Usia 73 tahun, Sukses Mendulang 3 Medali Emas Kejuaraan Renang AS

Daniela Barnea

 

DANIELA  Barnea, usianya  “baru” 73. Jadwal kegiatannya,  berenang hingga satu setengah jam, dalam tujuh hari setiap  sepekannya.  Pada usianya tersebut,  latihan seperti itu, yang total mencapai  jarak dua km lebih, memang patut dicatat.

Lebih dari itu, fakta menarik lainnya  dari warga  Palo Alto, California tersebut, adalah perenang yang memecahkan rekor. Dia masuk  dalam jajaran atlet senior yang bersaing ketat  untuk kelompok umurnya di berbagai acara lomba di seluruh dunia.

Ketika pada tahun 2017 dilaksanakan “United States Masters Swimming Spring Nationals, di Riverside, California, Barnea memenangkan tiga medali emas untuk renang wanita untuk  kelompok usia 70 sampai 74 tahun. Medali itu diperolehnya dari final  gaya dada  100  meter dan 200 meter, serta  untuk gaya  ganti 200 meter perorangan.

Ratusan ribu atlet senior seperti  Ny Barnea, bersaing secara rutin  dalam acara atletik di seluruh dunia, termasuk di “National Senior Games Association”, program “U.S. Master Track and Field Master.” Balapan dibagi menjadi golongan umur dengan kenaikan lima tahun, mulai dari usia 35 dan berakhir pada 100 sampai 104. Pada umumnya, atlet renang berusia usia 50 sampai 100.

Sebuah film dokumenter terbaru, “Impossible Dreamers,” yang diproduksi oleh Eric Goldfarb dan Erik Howell merekam dan mendokumentasikan   atlet amatir senior  saat mereka berkompetisi. Selain  Barnea, film 75 menit (yang dapat dilihat di Netflix dan Amazon tersebut), juga  menampilkan petenis berusia 91 tahun, pembalap imut dan pelari berusia tujuh belas tahun, atlet angkat  berat dan

Barnea termasuk salah satu pemain termuda dalam film tersebut. Donald Cheek, yang dikenal sebagai Doc, warga  Clovis, California, adalah pelari kejuaraan emas internasional. Cheek berulang kali menang di kelompok umur 85 sampai 89, bersaing dalam pertandingan lari 50, 100, 200 dan  400 meter. Oktober tahun lalu, di Game Senior Huntsman World di St. George, Utah, ia menetapkan rekor  ‘untuk 100 meter lari pada pukul 17.38.

Gary Player, pegolf profesional berusia 81 tahun, juga tampil di film tersebut, untuk menawarkan tip kebugaran dalam latihan boot camp 20 menit yang disertakan dalam film dokumenter tersebut. Instruksi itu diarahkan pada atlet amatir dari segala umur, yang rindu untuk tetap aktif dan, mungkin, untuk bersaing dalam kompetisi.

Tantangan  terbaru bagi Barnea adalah Kejuaraan Dunia FINA ke 17 di Budapest bulan ini. Untuk mempersiapkan diri, dia berenang dua kali latihan dan  gym tiga atau empat kali seminggu. “Saya tidak ingin menjadi Mark Spitz atau Michael Phelps lainnya,” kata Barnea. “Aku hanya ingin menjadi yang pertama.”

Dia menjadwalkan latihannya di sela-sela  waktu  dia bersama  dengan tiga cucunya dan pekerjaan paruh-waktunya sebagai tutor bahasa asing untuk Palo Alto Unified School District.

Ini adalah “kolam yang membosankan karena kita bolak-balik, bolak-balik, tapi bila Anda memiliki tujuan, ini bukan hal yang membosankan,” kata Barnea. “Ini seperti meditasi untuk saya. Ini sangat damai. Ada sesuatu yang sangat menenangkan, karena dikelilingi air. ”

Bagi banyak orang tua, olah olahraga bisa menjadi tantangan tersendiri.  “Kami tidak ingin pemirsa merasa terinspirasi oleh film tersebut dan kemudian kembali ke kebiasaan reguler mereka keesokan harinya,” kata Eric Goldfarb, sang pembuat film. ”

Kami berhasil menyusul beberapa atlet setelah produksi film tersebut untuk melakukan demonstrasi pada latihan yang aman bagi orang dewasa yang lebih tua; Gerakan yang berbeda itu sederhana, memaksimalkan manfaat dan kesenangan tubuh. ”

Pesannya,   Goldfarb mengatakan,  bahwa “tidak peduli di mana Anda berada dalam kehidupan Anda, Anda perlu melakukan apa yang Anda bisa” berkenaan dengan kebugaran ini.

“Anda berolahraga sebanyak mungkin tanpa melampaui kemampuan tubuh Anda,” katanya. “Para atlet dalam film ini bukanlah superhero. Mereka semua kadang  cedera dan keadaan kehidupan nyata yang menimpa setiap orang, dan mereka berhasil melewatinya. ”

Beberapa tahun yang lalu,  Barnea menjalani operasi perut dan perlu membangun kembali  kemampuan renangnya secara perlahan. “Saya hampir tidak bisa berenang melintasi kolam, tapi setiap hari saya menambah  beberapa putaran, dan menjadi lebih kuat dan kuat,” katanya.

 

Persib Putuskan Depak Carlton Cole

Carlton Cole. File foto

 

PERSIB Bandung akhirnya memutuskan kontraknya  dengan salah satu marquee playernya yakni Carlton Cole,  karena dinilai  tidak memberikan kontribusi bagi klub kebanggaan warga Bandung itu. 

Cole sudah resmi diputus kontrak,” ujar media officer Persib, Irfan Suryadireja di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jumat (4/8/2017). Pemutusan kerjasama itu resmi berlaku semenjak Kamis tanggal 3 Agustus 2017. Menurut Irfan, langkah itu  sudah dibicarakan secara matang oleh manajemen Persib.

Pemain yang berpengalaman di kompetisi Eropa itu,  didatangkan manajemen menjelang liga dimulai. Dengan pengalaman yang dimilikinya, manajemen berharap penampilan Cole bisa membawa Persib kembali menjuarai liga.

Namun, kondisi fisik yang tak kunjung membaik, membuat pemain berusia 33 tahun ini, selalu menghangatkan bangku cadangan. Cole hanya bermain sebanyak lima pertandingan dan belum sekalipun mencetak gol.

Caretaker Persib Herrie Setyawan mengatakan,  meski jarang diturunkan, ia tidak pernah memperlihatkan wajah kecewa. “Kepada saya, ia menunjukan bahwa dia pemain profesional yang tidak pernah mengeluh meski jarang dimainkan,” kata dia.

Tanda-tanda kepergian Cole sebenarnya dapat dilihat dari unggahan kompatriotnya Michael Essien di instagram dua hari lalu. Si Bison julukan Essien, mengunggah foto dan menuliskan caption “@iamcarltoncole12 #respect blessed,”.

Tak hanya Essien, pemain naturalisasi Persib, Raphael Maitimo pun mengunggah hal serupa di instagram.

“Coley, coley, coleyyy! Good luck on your journey my friend! See you very soon again. All the best brother. @iamcarltoncole12 #Legend #MaungColey”. tulisnya.

Lawan RCD Espanyol B, Timnas U-19 kalah 2-4

TIM NASIONAL (Timnas) U-19  menelan kekalahan dari RCD Espanyol B 2-4 dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/7/2017) malam.

Yang menarik,  Egy Maulana tampil apik, karena  selalu merepotkan para pemain Espanyol lewat tusukan-tusukannya. Bahkan Pemain kelahiran Medan 7 Juli 2000 ini mampu menyarangkan dua gol.

Pada babak pertama, pemain Timnas U-23 harus tertinggal 2-1 atas RCD Espanyol B. Tim asal La Liga ini unggul melalui tendangan penalti di menit awal serta sontekan dari Daniel Wong usai memaksimalkan kesalahan sapuan pemain belakang Timnas. Sementara, gol Indonesia dicetak oleh Egy Maulana.

Meski memiliki perbedaan postur, namun skuad Garuda muda mampu melakukan perlawanan terhadap Espanyol B. Egy Maulana menjadi pemain yang selalu membuat para pemain belakang Espanyol kerepotan.

Pelatih Espanyol B, David Gallego, menempati janjinya untuk menampilkan permainan menekan, yang terbukti melalui penguasaan bola yang didominasi oleh Espanyol.

Ketenangan serta efektifnya permainan Espanyol membuat lini pertahanan Timnas U-19 terlihat kewalahan. Bermain menekan hingga garis pertahanan, membuat para Garuda muda acapkali melakukan kesalahan di lini pertahanan. Beruntung, sepakan-sepakan pemain depan Espanyol masih bisa ditepis kiper M. Riyadi.

Memasuki awal babak kedua, Espanyol langsung berinisiatif melakukan penerangan melalui sektor kiri. Pressure ketat membuat anak-anak asuh Indra Sjafri kesulitan dalam mengembangkan permainan.

Indra Sjafri kemudian mencoba memasukan beberapa pemain untuk menambah daya gedor. Namun karena rapat serta disiplinnya pemain bertahan Espanyol membuat Egy Maulana dan kawan-kawan sulit untuk bisa menembus kotak penalti lawan.

Pada menit ke-65, Espanyol kembali memperlebar jarak melalui gol yang dicetak Victor Gomez. Dua menit usai gol Gomez, Los Periquitis – julukan Espanyol -kembali menambah keunggulan 4-1.

Garuda muda sempat memperkecil ketertinggalan melalui kaki Egy Maulana lewat tendangan penalti di menit ke-70. Namun hingga wasit meniup peluit panjang skor tetap tidak berubah 4-2 untuk kemenangan Espanyol.

Laga persahabatan ini menjadi salah satu persiapan Timnas U-19 jelang Piala AFF U-19 di Myamnar yang berlangsung pada 4 September hingga 17 September 2017.

Usai melawan RCD Espanyol B, rencananya anak asuh Indra Sjafri akan kembali menggelar laga persahabatan melawan Selandia Baru.(ant)

Wawancara dengan Erik Tohir

Laporan VOA kali ini mengetengahkan hasil wawancara dengan Erik Tohir, pemilik mayoritas saham klub sepakbola DC United di Washington DC. Erik bertutur mengenai pembangunan stadion sepakbola baru milik klub tersebut. Dia berharap, stadion ini dapat membuat sepakbola di Amerika lebih bergairah, serta meningkatkan kerjasama Amerika-Indonesia dalam bidang olahraga. Semoga ya.

Rossi Juarai MotoGP di Sirkuit Assen

Valentino Rossi di Moto Grand Prix (MotoGP), Minggu (25/6/2017) di Sirkuit Assen, Belanda, [Foto: Instagram @valeyellow46]

 

VALENTINO  Rossi, pebalap Movistar Yamaha sukses menjuarai  Moto Grand Prix (MotoGP) di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu, mengungguli  pebalap Octo Pramac Racing, Danilo Petrucci, dalam duel sengit.

Rossi finis dengan mencatatkan waktu  41 menit 41,149 detik, sedangkan  Petrucci berselisih  waktu tipis 0,063 detik, yang disusul pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, dengan catatan waktu 41 menit 46,350 detik.

Hujan sempat mewarnai jalannya balapan yang memaksa pebalap mengganti tunggangan mereka, seperti pebalap Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco.

Beberapa insiden pun tak terelakkan, yaitu Sam Lowes yang terjatuh di tikungan sembilan, Jonas Folger yang kehilangan kendali saat melewati tikungan pertama pada lap ke-10, serta Maverick Vinales yang terjerembab saat mlewati tikungan 15 pada lap ke-13.

Bagi Rossi, ini adalah kemenangan pertamanya  pada musim balap MotoGP 2017, dan menjadi pebalap kelima yang meraih kemenangan dari delapan balapan yang sudah digelar musim ini. Rossi tercatat  10 kali telah memenangi laga  di Sirkuit Assen di semua level balapan yang pernah dia ikuti.

Berikut hasil balap MotoGP Assen:

  1. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 41.149s
  2. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17) 41m 41.212s
  3. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 41m 46.350s
  4. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41m 46.392s
  5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17) 41m 46.476s
  6. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 4.539s
  7. Karel Abraham CZE Pull&Bear Aspar Team (Desmosedici GP15) 42m 18.131s
  8. Loris Baz FRA Reale Avintia Racing (Desmosedici GP15) 42m 18.207s
  9. Andrea Iannone ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 42m 18.315s
  10. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42m 43.078s
  11. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 42m 50.533s
  12. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 51.270s
  13. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 42m 51.493s
  14. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 43m 16.804s
  15. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (Desmosedici GP17) +1 lap
  16. Hector Barbera ESP Reale Avintia Racing (Desmosedici GP16) +1 lap
  17. Alex Rins ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +1 lap.

 

Gagal finis:

Scott Redding    GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP16) DNF

Alvaro Bautista    ESP Pull&Bear Aspar Team (Desmosedici GP16) DNF

Bradley Smith    GBR Red Bull KTM Factory Racing (RC16) DNF

Maverick Viñales    ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) DNF

Jonas Folger    GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* DNF

Sam Lowes    GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)* DNF.

 

Klasemen kejuaraan MotoGP setelah balapan Grand Prix Belanda di Assen, Minggu:

  1. Andrea Dovizioso (Italia) Ducati: 115
  1. Maverick Vinales (Spanyol) Yamaha: 111
  1. Valentino Rossi (Italia) Yamaha: 108
  1. Marc Marquez (Spanyol) Honda: 104
  1. Dani Pedrosa (Spanyol) Honda: 87
  1. Johann Zarco (Prancis) Yamaha: 77
  1. Danilo Petrucci (Italia) Ducati: 62
  1. Jorge Lorenzo (Spanyol) Ducati: 60
  1. Cal Crutchlow (Britania) Honda: 58
  1. Jonas Folger (Jerman) Yamaha: 51
  1. Jack Miller (Australia) Honda: 40
  1. Alvaro Bautista (Spanyol) Ducati: 34
  1. Scott Redding (Britania) Ducati: 33
  1. Loris Baz (Prancis) Ducati: 31
  1. Andrea Iannone (Italia) Suzuki: 28.

#SOS Sayangkan PSSI Istirahatkan Wasit Fariq Hitaba

SAVE Our Soccer (#SOS) menyanyangkan keputusan PSSI dan Komite Wasit yang menghukum wasit Fariq Hitaba tidak boleh memimpin pertandingan untuk sementara waktu. Wasit asal Asosiasi Provinsi Yogyakarta tersebut dianggap salah karena menganulir keputusan penalti kepada PS TNI saat kalah 0-2 dari Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis, 8 Juni 2017.

Penalti diberikan menit ke-85 karena Ryuji Utomo dianggap handball di kotak 16. Para pemain Persija protes. Fariq berusaha meyakinkan keputusannya dengan berlari ke kamera melihat rekaman pertandingan dan selanjutnya membatalkan penalti tersebut. Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Plt Sekjen PSSI, Joko Driyono, setelah berdiskusi dengan Komite Wasit PSSI mengonfirmasi keputusan Fariq melihat tayangan ulang di kamera televisi merupakan kesalahan karena Video Assistance for Referee (VAR) masih belum diterapkan di Liga 1 2017.

Anggota Komite wasit PSSI, Purwanto, menyebut Fariq seharusnya tidak meralat sesuatu tanpa dasar yang jelas. “Wasit sudah mengambil putusan penalti, tapi diprotes para pemain Persija. Kemudian dia menganulirnya. Itu tidak boleh, karena wasit harus mengeluarkan keputusan tanpa ada tekanan dari manapun,” kata Purwanto.

#SOS melihat apa yang dilakukan Fariq Hitaba bukanlah kesalahan fatal. Bahkan, keputusan berani menganulir penalti untuk PS TNI usai melihat rekaman pertandingan dan berdiskusi dengan asistennya patut diapresiasi. “Fariq telah memberikan contoh dan memberikan pelajaran berharga untuk sepak bola Indonesia. Sangat jarang wasit berani menganulir keputusan penalti untuk tuan rumah,” kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS. “Apa yang dilakukan Fariq sejatinya bisa dijadikan momentum reformasi perwasitan sepak bola Indonesia yang sebelumnya sangat identik dengan hal-hal nonteknis dan keberpihakan kepada tuan rumah. Ini bisa mengembalikan trust sekaligus pencitraan terhadap dunia perwasitan di sepak bola Indonesia yang sebelumnya banyak dicibir.”

Apa yang dilakukan Fariq Hitaba sebenarnya bukan sesuatu yang baru di jagad sepak bola dunia. Menganulir putusan penalti pernah dilakukan oleh sejumlah wasit saat memimpin pertandingan baik di level kompetisi antar klub maupun tim nasional. Bahkan, timnas Indonesia pun pernah mengalaminya.

Pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2016 antara Vietnam melawan Indonesia, 7 Desember 2016, wasit asal Cina, Fu Ming, menganulir putusan hadiah penalti untuk Indonesia dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2 (agregat 4-3). Saat itu Rizky Pora dilanggar kiper dadakan Vietnam Ngoc Hai saat pertandingan sedang berjalan. Fu Ming sebenarnya sudah menunjuk titik putih dan penalti bagi Indonesia. Namun, di pinggir lapangan, pemain Vietnam protes ke asisten wasit atau hakim garis. Tak lama berselang, wasit mendatangi sang asisten dan berdiskusi, lalu menganulir keputusannya.

Hal sama juga terjadi di Seri A, Italia, Minggu, 21 Agustus 2016, saat Napoli bermain imbang 2-2 melawan Pescara di Stadion Adriatico-Giovanni Cornacchia. Kejadian bermula pada menit ke-78 pelanggaran yang dilakukan Dario Zuparic terhadap Piotr Zielinski di kotak penalti membuat wasit Piero Giacomelli sempat menunjuk titik putih. Tapi, setelah melakukan diskusi dengan hakim garis, Giocomelli membatalkan keputusan tersebut.

Di Bundesliga, Jerman, gelandang Werder Bremen, Aaron Hunt, menuai pujian karena mengakui melakukan diving yang membuat wasit membatalkan keputusan memberinya hadiah penalti saat timnya menang 2-0 atas tuan rumah Nuernberg dalam laga Bundesliga. Hunt terjatuh di kotak penalti Nuernberg dan wasit Manuel Graefe langsung menunjuk titik putih. Tapi, mantan pemain timnas Jerman yang juga berdarah Inggris tersebut meminta wasit membatalkan keputusan tersebut. Hunt pun mendapat apresiasi sebagai pemain paling terpuji. Harian Kicker menyebutnya “sikap teladan.” Tabloid Jerman, Bild, menulis headline  “Herrlich ehrlich” yang berarti “kejujuran yang menyegarkan.”

Sementara Miroslav Klose dianugerahi Penghargaan Fair Play dari Federasi Sepak BOLA Jerman (DFB) setelah ia dengan jujur mengakui bola telah lebih dulu menyentuh tangannya dalam gol yang dicetaknya di Liga Seria A, Italia saat Lazio melawan Napoli. Wasit yang sudah menyatakan gol pun menganulir putusannya. Klose juga pernah mendapat gelar serupa di tahun 2005 saat bermain untuk Wender Bremen melawan Bielefeld di Bundesliga. Setelah Bremen diberi penalti, Klose mengatakan kepada wasit bahwa penjaga gawang Bielefeld terlebih dahulu menguasai bola sebelum ia terjatuh di kotak penalti. Wasit kemudian membatalkan keputusan penalti dan pemberian kartu kuning kepada penjaga gawang tersebut.

Nah, apakah yang dilakukan Fariq Hitaba sebuah kesalahan fatal sampai harus dihukum dilarang memimpin pertandingan sampai batas waktu yang tidak ditentukan?

Seperti dikutip dari buku Laws of Game, wasit dapat mengubah pilihannya karena sadar keputusannya salah. Keputusan baru bisa dibuat berdasarkan pertimbangan dari asisten wasit asalkan tidak ada perubahan keputusan lagi setelah laga berjalan kembali atau setelah pertandingan dihentikan.

Lebih jelasnya, aturan tersebut terdapat di halaman 26, Law of The Game FIFA, Law 5 dalam artikel  “Decisions of the referee”.Disebutkan  “The decisions of the referee regarding facts connected with play, including whether or not a goal is scored and the result of the match, are final. The referee may only change a decision on realising that it is incorrect or, at his discretion, on the advice of an assistant referee or the fourth official, provided that he has not restarted play or terminated the match. (Keputusan wasit terkait dengan permainan, termasuk apakah gol atau tidak mencetak gol dan hasil pertandingan, bersifat final. Wasit hanya dapat mengubah keputusan apabila menyadari bahwa keputusan yang ditetapkan sebelumnya tidak benar atau menurut pendapatnya, berdasarkan saran asisten wasit atau offisial keempat, keputusan tersebut perlu diubah, asalkan wasit belum memulai kembali permainan atau belum mengakhir pertandingan).

“Artinya, apa yang dilakukan Fariq Hitaba bukan sesuatu yang fatal karena sudah banyak contoh. Harusnya PSSI dan Komite Wasit dapat menggunakan ini sebagai kampanye untuk mengembalikan kepercayaan terhadap korp pengadil lapangan hijau yang selama ini banyak diragukan kepemimpinannya oleh publik sepak bola nasional,” kata Akmal. ***

Menpora Minta PBSI Segera Berbenah

MENPORA Imam Nahrawi baru-baru ini menerima jajaran pengurus besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang diwakili Sekjen PBSI Achmad Budiharto dan Bidang Binpres Susy Susanti di ruang kerjanya lantai 10, Kemenpora, Jakarta. Pada pertemuan tersebut Menpora ingin mendengarkan langsung mengenai kegagalan tim bulutangkis Indonesia di Sudirman Cup lalu.

“Tidak bisa dipungkri bahwa bulutangkis menjadi salah satu lumbung besar prestasi olahraga Indonesia. Tradisi kemenangan demi kemenangan sangat dinantikan, diimpikan, dan diharapkan seluruh publik pecinta bulutangkis di tanah air. Kekalahan tim kebanggaan Indonesia di Sudirman Cup yang lalu menjadi perhatian serius. PBSI harus berbenah diri,” kata Menpora

Selain itu, Menpora meminta semua pihak bahu-membahu memperbaiki kondisi yang ada untuk prestasi ke depan. PBSI harus punya roadmap yang matang menuju Asian Games, Satlak PRIMA mengambil peran dukungan optimal, demikian pula dengan KONI terus dapat mengawal.

Selanjutnya Sekjen PBSI Achmad Budiharto mengakui bahwa hasil Sudirman Cup di bawah harapan, apalagi kekalahan dari India pasti membuat kecewa semua pihak. Ada beberapa faktor penyebab di antaranya persiapan yang tidak optimal karena mepetnya jadwal para atlet dalam mengikuti even-even yang diperlukan untuk perbaikan peringkat dunia.

Perlu diakui juga bahwa realitas saat ini kekuatan kita masih tertumpu pada ganda putra dan ganda campuran, ditambah cederanya atlet senior. Sementara untuk tunggal putra-putri dan ganda putri masih di bawah 20 besar dunia. “Atas nama PBSI menyampaikan permohonan maaf bahwa hasil Sudirman Cup sangat jauh dari harapan, rapat hari ini menjadi evaluasi dan upaya bersama untuk instrospeksi dan mempersiapkan lebih baik untuk even-even besar selanjutnya, Kejuaraan Dunia, SEA Games, dan Asian Games,” katanya pada jumpa pers di Media Center Kemenpora. ***

Manchester United Depak Ibrahimovic

ZLATAN Ibrahimovic dipastikan hengkang dari Manchester United setelah klub Setan Merah tak memperpanjang kontraknya untuk musim depan. Berarti karier bintang asal Swedia itu di Old Trafford berakhir Juni 2017 ini.

Pemain berusia 35 tahun itu bergabung dengan tim asuhan Jose Mourinho di awal musim 2016-17 dengan durasi kontrak selama satu tahun. Dalam kontraknya tersebut terdapat opsi perpanjangan selama 12 bulan berikutnya, jika klub menilai performa si pemain memuaskan.

Penampilan Ibrahimovic dalam debutnya di Old Trafford sangat mengesankan. Dia mencetak 28 gol bagi MU di semua kompetisi. Sayangnya beberapa pekan sebelum musim berakhir, Ibrahimovic mengalami cedera lutut serius dan dia diperkirakan akan absen bermain hingga awal tahun 2018 mendatang, saat ia berusia 36 tahun.

Kondisi itu yang memaksa MU mengambil keputusan untuk tidak memberikan perpanjangan kontrak ke mantan pemain Paris Saint Germain itu.

The Express yang mengutip sumber di Old Trafford menyebutkan bahwa akan menjadi sebuah “kegilaan finansial” jika klub memberikan perpanjangan kontrak kepada Ibrahimovic. Pasalnya si pemain digaji sebesar 367.000 poundstering per minggu. Berarti klub akan membayar gaji sebesar 10 juta poundsterling sebelum Ibra fit untuk bermain lagi.

Jose Mourinho kini mengalihkan perhatiannya ke striker lain yang berkelas untuk mengisi posisi lowong yang akan ditinggalkan Ibrahimovic. Beberapa penyerang yang kini masuk radar transfer Mourinho adalah Romelu Lukaku, Alexandre Lacazette, Andrea Belotti dan Alvaro Morata.

Sementara itu, agen Ibrahimovic, Mino Raiola menegaskan bahwa kliennya akan tetap bermain di Eropa setelah kondisinya kembali fit nanti. ***

Real Madrid Sudahi Mitos Kutukan Juara Bertahan Liga Champions

Ekspresi Cristiano Ronaldo saat selebrasi merayakan keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions 2017 setelah menang telak atas Juventus 4-1 di Wales, Minggu dinihari WIB (4/6/17). (Photo: uefachampionsleague)

 

REAL Madrid hentikan mitos “kutukan” juara bertahan Liga Champions setelah memastikan mempertahankan kembali trofi kejuaraan antar klub profesional kasta tertinggi di Benua Eropa tersebut dengan mengalahkan Juventus 4-1 pada pertandingan yang digelar di National Stadium Cardiff, Wales, Minggu dini hari WIB.

Trofi Liga Champions ini merupakan gelar ke-12 bagi klub berjuluk Los Blancos tersebut sepanjang sejarah. Piala si kuping lebar itu jatuh ke Madrid dalam dua musim berturut-turut, berkat sumbangan dua gol dari Cristiano Ronaldo, Casemiro dan gol penutup dari pemain muda Marco Asensio.

Dengan kegagalan ini, Juventus yang terpaksa mengubur mimpinya untuk meraih trible winner pada musim ini. Sebelumnya, Juve telah menjuarai Serie A dan Coppa Italia. Juventus yang meraih tiket final hanya kebobolan tiga gol, justru di partai puncak kebobolan empat gol dan hanya mampu membalas satu gol lewat tendangan akrobatik Mario Mandzukic pada babak pertama.

Yang menyesakkan pendukung Jube, laga ini juga diwarnai kartu merah Juan Cuadrado, pada babak kedua. Masuk sebangi pemain pengganti dengan harapan memberikan kontribusi yang bagus untuk tim, Cuadrado justru menyia-nyiakan kesempatan itu dengan bertindak tak sportif, ketika mendorong jatuh bek Madrid Ramos, setelah sebelumnya mereka bertabrakan.

Bagi Los Blancos, kemenangan ini menjadi lebih spesial, karena dilengkapi dengan catatan rekor sebagai tim pertama yang mencetak lebih dari 500 gol di Liga Champions. Bintang Madrid, Ronaldo juga mencatatkan diri sebagai pemain yang mamou melesakkan gol di tiga partai final berbeda Liga Champions.

Real Madrid sukses mengungguli Juve lewat gol Cristiano Ronaldo, yang berhasil memanfaatkan umpan silang pemain bertahan Dani Carvajal pada menit 20. CR-7 melepaskan tendangan keras usai meneruskan umpan Carvajal yang merangsek ke sisi kanan pertahanan Juventus. Bola itu langsung disontek Ronaldo dan menggetarkan jaring gawang Buffon.

Juventus memberikan reaksi yang cepat atas gol Ronaldo. Tujuh menit setelah kebobolan, Mario Mandzukic melepaskan tendangan salto yang mengubah skor menjadi imbang 1-1. Gol cantik itu tercipta berkat kerjasama segitiga antara Alex Sandro, Higuain dan Mandzukic.

Usai turun minum, para punggawa Madrid semakin menggila. Sebuah tendangan keras Casemiro dari tengah lapangan, membuat penjaga gawang Juventus tak berdaya untuk menyelamatkan gawangnya. Gol, 2-1 untuk Madrid pada menit 61.

Tiga menit berseleng dari gol Casemiro, Ronaldo membuat Real Madrid menjauh dengan unggul 3-1, setelah memanfaatkan umpan gelandang asal Kroasia, Luca Modric.

Upaya Juve mengejar ketertinggalan semakin sulit setelah Cuadrado diganjar kartu kuning kedua pada menhit 84. Unggul jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan baik oleh skuat Zinedine ZIdane, untuk menambah gol. Marco Asensio yang masuk menggantikan Isco, sukses melengkapi kemenangan menjadi 4-1 melalui gol yang dicipta pada menit 90.

Statistik UEFA mencatat Real Madrid menguasai 54 persen berbanding 46 persen kepemilikan bola. Los Blancos melepaskan lima sepakan on-target dengan empat berbuah gol, sementara Juventus hanya menghasilkan satu gol dari empat sepakan akurat.

Berikut susunan pemain kedua tim dilansir dari UEFA:

Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Dani Alves, Pjanic, Khedira, Alex Sandro; Dybala, Higuain, Mandzukic
Cadangan: Neto, Benatia, Lichtsteiner, Marchisio, Asamoah, Cuadrado, Lemina

Real Madrid: Keylor Navas; Carvajal, Varane, Ramos, Marcelo; Modric, Casemiro, Kroos; Isco; Benzema, Ronaldo
Cadangan: Casilla, Danilo, Nacho, Kovacic, Bale, Asensio, Morata.

Berlusconi Jagokan Juventus Menangi Liga Champions

SILVIO Berlusconi lebih menjagokan kubu Juventus menang lawan Real Madrid di final Liga Champions. Ia juga utarakan alasan yang mendasari keputusan tersebut.

Silvio Berlusconi yang notabene mantan presiden rival Juventus, AC Milan, ternyata lebih menjagokan Juventus untuk menang saat melawan Los Blancos. Keberhasilan raksasa Italia itu lolos ke final musim ini ikut membuat seluruh Italia mendukung La Vecchia Signora.

Mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, juga tak mau kalah mendukung perjalanan Juventus. Silvio Berlusconi juga yakin jika Juventus sanggup mengalahkan Real Madrid di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, Sabtu (03/06/2017) meski tak terlalu diunggulkan banyak pihak.

Berlusconi juga merasa wajib mendukung klub rivalnya dan menilai hal itu bukanlah sesuatu yang dilarang. Dia bahkan akui selalu mendukung tim Italia di kancah internasional, bukan hanya AC Milan saja.

“Saya ini selalu ikutan bersorak untuk Inter Milan ketika mereka tampil di kancah internasional. Maka saya juga akan melakukan hal yang sama untuk Juventus waktu mereka bermain lawan Real Madrid. Forza Juve!” ujar pria yang sempat menjabat Perdana Menteri Italia itu melalui Football Italia.

Berlusconi sendiri sekarang sudah melepaskan AC Milan dan menyerahkan sepenuhnya saham I Rossoneri untuk dikelola konsorsium asal China. Milan lantas tengah mencoba untuk bangkit dengan modal keuangan yang tak kalah besarnya dari klub lain.

Berlusconi mengaku jika dirinya masih belum bisa melupakan klub yang telah dibesarkannya selama beberapa dekade tersebut. Ia juga mengaku ingin kembali bisa ke sana lagi.

“Saya masih ingin kembali ke Milanello dan kalau bisa menyapa semua orang yang ada di sana. Tapi saya tidak melakukannya karena masih merasakan sakit dan pedihnya meninggalkan AC Milan,” pungkas Berlusconi. ***