalani dengan berserah diri kepada Tuhan, dan harus didasari rasa sabar dan tulus,” kata Yayuk mengenai kisah hidup yang ditulisnya sambil menambahkan, “Ini bukan buku keagamaan, tetapi saya berharap buku ini bisa menjadi inspirasi  bagi banyak orang, terutama para ibu.”

Apa yang dituliskan Perempuan berusia 59 tahun ini, berasal dari kenangan masa lalu, dengan latar belakang pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial, kisah ini terangkum dengan baik, enak dibaca dengan penuturan yang mudah dicerna.

Rosali Gultom (ke-3 dari kiri) saat peluncuran buku di SMK Karyamuda, Depok (17/12/2022) (Foto:Istimewa)

Sepenggal Kisah Yayuk  

“Aku percaya perjalanan karirku sepenuhnya Tuhan yang pimpin. Tidak pernah terlintas dalam benakku untuk menjadi seorang pengajar karena mama maupun bapak bahkan saudara-saudaraku tidak ada yang bekerja sebagai  pengajar. Dan ketika aku berada dalam dunia pendidikan, aku yakin inilah  rencana Tuhan yang tidak harus kutolak. Bahkan ketika aku tetap berada di dunia pendidikan selepas menjadi dosen, kuikuti saja rencana-Nya meski  banyak liku-liku yang harus kuhadapi. 

Lulus sebagai sarjana komunikasi pada tahun 1989 dari kampus yang banyak  menghasilkan mereka yang berprofesi sebagai wartawan, Yayuk pun mendedikasikan diri di kampus sebagai dosen. Selama 17 tahun mengabdi di Kampus Tercinta: Insititut Ilmus Sosial dan Ilmu Politik.  Selama 17 tahun aku mengajar di kampus tersebut. Banyak pengalaman yang sudah  kutimba, namun sewaktu ada peraturan kampus untuk mengurangi dosen, aku termasuk nominasi.

Aku memilih mengundurkan diri, tidak termasuk  diberhentikan sehingga aku mendapat pesangon lumayan besar. Dengan uang  yang kuterima aku bisa melunasi rumahku, membeli satu motor untuk kendaraanku, membuka usaha kuliner di salah satu mall di Depok dan  sekolah lagi Akta 4 di UKI.

Setelah aku berhenti menjadi pengajar di kampus sebagai dosen, aku merintis  sebagai guru TK dan SD guru Agama Kristen selama 4 tahun di sekoleh SD  Mutiara Taman Raya Citayam daerah dekat komplek rumahku. Di samping  mengajar, aku juga berjualan kue subuh di depan Detos. Semua pekerjaan ini  kulakukan karena aku harus berjuang memenuhi kebutuhan rumahtanggaku  yang tidak seindah bayanganku ketika membangunnya. Tetapi semuanya  kujalani dengan ucapan syukur.”

Demikian penggalan kisah Yayuk dalam buku biografi setebal 133 halaman yang  disusun dan diterbitkan oleh Ida Cynthia. “Cukup lama saya menyelesaikan buku ini, yaitu satu tahun, karena memang tidak mudah mengingat kembali masa-masa lalu,” ujar Rosali mengenai bukunya ini yang dilucurkan pada 17 Desember 2022 di SMK Karyamuda, Depok.

Mengabdikan Diri di SMK Karya Muda, Depok

Yayuk memulai pengabdiannya di SMK Karyamuda pada 2010. SMK Karyamuda adalah SMK Perhotelan pertama di Depok. Selamet, S.Ag, MM, Kepala Sekolah SMK Karyamuda, mengisahkan dalam dalam buku tersebut,  Yayuk ketika melamar menjadi guru di sekolah ini bersamaan dengan memasukan putrinya, Immanuella Crhistin Rotua P sebagai murid kelas satu.

Rosali memberikan sambutan saat peluncuran buku biografinya (foto:istimewa)

“Ibu ini mengajar dan putrinya bersekolah di tempat yang sama, sehingga tiap pagi hari saya melihat kedatangannya ke sekolah memboncengi putrinya, pagi hari sudah datang, dan ibu ini berusah tidak pernah terlambat. Saya melihat dedikasi dan loyalitas ibu ini baik, ia bertanggaung jawab, sayang dengan para murid, sehingga ia saya percayakan sebagai walikelas, naik menjabat sebagai kepala perpustakaan, dan dipercayakan sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.”

Demikian sekelumit kesaksian tentang Yayuk dari Kepala Sekolah SMK Karyamuda. Dia juga menambahkan.  “Dalam perjalanan hubungan kerja antara kepala sekolah dengan guru, saya menilai, ibu ini telah memahami hakekat hidup yang sesungghnya. Saya mengerti mengapa ibu Rosali menulis sebuah buka perjalan hidupnya, adalah agar setiap yang membacanya dapat menjadikan pelajaran bagi yang membacanya dari apa yang ibu Rosali tuangkan.” 

Masih ada beberapa kesaksian lain yang memperkuat biografi ini, memang pantas untuk dibaca.

Demikian juga menurut, Ir. Syiful Bahri, MM, Kepala Sekolah SMK Wiraniaga.  “Tahun Pertama mengenal Bu Rosali sekitar tahun 2018, direkomendasi oleh bapak Selamet, Kepala Sekolah SMK Karya Muda Depok. Semenjak  bergabung dengan SMK Wiraniaga Depok, saya menepatkannya sebagai  Pelakasana Tugas Kepala Sekolah. Bu Rosali adalah sosok seorang guru yang Idealis, tegas, supel, akrab dengan siswa dan siswinya. Sebagai salah satu  pimpinan, saya percaya penuh pada beliu karena dedikasinya terhadap sekolah yang saya pimpin, yaitu tenaga, pikiran dan waktu yang ia berikan demi keberhasilan dan pengabdiannya pada sekolah SMK Wiraniaga melahirkan siswa-siswi yang disiplin dan bertanggung jawab. Beliau bekerja penuh semangat dan penuh tanggung jawab,” ungkap Syiful dalam tulisan kesaksiannya.

Pengalaman Yayuk di dunia pendidikan, terus berkembanga dan bertambah. “Aku memang senang bekerja, senang dengan pekerjaanku sebagai pengajar. Karena itu aku tidak bermasalah mengajar di beberapa sekolah. Tiap hari Senin waktuku mengajar di SMK Karyamuda, hari Rabu aku mengajar di SMK Ganesha. Selebihnya aku di SMK  Wiraniaga,” papar Yayuk lagi.

Saat peluncuran buku yang diadakan di SMK Karyamuda, juga dihadiri Pengawas SMA Kota Depok Syaifulloh, Ketua MKKS SMK Kota Depok Syafrudin, selain tentunya juga Kepala SMK Karyamuda Selamat, dan Kepala SMK Wiraniaga Depok, Syaiful Bahri.  

Rosali mengatakan, buku karyanya tersebut tidak dijual di toko-toko buku. Dirinya memilih promosi melalui sosial media dan digital. Menurutnya, dengan cara tersebut lebih efektif dan mudah didapatkan. Caranya bisa dengan menghubungi nomor Rosali secara langsung di nomor 089655771752.***/mel  

admin

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.