Purnomo Mantan Sprinter Nasional Meninggal

INDONESIA kehilangan mantan spinter terbaiknya, Purnomo Muhammad Yudhi (56), atlet  yang pernah mengharumkan Indonesia di ajang Olimpiade Los Angeles 1984. Pria kelahiran Purwokerto tersebut, meninggal, pada Jumat, 15 Februari 2019.

Atlet cabang atletik untuk nomor lari jarak pendek dan estafet itu, mengembuskan nafas terakhirnya di  Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Tangerang Selatan.

“Kami mendapatkan konfirmasi dari keluarga bahwa beliau meninggal dunia pada Jumat pagi. Kondisi beliau memang sudah lemah pada pekan lalu. Tapi, kami tidak menanyakan sakit intinya apa. Kami selalu menyemangatinya agar lekas sembuh,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tuti Merdiko seperti dilaporkan  Antara, Jumat.

Purnomo menderita kanker getah bening. Menurut Tuti, sebelum menjalani perawatan terkahir di RS Pondok Indah Bintaro, Purnomo beberapa kali menjalani kemoterapi. Purnomo terkena  kanker kelenjar getah bening sejak 2015. Kanker itu sempat dapat disembuhkan,  tapi kembali muncul pada 2017. Saat dirawat, pada 8 Februari 2019 lalu,  rombongan para pengurus PB PASI membezuknya di RS tersebut.

Tuti menggambarkan, semasa hidupnya, alharhum adalah potret pribadi yang ramah dan memberikan perhatian yang luar biasa terhadap para atlet dan mantan atlet.

“Kami pernah bersama di jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia selain di PB PASI,” kata mantan atlet atletik itu.

“Dia pernah menyampaikan pesan singkat kepada saya, ‘Mbak, aku mau sehat. Kalau bisa jadi menteri olahraga. Aku mau perjuangkan nasib olahragawan Indonesia’. Itu dikirimkan sekira sebulan lalu,” katanya.

 

Purnomo tercatat sukses menembus putaran semifinal lari 100 meter putra dalam Olimpiade Los Angeles 1984 itu.  Dia bukan hanya memikirkan atlet dan mantan atlet cabang atletik, tetapi semu cabang olahraga.

“Dia ingin memperjuangkan nasib para atlet, tidak hanya ketika mereka masih aktif membawa nama Indonesia melainkan juga setelah pensiun sebagai atlet,” kata Tuti yang dulu menjadi atlet cabang senam pada era  1980-an itu.

Prestasi Purnomo:

  • Medali perak Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
  • Medali perak Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
  • Medali emas Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
  • Medali emas lari 200 m SEA Games Bangkok 1985
  • Medali emas estafet 4 x 100 m SEA Games Bangkok 1985 (bersama Tim Indonesia)
  • Medali perunggu lari 100 m SEA Games 1985

***

 

Madrid Buktikan sebagai Juara di Johan Cruyff Arena

GOL Marco Asensio memastikan  Real Madrid menang 1-2 atas tuan rumah  Ajax dalam laga 90 menit yang gemilang di leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA yang digelar pada Selasa malam di Johan Cruyff Arena di Amsterdam.

Ajax tampil gemilang pada 45 menit pertama dan  secara kontroversial berhasil mencetak gol yang kemudian dianulir wasit, sebelum akhirnya Benzema mencetak gol pembuka untuk Madrid setelah pertandingan berjalan satu jam menyusul aksi  playmaking fantastis dari Vinicius.

Tuan rumah Belanda tidak pernah surut  dan berhasil menyamakan kedudukan mereka melalui Hakim Ziyech.  Asensio yang keluar dari bangku cadangan akhirnya  memberikan kemenangan bagi Madrid dengan gol kedua bagi timnya saat bertandang ke Amsterdam di menit-menit terakhir laga yang sangat menarik tersebut.

Yang juga penting dicatat bagi Real adalah bek tengah Sergio Ramos. Pada malam laga yang sulit saat melawan tim Ajax, bek veteran itu dalam kondisi terbaiknya dalam membersihkan hampir setiap bola yang masuk ke area Real.

Manajer Real Madrid  Solari harus mengubah lini belakangnya, karena Raphael Varane terserang flu, jadi Nacho pun mendapat  anggukan untuk berpasangan dengan Ramos.  Arahan Solari pada Sergio  berlanjut, ketika anak muda itu ditempatkan di bek kiri di depan  Marcelo.

Lucas Vazquez biasanya menjadi starter untuk pilihan bos asal Argentina itu, tetapi tidak pada dinihari tadi, ketika kembalinya Gareth Bale yang mengirim Galicia ke bangku cadangan.

Pergerakan dan rotasi penyerang Ajax membingungkan pertahanan Real, dan tekanan kuat yang diberikan tuan rumah membuat pasukan Solari dipatok kembali.

 

Pada saat yang sama, ruang ada untuk Real di mana untuk beroperasi dan istirahat awal hampir mengarah ke skor Vinicius, tetapi upaya keras Brasil diselamatkan oleh kiper Ajax Andre Onana.

Tapi Real Madrid dibuat menderita di babak pertama.  Dusan Tadic yang memiliki posisi bagus, gagal  mengkonversi tendangannya menjadi gol bola yang disepaknya melambung.

Ajax menciptakan peluang, sementara Real kembali melakukan pendekatan dengan  bola panjang, yang tidak sesuai dengan permainan mereka.

Ketajaman passing Ajax dipertontonkan dan meletakkan dasar bagi peluang terbaik pada 45 menit pertama ketika Ziyech mendapati dirinya sendirian dengan penjaga gawang  Real Thibaut Courtois, tetapi pemain asal  Belgia  tampil gemilang dengan penyelamatan masif.

Nasib baik juga ada di pihak Real beberapa menit kemudian, ketika gol Ajax dicabut dari papan skor. Nicolas Tagliafico berpikir dia berhasil mencetak gol ke gawang Real, tetapi VAR memutuskan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan  Tadic dalam permainan. Tentu saja hasil VAR ini banyak mengecewakan para pendukung tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Real menunjukkan  lebih banyak kontrol dan tendangan Benzema melalui kaki kanannya  menyengat memaksa penyelamatan Onana.

Ajax sama agresifnya dan David Neres seharusnya melakukan lebih baik untuk menyelesaikan serangan balik, tetapi tembakannya tepat  ke arah Courtois.  Real berkali-kali melakukan serangan dan Ajax mendapat  pelajaran  yang sulit menyusul gol perdana Benzema yang memecahkan kebuntuan pada menit ke-60 untuk buat Madrid unggul 0-1.

Reguilon melayangkan umpan kepada Vinicius di sebelah kiri dan pemain Brasil itu kemudian mengambil alih, menggunakan kecepatan dan gerakannya untuk melaju melewati banyak pemain belakang Ajax sebelum memasukkan umpan ke Benzema yang tidak terkawal baik, yang melepaskan tembakan ke gawang.

Solari menggunakan momen itu untuk melakukan perubahan pertamanya, mengganti Bale untuk Lucas Vazquez diikuti beberapa menit kemudian oleh Benzema yang tertatih-tatih dan diganti Asensio.

Ajax terus berusaha mencari equalizer untuk coba menyamakan kedudukan. Lucas Vazquez kehilangan bola di areanya  sendiri dan Ajax menerkam dengan cepat, dan kemudian diakhiri dengan umpan silang Neres untuk Ziyech, yang satu kali melewati Courtois untuk membawa  gol Ajax, 1-1.

Solari melakukan pergantian terakhir dengan Mariano yang menggantikan Vinicius, untuk dapat  memburu kemenangan pada laga ini.  Pada akhirnya, Real menunjukkan gen  juara dan mencetak gol di menit-menit terakhir melalui Asensio.

Dani Carvajal menerima bola di sebelah kanan dan mengayunkan umpan yang Asensio lekat dengan ujung kaki kirinya diarahkan ke gawang untuk final 1-2, memberi Real keuntungan.  Pada laga leg  kedua bulan depan, Madrid akan menjamu Ajax di Ibukota.

Catatan Pertandingan:
Ajax: Onana; Tagliafico, Blind, De Ligt, Mazraoui; De Jong, Van de Beek, Ziyech; Neres, Schone (Dolberg, min. 73), Tadic.

Real Madrid: Courtois; Carvajal, Nacho, Ramos, Reguilon; Casemiro, Kroos, Modric; Vinicius (Mariano, min. 80), Bale (Lucas Vazquez, min. 62), Benzema (Asensio, min. 73).

Gol: 0-1, mnt. 60: Benzema; 1-1, mnt. 75: Ziyech; 1-2, mnt. 87: AsensioReferee: Damir Skomina (Slovenia).

Kartu Kuning: Ziyech (Min. 53) untuk Ajax; Reguilon (Min. 69) untuk Real Madrid, Lucas Vazquez (Min. 83) untuk Real Madrid

Kartu merah: Tidak ada

Stadion: Johan Cruyff Arena

Coppa Italia: Lazio Paksa Inter Gigit Jari di Kandang

 

 

 

 

 

KEMENANGAN Lazio atas Inter Milan dalam laga perempat final yang digelar di Sadion San Siro Kota Milan, mengantar tim berjuluk Biancoceleste itu menjadi klub terakhir yang mengantongi tiket semifinal Coppa Italia.

Lazio memaksa tuan rumah, Inter Milan gigit jari setelah menang melalui  babak adu penalti dengan skor 4-3, pada pertandingan yang digelar pada hari Jumat (1/2/2019) dinihari WIB.

Inter Milan gagal menyusul langkah tim sekotanya, AC Milan yang telah lebih dahulu meraih tiket ke semifinal.  Dalam pertandingan yang disiarkan TVRI dinihari tadi, kedua tim gagal mempersembahkan gol hingga  peluit panjang waktu waktu  normal dilengkingkan pengadil pertandingan. Akhirnya,  pertandingan pun harus dilanjutkan dengan ke babak perpanjangan waktu.

Sekalipun tampil di depan publiknya,  Inter tampak  kesulitan untuk mengembangkan permainan, dan terus menerus mendapat tekanan dari Lazio. Sejumlah ancaman melalui serangan yang  dimotori Sergej Milinkovic-Savic, membuat Inter kedodoran  di paruh pertama.

Sebuah peluang yang sangat baik pada  menit ke-20, gagal dimanfaatkan oleh Joaquin Correa.  Tujuh menit kemudian, Luis Alberto juga gagal mengkonversi peluang yang didapatkannya menjadi gol.  Sekalioun bertubi-tubi melakukan serangan,  Biancocelesti gagal mengkonversi peluang yang didapatkan mereka menjadi gol pada babak pertama.

Selepas dari kamar ganti, kedua tim mulai menunjukkan permainan yang agresif. Dengan tampilan seperti itu, pengadil pertandingan tampak sekali harus bekerja ekstra keras guna tetap  menjaga permainan berlangsung tertib.  Lima kartu kuning harus dikeluarkan  wasit Rosario Abisso  untuk kedua tim di paruh kedua. Dan, sampai peluit panjang berbunyi, baik Inter maupun Lazio,  gagal mencetak gol di paruh kedua, sehingga pertarungan di lapangan hijau itu harus dilanjutkan ke babak perpanjangan.

Pada babak perpanjangan waktu,  gol pertama  tercipta pada  menit 108 dari Ciro Immobile yang cerdas  berhasil memanfaatkan umpan manis  Felipe Caicedo. Lazio 1, Inter 0.

Inter menaruh harapan ketika Mauro Icardi berhasil menuntaskan tendangan pinaltinya  untuk menjadi gol penyama. Hingga babak babak perpanjangan waktu berakhir kedudukan tetap 1-1.

Dan begitulah, pertandingan Inter Milan vs Lazio itu pun harus ditutaskan dengan tos-tosan,  adu penalti. Pada kesempatan pertama, Inter memilih Marcelo Brozovic, sedankan  Lazio menyodorkan  Immobile sebagai algojo. Keduanya sukses menceploskan si kulit bundar untuk membuat skor adu pinalti 1-1.

Para pendukung kedua klub sama-sama deg-degan ketika di kesempatan tendangan kedua masing-masing tim,  algojo  dari Inter (Lautaro Martinez) dan Lazio (Riza Durmisi), gagal menceploskan bola ke gawang lawan.

Lazio memastikan meraih tiket semifinal setelah Lucas Leiva yang menjadi eksekutor terakhir sukses. Di siis lain, Radja Nainggolan gagal memasukan bola.

Startup: Pesan Sol Dalam, Berhenti Beli Sepatu Mahal

 

 

CERDAS dan cermat! Inilah salah satu syarat bagi keberlangsungan hidup sebuah startup. Sebuah startup melihat celah yang selama ini belum tergarap dalam bisnis sepatu olahraga, dengan mengambil ceruk kekhasan kaki masing-masing individu. Dengan teknologi yang dikembangkannya, startup ini pun mengajak konsumen untuk meninggalkan kebiasaan membeli sepatu lari nan mahal.

Mengapa membidik sepatu lari? Benar, berlari adalah salah satu aktivitas olahraga paling ekonomis di dunia. Olahraga ini tidak memerlukan apa pun kecuali  tubuh dan motivasi untuk berlari. Tetapi, masalahnya olahraga lari tanpa menggunakan alas kaki (sepatu), tentu akan menimbulkan persoalan. Bisa-bisa saat Anda berlari, terperosok ke lobang. Akibatnya bisa ringan, bisa juga fatal, seperti patah tulang metatarsal.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Kalau kita tengok harga sepatu bermerek untuk kebutuhan olahraga lari, harganya kalau orang Medan bilang ….”alamak mahalnya.!” Sudah didiskon pun kadang masih selangit harganya. Sudah begitu, tidak selamanya sepatu mahal juga nyaman dipakai untuk lari, karena ada persoalan pada sol dalam sepatu.

Sebuah startup India, Shapecrunch, ingin menjembatani persoalan yang banyak dihadapi konsumen, dengan mengalihkan fokus dari sepatu dan memindahkannya ke apa yang ada di dalam sepatu. Ya, sol dalam adalah  lapisan bantalan di dalam sepatu, di mana kaki Anda bersandar. Shapecrunch membuat orthotic custom cetak 3D, yang berarti sol yang dibuat khusus. Percayalah, dengan cara ini  maka jauh lebih efektif dalam mengelola rasa sakit dan mencegah cedera daripada Anda membeli sepatu mahal.

“Seluruh industri ini tidak dibuat oleh dokter, ini dibuat oleh pemasar … Ketika sepatu hak tinggi dibuat, para dokter seharusnya maju dan mengatakan bahwa ini bukan sesuatu yang benar. Itu pemasaran, benar, Anda bisa melakukan apa saja dan menjual apa saja. Itu adalah sesuatu yang tidak kita sukai, ” kata Nitin Gandhi, salah satu pendiri Shapecrunch seperti dikutip  Gadgets 360 saat berbincang di Heal Institute, sebuah klinik pencegahan cedera olahraga di pinggiran kota Khar, Mumbai.

“Kami belum masuk ke hasil bagi orang yang mencari hal yang keren itu. Kami menjualnya terutama untuk orang-orang yang mencari hal yang fungsional dan kualitas yang sangat baik juga oleh para profesional dan dokter. Kami menjualnya sebagai alat kesehatan. ”

 

Menurut Gandhi,  orang lebih baik  berinvestasi untuk  sepasang sepatu lari yang terjangkau dan mendapatkan sepasang sol sepatu custom-made Shapecrunch daripada menghabiskan Rp 1,9 jutaan  ke atas untuk sepatu lari, meskipun dia jelas memiliki minat untuk mengatakan itu.

Dia mengilustrasikan hal ini dengan menunjukkan bagaimana sol sepatu sebuah  produk dari merek terkenal yang harus dibeli dengan harga  lebih dari Rp 2,6 juta.  Tampak bahwa sol  Shapecrunch lebih tebal, dan memiliki banyak dukungan yang lebih jelas, dan bagian belakang miring ke bawah dari kiri ke kanan. Menurutnya, produk sol perusahaanya  disesuaikan untuk kebutuhan kaki seseorang, dan bukan sol sepatu yang diproduksi secara massal.

 

Dalam urusan sepatu ini, Shapecrunch mengambil bagaimana peran  medis dalam membuat orthotic dengan sangat serius. Untuk itu, startup ini  bekerja sama dengan beberapa dokter untuk menjadi penasihat medisnya, dan menjual solnya melalui klinik fisioterapi saja.

Begini cara kerjanya – Anda melakukan pemesanan melalui situs web Shapecrunch atau mendapatkan sol sepatu yang direkomendasikan melalui fisioterapis Anda. Maka Anda harus pergi ke salah satu lokasi fisioterapi yang tercantum di situs web Shapecrunch.

Di perusahaan lain,  untuk urusan sol dalam sepatu Anda, Anda harus mengikuti metode pengukuran dengan  membuat cetakan dengan memanfaatkan bahan gips. Memang manual.  Prosesnya membutuhkan waktu  30-45 menit. “Jika Anda menyelesaikan ini dari tiga orang yang berbeda, hasilnya bisa sangat berbeda, ” kata Gandhi.

Shapecrunch hanya memusatkan perhatian pada tiga gambar kaki untuk membuat orthotics khusus. “Salah satunya adalah gambar plantar. Itu dipetakan dengan sisi sepatu, ”lanjutnya.

“Gambar kedua dari samping. Kami memeriksa berapa banyak lengkungan yang diperlukan. Juga titik awal, titik akhir, semuanya. Kemudian kita memiliki gambar belakang dari tempat kita melihat berapa banyak penyimpangan yang ada (di bagian tumit). Kami telah memutuskan beberapa batasan untuk lengkungan, dll.

”Perusahaan kami juga menyediakan alat pengukur kaki untuk ahli fisioterapi, agar mereka mendapatkan ukuran sepatu yang tepat dan lebar kaki yang diukur.

Fisioterapis kemudian akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang cedera dan rasa sakit, dan mengisi selembar dengan semua detail. “Sol dalam yang biasanya kamu bisa pakai apa saja. Informasi  medis harus berasal dari para profesional. Ya, dari orang-orang yang tahu apa masalahnya di kaki dan bagaimana cara memperbaikinya, ” kata Gandhi.

“Mereka harus mengunggah area nyeri dan berapa intensitas nyeri,” tambahnya. “Lalu Anda  juga harus menyebutkan hal yang sama di kaki yang lain. Nyeri kaki sebenarnya bisa sampai ke lutut Anda. Kami meminta semua hal dalam resep itu dan dokter mengunggah gambar di aplikasi. ”

 

Lembar tersebut  berikut foto-fotonya kemudian dikirim ke Shapecrunch melalui aplikasi, dan perusahaan mulai bekerja untuk merancang sol sepatu Anda. Timnya memeriksa semua data dan menindaklanjuti dengan ahli fisioterapi, jika ada yang hilang. Jika semuanya baik, sol dalam sepatu Anda dikirim ke  pencetakan 3D, dan siap dalam waktu empat jam. Setelah itu, dikirimkan kepada Anda.

Ada dua varian sisipan, satu untuk sepatu formal dan satu untuk sepatu olahraga. Shapecrunch menawarkan garansi enam bulan dan merekomendasikan agar Anda membeli insert baru ketika Anda mengganti sepatu Anda.

Produk Shapecrunch tersedia secara global dan memiliki kantor di India, AS, dan Singapura. Di India sepasang sol sepatu berharga Rp 700.000 dan harga untuk ini di atas Rp 2,9 juta di pasar lain. Gandhi mengatakan perbedaan ini terjadi  karena pasar sangat baru lahir di India dan bahwa produk serupa di luar negeri harganya lebih dari $ 500.

“Perbedaan harga sangat sederhana. Di sana industri ini, orthotic, harganya  di atas $ 500. Kemarin saya bertemu dengan seorang pria dari AS yang mengatakan,  ‘harganya hanya perlu $ 200? ‘,” kata Gandhi. Yang harus dikejar Gandhi adalah, bagaimana proses produksinya tidak memakan waktu lama sebagaimana dilakukan di Amerika.

Apabila Anda ingin mengorder sol dalam sepatu khusus seperti ini, Anda bisa datang ke Singapura atau ke India langsung. Sejauh ini perusahaan ini belum membuka cabangnya di Indonesia.***

PSSI harus Makin Gencar Benahi Permasalahan Sepakbola Nasional

Ilustrasi–Timnas Indonesia U-23 saat menghadapi Laos di matchday ketiga babak penyisihan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018. Foto: SINDOnews

Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI tidak akan menghentikan perang terhadap pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Justru sebaliknya, PSSI harus semakin gencar dan serius dalam membenahi permasalahan sepakbola nasional.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pak Edy Rahmayadi atas kerja keras dan dedikasinya selama menjabat sebagai ketua umum PSSI,” ucap Menpora Imam Nahrawi, Senin (21/1) siang. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Keputusan Edy Rahmayadi mundur sebagai ketua umum dalam Kongres PSSI 2019 di Bali pada 20 Januari 2019 berarti Joko Driyono, selaku anggota paling senior dalam tubuh PSSI, akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum hingga Kongres Luar Biasa digelar.

Meski membutuhkan waktu transisi, Menpora meminta PSSI untuk tidak membuang-buang waktu. Permasalahan sepakbola Indonesia sudah terlalu rumit karena dibiarkan selama puluhan tahun belakangan.

Apalagi, PSSI tidak berdiri sendiri. Ada Satgas Anti-Mafia Sepakbola dari pihak kepolisian yang telah bekerja dengan cepat dan luar biasa. Kemenpora pun selalu siap memberikan bantuan demi kemajuan sepakbola nasional.

“PSSI harus segera melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah sistemik yang menghambat perkembangan sepakbola di Indonesia,” tutur Menpora.

“Saya pikir kuncinya adalah keterbukaan. Sudah ada beberapa anggota PSSI yang ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor. Pembenahan ini harus semakin dikeraskan. Tidak perlu malu untuk mengajak pihak lain bekerja sama jika ingin benar-benar serius berbenah,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, menteri asal Bangkalan itu juga menyoroti catatan prestasi timnas Indonesia di berbagai level umur sepanjang 2018 lalu. Hanya sedikit target yang mampu tercapai.

Prestasi tim nasional sangat erat kaitannya dengan sistem kompetisi nasional. Menpora yakin, jika seluruh pemilik suara (voters) di PSSI mampu bersinergi dan mengenyampingkan kepentingan klub masing-masing, maka akan ditemukan sebuah visi terkait sepakbola Indonesia yang berlandaskan prestasi di masa mendatang. ***/ebn

 

Indonesia Terjunkan Atlet-atlet Junior pada SEA Games 2019, Atlet Senior Fokus Olimpiade 2020

Menpora Imam Nahrawi memastikan kekuatan tim Indonesia yang akan turun di SEA Games 2019 di Manila, Filipina November mendatang adalah mayoritas atlet yunior. Hal itu ia sampaikan usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI di ruang rapat Komisi X Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (16/1) sore. (foto:satria/kemenpora.go.id)

SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina merupakan momentum penting sebelum menuju tujuan lebih besar yakini Olimpiade 2020 dan Asian Games 2022. Kontingen Indonesia nantinya akan diperkuat oleh mayoritas atlet yunior, sementara atlet-atlet senior difokuskan pada Olimpiade 2020.

“Ibarat sedang melakukan lompat jauh, SEA Games 2019 adalah sebuah batu loncatan. Bukannya disepelekan tapi justru jadi langkah penting untuk menuju tujuan lebih besar yakni Olimpiade 2020 dan Asian Games 2022. Itulah rangkuman paparan saya ke Komisi X DPR RI.  Indonesia akan mengirimkan atlet-atlet muda pada SEA Games 2019. Karena target kita sekarang memang harus sudah menuju ajang multievent yg lebih besar,” papar Menpora Imam Nahrawi lewat akun instagramnya.

Imam Nahrawi, Menpora, dan jajarannya saat Raker dengan Komisi X DPR RI, pekan lalu–instagram imamnahrawi

Hal tersebut juga disampaikan Nahrawi saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, pekan lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menegaskan bahwa mayoritas atlet Indonesia yang akan turun pada SEA Games 2019 Manila adalah atlet junior.

“Tanggal 7 Januari kemarin, kami sudah mengundang seluruh pimpinan cabang olahraga, KONI, KOI dan Deputi Peningkatan Prestasi kami untuk membicarakan tentang mayoritas atlet muda yang akan turun di SEA Games 2019 selain juga tentang penyampaikan pertanggungjawaban keuangan 2018 untuk menentukan reward and punishment Asian Games 2018,” kata Menpora sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id.  “Atlet-atlet senior kita fokuskan untuk Olimpiade 2020 termasuk event yang potensial medali di Olimpiade,” tambahnya.

Menurutnya, fokus prestasi olahraga Indonesia saat ini adalah Asian Games dan Olimpiade. “Kelas kita saat ini sudah kelas Asian Games dan Olimpiade, karena kita telah berhasil menjadi tuan rumah dengan prestasi membanggakan untuk itu kita menjadikan SEA Games hanya sebagai batu loncatan bagi atlet-atlet junior kita,” tegasnya.

Sementara untuk cabor yang tidak mencapai targetnya di Asian Games 2018 lalu, pihak Kemenpora akan tetap menerapkan reward and punishmentnya. “Tentu akan kita kurangi nanti anggarannya hingga akan ada pendampingan dari jabatan fungsional pelatih maupun atlet yang kita miliki dan itu menjadi titik krusial bahwa pemerintah tidak hanya mengganggarkan tapi pemerintah ikut campur untuk menaikkan target itu,” tegas Imam Nahrawi.***/ebn

Legasi Perdana Ronaldo di Juve: Gelar Coppa Italia ke-8

BINTANG Juventus dengan ongkos transfer terbesar dalam sejarah klub, Cristiano Ronaldo membutuhkan waktu enak bulan lebih untuk mengantar Serigala Ibukota itu meraih tropi perdananya pada tahun 2019 ini dengan memenangi Coppa Italia yang dihelat di Jeddah, Arab Saudi, Kamis dinihari waktu Indonesia.

Gol semata wayang Ronaldo melalui sundulan kepalanya pada menit ke 61 dengan memanfaatkan umpan lambung dari Pjanic, cukup bagi kapten Timnas Portugis itu menciptakan rekor barunya dengan mengantongi tiga piala super, setelah sebelumnya diraih di dua klub lamanya, Manchester United dan Real Madrid.

Megabintang lapangan hijau  Portugis memimpin Juventus yang dominan atas rival lama mereka, AC Milan di Piala Super Italia. Sundulan kepalanya jitu dan bola pun menggetarkan jala gawang Milan. Perhelatan tahunan piala Super Italia itu sendiri dalam banyang-bayang kontroversi  terkait dengan gelaran yang diadakan  di stadion King Abdullah Sports City di Jeddah.

 

 

Sebelum Ronaldo menceploskan si kulit bundar ke gawang Milan, pemain Juve lainnya, Douglas Costa dan Joao Cancelo, pada babak pertama nyaris membukukan gol.  Blaise Matuidi sebelumnya menceploskan bola ke gawang, namun pengadil pertandingan  melihat Matuidi dalam posisi  offside.  Ronaldo juga nyaris membukukan gol  di akhir babak pertama, ketika tendangan guntingnya melebar lebar.

Juve berada dalam bahaya  tekanan Milan, baik pada sebelum dan sesudah jeda, ketika pemain Milan Hakan Calhanogl dan Patrick Cutrone nyaris,  memaksa penyelamatan dari kiper Juve Wojciech Szczesny. Tembakan pemain depan Italia itu membentur mistar setelah menghindari sarung tangan Szczesny setelah restart.

Pekerjaan Milan untuk kembali dalam permainan cantik dan taktis mereka menjadi lebih sulit, ketika gelandang asal Pantai Gading Franck Kessie, dikeluarkan oleh wasit sepuluh menit setelah sundulan Ronaldo. Akhirnya, Rossoneri pun gagal  menemukan jalan kembali untuk bisa menekan Juve.

Seperti yang sering terjadi, pemain asli Madeira itu muncul ketika itu penting – Ronaldo sekarang mencetak 19 kali dalam 30 penampilan terakhir untuk klub dan negara dan kemenangan atas Milan di Arab Saudi berarti dia memenangkan piala super di empat liga berbeda – Portugal, Inggris, Spanyol, dan sekarang Italia.

Kemenangan dalam partai final di Jeddah itu,  membawa tim Turin ke rekor delapan gelar Supercoppa.

Pilihan Tempat Final Kontroversial
Keputusan untuk mengadakan pertandingan di negara Islam garis keras itu, telah  memicu kemarahan dari anggota sayap kanan pemerintah Italia.

Matteo Salvini, menteri dalam negeri Italia dan wakil perdana menteri, mengatakan keputusan untuk memainkan pertandingan Piala Super Italia antara Juventus dan AC Milan di Arab Saudi “menjijikkan”, karena pembatasan yang dilakukan pada penggemar wanita.

Salvini, pemimpin partai Liga sayap kanan Italia, juga mengecam keputusan Saudi bias gender dengan diperuntukkan bagi para pria.

Dalam video siaran langsung di Facebook, Salvini, seorang penggemar Milan, mengatakan: “Bahwa Piala Super Italia dimainkan di negara Islam di mana wanita tidak bisa datang ke stadion jika mereka tidak ditemani oleh pria adalah kesedihan, sampah, Saya tidak akan menonton pertandingan. ”

Seorang juru bicara Serie A mengatakan bagian stadion yang ditandai  untuk “lajang” disediakan untuk pria, sementara bagian yang dirancang untuk “keluarga” adalah campuran gender.

 

Fakta Coppa Italia

  • Juventus menang delapan kali Piala Super Italia, lebih dari tim lainnya.
  • Cristiano Ronaldo mencetak delapan gol dalam tujuh final terakhir yang dimainkan bersama klub.
  • Ini adalah Piala Super Italia dengan capaian gol lebih sedikit sejak 2007 (Inter-Roma 0-1).
  • Juventus telah mencetak gol di semua delapan pertemuan klub itu yang  terakhir saat mereka melawan Milan.
  • Milan gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka melawan Juventus.
  • Juventus mencetak semua 27 pertandingan musim (50 gol).
  • Tembakkan pertama Juventus di cermin terjadi pada menit ke-58 permainan.
  • Wasit mengganjar kartu merah yang menjadikan Milan memngoleksi  lima kartu merah  pada musim ini, dan dua di antaranya saat mereka melawan Juventus.***

Tuduhan Skandal Pemerkosaan, LVPD Perintahkan Dapatkan DNA Ronaldo

Mahabintang Juventus, dituduh telah memperkosa Kathryn Mayorga 10 tahun laludi Las Vegas. [Foto: Splash News Australia]
KEPOLISIAN  Las Vegas (LVPD) Amerika Serikat disebut-sebut telah mengeluarkan surat perintah untuk mendapatkan DNA Cristiano Ronaldo, terkait dengan upaya penyelidikan pihak berwajib dalam dugaan  dugaan kasus kekerasan  seksual yang dilakukan oleh pesohor sepakbola di kota tersebut  pada tahun 2009.

Upaya untuk mendapatkan DNA (Deoksiribonukleat Acid) CR-7 untuk dapat  melihat apakah DNA Ronaldo cocok dengan yang ditemukan pada gaun Kathryn Mayorga, seorang wanita yang menuduh kapten tim nasional Portugal tersebut telah melakukan pemerkosaan.

Menurut laporan The Wall Street Journal,  pihak berwenang di Nevada baru-baru ini mengirim surat perintah ke Italia, di mana Ronaldo sekarang bermain untuk Juventus. Berkenaan dengan kabar tersebut, korang Inggris The Independent telah mencoba untuk menghubungi Departemen Kepolisian Las Vegas (LVPD) dan otoritas Italia untuk dapat memberikan tanggapannya, tetapi  otoritas hukum di kedua negara tersebut  tidak memberikan  meresponnya.

“Tuan  Ronaldo selalu menyatakan, seperti yang dia lakukan hari ini, bahwa apa yang terjadi di Las Vegas pada tahun 2009 bersifat konsensual, jadi tidak mengherankan bahwa DNA akan ada, atau bahwa polisi akan membuat permintaan standar ini sebagai bagian dari penyelidikan mereka, ” kata salah seorang pengacara Ronaldo, Peter S. Christiansen, dalam  sebuah pernyataan pada Kamis malam.

“Dengan demikian,  yang jelas saya akan  menunggu dengan tenang hasil dari setiap dan semua penyelidikan.”

Ini adalah publikasi pertama terkait dengan surat perintah untuk mendapatkan sampel DNA CR-7, dimana  LVPD telah menjangkau Ronaldo sejak membuka kembali penyelidikan mereka terkait dengan laporan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh mantan bintang Real Madrid tersebut.

“Ronaldo memiliki pengaruh dalam hal kerja sama [dengan polisi untuk mengungkap dugaan skandal ini], karena dia tidak dapat dipaksa untuk muncul di Las Vegas pada saat ini,” Michael McCann, seorang dekan di Fakultas Hukum Universitas New Hampshire, yang juga analis hukum untuk Sports Illustrated.

“Jika dia bekerja sama, dia mungkin hanya setuju untuk melakukannya dengan konferensi video dan dengan menjawab pertanyaan secara tertulis. Dia mungkin juga bersedia membagikan bukti elektronik.

“Jika dia tidak mau bekerja sama, polisi bisa mengambil kesimpulan negatif dari kurangnya kerja sama,” katanya. “Itu tidak berarti dia akan didakwa dengan kejahatan, tetapi kurangnya kerja sama dapat membuat penegak hukum lebih curiga tentang seseorang.”

Ronaldo telah bersumpah untuk membersihkan namanya. Juventus  mendukung pemainnya yang didatangkan dengan harga  £ 90 juta dari Real Madrid, untuk menggugat sebuah surat kabar Portugis yang mengklaim bahwa mereka memaksa Ronaldo untuk membayar Mayorga sementara dia ketika itu berpemain di Bernabeu.

Tuduhan Kathryn Mayorga

Tuduhan terhadap   Ronaldo, peraih Ballon d’Or lima kali dan salah satu pesepakbola terhebat di zaman kita ini,  sangat serius. Ketika mengungkap kali pertama kasus ini,  Kathryn Mayorga, 34, benar-benar mengancam akan menyeret  Ronaldo dalam pertempuran hukum yang panjang. Tetapi, sejauh ini upaya Mayorga hasilnya sampai saat  masih belum pasti jelas. Poisi Nevada sejauh ini baru melayangkan surat perintah untuk mendapatkan DNA Ronaldo.

Tetapi bagaimanapun apa yang dihadapi pemain Juventus dan Portugal tersebut, tidak bisa dipandang enteng. Mayorga, seorang Amerika dari Nevada, yang mengklaim bahwa Ronaldi  secara seksual telah menyerangnya di sebuah hotel di Las Vegas pada 2009. Ronaldo konon pernah mengirim  tim untuk mencari win-win solution,  sebagai upaya untuk  menghalangi penyelidikan kriminal dan mencoba  memanipulasi dia agar  tetap diam dengan imbalan  $ 375.000.

Ronaldo membantah tuduhan itu, bersikeras bahwa ‘hati nuraninya jelas’, tetapi kasusnya telah mengguncang tanah di bawah kaki superstar itu. Nike, salah satu sponsor terbesar Ronaldo, mengatakan mereka “sangat prihatin” dengan tuduhan itu, sementara Juventus terdampak pada harga  saham mereka yang turun tajam setelah adanya klaim.

Tapi apa sebenarnya yang kita ketahui sejauh ini? Apa yang kita hadapi? Di mana tepatnya kasus ini akan berakhir? Dan apa yang terjadi selanjutnya untuk Ronaldo?

Kathryn  menuduh Ronaldo memperkosanya di suite penthouse di Palms Casino Resort pada Juni 2009, tak lama setelah mereka bertemu di sebuah klub malam. Pada saat itu, pemain Portugal tersebut baru saja menyelesaikan transfernya yang  senilai 80 juta poundsterling dari Manchester United ke Real Madrid, yang menjadikannya pemain termahal di planet ini pada saat itu.

Setelah berdiam diri selama hampir satu dekade, Mayorga sekarang telah mengumumkan kisahnya kepada publik dan bulan lalu mengajukan gugatan terhadap pemain sepakbola tersebut.

Tim hukum Mayorga juga berusaha untuk membatalkan perjanjian untuk tidak mengungkap kasus ini  yang ditandatangani pada 2010,  sebagai bagian dari penyelesaian keuangan di luar pengadilan dengan pemain. Dalam konferensi pers yang diadakan awal bulan ini, terungkap oleh pengacara Mayorga bahwa, menurut pendapat medis psikiater, cedera psikologisnya membuatnya “tidak kompeten” untuk secara hukum menyetujui penyelesaian pada saat itu.

Polisi di Las Vegas  mengatakan bahwa mereka telah membuka kembali penyelidikan mereka atas dugaan penyerangan dari tahun 2009.

Siapakah Kathryn Mayorga?
Pada saat kejadian, Mayorga  yang saat itu berusia 25 tahun, adalah model pemula dan, menurut Der Spiegel, “salah satu pekerjaannya adalah bergaul  di depan bar untuk memikat tamu.” Dia telah bekerja sebelum dia bertemu Ronaldo, dan kemudian pergi berpesta di klub malam “Rain”, di mana dia pertama kali bertemu dengan pemain sepak bola itu.

Sampai saat ini, Mayorga bekerja sebagai guru di sekolah dasar. Tetapi dia berhenti, katanya, “karena aku membutuhkan semua kekuatanku sekarang.”

Sampai sekarang, lokasinya tidak diketahui dan dipahami bahwa ia telah meninggalkan Nevada untuk menjauh dari sorotan tajam  media.

Dalam upaya gugatan hukum ini, Mayorga didampingi  Stovall & Associates, sebuah firma hukum yang berbasis di Las Vegas.

Tanggapan Ronaldo 

Dalam sebuah ciutannya di akun  Twitter bulan ini, Ronaldo mengatakan: “Saya dengan tegas menyangkal tuduhan yang ditujukan kepada saya. Perkosaan adalah kejahatan keji yang bertentangan dengan semua yang saya  yakini.

“Karena saya mungkin ingin membersihkan nama saya. Saya menolak untuk memberi  tontonan media yang dibuat oleh orang-orang yang ingin mempromosikan diri mereka dengan biaya saya.”

“Dengan demikian, kesadaran saya yang jelas akan memungkinkan saya untuk menunggu dengan tenang hasil dari setiap dan semua penyelidikan.”

Pengacara Ronaldo  mengatakan bahwa dokumen yang tampaknya mendukung klaim perkosaan oleh Mayorga telah diubah. “Dokumen-dokumen yang diduga berisi pernyataan Cristiano Ronaldo dan direproduksi di media adalah penemuan murni,” kata Peter Christiansen.

Christiansen menambahkan: “Apa yang terjadi pada tahun 2009 di Las Vegas sepenuhnya konsensual.”***

Satgas Anti Mafia Bola Tangkap Wasit Nurul Safarid

Ilustrasi–Pertandingan PERSIBARA Banjarnegara Vs PERSEKABPAS Pasuruan Babak Ke 2—sumber youtube.com/watch?v=M2RUxWyoGgI

Satgas Anti Mafia Bola terus memburu para pelaku pengaturan skor sepakbola. Kali ini yang ditangkap adalah wasit Nurul Safarid yang memimpin pertandingan Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan. Wasit Nurul diduga menerima uang Rp45 juta atas aksinya itu. Penangkapan dilakuykan pada Senin kemarin (7/1/2019).

Diduga, Nurul melakukan pertemuan dnegan sejumlah pihak untuk mengatur skor dalam pertandingan tersebut. “Nurul Safarid menerima uang suap dari Priyanto dan Dwi Irianto sebesar Rp45 juta untuk menguntungkan Persibara. Sebanyak Rp40 juta dibayar cash sedang sisanya Rp5 juta ditransfer,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya.

Nurul, lanjut Argo, menerima uang tersebut secara bertahap. Awalnya Rp30 juta tunai diberikan di Hotel Central, sisanya secara bertahap oleh Mbah Putih yakni Rp10 juta tunai setelah pertandingan dan Rp5 juta ditransfer.***/ebn/dtk

Rombongan Suporter Sepakbola Datangi Kediaman KH Maruf Amin

Foto Istimewa

Perwakilan kelompok suporter dari beberapa klub sepakbola Indonesia bersilaturahmi ke Rumah Situbondo, Menteng, untuk bertemu dan berdiskusi dengan KH Ma’ruf Amin, cawapres nomor urut 01.

Para suporter itu dari The Jakmania Persija Jakarta, Aremania Arema Malang, Semen Padang, PSPS Riau Pekanbaru, K-Conk Mania dari Madura, Boro Mania PS Bojonegoro, Persewangi Banyuwangi, Persibo Probolonggi, Persipon Pontianak, PS Bhayangkara, PSM Makassar, dan Paguyuban Suporter Timnas Indonesia.

Rombongan para suporter itu tiba di Rumah Situbondo, Minggu (6/1/2019), dengan menyanyikan lagu ‘Padamu Negeri’. Lalu kemudian menyanyikan lagu yang sepertinya sudah disiapkan khusus untuk Kiai Ma’ruf. Berikut bunyi liriknya.

“Terima Kasih, Ki Haji Ma’ruf

Terima Kasih, Ki Haji Ma’ruf,

Dari Kami, Suporter Indonesia.”

Mendengar suara tersebut di halaman depan rumahnya, Kiai Ma’ruf lalu keluar rumah dan menyambut. Lalu diajaknya para anak muda itu untuk masuk dan berdiskusi di dalam rumahnya.***/ebn