GUNA menyambut wisatawan yang ingin berkunjung ke Maluku 2018, Menteri Pariwisata meresmikan Calendar of Event (CoE) Maluku 2018, bertema “Sensasi Seribu Pulau”, di Jakarta, kemarin. Berkaitan dengan ini, Pemda Maluku telah menyiapkan 23 event sepanjang 2018, 2 di antaranya masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2018. Kelak, event yang telah disiapkan ini akan digelar secara merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Maluku.
“Secara historis, dulu Maluku terkenal dengan rempah-rempahnya yaitu cengkeh dan pala. Dengan banyaknya event ini diharapkan dapat mengembalikan citra Maluku tersebut dan menarik wisatawan untuk terus berkunjung,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua saat Launching Calendar of Event Maluku 2018, di Kementerian Pariwisata, kemarin.
Menurut Zeth, tema “Maluku Sensasi Seribu Pulau” diangkat untuk menggambarkan kekayaan Maluku, bahwa provinsi dengan 1.434 pulau ini memiliki keberagaman budaya dan adat istiadat yang mempesona. Selain itu, Maluku juga dianugerahi keindahan alam bahari yang sangat menakjubkan. “CoE Maluku 2018 diharapkan mampu membuka kepercayaan investor sehingga memutus rantai kemiskinan dan pendapatan masyarakat dapat meningkat, serta mendorong kecintaan masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan,” paparnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, dari 23 event yang akan digelar di Maluku sepanjang 2018 terdapat 2 event yang masuk dalam CoE Wonderful Indonesia 2018. Dua event itu yaitu Festival Teluk Ambon yang berlangsung pada 17-20 Agustus 2018 dan Pesta Rakyat Banda yang berlangsung 7-14 November 2018. “Dua event tersebut akan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata, dengan dukungan masing-masing Rp 1 miliar. Sebanyak 60 persen untuk promosi dan 40 persennya untuk penyelenggaraan event itu sendiri,” katanya.
Menpar juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Maluku dalam upayanya meningkatkan kunjungan wisatawan. Usaha tersebut terbukti dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang tergolong pesat, mencapai 20,38 persen, dari 15 ribu jumlah kunjungan wisman pada 2016 melonjak menjadi 18 ribu kunjungan wisman pada 2017.
Arief Yahya menambahkan, 25.000 wisman dan 150 ribu pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menjadi target bersama, sekaligus mendukung target pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta jumlah kunjungan wisman dan 270 juta pergerakan wisnus. “Saat ini, kita menetapkan Ambon dan Pulau Banda sebagai destinasi yang paling siap dipasarkan. Karena, didukung 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai,” tambahnya.
Maluku atau Moluccas, lanjut Arief Yahya, sejak lama dikenal dunia internasional sebagai penghasil rempah-rempah dunia. Kini, pesonanya dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari (marine tourism) kelas dunia. Potensi besar tersebut juga didukung oleh 1.434 pulau, di antaranya Pulau Banda yang disiapkan sebagai kawasan khusus pariwisata.
Jadwal event Maluku Sensasi Seribu Pulau
– Festival Ina Ata, 2 Januari 2018
– Festival Budaya Banda, April 2018
– Festival Musik Jalur Rempah, 10-14 Mei 2018
– Hari Pattimura, 15 Mei 2018
– Atraksi Pukul Sapu, 23 Juni 2018
– Spice Island Darwin-Ambon Yacht Race, 5-14 Agustus 2018
– Pesta Teluk Tifu 5-8 Agustus, 2018
– Festival Duta Bahari Indonesia, 15-18 Agustus 2018
– Festival Pamahanunusa, Agustus 2018
– Festival Teluk Ambon 17-20 Agustus 2018
– Ambon International Open Water Swimming 23-25 Agustus 2018
JIKA Anda berkunjung ke Sulawesi Tengah, banyak terdapat pulau yang sangat indah. Pulau ini terletak di Teluk Tomini yang merupakan teluk terbesar di Indonesia.
Namanya Pulau Togean dan telah diresmikan pemerintah sebagai taman nasional (Kepulauan Togean National Park) pada tahun 2004. Secara administrasi wilayah ini berada di KabupatenTojo Una-una.
Destinasi wisata di wilayah Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, namanya lebih dikenal di mancanegara karena memang memiliki panorama alam yang luar biasa.
Apalagi wisata alam bawah laut jadi tantangan para diver untuk menyusurinya. Laut dan pantainya memiliki kekayaan biota laut yang masih terjaga. Terdapat sejumlah goa di pulau-pulau kecil.
Lalu ada air terjun tersembunyi yang juga jadi tujuan wisatawan. Kawasan coral triangle merupakan pusat kekayaan hayati bawah laut dunia. Termasuk kawasan konservasi paling utama yang di bawah naungan langsung WWF (World Wide Fund for Nature).
Ada empat tipe terumbu karang: Karang Cincin (Atol), Karang Tompoh (Patch Reef), Karang Tepi (Fringing Reef), dan Karang Penghalang (Barrier Reef). Terdata, sekitar 262 spesies terumbu karang dari 19 family, tersebar di kepulauan ini.
Sebanyak 7 spesies di antaranya adalah spesies endemik Kepulauan Togean. Semua karang tersebut menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan di Kepulauan Togean.
Di sini wisatawan tidak perlu susah-susah menyelam menikmati karang-karang itu. Dari tepian pantai, terumbu karang yang indah itu bisa dilihat. Ini karena air lau yang jernih yang bak Kristal.
Menuju Togean melalui Gorontalo. Jalur Gorontalo mempunyai rute penerbangan yang paling mudah. Karena Bandara Sultan Jalaludin di Gorontalo telah dilayani hampir semua Maskapai seperti Garuda, Sriwijaya, Lion dan Batik.
Perjalanan dari Gorontalo ke Wakai menggunakan Fery dengan waktu tempuh sekitar 12 jam dan hanya tersedia 2 kali seminggu yaitu hari Selasa dan Jumat. ***
KOTA Pacitan di Jawa Timur juga terkenal dengan julukan kota 1001 gua, salah satu yang terkenal adalah Gua Gong Pacitan. Pacitan merupakan wilayah di Jawa Timur yang dikelilingi oleh pegunungan kapur, yang menjadikan tanah di daerah ini kering dan tidak subur.
Pacitan memiliki keindahan bawah tanah yang mempesona berupa gua-gua kapur yang dihiasi stalaktit dan stalakmit. Keindahan Gua Gong memang belum ada bandingannya dengan gua lain yang ada di pulau Jawa. Maka tidak mengherankan kalau wisatawan banyak berkunjung ke sana.
Di pintu masuk gua terlihat stalaktit dan stalakmit yang indah. Dengan penerangan yang cukup pengunjung dapat masuk lebih dalam dan menyusuri lorong gua sepanjang 256 meter.
Di ujung lorong terdapat sebuah ruangan yang membentuk kubah rakasa sepanjang 100 meter, lebarnya dari 15 hingga 40 meter dan tinggi 30 meter, seperti hall yang beratap stalaktit.
Stalaktit dan stalakmit dengan aneka bentuk dan ukuran menghiasi seluruh penjuru ruangan. Beberapa diantaranya bahkan diberi nama karena untuk mengabadikan keindahannya seperti Selo Jengger Bumi, Selo Pakuan Bomo, Selo Bantaran Angin, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono, dan yang lainnya.
Untuk menjelajahi seluruh lorong dan bagian dalam gua, diperlukan waktu sekitar 2 jam.
Pemerintah setempat telah menambah prasarana di dalam gua seperti tangga, pagar pengaman, penerangan dan kipas angin untuk memudahkan penelusuran.
Di dalam Gua Gong terdapat beberapa ruangan ada Ruang Sendang Bidadari, Ruang Bidadari, Ruang Kristal dan Marmer, Ruang Pertapaan dan Ruang Batu Gong.
Selain keindahan stalaktit dan stalakmit ada juga beberapa mata air yang menurut penuturan warga sekitar memiliki kekuatan magis menyembuhkan beragam penyakit bagi yang mempercayainya.
Mata air itu antara lain Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan dan Sendang Relung Nisto. ***
Kiri: Rumah Belajar Sianjur Mula-mula. Kanan: Ketua ASPPI, Mercy Panggabean bersama tim JWB. Foto Ist/Monang S
UNTUK meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara dan wisatawan nusantara ke Sumatera Utara, khusunya di Danau Toba, ajang promosi pun banyak dilakukan pemerintah dan pegiat pariwisata. Salah satunya Jelajah Wisata Budaya (JWB). Event ini merupakan yang perdana untuk nasional yang diprakarsai Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumatera Utara yang diketuai Mercy Panggabean.
“Setiap daerah harus punya event untuk memajukan dan mengembangkan tujuan wisata di daerah masing-masing,” ujar Ketua ASPPI yang sehari-hari disapa Ecy, beberapa hari lalu di Kopi Republik Jalan Setia Budi, Medan. Event ini mencoba mengeksplor Desa Wisata Rumah Belajar Sianjur Mula-Mula, di Huta Balian, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir. Desa itu memiliki cerita sejarah asal mula suku Batak. “ASPPI tidak mau mengangkat objek yang sudah awam di Samosir,” ujar Ecy.
Pada dasarnya, Danau Toba menyimpan banyak pesona alam yang belum semuanya dieksplor. Jika dikemas dengan baik, akan menarik pengunjung untuk datang.
Hal senada dikatakan pendiri Rumah Belajar Sianjur Mula-Mula, Nagoes Puratus Sinaga. “Kami akan mendukung JWB karena tujuannya untuk mengedukasi anak-anak sadar wisata, serta menjadikan rumah belajar menjadi desa wisata dengan menawarkan unsur seni dan budaya,” ujarnya.
Misalnya tradisi manduda beras di Lesung (menggiling beras), menenun ulos, mosat (silat) yang dipadu dengan Tor-tor serta kuliner tradisional seperti Naniura dan Arsik. Semua akan dipertontonkan kepada para tamu yang datang. Pihak rumah belajar akan mengutus ulubalang, semacam panglima perang zaman dulu, yang nantinya akan mengawal para tamu.
Di kesempatan yang sama Ketua panitia JWB Sumut, Syafrullah Akbar menjelaskan event ini diselenggarakan mulai 15 Maret – 18 Maret 2018. Selama empat hari akan diisi beberapa kegiatan, antara lain di hari pertama menjemput para rombongan yang datang dari luar daerah yang tiba di bandara Kualanamu ke Pulau Samosir. Pada malam harinya kegiatan Gala Dinner serta panitia juga mengadakan pembukaan pesta pagelaran atraksi seni budaya seperti tarian Tor-Tor untuk penyambutan.
Kemudian esok paginya menuju ke Sianjur Mula-Mula untuk mengeksplore secara langsung tentang budaya kuno dan unik, yang khususnya di Huta Balian, disana nanti ada rumah si Raja Batak, rumah-rumah adat, mengayam, menenun dan banyak lagi. Jika waktu masih cukup rombongan JWB akan singgah di air terjun Nai Sogop, dan di daerah air terjun itu juga ada rumah tanah.
Besok paginya para rombongan diajak bersepeda, untuk mempopulerkan wisata bersepeda sambil mengitari pinggiran Danau Toba sambil menikmati keindahan alamnya. Tengah harinya, persiapan rombongan menuju kapal pariwisata Samosir, dan makan siangnya di kapal. Selesai langsung menuju Serdang Bedagai (Sergai) rombongan akan dibawa ke museum negeri Sergai. Panitia juga buat pesta budaya dan kuliner untuk menyambut rombongan dengan budaya sergai.
Setelah acara di Sergai lanjut ke Kota Medan menuju Istana Maimun. Para rombongan JWB akan diwajibkan menggunakan baju adat yang telah disiapkan panitia dan malam itu akan ditampilkan pergelaran seni budaya khas Melayu mula dari pakaian, seni, termasuk serampang 12, pantun, dan esoknya bagi yang masih sempat akan dibawa ke membernya Usaha Kecil Mandiri (UKM) ASSPI, seperti Marqisa, mie par-par dan Kaos Medan Jeges.
Para peserta yang telah mendaftar saat ini ada 60 agent travel beberapa provinsi antara lain Jakarta, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTB), Jawa Tengah, Padang, Kepri dan lainnya. Sementara yang dari luar negeri yakni Bangkok dan Malaysia.
Ecy berharap para pihak yang terlibat dalam dunia pariwisata saling bekerjasama untuk memajukan pariwisata Sumatera Utara. Pemerintah pun diharapkan membantu semua upaya memajukan pariwisata bersama-sama. ***
Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Arctic di Krasnoyarsk, dekat pegunungan Ergaki, Rusia-Siberia–foto englishrussia.com
Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Arctic di Krasnoyarsk, dekat pegunungan Ergaki, Rusia-Siberia. Pulau ini ‘dihantam’ empat musim, namun tetap saja terlihat indah, Setidaknya dalam foto ini. Tapi, konon, pemandangan terbaik akan kamu dapat pada musim semi. Mau ke sana?
Jika berminat, mungkin yang perlu diperhatikan adalah temperatur di sana yang bisa sangat rendah di musim dingin. Untuk diketahui kawasan Krasnoyarsk merupakan salah satu dari lima (Harbin,Heilongjiang, China; Winnipeg, Manitoba, Canada; Yakutsk, Sakha Republic, Russia; Yellowknife, Northwest Territories, Canada) kawasan yang terdingin di dunia.
Konon, temperatur di sana bisa sampai -17 derajat celcius ketika berada pada musim dingin yang ekstrem. Jadi kalau anda ingin bersenang-senang dan menikmati semua keindahan alam di sana maka datanglah pada musim semi.***
sumber foto:englishrussia.com, /www.accuweather.com,sennaya.com
Direktur Eksekutif Musperin, Dra Sri Hartini M,Si, berpose di depan Museum Perkebunan Indonesia. Sebelah kiri tampak monumen Pesawat Piper. Foto: Monang S
ADA yang berbeda jika Anda melintasi Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Rumah besar dua lantai peninggalan Belanda kini menjadi icon baru Kota Medan. Di sisi kanan halamannya yang luas, terpajang monumen pesawat Piper PA-28 Warrior.
Bangunan dua lantai bercat putih bersih itu, telah berubah fungsi dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjadi museum. Museum Perkebunan Indonesia atau Musperin. Inilah museum perkebunan pertama di Indonesia, dan dikelola oleh Yayasan Perkebunan Indonesia.
Museum yang digagas oleh Bapak Perkebunan Indonesia, Soedjai Kartasasmita, diresmikan 10 Desember 2016 oleh Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi bersama Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Musperin memiliki tagline “connecting the past to the future”. Pengunjung bisa melihat bagaimana perkembangan perkebunan di Indonesia dari masa lalu hingga kini. Musperin menyimpan, mendokumentasikan, melestarikan dan mempublikasikan kepada masyarakat. Koleksi museum masih terus ditambah, melengkap display lantai satu yang sudah sangat bagus.
“Bangunan museum ini dulunya adalah rumah tinggal, sehingga di dalamnya pun memiliki banyak ruang. Ada ruang tidur, ruang keluarga, ruang makan, dan lain-lain. Kami menyesuaikan display koleksi museum dengan desain ruang yang sudah ada,” ujar Direktur Eksekutif Musperin, Dra Sri Hartini M,Si, beberapa waktu lalu di Kantor Museum Perkebunan Indonesia.
Langkah pertama memasuki bangunan museum, pengunjung akan menjumpai ruang introduksi. Lalu, Sri Hartini yang alumni UGM Yogyakarta itu menunjuk ruang kedua berisi produk-produk perkebunan, mulai dari kelapa sawit, kopi, cokelat, teh, dan tebu. Semua komoditi dilengkapi sejarah atau asal-usulnya.
Ruang ketiga, tampak display tembakau Deli dan karet. Di situ juga digambarkan kebesaran perkebunan Tembakau Deli sekitar tahun 1863. Saking luasnya area tembakau saat itu, bahkan untuk menyemprotkan pupuk atau penyiraman tanaman saja menggunakan pesawat. Monumen pesawat Piper PA-28 Warrior terpajang di halaman museum sebelah kanan. Pesawat buatan Amerika Serikat berkapasitas satu kursi itu, dulu milik PTP II Medan, dan memang bertugas untuk menyemprot pupuk atau menyiram tanaman tembakau.
Perkebunan tembakau ini dulunya hanya tumbuh di sepanjang sungai Babura dan Deli. Lain dulu, lain sekarang. Saat ini, tinggal sedikit saja lahan di kedua daerah itu yang masih ditanami tembakau, dan dikelola PTP II. Di ruang ini juga terpajang beberapa artefak yang menggambarkan kejayaan perkebunan Indonesia dulu.
Naik ke lantai dua, tampak beberapa artefak lain yang berkaitan dengan perkebunan. Ada pula visualisasi seorang wanita dan sekelompok wanita sedang bekerja sambil memegang daun tembakau.
Yang membuat Musperin kotekstual dengan zaman now adalah ruang tiga dimensi (3D). Pengunjung, khususnya anak-anak free menikmatinya. Musperin hanya memungut tiket Rp 8.000 per orang, atau Rp 5.000 untuk rombongan lebih dari dari 20 orang. “Uang tiket untuk membantu perawatan, karena ini museum swasta,” ujar Sri yang juga Ketua II di Asosiasi Museum Indonesia.
Sejauh ini, menurut Sri, antusiasme masyarakat sangat baik. Sejak dibuka Desember 2016 hingga Januari 2018, tercatat sudah lebih dari 33.000 pengunjung datang ke Musperin. Sebagai objek wisata edukasi, Musperin diharapkan bisa menyedot ketertarikan peminat perkebunan tidak saja di Indonesia, tetapi juga dari seluruh penjuru dunia.
Diakui, Musperin menekankan daya tarik pada segmen anak-anak. “Kalau orang tua merasa butuh ke museum, maka dia akan datang. Bukan karena atraksi atau permainannya kan? Tetapi lebih karena memang berminat. Sedangkan, anak-anak, perlu dirangsang dengan aneka hal yang menarik, termasuk berbagai gimmick yang bersifat edukatif,” tambahnya.
Ia menyebut contoh, pengolahan cokelat dicampur bahan kelapa sawit. Di sini, anak-anak bisa belajar membuat dan mencetak sendiri colekat kesukaan, lalu membawanya pulang. Selain itu, anak-anak juga bisa belajar dan praktik membuat lilin dari bahan kelapa sawit.
Nah, bagi ibu-ibu yang mengantar anak-anak ke museum, tersedia spa dan aneka produk kosmetik berbahan baku kelapa sawit. Selain display produk, juga terdapat ruang produksi. Tidak habis di situ. Di ujung area museum, terdapat spot olahraga memanah
Tidak heran jika Musperin makin dikenal dan diminati masyarakat. Seperti yang tampak hari itu, datang delapan bus berisi siswa-siswi SD Al Wasliyah 30 Medan, didampingi 32 orang guru, dan dipimpin langsung Kepala Sekolah, Eka Hayati S.Pd. “Objek wisata edukasi yang sangat bagus. Kebetulan, di dalam mata pelajaran siswa kelas IV dan V ada tema yang sesuai dengan konten Musperin. Karenanya kami mengajak anak-anak ke sini agar mendapat perspektif yang baik mengenai sejarah perkebunan pada khususnya, dan sejarah Indonesia pada umumnya,” ujar Eka.
Selain itu, Eka memuji pengelola museum yang sangat ramah dan profesional. “Para murid belajar banyak di Musperin. Selain mendapatkan aspek sejarah, juga belajar praktek dari apa yang dipelajari di bangku sekolah, tentang cara membuat makanan, cara menanam kelapa sawit yang baik, dan sebagainya. Saya juga salut, di museum ini anak-anak diajari berani dan disiplin. Termasuk disiplin dalam hal kebersihan,” puji Eka. ***
Kepala Sekolah Al-Wasliyah 30, Medan Labuhan, Eka Hayati SPd bersama para guru dan murid-murid di dalam Musperin. Foto oleh : Monang Sitohang
EMIRATES Airlane yang bermarkas di Dubai, merilis rencananya untuk meluncurkan layanan harian baru dari Dubai ke Auckland melalui pulau Bali, Indonesia, mulai tanggal 14 Juni.
Layanan baru ini akan menawarkan kepada turis global total tiga layanan harian ke Selandia Baru, melengkapi layanan harian tanpa henti Emirates antara Dubai dan Auckland dan layanan menggunakan A380 saat ini antara Dubai dan Christchurch via Sydney.
Para turis juga akan menikmati tiga layanan sehari-hari antara Dubai ke Bali pada musim panas, karena penerbangan baru tersebut menambah dua layanan harian Emirates yang sekarang dioperasikan oleh Boeing 777-300-ER dalam konfigurasi dua kelas.
Penerbangan Emirates-Dubai-Bali-Auckland yang baru ini, Emirates akan menyediakan satu-satunya layanan harian non-stop sepanjang tahun antara Auckland dan Bali, memberi para penumpang kesempatan untuk mengunjungi dan / atau berhenti di salah satu pulau paling populer di Indonesia.
Maskapai ini akan mengoperasikan 777-300ER di rute tersebut, yang menawarkan delapan kursi di tempat pertama, 42 kursi dalam bisnis dan 304 kursi di kelas ekonomi, serta 20 ton kapasitas kargo perut.
Tim Clark, presiden Emirates Airline, mengatakan, “Kami senang untuk memperkenalkan kapasitas tambahan untuk melayani permintaan yang kuat untuk melakukan perjalanan ke Bali, dan ke Auckland.”
“Kami yakin bahwa layanan sepanjang tahun antara Auckland dan Bali akan diterima dengan baik oleh pelanggan kami, tidak hanya di Selandia Baru dan Indonesia, tapi juga dari jaringan global kami terutama dari pasar seperti Inggris, Eropa dan Timur Tengah.”
Dengan pegunungannya yang spektakuler dan pantai yang indah, Bali dianggap sebagai tujuan wisata terkemuka di dunia, dengan lebih dari 4,5 juta turis asing pada tahun 2016, termasuk lebih dari 40.500 orang dari Selandia Baru.
Terlepas dari kesempatan untuk singgah di Bali, layanan baru ini akan memberikan koneksi yang sangat baik ke / dari London dan kota-kota besar Eropa lainnya.
Penerbangan ke selatan, EK 450, akan berangkat dari Dubai pukul 06.55, tiba di Denpasar (Bali) pukul 20.20 waktu setempat, sebelum terbang ke Auckland pada pukul 22:00, tiba di kota terbesar di Selandia Baru pada pukul 10.00, hari berikutnya
Ke utara, layanan baru akan berangkat Auckland sebagai penerbangan EK 451 pada waktu yang tepat 12:40, tiba di Denpasar pukul 17.55 waktu setempat.
Maskapai ini akan berangkat dari Denpasar pada pukul 19.50, tiba di Dubai tepat setelah tengah malam pukul 00:45, menghubungkan penerbangan ke banyak titik di luar jaringan kemitraan Emirates dan flydubai yang luas.
rumah kayu kelapa di ciwidey, bandung–foto tempat wisata di bandung.info
Bosan dengan suasana liburan yang itu-itu saja. Anda bisa meluangkan waktu berkunjung ke Ciwidey. Di sana, banyak bertebaran cottage, vila, atau hotel yang dapat dijadikan tempat berlibur bagi Anda dan keluarga.
Beberapa penginapan ada yang digarap oleh PT Perkebunan Nusantara VIII. Lokasinya berada di kawasan perkebunan teh Rancabali dan yang paling terkenal adalah Rumah Kayu Kelapa.
Rumah Kayu Kelapa tepatnya berada di Jalan Rancawalini, Rancabali, Ciwidey, Kabupaten, Bandung. Penginapan ini dekat pemandian Air Panas Walini dan hanya berjarak 2,4 km dari Kawah Putih, sebuah tempat wisata alam pegunungan di Gunung Patuha.
Rumah Kayu Kelapa terdiri dari 8 unit bangunan. Masing-masing memiliki dua unit kamar, dapur, dan ruang tengah. Rumah itu muat untuk tujuh orang dan memiliki fasilitas air panas alami.
Rumah Kayu Kelapa tidak jauh dari pemandian umum Walini. Di sana juga terdapat tiga penginapan lainnya. Jadi para tamu ketika akan menikmati air panas alami dari pegunungan Patuha tak perlu jauh-jauh.
Di musim libur seperti sekarang ini biasanya rumah ini sudah penuh oleh penyewa yang jauhari sudah melakukan pemesanan.***
PERANG BUNGA. Ya, parade beraneka ragam yang membuka empat hari Karnaval di Barranquilla, Colombia, menjadi panggung untuk kegembiraan dan kegembiraan untuk mengatasi rasa takut dua minggu lalu yang terjadi di kota itu, menyusul sebuah serangan teroris yang menewaskan enam polisi dan 40 lainnya terluka.
Parang bunga atau “La Batalla de Flores” yang merupakan acara tertua di Karnaval, telah diselenggarakan sejak 1903, ketika Kolombia baru saja meninggalkan Perang Seribu Hari (1899-1902), perang sipil paling berdarah di negara itu, dan Barranquilleros memutuskan bahwa alih-alih Peluru, bentrokan antar orang harus dengan bunga.
Dipimpin oleh Ratu Karnaval, Valeria Abuchaibe, yang berparade di salah satu dari 18 pelampung yang menghiasi karavan warna-warni, sekitar 12.000 pemain terlibat di 90 kelompok rakyat dan 200 kostum menikmati lebih dari 600.000 orang yang ditempatkan sepanjang empat kilometer. dan setengah perjalanan.
Salah satu penyamaran yang paling populer adalah “Papa Quillero”, di mana sekitar 60 anggota berpakaian serupa dengan Garda Swiss membuat sebuah jalan kehormatan kepada seseorang yang menyamar sebagai Paus Francisco yang berasal dari sebuah kendaraan, dan diikuti oleh sebuah pengadilan para biarawati, memberkati kanan dan kiri.
Revelers tampil selama pawai Karnaval Barranquilla di Barranquilla, Kolombia, pada 10 Februari 2018. / AFP PHOTO / Luis ACOSTA
Parade tersebut, yang dimulai pada siang hari ketika suhu dan luminositas yang tinggi dirasakan begitu kuat sehingga suasananya kadang menindas, ini berfungsi sebagai kerangka bagi kelompok rakyat yang berbeda untuk memberikan penghormatan kepada korban serangan para korban, yang diklaim oleh Tentara Pembebasan Nasional (ELN).
Didampingi oleh dua sepupu, tiga tetangga dan empat anak mereka berusia antara 10 dan 17 tahun, Ángela Rodríguez, seorang wanita berusia 40 tahun dengan kulit gelap, mencoba di antara kerumunan untuk melihat pemandangan pelampung, kostum dan kostum yang lebih baik.
Seorang reveler tampil selama pawai Karnaval Barranquilla di Barranquilla, Kolombia, pada 10 Februari 2018. / AFP PHOTO / Luis ACOSTA
“Kami tiba dari pukul delapan pagi untuk melangkah maju dan memiliki posisi yang lebih baik, terutama yang kecil, karena kotaknya sangat mahal dan di rumah kita banyak,” wanita tersebut memberi tahu Efe di tengah hiruk-pikuk yang bergema.
Sementara mereka membuat jalur untuk memasukkan salah satu kotak yang memberi tampilan istimewa pada parade tersebut, beberapa orang Argentina merasa senang dapat menikmati pesta tersebut dan kebahagiaan Barranquilleros.
“Ini adalah pertama kalinya kami berada di Barranquilla di Karnaval karena undangan yang dibuat oleh beberapa teman di sini dan yang sebenarnya adalah saya sudah menanti-nantikan untuk kembali karena saya yakin ini adalah kota yang damai dengan orang-orang yang sangat disayangi,” kata Valeria González.
Dengan nyaman duduk di tempat teduh dari kotak-kotak yang diatur oleh panitia, atau berdiri di samping jalan dan di bawah matahari tropis yang tidak bersahabat, para asisten dapat mengamati tahun ini Pertempuran Bunga di tengah kegembiraan dan penggembalaan.
Salah satu hal baru tahun ini di Battle of Flowers adalah tema integrasi di lembah Laut Karibia yang hebat, yang terkait dengan Olahraga Amerika Tengah dan Karibia yang akan diadakan pada bulan Juli di kota ini.
“Baqui”, maskot Olimpiade, diarak di salah satu pelampung yang disebut Circus Marimonda, ditemani oleh Raja-Raja Karnaval Anak-anak, Shadya Fernández Londoño, dan Samuel Martínez Alcázar.
Kafilah tersebut dibuka oleh banyak comparsas de marimondas dari Barrio Abajo, sebuah kelompok kostum yang selama 35 tahun telah berpartisipasi dalam parade utama.
Gaun dari marimondas adalah kombinasi antara monyet dan gajah dengan setelan dan dasi warna-warni, yang dengan morisqueta dan isyarat mereka mewakili kegembiraan hidup yang hadir dalam Karnaval Barranquilla.***
Tengku Feria Aznita (kiri) saat menghadiri Travel Turkey Izmir, Desember 2017 lalu. Foto: Monang S
SEPULANG dari Kota Izmir, Turki dalam rangka menghadiri acara tourism Travel Turkey Izmir selama 7 hari, Tengku Feria Aznita yang sehari-harinya disapa Cici itu membawa segudang oleh-oleh pengalaman ke Tanah Air. “Dari berbagai objek wisata di Turki, muncul tekadnya untuk menjual paket wisata ke sana,” ujar Cici melalui pesan whatsApp, Rabu (31/1).
“Paket ke Turki kami berangkatkan April, supaya pata turis bisa melihat mekarnya bunga tulip. Menyaksikan mekarnya bunga tulip sungguh momen yang tak terlupakan. Sekaligus kita tahu, bahwa bunga tulip tidak hanya ada di Belanda,” ujar Cici. Sebaliknya, paket tur dari Turki ke Sumatera Utara juga sudah dipasarkan, tinggal menunggu kedatangan turis Turki.
Di kesempatan terpisah, Cici menjelaskan, sebelumnya ada tiga orang dari Medan yang berangkat ke Turki menghadiri Travel Turkey Izmir, 7 – 10 Desember 2017. Salah satunya adalah Tengku Feria Aznita, sebagai buyer yang diundang langsung oleh pihak penyelenggara acara. “Kita para buyer difasilitasi oleh pihak panitia mulai dari tiket pesawat (PP), hotel, dan lainnya, serta disediakan juga guide yang bisa berbahasa Indonesia untuk membawa kita berkeliling Turki,” ujar Cici.
Keseluruhan ada sekitar 120 orang dari 30 negara yang diundang, sebagai buyer untuk membeli paket-paket destinasi wisata Turki. Di acara ini semua destinasi dari berbagai negara dipamerkan di stand masing-masing negara, seperti Thailand, Vietnam, Palestina, Cina, Afrika, Eropa (umumnya negara-negara Eropa Timur).
Dalam kegiatan itu ada forum business to business, di mana semua buyer duduk bersama, sambil membicarakan informasi masing-masing negaranya dan bertukar kartu nama. Dari forum itulah diharapkan para buyer saling mengirim paket-paket wisata di negara masing-masing. Buyer Indonesia tentunya akan mengirim paket wisata unggulan seperti Bali, Jakarta dan lainnya. “Orang umumnya sudah mengetahui Jakarta dan Bali, karenanya kami jelaskan wisata Sumatera Utara, soal danau Toba, kebudayaannya, dan lain sebagainya,” tambahnya.
Dari pengalaman ke Turki, Cici melihat bahwa negara itu tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga memadukannya dengan aspek sejarah dan kebudayaan. Seperti misalnya kisah kerajaan Ottoman hingga zaman Romawi. Juga sejarah religi. Ia menyebut contoh Izmir, kota terbesar ketiga di Turki setelah Istanbul dan Ankara. Izmir itu lebih modern. Sekalipun mayoritas penduduknya muslim, tetapi peradaban modern tampak menonjol di Izmir.
Cici juga melihat dukungan pemerintah terhadap aspek pariwisata sangat besar. Acara-cara seperti Travel Fair secara regular diselenggarakan untuk mengundang minat wisatawan asing datang ke sana. Termasuk event yang ia datangi di Izmir, sepenuhnya didukung pemerintah. Acara itu pun tidak dikemas sekadaranya. Semua aspek seperti bersinergi menyukseskan event pameran wisata Izmir. Gedung-gedung dihias, dan masyarakatnya tampak antusias menyambut turis asing.
Perjalanan ke Turki dari Medan relatif mudah. Ia berangkat dari Medan pukul 17.00 WIB menuju Kuala Lumpur. Tidak lama transit lalu menuju Istanbul naik Tuekey Air Line pukul 24.00 tiba di Istanbul pukul 07.00 pagi waktu Turki. Dari Istanbul melanjutkan ke Izmir dalam penerbangan satu jam. ***