FEDERASI Hockey Indonesia (FHI) tanpa mematok target muluk-muluk di Asian Games 2018. Namun demikian bukan berarti cabang hoki hanya sekedar peserta pelengkap di pesta olahraga terbesar di kawasan Asia itu.
Ketua Umum FHI Brigjen TNI Yus Adi Kamarullah mengatakan hal itu seusai mendampingi Komisi X DPR-RI meninjau pelatnas hoki di Lapangan Hoki GBK Senayan Jakarta, Rabu, (24/1).
”Kalau kami ditanya target medali tentu level tim hoki Indonesia belum berada di tataran atas Asia. Peta kekuatan hoki Asia masih dikuasai negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Srilanka,”kata Yus Adi yang didampingi Sekjen FHI Yasser Arafat itu.
Menyinggung persiapan, Yus Adi mengatakan secara spesifik pelatnas baru dimulai per Januari tahun ini. Dengan sisa waktu persiapan yang tergolong singkat itu, tim pelatih tentu dituntut bekerja keras memaksimalkan kemampuan para pemain.
Yus Adi juga menambahkan, untuk meningkatkan kualitas permainan timnas hoki Indonesia akan melakukan serangkaian uji coba ke luar negeri.”Negara-negara yang akan kami jadikan untuk try out sudah pasti India, Pakistan karena kualitas kedua negara itu masih di atas timnas Indonesia,”tambahnya.
Namun Yus Adi berharap persiapan Asian Games 2018 berdampak luas terutama untuk pembinaan ke depan. Paling tidak sebagai bekal menghadapi SEA Games 2019 di Manila, Filipina.
”Jujur saja kita harus mampu berbicara di kawasan Asia Tenggara dulu sebelum ke level Asia. Di Asia Tenggara, peta kekuatan juga merata, selain Malaysia, Singapura, juga masih ada Thailand dan Vietnam,”paparnya.
Menurut Ahriandi, sesi latihan diikuti 27 atlet putra dan 27 atlet putri. Latihan digelar dua sesi pagi dan sore.” Latihan fokus untuk memperbaiki tekhnik dan peningkatan indurance. Sementara untuk game belum kami lakukan,” kata Ahriandi.
Timnas pelatnas hoki diperkuat hampir 50 persen pemain yang berlaga di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, sedangkan sisanya hasil seleksi dari kejurnas. ***
Para wanita yang badannya ‘gembayr-gembyor’, mereka yang ingin kembali bertubuh cantik dan sexy, sepertinya olah raga Pole Dance jawabannya. Olah raga yang sudah ada di Amerika sejak tahun 1920, ini, memang termasuk olah raga ekstrem dan tidak mudah. Namun bagi mereka yang punya tekad kuat untuk mendapatkan tubuh sexy pastilah bisa melakukannya dengan baik. “Yang penting tekun, disiplin dan tidak mudah putus asa. Karena ini bukan olah raga biasa tapi cukup sulit. Ikuti instruksi dengan benar maka pasti bisa,” ungkap Vicky Burki, instruktur Indonesia Pole Dance.
Awalnya, tutur Vicky sulit mengembangkan Pole Dance lantaran banyak yang beranggapan ini adalah striptis alias tarian erotis lantaran seperti halnya striptis, Pole Dance juga menggunakan tiang sebagai alat bantu. Walhasil, gara-gara adanya tiang, membuat image negatif melekat pada Pole Dance. Padahal, Pole Dance murni olah raga jauh dari striptis yang berkonotasi tarian erotis.
“Mengubah mindset orang sungguh tidak mudah. Perlu waktu bertahun-tahun sampai akhirnya masyarakat baru bisa menerima Pole Dance sebagai olah raga,” tambahnya.
Seiring dengan perubahan mindset itulah, kini olah raga yang tengah dikembangkan Vicky dan temannya Mametho mulai banyak peminatnya. “Uniknya banyak dari anggota studi Vicky yang ikut Pole Dance adalah orang-orang yang dulunya mengira olah raga ini adalah striptis. Ya salah paham karena mereka kan belum tahu. Tapi setelah tahu dan merasakan manfaatnya, mereka senang sekali dan rajin latihan,” ujar Vicky semangat.
Vicky sendiri belajar Pole Dance di Australia beberapa tahun lalu. Lulus dari pelatihan Pole Dance, dia bersama temannya pun membangun studio. Tidak mudah memang, tapi Vicky yang pernah menyabet gelar Ratu Aerobic Asia, tidak putus asa. Demi fokus pengembangan studionya, dia pun mengurangi aktivitasnya di dunia hiburan. Sinetron terakhir Vicky adalah ‘Cinta di Langit Taj Mahal’ sekitar 2015. Sinetron ini sangat populer di masyarakat, Vicky sendiri kebagian peran sebagai ‘Ibu Hilda’.
Kala itu, ungkap Vicky, dirinya sudah berkecimpung di studionya. Namun berkat pengaturan jadwal yang menurut Vicky ‘cangih’ lantaran jadwal syuting bisa diatur sedemikian rupa sehingga menyesuaikan dengan jadwal ketat Vicky sebagai instruktur senam, akhirnya wanita yang tetap awet muda di usianya yang 53 tahun, bisa terlibat dalam sinetron populer itu. “Vicky sih syukur banget ya waktu itu yang ngatur jadwalnya ‘canggih banget’ sehingga Vicky bisa syuting sehabis mengajar di studio. Pagi Vicky ngajar, siang syuting, sore balik ke studio lagi, dan malam syuting sampai tengah malam,” ungkap Vicky yang kerap kebagian peran antagonis.
Sayangnya, kata Vicky, tak banyak orang yang mampu mengatur jadwal seperti itu. Akibatnya, ketika ada tawaran bermain sinetron, Vicky diharuskan memilih antara sinetron atau olah raga, itu lah yang tak dapat dilakukan Vicky. “Mereka nggak bisa ngatur jadwal menyesuaikan dengan kegiatan aku diluar. Harus milih, katanya. Ya sudah, Vicky milih tetap olah raga karena itu dunia Vicky dari dulu. Apalagi mengembangkan studio bukan hal mudah. Sekarang ada Pole Dance yang olah raganya relatif baru, jadi Vicky harus mengawal, nggak bisa ditinggal-tinggal. Itu makanya dua tahun terakhir Vicky sama sekali nggak muncul di sinetron,” ungkapnya.
Tapi dirinya bersyukur upayanya untuk fokus pada kegiatan utamanya membuahkan hasil. Murid semakin banyak dan pendaftar olah raga Pole Dance semakin banyak. “Vicky sebenarnya sudah kangen banget berakting, namun belum bisa ninggalin murid-murid, kecuali ada pengaturan schedule syuting seperti dulu (Cinta di Langit Taj Mahal). Ya mungkin Vicky harus sabar ya, nunggu sampai studio Vicky bisa berjalan baik, baru bisa belok lagi ke sinetron. Lihat bagaimana nanti saja deh. Toh, Vicky sekarang enjoy kok, lagi seneng banget dengan perkembangan usaha Vicky,” ucapnya. ***
TIGA poin dari kemenangan Manchester United 2-0 di Everton dalam pertandingan Premier League pada laga yang digelar, Selasa dinihari WIB, merupakan hasil yang sangat menggembirakan bagi kubu Setan Merah.
Anthony Martial dan Jesse Lingard, mencetak gol yang luar biasa saat Manchester United mulai 2018 dalam gaya dengan kemenangan 2-0 melawan Everton di Goodison Park. Capaian kurang kinclong ditorehkan MU, setelah tiga kali membuat frustrasi saat melawan Leicester, Burnley dan Southampton, sehingga membuat United turun ke posisi ketiga di klasemen Premier League. Tapi penampilan babak kedua saat melawan Everton, yang asyik untuk ditonton di Goodison itu, dengan Paul Pogba dan Juan Mata yang secara khusus membuat kontribusi penting, membuat United mengakhiri tampilan tanpa kemenangan dan kembali ke posisi kedua, dimana MU masih ketinggalan 12 poin di bawah pemimpin Manchester City.
Setelah tampil begitu tidak mengesankan dalam hasil imbang 0-0 hari Sabtu dengan Southampton, kemenangan United kali ini akan membantu meringankan tekanan terhadap Mourinho. Penampilan baru-baru ini yang mengejutkan tim, bersamaan dengan komentar optimis manajer tentang ketidakmampuan klub untuk bersaing secara finansial dengan City, telah menyebabkan suasana negatif menggelayut di Old Trafford. Namun penampilan babak kedua United melawan Everton, bisa dibilang terbaik sejak menang 3-1 di Arsenal pada 2 Desember.
Dengan MU pada pertandingan Piala FA di kandang Derby pada hari Jumat nanti, United memiliki celah 10 hari sebelum menghadapi Stoke City di Old Trafford pada 15 Januari, saat Mourinho berharap bisa memiliki orang seperti Romelu Lukaku, Marouane Fellaini dan Antonio Valencia pas untuk kembali beraksi di lapangan hijau.
Ketidakhadiran Lukaku memperlihatkan United tidak memiliki pilihan menyerang. Pekan lalu, Jose Mourinho mengklaim bahwa kurangnya pilihan alternatif di depan, telah membantahnya untuk memberi istirahat di lini depan Romelu Lukaku. Ketika Lukaku mengalami cedera kepala, yang didapat pemain internasional Belgia saat melawan Southampton pada akhir pekan lalu, memaksa manajer United untuk melakukannya.
Meski penampilan Lukaku yang buruk dalam beberapa pekan terakhir, yang telah menyebabkan seruan agar dia diistirahatkan, kemenangan 2-0 pada hari Senin seharusnya tidak menyamarkan masalah yang akan dihadapi United, tanpa catatan mereka untuk jangka waktu yang lama.
Sepakan yang dilakukan pada babak kedua oleh Anthony Martial, dari luar kotak penalti, membuka skor bagi United, namun golnya menyimpulkan kurangnya aktivitas di dalam area penalti.
Zlatan Ibrahimovic sejauh ini belum bisa membantu Mourinho, namun United secara realistis tidak dapat memperkirakan kapan pemain berusia 36 tahun itu akan kembali merumput.
GELARAN Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Inkai Antar Ranting Se-Jawa Timur yang memperebutkan Piala Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, Ph.D (Piala HS), yang berlangsung di Gelora Pancasila Surabaya, 23-24 Desember 2017 merupakan ajang untuk meningkatkan kemampuan para atlet karate yang dibina Intitut Karate-Do Indonesia (INKAI) Jawa Timur
Menurut Hermawan Sulistyo melalui gelaran Kejurda ini, INKAI Jatim menargetkan dapat menyapu bersih medali dalam Kejuaraan Nasional tahun 2018. Dikatakan, sejauh ini Jawa Timur masih menjadi raksasa menakutkan di kejuaraan nasional.
“Jatim paling kuat organisasinya, paling bagus dan kuat,” ujar Prof Kikiek ditemui di sela-sela pelaksanaan Kejurda Karate INKAI.
Menurut Prof Kikiek, Jatim hanya kalah dari DKI Jakarta, yang sejauh ini berhasil merebut emas. Dia optimis, melalui pembinaan yang baik dan intens, termasuk dengan menggelar Kejurda seperti sekarang ini, maka Jatim pasti bisa menggeser DKI Jakarta.
“Kami hanya punya satu kelemahan, yaitu dari DKI Jakarta. Mereka berhasil mendapat juara 1 sementara kita ada di 2 dan 3. Hal itu karena mereka memang mencetak juara, sementara kami fokus pada pembinaan, tetapi kami optimis Jatim bisa mengalahkan DKI,” jelasnya. Pembinaan atlet junior menjadi bagian yang sangat diperhatikan INKAI Jatim, yang hasilnya akan tampak dalam beberapa tahun ke depan.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin saat membuka Kejurda karete Inkai Jatim disampingi Prof Hermawan Sulistyo.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin berharap dengan adanya Kejurda tahunan ini, akan melahirkan atlet-atlet yang andal dan berprestasi. “Kejuaraan seperti ini tujuannya untuk mencari bibit unggul yang andal dalam rangka pembinaan,” ujarnya.
Machfud berpesan kepada para atlet agar giat berlatih untuk mengasah kemampuan diri. Tidak hanya ditingkat daerah, para atlet dapat membanggakan negara Indonesia dengan prestasi-prestasi di kancah Internasional. “Saya berharap akan muncul atlet yang bisa jadi juara nasional untuk memberikan kontribusi dan membanggakan secara nasional dan Internasional,” katanya.***
KOMPETISI Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 Indonesia 2017 telah selesai. Bahkan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah merencanakan Liga 1 2018 akan digelar pada 24 Februari 2018. Liga 2 pada 3 Maret 2018, dan Liga 3 pada 24 Maret 2018. Sayangnya, selesainya kompetisi tak diiringi dengan tuntas hak-hak yang harus diterima klub. Khusunya, peserta Liga 1.
Di awal musim PSSI bersama PT LIB memang sudah memutuskan tak ada hadiah untuk juara Liga 1. Tapi, peserta dijanjikan akan mendapatkan pemasukan maksimal Rp 17 miliar dari tiga sumber. Pertama, kontribusi komersial tiap klub sebesar Rp 7,5 miliar. Kedua, berdasarkan peringkat dan ketiga berdasarkan rating televisi. Kini, jangankan untuk sumber kedua dan ketiga, untuk kontribusi komersial Rp 7,5 miliar tiap klub saja belum tuntas. Data yang dihimpun #SOS #SaveOurSoccer rata-rata klub baru mendapatkan separuh dari dana kontribusi. Sisanya, belum jelas kapan akan dituntaskan!
Jumat, 22 Desember 2017, PT LIB mengundang seluruh peserta Liga 1 Indonesia untuk melakukan pembahasan tentang kontribusi klub musim 2017 di Markas Komando Strategi Angkatan Darat (Makostrad) Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Sejatinya, pertemuan ini dapat menghasilkan titik terang sehingga klub bisa langsung bisa fokus ke persiapan untuk musim 2018.
“Sejatinya bukan sekadar pertemuan. Harusnya LIB menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menyampaikan seluruh laporan bisnis yang dilakukan selama tahun 2017 kepada para pemegang saham. Didalamnya termasuk laporan rugi laba dan juga kendala bisnis yang dialami bila ada,” kata Akmal Marhali, Koordinator #SaveOurSoccer. “Bahkan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) Bab VI pasal 78 ayat (1) dan ayat (4), pemegang saham juga bisa mengajukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RSUPLB),” Akmal menambahkan.
RUPSLB berdasarkan UUPT dapat dilakukan kapan saja ketika kepentingan perseroan membutuhkannya. Misalkan apabila perseroan ingin mengubah direksi maupun komisaris, mengubah nama, tempat dan kedudukan, jangka waktu berdirinya perseroan dan hal lainnya yang membutuhkan persetujuan dari para pemegang saham. “Bila direksi dianggap tidak perform dan tak mampu menjalankan rencana kerja yang dibuat dalam prospectus bisnis alias dianggap gagal, RUPSLB bisa digunakan sebagai media melakukan pergantian personal,” kata Akmal.
RUPSLB menjadi sangat penting bagi keberlangsungan Liga 1 Indonesia 2018. Maklum, sampai sejauh ini PT LIB sebagai entity commercial belum membuka secara transparan kedudukan dan kepemilikan sahamnya. Klub-klub juga belum mengetahui secara pasti apakah mereka pemilik saham atau bukan. Bila merujuk kepada keputusan Hasil Kongres Bali 2010 yang selama ini dijadikan acuan, klub Liga 1 adalah pemilik saham mayoritas 99 persen. Sementara PSSI hanya memiliki 1 persen dalam bentuk golden share dan memiliki hak veto. Artinya setiap klub dari 18 peserta Liga 1 2017 masing-masing memiliki saham 5,5 persen!
“Klub harus berani mempertanyakannya. Jangan hanya ramai di luar, tapi diam saat pertemuan. Status 18 Klub sebagai pemilik saham mayoritas harus diperjelas karena ini juga akan berimplikasi ke Liga 2 dan Liga 3 sebagai strata kompetisi di bawahnya,” kata Akmal. “Bila klub bukan sebagai pemilik saham, maka mereka bisa menuntut kepada PT LIB semua kompensasi yang didapat dari kompetisi yang digelar. Terlepas LIB itu untung atau rugi. Tapi, bila klub sebagai pemilik saham mayoritas, mereka punya kewajiban ikut menanggung kerugian yang dialami,” Akmal menambahkan.
Jelang Kongres Tahunan PSSI di Bandung, 8 Januari 2017, #SOS sempat menyarankan kepada Sekjen PSSI, Ade Wellington, ketika itu, agar terkait League Governing Body dibahas tuntas. Utamanya terkait operator kompetisi dan kepemilikan saham. Bila sebelumnya klub mendapatkan saham cuma-cuma sebanyak 99 persen, Liga 1 harus berbeda dengan mewajibkan setiap klub ikut berinvestasi. Caranya, nilai kontribusi Rp 7,5 miliar hanya diberikan Rp 5 miliar. Sementara 2,5 miliarnya dalam bentuk saham. Klub yang terdegradasi akan dikembalikan sahamnya Rp 2,5 miliar digantikan dengan klub promosi yang harus berinvestasi dalam jumlah yang sama. Begitu seterusnya. Dari sini klub pastinya akan ikut ambil bagian menjaga nilai kompetisi agar menguntungkan karena mereka berinvestasi di dalamnya.
“SOS juga menyarankan pengelola kompetisi antara Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 berbeda agar terjadi persaingan yang sehat dan tidak memberatkan dalam hal keuangan di sisi operator. Ini akan mempercepat akselarasi percepatan pembangunan sepak bola nasional menuju kompetisi yang sehat, profesional, dan bermartabat sesuai amanat Presiden Joko Widodo terkait reformasi tata kelola sepak bola Indonesia,” kata Akmal. “Sepakbola kita bisa berubah lebih baik dengan cepat tergantung kemauan dan motivasi kita semua selaku pecinta sepakbola yang mengharapkan kompetisi yang lebih baik dan berprestasi,” Akmal menambahkan. ***
Kejuaraan bertajuk panahan bertajuk Growing Archery di kawasan Sumarecon Mall Bekasi.
LAZIMNYA pengelola mal menggelar event olahraga seperti lari, bersepeda, jalan santai, atau senam. Tidak demikian halnya dengan Summarecon Mal Bekasi. Bekerjasama dengan Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), pengelola mall bergenngsi di Bekasi ini menggelar sebuah turnamen kejuaraan bertajuk “Growing Archery”.
Event yang terbilang unik ini digelar pada pekan lalu, tepatnta pada 15-17 Desember 2017, di area The Downtown Walk. Kawasan Summarecon Mall Bekasi terpilih sebagai venue turnamen panahan bergengsi di Bekasi. Ugi Cahyono selaku Center Director Summarecon Mal Bekasi mengatakan “Menjadi hal yang baru bagi kami dengan menghadirkan di Summarecon Mal Bekasi, turnamen olahraga panahan.”
Kegiatan ini diadakan selain untuk memfasilitasi dan mendukung minat dari para atlet panahan di Indonesia juga sebagai sarana pembelajaran bagi para pemanah baik pemula maupun atlet. Diharapkan melalui kegiatan turnamen ini masyarakat pun dapat mengenal cabang olahraga panahan.”
Area seluas 2.820 meter persegi dirancang dengan aman agar menjadi lapangan panahan yang nyaman baik bagi para pemanah maupun bagi para pengunjung yang sekedar ingin menyaksikan pertandingan.
Tersedia papan target yang dilengkapi dengan dinding pengaman di bagian belakang setinggi 5 meter berbahan spandek alumunium untuk membantu menghalangi laju anak panah yang tidak mengenai sasaran.
Turnamen ini diikuti secara individual maupun beregu yang terbagi dalam lima kategori yaitu pelajar SD, SMP, SMA, Cartel Challenge dan Compund. Tidak hanya menggelar turnamen, tetapi wahana olahraga panahan bertajuk SMB Archery Range nantinya akan beroperasi secara permanen di Summarecon Mal Bekasi.
SINAR Mas Land turut mensukseskan Asian Games ke-18, melalui dukungan berupa revitalisasi 12 sarana olahraga yang terdiri atas 10 Gelanggang Olahraga (GOR), arena BMX, serta arena baseball di Jakarta.
Ke-12 sarana olahraga ini nantinya akan digunakan para atlet untuk berlatih menghadapi event Asian Games yang akan berlangsung 18 Agustus 2018 – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.
Kesepuluh GOR yang direvitalisasi adalah GOR di Pulogadung, Cempaka Putih, Sunter, Soemantri Brojonegoro, Bulungan, Ragunan, Senen, GOR Jakarta Barat, GOR Jakarta Utara, dan GOR Jakarta Timur.
Sementara Arena BMX yang sedang dalam proses revitalisasi terdapat di Pulomas, sedangkan Arena Base Ball terdapat di Pulogadung. Semua fasilitas olah raga tersebut telah mulai pengerjaan konstruksi pada Oktober 2017 dan direncanakan rampung pada Maret 2018 mendatang.
Proses renovasi sarana olahraga untuk event Asian Games meliputi : perbaikan lantai parquet, perbaikan tribun, lampu (instalasi, panel dan AC), toilet dan ruang ganti, pengecetan interior, pengadaan scoring board dengan standarisasi internasional. Khusus arena BMX di Pulomas revitalisasi meliputi track & berm (starting hill), tribun, pre stating, team area, medical room, toilet, external lighting, irigasi dan drainase.
Sementara Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land dalam siaran pers nya menyatakan bahwa Sinar Mas Land sangat bangga mendapatkan kesempatan untuk membantu mensukseskan Asian Games 2018 di Indonesia. Kami berharap hal ini dapat turut mendukung prestasi para atlet karena mereka dapat berlatih dengan lebih baik untuk menghadapi pesta olahraga antar negara se Asia tahun depan.
Salah satu pilar Sinar Mas yaitu Asia Pulp and Paper (APP) juga turut berkontribusi dalam penyelenggaraan ini. APP Sinar Mas membangun gedung bowling center di Palembang, dengan total pembangunan lebih dari Rp.26 Miliar. Selain itu, APP juga memberikan bantuan senilai USD 4 juta untuk kegiatan Asian Games ke 18. Bantuan tidak hanya berupa dukungan dana, APP juga turut mendukung melalui produknya Sinar Dunia sebagai official paper dan Paseo sebagai official tissue.
Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah di ajang Asian Games yang sebelumnya diadakan pada tahun 1962. Event Asian Games ke XVIII mendatang akan berlangsung pada 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018 di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang.
Ketua Umum PBSI Wiranto bersama dengan Ganda Indonesia, Marcus/Kevin.
PRESTASI yang ditoreh ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, sangat membanggakan. Terlebih prestasinya membuat harum nama bangsa dan negara di tingkat internasional.
Untuk itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Wiranto, berharap para atlet bulu tangkis muda bisa mengikuti jejak ganda putra Indonesia, Marcus/Kevin.
Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tiba di Jakarta, Senin (18/12) malam, setelah meraih gelar juara BWF Superseries Finals 2017 di Dubai. Luar biasanya, kemenangan di Dubai menjadi torehan ketujuh yang berhasil diraih oleh Marcus/Kevin sepanjang musim 2017.
Tercatat, mereka berhasil menjadi juara pada All England Open, India Open, Malaysia Open, Japan Open, China Open, Hong Kong Open, dan BWF Superseries Finals 2017. “Bisa menang tujuh kali sepanjang turnamen adalah pencapaian yang luar biasa. Apalagi, di Superseries di Dubai, Marcus dan Kevin melalui turnamen yang ketat,” ujar Wiranto.
Wiranto pun berharap Marcus/Kevin bukan kontingen terakhir yang bisa membawa harum nama Indonesia di arena lapangan bulu tangkis. “Semoga prestasi bulu tangkis kita tidak berhenti sampai di dua pemain ini saja dan pemain lain bisa segera menyusul,” kata Wiranto.
AKHIRNYA terjawab sudah kapan waktu Piala Presiden 2018 bakal digelar. Perhelatan akbar yang biasa digunakan sebagai ajang pemanasan bagi klub-klub menjelang kompetisi baru tersebut akan digelar pada Januari 2018.
“Kebetulan kami tadi sudah menghadap bapak Presiden Jokowi. Hajatan Piala Presiden 2018 akan digelar mulai pekan kedua Januari 2018 dan selesainya pada pertengahan Februari 2018. Untuk detail terperincinya, akan kami umumkan kemudian,” jelas Berlington Siahaan, Ketua Organizing Commite (OC) Piala Presiden 2018.
Rencananya, lanjut Berlinton, hajatan tersebut akan diikuti 20 tim. “Dengan rincian, kami akan mengundang 18 klub dari Liga 1 yang terdiri dari 15 klub yang bertahan di musim lalu dan tiga klub berstatuskan promosi. Sedangkan dua klub berikutnya adalah Martapura FC dan PSPS Pekanbaru. Pemilihan kedua klub tersebut karena pada musim lalu mereka menduduki peringkat keempat dan kelima di babak akhir Liga 2 2017,” tambah Berlington.
Terkait tempat pelaksanaan, panitia telah menentukan akan digelar di lima kota sekaligus. Kelima kota tersebut adalah Bandung, Surabaya, Malang, Bali, dan Makassar. Pemilihan kota, menurut Berlington, lebih ke pertimbangan mana yang layak. “Sebenarnya kami ingin ada salah satu kota di Pulau Sumatera. Tapi, sepertinya belum siap. Seperti diketahui stadion di Medan, masih direnovasi,” ujarnya.
Khusus untuk penunjkkan tempat berlangsungnya pertandingan final, sejauh ini belum ditentukan. Semua akan menyesuaikan dengan perkembangan. “Kami inginnya laga final bisa dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Semua tengah kami usahakan,” jelas Berlington.
SELAIN menjadi guru, ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ ini bisa menjadi pioner dalam mencari bibit atlet potensial di sekolah. Untuk itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong guru di seluruh Indonesia untuk menjadi pemandu bakat atlet. Sebab, peran guru dinilai maksimal.
“Saya berharap selain menjadi guru, bapak dan ibu bisa menjadi pioner dalam mencari bibit atlet potensial minimal di sekolah di mana bapak ibu mengajar,” kata Asdep Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Marheni Dyah Kusumawati di Jakarta, Kamis (14/12).
Demi mengasah kemampuan para guru sebagai pemandu bakat, Kemenpora melalui Asdep Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan menggelar Pelatihan Instruktur Indentifikasi Bakat Atlet Usia Muda di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta, 11-15 Desember.
Menurut dia, dengan mekanisme tersebut diharapkan mampu mendapatkan bibit-bibit atlet potensial dan tahapan selanjutnya adalah atlet muda tersebut akan dibina secara khusus di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) milik pemerintah yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Atlet potensial akan dibina secara langsung baik yang di PPLP maupun pembinaan khusus yang dilakukan diluar seperti pada klub-klub cabang olahraga,” ujar Marheni, menambahkan.
Selain itu, Kemenpora menggandeng Kemendikbud untuk mendirikan dan mengembangkan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO). Salah satu SKO yang telah sukses melahirkan atlet-atlet potensial adalah Ragunan. Selama ini, sekolah tersebut menjadi acuan pembinaan.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Olahraga Jakarta Barat, Sahuri mengaku menyambut positif program yang digulirkan oleh Kemenpora tersebut. Apalagi, selama ini dirinya belum pernah terlibat secara langsung.
“Saya senang dapat mengikuti pelatihan ini, sehingga kami dapat lebih tau lagi bagaimana mengidentifikasi bakat olahraga para siswa kami, sehingga kami dapat mendorongnya untuk menekuni cabang olahraga tertentu agar lebih berprestasi lagi,” tuturnya. ***