Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor: Siaga 24 Jam On Call Menyambut Libur Nataru

 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor: Siaga 24 Jam On Call Menyambut Libur Nataru

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor Samson Purba

BOGOR, JAYAKARTA NEWS – Libur Natal dan Tahun Baru (nataru) yang cukup lama membuat banyak keluarga mudik ke kampung halaman memboyong seluruh anggota keluarganya. Akibatnya banyak rumah ditinggal kosong. Sebagian besar menitip keamanan rumah  kepada  tetangga atau satuan pengaman (satpam) bila menetap di kawasan kompleks perumahan.

Tipologi kehidupan umum masyarakat kita yang selalu terjadi ‘migrasi musiman’ pada musim liburan, khususnya liburan yang agak panjang membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor menginisiasi kegiatan pengamanan kebakaran di  perumahan dengan standar pencegahan dan tanggap darurat khusus.

“Seluruh pegawai 103 orang termasuk saya, harus  tetap siaga dan selalu dalam keadaan on call bagi mereka yang tidak sedang bertugas di kantor,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor Samson Purba  di kantornya menjawab khusus tentang kesiapan mereka menghadapi libur panjang nataru kepada Jayakarta News, Jumat (23/12) sore.

Dia juga mengapresiasi respon positif Kapolresta Bogor Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro yang berkunjung ke kantornya dengan membawa serta jajaran perwiranya untuk membuka dialog. Banyak hal yang diperoleh dalam pertemuan silahturahim tersebut. Karena menurut Samson, tugas satuan Damkar banyak berinteraksi langsung dengan tugas kepolisian di lapangan. 

Salah satu yang paling krusial dan utama adalah sinkronisasi tugas pengaturan lalu lintas dengan reaksi cepat operasionalisasi mobilitas unit pemadam kebakaran di jalan raya umum. Sebab, ketika ada kejadian kebakaran, untuk menghemat waktu unit kendaraan pemadam bisa melakukan aksi manuver contra flow atau melawan arus kendaraan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor Siaga 24 Jam

Karena lanjut penggemar tarik suara ini, operasionalisasi unit kendaraan pemadam kabakaran sudah diperhitungkan dengan cermat bahwa sejak menerima laporan peristiwa kebakaran, paling lambat unit kendaraan sudah tiba di tempat kejadian kebakaran hanya dalam tempo 18 menit. “itu batas waktu paling lambat,” tegas alumnus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta itu meyakinkan.

Guna mendukung kecepatan dan ketepatan operasionalisasi penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor akan mengfungsikan siaga khusus nataru pada tiga unit pos penanganan bencana kebakaran di Sukasari, Cibuluh dan Tanah Sareal.  DPKP selain menangani kebakaran juga melakukan pananganan  kejadian pohon tumbang, longsor atau laporan masyarakat soal gangguan lingkungan akibat ular, hewan piaraan hingga gangguan kehadiran tokek dan tawon di rumah warga.

Memang menurut data selama lima tahun terakhir, kejadian luar biasa saat libur panjang di Kota Bogor relatif kecil sekali. Namun, kesiagaan menjadi penting karena resiko kebakaran rumah kosong dengan rumah berpenghuni berbeda. Kejadian di rumah kosong pasti ada jedah waktu yang panjang ketika melapor peristiwa kebakaran. Tentu saja resiko kerusakan akibat kebakaran juga akan lebih besar.

Dimbau kepada masyarakat yang berlibur untuk bermudik dengan tenang dan bahagia saja. Yang penting ada tindakan pencegahan kebakaran yang sudah diterapkan secara mandiri. Antara lain yang merupakan hal-hal vital adalah batasi lampu menyala  seminim mungkin. Cabut panel listrik yang menyambung ke peralatan elektronik, seperti Air Condition (AC), kulkas, penanak nasi listrik, laptop, tv dan perangkat lain yang menggunakan daya listrik. Perangkat dapur seperti gas harus dicabut regulatornya.

Kadis yang energik ini merasakan sekali peran masyarakat dalam penanganan peristiwa kebakaran di Kota Bogor. Khususnya peran pengaturan dan pengawalan lalin serta info awal kebakaran. Dia menyebut tidak kurang ada 400 orang relawan kebakaran di Kota Bogor. Mereka menamakan kelompok mereka dengan sebutan “Redkar” atau Relawan Pemadam Kebakaran. “Ini bentuk partisipasi yang sangat positif,” puji Samson.

Karena itu, sejak Maret 2022 dia terinspirasi membentuk Relawan Penyelamat Kebakaran di wilayah-wilayah kecamatan. Bahkan saat ini sudah mulai disosialisasikan pembentukan relawan di tingkat kelurahan. Peran sosial masyarakat menurut mantan Kadis  Koperasi dan UMKM ini sangat berarti terutama ikut mengawal wilayah mereka dari pencegahan kebakaran. Termasuk saat libur nataru saat ini.

Naiknya status Damkar dari unit menjadi Dinas tentu saja membawa banyak perubahan secara internal dan struktural pada  DPKP Kota Bogor. Sejak  fungsional pada   Januari 2022 lalu, baru dilakukan penataan sumber daya manusia saja. Antara lain, perubahan struktur organisasi DPKP dan rekrutmen baru 27 orang pegawai. Penganggaran dan program peningkatan kapasitas operasional baru dimulai tahun 2023 yang akan datang.

Saat ini, keberadaan  unit mobilisasi kebakaran hanya tersedia 10 unit saja. Kendaraan operasional penanganan kebakaran yang terbaru hanya  satu unit mobil produksi  atau pengadaan Tahun 2016. “Yang paling penting bukan jumlah kendaraan saya kira, tapi kecepatan dan ketepatan koordinasi penanganan kebakaran adalah kunci sukses penyelamatan,” tangkis Samson sembari memuji kegemaran Walikota Bogor yang senang menggerakan partisipasi masyarakat lewat gerakan sosial komunitas, diantaranya hadirnya para relawan kebakaran. (nat)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.