Ayo Kunjungi Festival Pulau Penyengat 2018

INDONESIA beragam suku dan budaya, masing-masing memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati, seperti pula yang akan berlangsung di Tanjungpinang. Di sini, acara adat dan budaya Melayu segera digelar. Namanya, Festival Pulau Penyengat 2018, dan berlangsung pada 14-18 Februari 2018.

Berbagai perlombaan dan acara keren disiapkan, mulai dari lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias. Selain itu, ada juga pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, dan kegiatan klinik sastra.

Acara pendukung lain ada Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting Photography Penyengat Halal Competition, dan Short Film Netizen Penyengat Halal Competition.

“Ada pula acara seru lainnya seperti Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu. Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjungpinang,” ungkap Reni Yusneli, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Dispar) Kota Tanjungpinang.

Reni menjelaskan, festival ini juga berpotensi menjaring wisman di wilayah perbatasan. Di samping jaraknya yang relatif dekat dengan Malaysia dan Singapura, kedekatan kultur dan budaya pun menjadi pertimbangannya. Apalagi budaya Melayu di wilayah ini masih sangat kental dan tetap dilestarikan.

“Karena dengan festival yang dilandasi dengan budaya, dipastikan tingkat kunjungan wisatawan dari negara tetangga semakin bertambah. Itu juga akan memajukan daerah serta meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat,” papar Reni.

Dari sekian banyaknya kegiatan, ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik. Top 3 event ini dipastikan bakal menjadi pusat perhatian wisatawan.

Top 3 event akan terbagi tiga jenis, yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion. Event ini terus menyasar crossborder tourism karena dekat dengan Malaysia dan Singapura. ***

Tebing Koja Kandang Godzilla

SATU lagi tempat wisata yang banyak didatangi karena bentuknya yang unik. Tebing Koja yang ada di Tangerang. Tempat ini tadinya lahan penambangan pasir yang kemudian tidak dipakai. Proses penambangan pasir menyisakan tebing-tebing kapur yang menjulang dan berbentuk unik.

Bagian dasarnya tebing terisi air yang berasal dari air hujan. Di sekitarnya  ada persawahan dan kebun warga. Tempat ini disebut juga Kandang Godzilla.  Disebut demikian karena jika diperhatikan, ada salah satu tebing batuan kapur yang bentuknya menyerupai Godzilla

Posisinya berada di depan area tebing yang bisa langsung terlihat ketika pertama kali masuk ke kawasan Tebing Koja. Itu menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto.

Ada tebing batu yang terlihat seperti gapura masuk yang bisa menjadi opsi spot foto keren. Di bagian bawah juga terdapat pondokan kecil yang bisa dipakai untuk berteduh di siang hari.

Waktu terbaik untuk berburu foto di Tebing Koja adalah saat pagi dan sore hari. Destinasi wisata ini berada di Kampung Koja, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.  Jaraknya tidak begitu jauh dari Jalan Raya Cisoka. ***

Pagelaran Sodong Culture Symphony

PANTAI Sodong yang menjadi kebanggaan masyarakat Cilacap terus bebenah diri. Kini, generasi Pesona Indonesia (Genpi) Cilacap siap menggelar “Sodong Culture Symphony” (SCS). Dengan menonjolkan pesona pantai Sodong, event SCS akan berlangsung 26-28 Januari 2018.

“Yang ingin datang, silakan ke Cilacap. Cilacap bukan kota buntu. Dijamin SCS bakal tampil beda. Wisatawan akan kami ajak mengeksplor keindahan Pantai Sodong. Dan semuanya akan dibalut dengan musik hingga seni dan budaya,” kata Program Director SCM, Prastio Andi Prayogi.

Pentas seni budaya, ada Pesona Tari Jalungmas. Tarian unik perpaduan budaya Jawa dan Sunda. Dibawakan secara kolosal, tarian tersebut dipastikan akan menghipnotis para wisatawan. “Tariannya untuk mengapresiasi karya Maestro Tari Jalungmas ibu Tiek Entarti. Nanti juga para penari akan mengajak para wisatawan untuk ikut menari,” jelas Prastio.

Ada juga Sodong Carnival yang unik. Carnivalnya dilaksanakan di atas pasir Pantai Sodong. Spiritnya bunga Wijayakusuma, bunga magis pantai selatan. Busana pesertanya juga unik. Pada carnival ini para peserta diwajibkan untuk memadukan busana batik dengan bahan bekas sebagai hiasannya.

“Temanya ‘Beauty of Wijayakusuma’. Konsepnya karnaval batik atau karya bahan bahan bekas di padu padankan dengan glamor ataupun bersayap. Sekitar 200 peserta dari daerah banyumasan akan mengikuti karnaval ini,” ujar Pras.

Kuliner serta pernak pernik khas Cilacap juga ditampilkan . Ada Pasar Cemaraan yang siap menemani. Kuliner khas seperti thempleng, lanthing, mendoan, lepet bakalan mengisi lapak di Pasar Cemaraan. Lapaknya pun digelar setiap hari di bawah pohon cemara pantai Sodong.

“Sampai saat ini sudah ada 18 lapak yang ikut. Ada dua konsep lapak yang akan kita hadirkan. Panggon Garing utk stand pernak pernik serta Panggon Tales buat kuliner. Kita bedakan sesuai jualannya. Biar wisatawan mudah,” ujar Pras.

Kemeriahan tak akan berhenti sampai di situ. Sodong Bejazz Pesisir juga manggung dengan artisnya  Sruti Respati, Jess Kidding dan Nufi Wardhana. Semakin semarak dengan adanya   1000 obor dinyalakan di pinggir pantai.

“Konsep Jazz Pesisir kita angkat untuk mengenalkan betapa eksotiknya Pantai Sodong. Majestiknya Gunung Selok di Pesisir Selatan Jawa menambah daya magisnya. Apalagi acaranya bakalan di balut dengan 1000  obor,”ungkap Pras. ***

Sensasi Menyentuh Ikan Dewa di Kuningan

OBJEK wisata Cibulan merupakan salah satu objek wisata tertua di Kuningan Jawa Barat. Objek wisata ini diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R.A.A. Mohamand Achmad.

Objek wisata ini berupa  dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang. Kolam pertama berukuran 35 x 15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Kolam kedua berukuran 45 x 15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman 60 cm dan bagian kedua berkedalaman 120 cm.

Kedua kolam ini selalu dikuras sekali dalam dua minggu atau bisa lebih. Hal itu bergantung kebersihan air. Setiap kolam dihuni puluhan ikan berwarna abu-abu kehitaman. Masyarakat menyebutnya  Kancra Bodas (Cyprinus carpico) lebih dikenal dengan sebutan  Ikan Dewa.

Ikan tersebut ada  dengan berbagai ukuran.  Ikan dewa adalah sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitar wilayah Desa Manis Kidul karena dipercaya mempunyai keistimewaan tertentu.

Meski semua kolam itu dihuni puluhan ikan  tersebut, tapi  pengunjung diperbolehkan mandi di kolam bersama ikan. Sambil berenang bisa menyentuh ikan tersebut yang terlihat jinak.

Kalau malas berenang, bisa juga foto bersama ikan dengan cara mengangkat ikan tersebut ke darat.  Ada beberapa   ekor yang  jinak dan bisa diangkat ke darat  karena sering dipijat-pijat dan dielus-elus.

Air di Cibulan bersih, bening, sejuk, dan tidak pernah kering sekalipun  di musim kemarau panjang. Oleh sebab itu  Cibulan juga dijadikan sebagai sumber air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kuningan dan dimanfaatkan Pertamina untuk memasok kebutuhan air bersih di dua kompleks miliknya, yaitu Padang Golf Ciperna di Kota Cirebon dan kantor Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) di Klayan, Kabupaten Cirebon.

Untuk bisa ke tempat ini, tidak sulit. Sebab, lokasinya berada di tepi jalan provinsi, antara Kuningan – Cirebon di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Jarak dari Kota Kabupaten Kuningan kurang lebih 7 km ke arah utara, bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. ***

Sekeping Surga di Kaki Bukit Pulosari

Villa milik Hj Lia di kaki bukit Pulosari, Pandeglang. Sejuk dengan panorama persawahan dan balong. Foto: Andang S

PANORAMA alam kaki bukit Gunung Pulosari begitu anggun dan indah. Keindahannya begitu mempesona sepanjang mata memandang. Matahari yang tertutup gumpalan awan siang itu, menambah kesejukan tersendiri di hamparan pesawahan nan luas dan hijau.

Di sini pula berdiri sebuah villa sederhana milik Hj. Lia, tepatnya di perkampungan Parakantelu, Desa Curugbarang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penginapan yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut terlihat nyaman dengan suasana alam yang begitu mempesona.

Sebagai gambaran, Anda bisa layangkan imajinasi berada pada satu lokasi perbukitan yang sejuk. Ke mana pun sorot mata ditebar, yang tampak adalah hamparan persawahan luas menghijau. Di beberapa sudut, tampak para petani sedang tekun menggarap lahannya. Benar-benar laksana sepotong surga di kaki bukit yang sejuk.

Di sekitar villa, mengalir sungai dengan gemericik air yang syahdu. Beberapa balong atau kolam ikan, tampak memberi tekstur tersendiri pada keseluruhan lansekap area sekitar villa. Berada di villa itu, serasa lepas semua penat dan beban keseharian. Tak heran jika villa ini menjadi tujuan warga kota Pandeglang untuk mencari ketenangan jiwa.

Hj. Lia kepada Jayakartanews mengaku villa itu baru setahun beroperasi. Konsepnya adalah penginapan keluarga. “Sementara itu, memang villa keluarga. Artinya, baru diperuntukkan buat keluarga. Kalaupun ada dari kalangan yang bukan keluarga, mereka adalah kerabat. Intinya, belum saya komersialisasikan. Entahlah nanti. Lihat perkembangan saja. Sebab, untuk ditata menjadi villa umum, masih perlu penambahan beberapa fasilitas,” tambahnya.

Beberapa kerabat dan keluarga juga mengatakan villa ini nyaman, dan punya prospek yang baik jika dikembangkan menjadi sebuah villa komersial. Selain hawa yang sejuk, panorama persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Bagi yang hobi memancing, bisa juga melakukan aktivitas memancing di sekitar villa.

Belum lama ini, bahkan sebuah ormas secara khusus meminta untuk diizinkan memakai villa itu untuk sebuah acara. Hal tersebut dibenarkan Ketua Komunitas Baraya Pandeglang, Hj Funde Rabici yang mengaku nyaman menyelenggarakan pertemuan di villa Hj Lia. Karena menurut dia, selain villa tersebut nyaman, juga pas untuk kegiatan semacam silaturahmi atau kumpul-kumpul produktif.

“Villa inilah yang menjadi saksi bisu berdirinya ormas Baraya Pandeglang. Diharapkan paguyuban warga Pandeglang ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah Pandeglang,” imbuhnya. ***

Siap-siap Liburan ke Jepang? Sambangi dulu Japon Japan Fair

 

KEINDAHAN  alam dan budaya menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai negara untuk berlibur ke Jepang. Semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jepang, membuat pemerintah Jepang semakin gencar untuk memperkenalkan Jepang melalui berbagai kegiatan.

Seperti pameran bertema kebudayaan dan pariwisata Jepang di Japon Japan Fair 2018 yang digelar mulai Senin 22 hingga 28 Januari mendatang di City Walk Sudirman.

“Ini adalah salah satu bentuk atau cara mempromosikan Jepang, mengingat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jepang di tahun lalu yang meningkat hingga 19,3 persen dibanding 2016 lalu. Lewat acara ini, kami ingin berikan informasi praktis wisatawan yang akan ke Jepang,” ungkap Windy Arianto selaku CEO dari JAPON Magazine saat ditemui awak media dalam pembukaan Japon Japan Fair di Citywalk Sudirman Jakarta, Senin, 22 Januari 2018 dan dibuka oleh isteri Dubes Jepang di RI, Ishii Sayoko.

Kata dia, kegiatan ini juga diisi dengan beragan kebudayaan Jepang, yang ditampilkan oleh orang Indonesia dan sebaliknya. Acara ini merupakan bentuk peringatan 60 tahun terjalinnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

Japon Japan Festival 2018 ini menampilkan beberapa informasi menarik seputar Jepang. Mulai dari informasi pengurusan visa, beberapa produk makanan beku khas Jepang, hingga berfoto menggunakan baju khas Jepang (yukata) secara gratis.

Selain itu ada beberapa penampilan kebudayaan Jepang dan talkshow seputar destinasi wisata. Tips berwisata murah ke Jepang oleh Founder Global Traveler, Oka Mukti pada 23 hingga 28 Januari 2018 mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB di Citywalk Sudirman. Ada juga banyak acara lain, seperti pukul bedug Jepang (taiko), kaligrafi Jepang (shodo), sake Jepang, teh Jepang Itoen, ikan sidat Unagi Kabayaki, dan masih banyak lagi.***

Air Terjun Kahatola yang Langsung ke Laut

PERNAH melancong ke Halmahera? Ya, banyak hal yang dapat Anda temui di sana, terutama keindahan alamnya yang sangat luar bisa. Selain lautnya yang jernih, juga ada air terjun Kahatola di daerah Loloda yang airnya langsung jatuh ke laut.

Untuk mengunjungi  Kepulauan Loloda Selatan,dari Jailolo dengan  menyusuri pesisir barat Halmahera dengan menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam menggunakan speed boat. Saat cuaca cerah, pelayaran  bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam.  Namun, bila gelombang cukup tinggi, bisa lebih sampai 4 jam.

Ini karena akses menuju Loloda Selatan hanya bisa  melalui laut. Asikya  sepanjang perjalanan tersaji  pemandangan alam yang mempesona, deretan tebing bak pagar alam.

Kepulauan Loloda adalah kecamatan yang terdiri dari gugusan kepulauan di Halmahera Barat,terdiri dari beberapa pulau. Di lautnya ada ikan lumba-lumba yang rajin mengikuti kapal.  Seperti di film, perlahan-lahan di kejauhan terlihatlah Air Terjun Kahatola.

Air terjun ini bermuara di sebuah tebing dan langsung jatuh ke laut menjadikan sebuah pemandangan menakjubkan. Konon, air terjun ini bukan berasal dari aliran sungai. Tetapi, dari rembesan air hujan dan embun yang terkumpul di sebuah cekungan di atas tebing, lalu jatuh sebagai air terjun. ***

Wah, Keseruan di Omah Miring Yogyakarta

JALAN-jalan ke Kota Gudeg Yogyakarta tak lengkap rasanya jika tidak diakhiri di Omah Miring. Banyak keuinikan yang dapat ditemui di rumah yang berlokasi di Jalan Wonosari KM 8, Miyungan ini dibangun pada tahun 1952 ini, dan dibangun pada tahun 1952. Pastinya, spot wisata Omah Miring banyak jadi tujuan.

Rumah tua ini memiliki setting foto rumah khas masyarakat Jawa pada jaman dulu, lengkap dengan property dan kostum tradisional jawa. Paduan tempat dan benda-benda lama  diputar  45 derajat posisinya, ini menghasilkan efek miring saat difoto.

Ada tujuh spot foto di Omah Kuno Miring, seperti  kamar tamu, kamar makan, lumbung tempat menyimpan hasil bumi, kamar tidur, raung tani, dapur, dan pengilon (kaca rias).

Masuk ke sini pengunjung dikenakan tiket yang cukup unik.  Untuk 3 tahun ke bawah, Ulang Tahun  dan Janda, Gratis. Bagi Pelajar mahasiswa Rp 10.000, Umum Rp 20.000, dan Duda Rp 40.000.

Fasilitas di sini ada ruang spot foto, mushola dan toilet, ruang ibu menyusui, free costum dan property. Angkringan, ruang ganti kostum serta parkiran. Waktu bukanya Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu pukul 09.00-19.00 WIB. Pre Wedding pukul 06.00-09.00 WIB. ***

Ciwidey, Putih-putih di Puncak Gunung

Hamparan kawah putih kehijauan Ciwidey, Bandung. Sangat indah di tengah kesejukan suhu dan pemandangan hutan tropis. Foto: Agus S

DARI sebuah situs online didapat satu data, bahwa Indonesia memiliki 139 gunung api. Posisi itu menempatkan negara ini menjadi nomor dua, di bawah Amerika Serikat dengan 173 gunung api, dan Rusia dengan 166 gunung api. Sedangkan, satu nomor di bawah Indonesia adalah Jepang dengan 122 gunung api.

Negara yang kaya akan gunung, dipastikan kaya akan panorama indah pada cekungan puncak gunung yang disebut kawah. Untuk gunung-gunung yang sudah tidak aktif, kawah-kawah itu menjadi objek wisata yang sangat menarik. Bukan saja karena untuk mencapainya, rata-rata harus dengan “perjuanggan” mendaki, tetapi hampir semua kawah memiliki ciri keindahan tersendiri.

Gerbang masuk kawasan wiata Kawah Putih Ciwidey. Foto: Agus S

Karenanya, tidak heran jika Indonesia memiliki banyak sekali kawah indah. Kawah yang satu ini adalah Kawah Putih di Ciwidey, Bandung. Dari berbagai referensi tentang keindahan kawah di Indonesia versi para traveler, Kawah Putih adalah kawah tercantik ketiga di Indonesia, setelah kawah tiga warna Kelimutu di Flores, NTT dan Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kita kembali ke Kawah Ciwidey. Kawah ini terbentuk akibat letusan Gunung Patuha awal abad ke-10. Selain suhu yang super-sejuk, pemandangan di Kawah Ciwidey benar-benar bisa membawa angan kita ke satu tempat di antah-berantah. Kita seolah tidak sejak berpijak di bumi Nusantara yang ijo-royo-royo. Di sini, sepanjan sapuan mata memandang, adalah hamparan pasir putih.

Keindahan kawah, semula hanya dinikmati segelintir orang di lereng Gunung Patuha. Lambat laun, keindahannya menyebar dan menyambar-nyambar rasa ingin tahu masyarakat di daerah lain. Mulai ramailah masyarakat datang ke sana. Lalu pada tahun 1987, pemerintah menunjuk Perum Perhutani mengelolanya melalui sebagai KBM Ecotourism. KBM adalah kependekan dari Kawasan Bisnis Mandiri. Jadi jangan heran, jika di kawasan Kawah Ciwidey, sudah berbau aroma komersial, karena objek wisata itu menjadi salah satu “sumber penghasilan” Perum Perhutani.

Kawah Putih Ciwidey dibuka mulai pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.00 WIB. Kawasan ini relatif mudah dijangkau. Apalagi jika Anda berkendaraan roda empat. Dari Jakarta, misalnya, arahkan mobil ke tol Cipularang nyambung tol Soroja dan keluar pintu Soreang. Lanjut arah Ciwidey dan sampailah.

Sebelum mendaki ke arah kawah putih Ciwidey. Foto: Agus S

Pengelola kawah putih menetapkan dua jenis tarif parkir yaitu parkir bawah dan parkir atas. Parkir bawah berada di area pintu masuk, dengan tarif Rp6.000 untuk roda empat dan Rp 5.000 untuk sepeda motor. Sedangkan parkir atas hanya untuk kendaraan roda 4, berlokasi dekat area kawah putih dengan tarif lumayan mahal, Rp.150.000 per kendaraan.

Bagi yang parkir di bawah, jangan khawatir terengah-engah naik ke atas, karena pengelola sudah menyediakan sejenis “ontang-anting” bagi pengunjung. Ongkosnya Rp.15.000 per orang. Ontang-anting adalah sejenis angkutan yang mondar-mandir dari pintu gerbang (parkir bawah) ke lokasi kawah putih.

Nah, itu baru bicara onggkos parkir dan tarif orang-anting. Sedangkan, untuk masuk ke kawasan wisata, masih harus bayar lagi. Tiket masuk turis lokal Rp.20.000 per orang sedangkan turis asing Rp.50.000 per orang.

Bertengger di ketinggian 2.400 di atas permukaan laut, dengan suhu 8 derajat Celsius sampai 22 derajat Celsius, Anda akan merasakan kesejukan dan kesegaran alam yang rrruaaarrr biasa. Selain itu, terhampar pemandangan hutan tropis selama perjalanan dari pintu gerbang ke lokasi kawah putih yang berjarak 5 km.

Setiba di area kawah, panoramanya pun sangat indah. Tampak hamparan kawah berwarna putih kehijauan yang dikelilingi bukit. Keindahan kawah putih pastinya tidak akan dilewatkan oleh pengunjung untuk berfoto-foto. Berhubung kadar belerang yang sangat tinggi, maka pengunjung dianjurkan memakai masker supaya tidak mual dan pusing. Dan… tidak baik terlalu lama menghirup udara beraroma belerang. ***

Berfoto dengan latar belakang kawah putih Ciwidey. Tidak baik berlama-lama, karena aroma belerang sangat menyengat. Foto: Agus S

Inilah Resort Laki yang Indahnya Disuka Wanita

Jeep Station Indonesia (JSI) Resort yang terkedsan maskulin, sporty dan indah. Foto: Resti Handini

MEMASUKI minggu kedua tahun 2018 sudah banyak penawaran paket-paket liburan seru. Bagi mereka yang selalu berlibur di akhir pekan tentu saja sudah ber-‘ancang ancang’ untuk mengatur liburan mereka.

Daerah wisata Bogor dan Puncak masih tetap menjadi tujuan favorit, meski di akhir pekan kemacetan kerap terjadi. Sebut saja salah satu resort yang mungkin belum banyak diketahui dan menjadi pilihan lain adalah tempat menginap bergaya beda.

Jeep Station Indonesia Resort (JSI), berlokasi di Pasir Muncang, Megamendung, Bogor ini merupakan sebuah resort yang sangat luas. Anda dapat mendirikan tenda, menginap di kamar container, atau ingin di vila dengan kamar mewah bagaikan hotel bintang, semua ada di JSI yang sebagian bangunan villanya terbuat dari kayu.

Bangunan lobby tak jauh dari fasilitas kolam renang. Tampak suasana yang hijau dan sejuk. Foto: Resti Handini

Seperti resort lain, JSI dilengkapi dengan kolam renang, area bermain anak anak, baik in door maupun out door. Juga tersedia toko kaos dan perlengkapan lainnnya. Tentu saja semua berlogo JSI. Selain untuk keluarga, tempat berlibur yang baru berusia 2 tahun ini juga cocok untuk acara gathering atau acara kantor lainnya semisal outbound.

Paling lengkap dan mewah adalah vila yang dipatok dengan harga Rp 2,78 juta per malam untuk week day dan Rp 3 juta untuk week end. Villa berlantai dua ini selain memiliki kamar tidur yang luas, dilengkapi dengan balkon tempat duduk menikmati alam asri deengan view pegunungan. Di bagian bawah villa sebagai ruang duduk lengkap dengan tivi layar lebar dan dapur dengan kitchen set, perlengkapan makan, dispenser, pemanas air, dan kulkas. Sangat cocok sebagai tempat berlibur keluarga atau pun rombongan. Harga untuk container yang paling sederhana sekitar Rp 900 ribu utk week day dan Rp 1 juta untuk week end.

Tersedia trek off road. Foto: Ist

Sesuai dengan namanya JSI, resort ini sebenarnya nuansanya sudah kentara sangat laki-laki dan sporty. Bagi penggemar off-road seputar Jakarta dan Jabar sekarang tidak perlu bingung mencari tempat trek off road. Anda dapat menikmati bentuk wisata yang berbeda di resort yang bertemakan adventure, petualangan.

Tanah seluas lebih kurang 10 Ha diubah menjadi lahan yang memiliki beberapa jenis trek off road. “Track JSI lengkap tetapi tidak sulit untuk ditaklukkan. Ada daerah berlumpur, kubangan air, alur air, daerah dengan kemiringan, ketinggian, bebatuan”. Menurut Reno salah satu karyawan JSI, meski lengkap, serta tingkat kesulitannya beragam, penuh tantangan tetapi aman karena sudah direncanakan dan diperhitungkan sedemikian rupa.

Anda tinggal memilih untuk menikmati resort ini sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda, keluarga atau pun kelompok rombongan Anda. Tentu saja dengan angka yang tersedia. Banyak kelebihan yang ditawarkan JSI, meski harus diakui cukup jauh tempatnya. Dan tentu saja ada harga ada kenikmatan tempat rekreasi yang bisa Anda kunjungi. Kenapa tidak kita coba. ***

Selain villa-villa sporty yang terbuat dari bahan kontainer, tersedia juga bangunan villa lain lengkap dengan fasilitas ala hotel berbintang. Foto: Resti Handini