JAYAKARTA NEWS—Hiruk-pikuk Pilpres 2019 belum berakhir,
seiring dengan bermunculannya masalah-masalah baru. Salah satu yang sekarang
sedang ramai adalah kasus ‘ situs jurdil.org’ yang diblokir oleh Kominfo atas
permintaan Bawaslu.
Lewat akun twitternya pengeloa situs jurdil.org menyatakan,
pemblokiran tersebut sepihak dan tanpa pemberitahuan serta klarifikasi. “Kami
Aktivis Alumni ITB Angkatan 1973 bersama professional IT dan Forum API, atas
nama Jurdil2019 menginformasikan bahwa situs kami http://www.jurdil2019.org
telah diblokir secara sepihak tanpa pemberitahuan dan klarifikasi kepada kami”.
Keterangan yang diperoleh, Bawaslu sudah mencabut izin atau akreditasi lembaga pemantau pemilu Jurdil2019. Pencabutan izin ini dilakukan karena lembaga itu tidak menjalankan tugas sesuai dengan prinsip pemantauan. Lembaga survey tersebut mengajukan izin sebagai pemantau yang akan membuat aplikasi untuk pelaporan pelanggaran Pemilu. Namun, ternyata lembaga tersebut melanggar aturan dengan membuat dan mempublikasikan quick count yang berdasarkan aturan harus terdaftar di KPU.
BANTAHAN FORTUGA
Sebelumnya Forum
Tujuh Tiga (Fortuga) atau Forum Alumni ITB Angkatan 1973 menegaskan tidak
pernah buat algoritma IT untuk quick Count dan real count hasil Pilpres 2019.
Fortuga menghormati semua hasil perhitungan dan keputusan Komisi Pemilihan Umum
(KPU).
”Fortuga sepenuhnya percaya dan menjunjung tinggi semua
hasil keputusan perhitungan suara yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum.
Dan, kami pasti memiliki kesabaran untuk menunggu hasil final perhitungan itu
sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, bulan Mei 2019,” ujar anggota Dewan Pembina
Fortuga, Jusman Syafii Djamal dikutip Sabtu, (20/4/2019).
Klarifikasi itu ditulis Jusman yang juga mantan Menhub
melalui akun facebook pribadinya. Jusman menyayangkan ulah pihak-pihak tertentu
yang mengklaim Fortuga menciptakan aplikasi penghitungan suara Pilpres 2019.
”Kami tidak pernah membuat kegiatan bersama di Rumah
Persahabatan Fortuga untuk secara teamwork atas nama Fortuga merancang bangun
sebuah algoritma IT untuk quick count dan real count,” tegasnya.
Jusman menambahkan, Fortuga tidak pernah membuat software
aplikasi untuk keperluan pemilu. Sebab Fortuga tidak memiliki otoritas akademis
untuk memproduksi karya cipta semacam itu.
”Juga Fortuga menyadari bahwa kami tidak memiliki otoritas
untuk menilai hasil hitungan KPU. Pemilu di Republik Indonesia telah memiliki
mekanisme dan tatacara baku sesuai Undang Undang,” jelas Jusman yang juga
alumni ITB 73 ini. ***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Pelaksanaan Pemilihan umum serentak 2019 tinggal menghitung hari. Rabu 17 April 2019 mendatang, masyarakat akan memilih Presiden untuk periode 2019-2024 juga akan memilih para wakil rakyat yang duduk di DPD, DPRD dan DPR RI. Meskipun ada banyak pemilihan yang bakal digelar pada 17 April nanti, namun agaknya perhatian kebanyakan orang hanyalah kepada Pilpres yang menampilkan paslon Joko Widodo-Ma’aruf Amin (No Urut 01) dan Prabowo-Sandiaga Uno (02).
Sebagaimana diketahui, hasil-hasil survey terkait Pilpres telah dipaparkan oleh banyak lembaga
survey. Bahkan hari ini pun, ada dua lembaga survey yang menyampaikan hasil
survey terbarunya. Secara umum boleh dikatakan hampir semua hasil survey menempatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin
di urutan teratas dengan selisih cukup signifikan dibanding pasangan
Prabowo-Sandi.
Nah yang belum atau mungkin jarang ada yang membuat adalah analisa berdasarkan Feng Shui. Siapakah yang paling unggul di antara dua pasangan ini dari ‘kaca mata’ feng shui. Apakah Jokowi-Amin atau Prabowo-Sandi? Siapa kah yang bakal ‘juara’ pada 17 April mendatang? Berikut ini hasil analisa pakar feng shui, Gunadi Widjaja. “Kesimpulan ini dengan merujuk berbagai materi, termasuk memperhitungkan shio dan unsur dari masing-masing calon,” ungkap pendiri Smart Astro ini.
Secara rinci dipaparkan Gunadi, ada lima item yang ‘diteropongnya’
berdasarkan feng shui. CEO (pemimpin-Chef Excecutive Officer), operator
(action), strategi, confidant (orang kepercayaan), advisor (berbagai pendukung termasuk di antaranya personil dan data intelijen).
Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, papar Gunadi, berdasarkan perhitungan dan analisa, keduanya adalah pasangan yang cocok dan saling melengkapi. Secara kepemimpinan keduanya memiliki persentase yang tinggi, Jokowi 24% sedang Ma’ruf Amin 38%. Ma’ruf juga memilik persentase tinggi pada action yakni 49%. “Jadi Ma’ruf itu tidak banyak ngomong tapi dia banyak bekerja,” jelasnya. Namun, tambahnya, kalau berdasarkan perhitungan, Ma’ruf tidak banyak memiliki orang-orang kepercayaan. Dia juga minim data.
Nah, beberapa kekurangan Ma’ruf Amin ini ditutupi oleh
Jokowi yang ahli starategi dan memiliki banyak orang berkemampuan bagus. Cuma
kalau soal data, ujarnya, Jokowi pun terlihat kurang.
Yang menarik dari perhitungan ini, ternyata kelemahan
Jokowi-Ma’ruf Amin ini tertutupi oleh hadirnya Erick Thohir. Ketua Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf
Amin ini memiliki banyak kelebihan yang membawa keuntungan bagi Jokowi-Ma’ruf
Amin.
“Advisor Erick Tohir, cukup tinggi yakni mencapai 43%. Itu
artinya, personil-personil pendukung serta berbagai data melimpah dimiliki
Erick. Orang-orang yang mendukungnya pun memiliki kapasitas tinggi. Itu
terlihat dari persentasenya mencapai 29%. Demikian halnya dengan actionnya yang
mencapai 28%,” ungkapnya.
Lalu bagaimana dengan
Prabowo dan Sandiaga Uno?
Berdasarkan perhitungan, kekuatan Prabowo hanya pada
confidant (orang kepercayaan) dan advisor. Sementara untuk kepemimpinan,
strategi dan action, terlihat lemah. “Persentase CEO hanya 8%, strategi 0% dan
operator 4%,” ucapnya. Namun pasangannya Sandiaga Uno, bisa menutupi beberapa
kekurangan Prabowo.
Sandiaga memiliki kepemimpinan yang tinggi yakni mencapai 46%, strateginya juga bagus mencapai 23%. Namun dia memiliki kekurangan pada action, confidant bahkan advisor. “Actionnya hanya 14%, kepemilikan orang-orang kepercayaan juga tidak banyak hanya 18%. Namun untuk advisor, dia sama sekali tidak memiliki alias ‘Nol Persen’,” ucap Gunadi.
Seperti halnya Jokowi-Ma’ruf Amin beruntung memiliki Erick
Thohir, maka Prabowo-Sandi pun beruntung memiliki Djoko Santosa sebagai Ketua
Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Sebagai ‘CEO’ persentase Djoko cukup
tinggi yakni 32%. Dia juga tergolong ahli strategi dengan persentase 28%.
Terkait action, Djoko Santosa tak kalah, persentasenya mencapai 23%. “Jadi memang profil Djoko Santosa cukup kuat,”
tambahnya.
Lalu, papar Gunadi lebih jauh, bagaimana peluang kedua kandidat berdasarkan hitungan
feng shui. Menurut Gunadi, tergantung
dari kebutuhan bangsa Indonesia. “Silahkan dilihat, profil masing-masing calon
berdasarkan lima unsur tadi. Dari diagram tersebut sudah bisa dilihat siapa
yang lebih unggul. Yang terlihat adalah Jokowi handal dalam hal kepemimpinan, strategi
dan memiliki banyak orang unggulan.
Sementara Prabowo, lemah dalam kepemimpinan, strategi dan action,”
jelasnya.
Dikatakan Gunadi, apa yang diuraikannya adalah berdasarkan
data-data dan perhitungan Feng Shui, bukan ramalan. Artinya ada perhitungan
ilmiah yang dilakukan, jauh dari klenik. “Perhitungan ini sepenuhnya science,
ilmu pengetahuan, bukan supranatura,” tegasnya.
Nah, dari angka-angka yang tampil itu juga terlihat adalah tantangan masing-masing kandidat apabila pada 17 April mendatang mereka terpilih sebagai Presiden-Wakil Presiden. “Jokowi misalnya, tantangannya apabila nanti terpilih sebagai Presiden, adalah pada bagaimana dia yang memiliki SDM unggul menempatkan mereka secara tepat pada bidangnya. Artinya The right man and the right place. Bukan sekadar tepat, tapi mereka itu benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dalam mendukung pemerintahan Jokowi-Amin, serta mampu menjabarkan apa yang menjadi visi-misi dalam pemerintahan Jkw,” jelasnya.
Demikian juga Prabowo. Jika nanti Prabowo-Sandi keluar sebagai pemenang Pilpres, maka tantangan ke depan terlihat cukup berat. Di antaranya adalah masalah strategi, kepemimpinan dan action. “Prabowo-Sandi sebenarnya memiliki banyak SDM unggulan, juga memiliki banyak data inteligen plus personil hebat. Persoalannya bagaimana Prabowo dengan kepemimpinannya dapat memanage semuanya,” tutup Gunadi.***ebn
JAYAKARTA NEWS-— Berbagai ancaman mengadakan people power, hoax tujuh kontainer yang telah dicoblos, hoax bocoran penghitungan suara luar negeri, dan terakhir fitnah server KPU yang didesain untuk memenangkan paslon 01, hingga skenario surat suara yang sudah dicoblos, adalah satu kesatuan proyek untuk mendeligitimasi pemilu dan penyelenggara pemilu.
“KPU dan Bawaslu
dipilih secara demokratis oleh DPR dan saat itu Gerindra, PAN, dan PKS menjadi
bagian koalisi yang ikut memimpin pemilihan itu. Lalu ketika berbagai sandiwara
pemilu dijalankan, dan berbagai hoax dan fitnah diluncurkan hanya untuk
menyerang Pak Jokowi, maka rakyat Indonesia justru berbalik arah, semakin
memerkuat dukungan pada Pak Jokowi. Jadi semua jurus hitam yang dipakai menjadi
senjata makan tuan,” tegas Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan melalui
rilis yang diterima redaksi.
Tim Prabowo-Sandi, ujar
Hasto, seharusnya paham, ketika aspek negatif seperti hoax dan fitnah
digunakan, maka hal tersebut akan masuk kedalam perilaku, mental, dan cara
bertindak yang negatif pula.
“Maka kita bayangkan mengapa Pak Prabowo semakin nampak
emosional, dan dari tangannya mengalir energi negatif dengan gebrakan. Hal
tersebut malah mengikis martabat Pak Prabowo sendiri. Demikian halnya sosok
seperti Ratna Sarumpaet, Neno Warisman, Bahar Smith, Amien Rais, Fadli Zon dll.
“
“Kesemuanya banyak menampilkan hal negatif yang sebangun
dengan watak dan karakter hoax itu sendiri. Untuk itu, mari perangi hoax dan
fitnah. Jurus Trump yang mendeligitmiasi penyelenggara pemilu agar banyak
golput, tidak berlaku disini,” ucapnya.
Berbagai jurus hitam yang dijalankan untuk menyerang Pak
Jokowi-KH Ma’ruf Amin, tandasnya, akan
berhadapan dengan Benteng Kultural, berupa niat baik, tenggang rasa, cinta
damai, dan keharmonian. Watak dan karakter bangsa Indonesia itu membangun
persaudaraan. “Jadi jangan kotori peradaban kita dengan hal-hal hitam yang merusak
sistem nilai kemanusiaan kita,” katanya.
Karena itulah pilihan pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin jelas.
“Kawal jalan kemenangan. Rakyat terus hadir membela pemimpin yang jujur, bekerja dan
merakyat, meski dikepung sejuta meriam
hoax. Dukung langkah Presiden Jokowi untuk memimpin jalan rekonsiliasi, tebar
kebaikan, kembangkan sikap persaudaraan, dan jaga persatuan bangsa,” ujar
Hasto.***/ebn
Suasana kampanye akbar Jokiw-Ma’ruf Amin di GBK Senayan Jakarta, 13 April 2019–foto liputan6 com
JAYAKARTA
NEWS—Ratusan ribu pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin tumpah-ruah memadati
Gelora Bung Karno dan sekitarnya, Sabtu (13/4/2019) untuk mengikuti kampanye
akbar Jokowi-Ma’ruf Amin yang bertajuk ‘Konser Putih Bersatu’.
Mereka datang bukan hanya dari Jabodetabek,
tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Yang menarik, banyak yang sudah
datang dan ‘menduduki’ kompleks GBK sejak Jumat (12/4/2019). Umumnya mereka
berasal dari luar Jakarta.
Suasana di luar GBK–foto istimewa
Alasan mereka datang lebih awal beragam, salah
satunya adalah khawatir tidak dapat masuk ke dalam stadion GBK karena terlalu
padat. Sayangnya, kekhawatiran mereka terbukti. Jadi, sekalipun datang lebih
dulu, tetap saja tidak bisa berada di dalam stadion saat kampanye akbar digelar
karena tidak kebagian tempat atau kondisi di dalam yang sudah penuh sesak.
“Kami datang sejak Jumat. Tadi kami sempat di
dalam (stadion) saat acara belum dimulai. Tapi kemudian keluar sebentar untuk
melihat-lihat kondisi, ehhh begitu
mau masuk lagi, di dalam sudah membludak. Rupanya kami kelamaan di luar,”
ungkap Mamat yang bersama teman-temannya dari Serang.
Akhirnya, meski setengah menyesal karena sempat
keluar, terpaksa duduk bersama-sama dengan para pendukung lain di depan layar
lebar yang memang disediakan bagi pendukung yang tidak bisa masuk ke stadion.
“Ya nggak apa-apa-apa. Mau bagaimana lagi.
Tadinya ingin, siapa tahu rejeki bisa ketemu dan foto-foto dengan Jokowi,” ujarnya
sambil tertawa. Meskipun begitu, Mamat mengaku tetap merasa senang dan sangat
merasakan dukungan dan semangat dari seluruh rakyat Indonesia khususnya yang
hadir di GBK, untuk Jokowi bisa memenangkan Pilpres kali ini.
“Kami sangat berharap Jokowi pimpin kembali
Indonesia. Dua periode!” Ucap Mamat sambil mengancungkan jempolnya, yang
disambul jempol juga oleh teman-temannya. “Jokowi-Amin Yes!” Seru mereka.***ebn
JAYAKARTA NEWS— Mantan personil AB Three, Lusy Rahmawaty dengan gembira memamerkan jari-jarinya yang berhias tinta tanda dirinya telah melakukan pencoblosan Pemilu 2019. Tidak usah heran, karena Lusy dan keluarganya kini menetap di Australia dan hari ini (13/4/2019) WNI yang tinggal di negeri kanguru itu melakukan haknya dalam Pemilu 2019.
Lusy Rahmawaty dan suaminya, Chandra memamerkan jari kelingkingnya yang berhias tinta seusai pencoblosan Pemilu 2019 di Sidney, Australia—foto instagram lusyrahmawaty
Sebagaimana diketahui, pencoblosan diluar negeri dilakukan lebih dini ketimbang di dalam negeri, Rabu 17 April mendatang. Berdasarkan jadwal, Pemilu diluar negeri dimulai sejak 8 April hingga 14 April 2019. Meski dilakukan lebih dulu, namun perhitungan suara tetap dilakukan secara serentak yakni pada Rabu 17 April.
“Buat warga negara Indonesia yang tinggal di
Sydney-Australia, hari ini kami melakukan hak&kewajiban kami untuk
melaksanakan Pemilu 2019. For those lucky enough to do it back home…gunakan
hak pilih sebaik-baiknya,” ujar tulis Lusy di akun instagramnya.
Lusy, Chandra dan anak bungsunya– foto instagram lusyrahmawaty
Lusy bersama keluarganya telah menetap di
Sidney, New South Wales, sejak 2016. Ia mengikuti sang suami, Soewito Chandra
Widjaja yang memang berkerja di sana. Dari pernikahan keduanya ini, Lusy
memiliki seorang anak laki-laki. Dengan demikian kini Lusy menjadi ibu lima
orang anak—dua anak bawaan dari pernikahan sebelumnya dengan Jose Purnomo dan
dua anak bawaan dari pernikahan Chandra sebelumnya.***ebn
JAYAKARTA NEWS—
Pemerintah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam
penanggulangan bencana dengan melakukan kolaborasi kementerian, lembaga, dan
ekosistem telekomunikasi untuk menyiapkan sistem komunikasi radio
kebencanaan dengan memanfaatkan frekuensi radio 700 MHz.
“Frekuensi di band 700 MHz dipilih karena frekuensi ini cukup
rendah dibanding yang seluler 1,8 GHz, 2,1 GHz, 2,3 GHz, jadi jangkauannya
sangat luas,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam Uji
Coba Lapangan Penggunaan Frekuensi 700 MHZ untuk Telekomunikasi Khusus
Kebencanaan di Plasa Telkom Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (9/4), sebagaimana
dikutip dari rilis kominfo.
Gambar–kominfo
Bahkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Korea
Selatan, pita frekuensi radio 700 MHz juga dimanfaatkan untuk mendukung layanan
publik (public services ) antara
lain: Kepolisian, Pemerintah Daerah, Pemadam Kebakaran, Unit Reaksi Cepat
Panggilan Darurat, dan Rumah Sakit.
“Di dunia internasional, band 700 itu secara standar
internasional menjadi digital dividen. Disepakati, bagian dari 700 MHz itu
harus dialokasikan untuk aplikasi kebencanaan, digunakan untuk menangani
memitigasi penanganan maupun recovery bencana,”
jelas Rudiantara.
Pita frekuensi radio 700 MHz berpotensi besar dapat
dimanfaatkan untuk keperluan komunikasi kebencanaan yang lebih canggih,
peningkatan jangkauan pita lebar di daerah rural, serta perbaikan kualitas pita
lebar di kota-kota besar yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi digital
Indonesia.
“Negara tetangga kita sudah mulai membebaskan frekuensi 700
MHz, dari penggunaan televisi analog, kemudian analognya bermigrasi menjadi
digital, sehingga frekuensinya bisa digunakan, itulah namanya digital dividen,
sebagiannya digunakan untuk kebencanaan,” tambahnya.
Uji Coba PPDR
Public Protection and
Disaster Relief(PPDR) atau
Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana, merupakan standar dunia untuk
komunikasi radio dalam penanganan ketertiban dan penegakan hukum, perlindungan
jiwa dan harta beda, dan situasi darurat, hingga penanganan gangguan serius
terhadap sosial masyarakat akibat bencana.
Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan
SAR Nasional (BASARNAS), Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),
Polri, dan Pemerintah Daerah serta stakeholders
telekomunikasi, Kementerian Kominfo melakukan uji coba layanan radio
telekomunikasi kebencanaan atau PPDR. Uji coba itu berlangsung di kawasan
Pangandaran, Jawa Barat selama sebulan mulai tanggal 9 April 2019 hingga 9 Mei
2019.
Menurut Menteri Rudiantara uji coba harus dilakukan agar
manajemen kebencanaan bisa dilakukan lebih baik lagi sekaligus menguji
teknologi baru yang ada untuk mendukung penanganan bencana. Dalam uji
coba itu, berlangsung demo uji SMS
Blast, Panggilan Suara antar petugas, Pengiriman Gambar dan Video secara
Real Time, dan Pengujian Fitur-Fitur pada Aplikasi Layanan Radio Komunikasi.
“Mengapa kita harus lakukan uji coba? Kita jangan sampai
menunggu semua kertas selesai ditulis. Pemerintah, Kominfo mengeluarkan
Peraturan Menteri tentang uji coba teknologi tahun 2016. Tujuannya agar
Indonesia terbuka terhadap teknologi-teknologi baru, diujicobakan. Jangan nanti
kertasnya sudah selesai baru kita uji coba. Terlambat kita,” jelas Rudiantara.
Dalam konteks komunikasi kebencanaan, Indonesia sebagai
negara rawan bencana, membutuhkan dukungan infrastruktur komunikasi kebencanaan
yang canggih dan mampu melayani trafik komunikasi suara (voice) dan multimedia.
Dengan layanan multimedia, kondisi lapangan dapat dipantau
dan dianalisa secara lebih efektif dan efisien karena pos komando
penanggulangan bencana langsung menerima data video dan data-data sensorik
lainnya secara real time dari
perangkat yang bekerja di pita frekuensi radio 700 MHz.
Selain itu, dengan adanya komunikasi yang berbasis
multimedia, maka keselamatan personil tanggap darurat yang terjun ke daerah
bencana akan lebih terlindungi. Informasi situasi lokasi yang menjadi target
operasi akan diterima dengan lebih detail dan dinamika perubahannya akan lebih
cepat termutakhirkan.
Melalui uji coba ini diharapkan diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas, serta data non teknis di lapangan yang diperlukan sebagai rekomendasi penyelenggaraan layanan nantinya. Termasuk peluang integrasi layanan Sistem Penyampaian Informasi Bencana melalui SMS Blast pada daerah terdampak bencana danLayanan Panggilan Darurat 112 yang dikelola oleh Pemda dalam penanganan kondisi darurat. ***/ebn
JAYAKARTA NEWS—Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada seluruh
masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar pantai untuk
waspada terhadap gelombang tinggi yang akan terjadi di sebagian wilayah
perairan Indonesia sampai dengan 3 hari ke depan, 13 April 2019.
Berdasarkan rilis dari laman BMKG hari ini, Rabu (10/4), hal
ini di sebabkan oleh adanya siklon tropis “WALLACE” yang berada di Samudra
Hindia barat laut Australia. Selain itu kondisi ini juga berdampak pada pola
angin di wilayah utara dan di wilayah selatan Indonesia dengan kecepatan
rata-rata 4-20 knot.
Berdasarkan pengamatan BMKG, kecepatan angin tertinggi
terpantau di Perairan Bengkulu, perairan Kepulauan Enggano, Laut Arafuru,
Perairan Merauke dan Perairan Selatan Kep. Tanimbar, hal ini yang mengakibatkan
peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Menurut pengamatan BMKG, adapun wilayah yang berpotensi
mengalami tinggi gelombang dengan kedalaman 1.25-2.50 meter terjadi di :
Perairan Utara Sabang Laut Sawu, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Selatan
Kep Tanimbar, Perairan Barat Aceh Laut Arafuru, perairan Barat Kep. Simeulue
hingga Kep. Mentawai, Perairan Utara Kep. Talaud, Perairan Bengkulu, Perairan
Utara Biak Samudera Hindia Barat Aceh Hingga Bengkulu, Samudra Pasifik Utara
Papua, perairan Selatan P. Sumba Hingga P. Rotte, Laut Sulawesi bagian Timur,
Selat Sumba bagian Barat, Laut Maluku Bagian Utara.
Sedangkan Tinggi Gelombang dengan kedalaman 2.50 sampai 4
meter berpotensi terjadi di Perairan Enggano – Barat Lampung, Perairan Selatan
jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Sunda Bagian Selatan, Selat Bali Selatan
Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Jawa Hingga NTB.
Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan
pelayaran, khusus bagi kapal yang ingin melakukan pelayaran, seperti Perahu
nelayan waspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas
1.25 m, kapal Tongkang waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan
tinggi gelombang diatas 1.5 m, Kapal Ferry Kecepatan angin lebih dari 21 knot
dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal
Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di
atas 4.0 m). ***/ebn
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dampingi KH Ma’ruf Amin kampanye–foto istimewa
JAYAKARTA NEWS—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil mendampingi calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin berkampanye di Lapangan Bola PN Kertas Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).
Ridwan Kamil mengaku tengah cuti untuk mengampanyekan
pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Ia yang
mengenakan kopiah dan jaket hitam bertuliskan nomor “01” ini,
menyampaikan ada dua tugas untuk pendukung Jokowi-Ma’ruf.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dampingi KH Ma’ruf Amin kampanye—foto istimewa
“Tugas bapak-ibu ada dua. Pertama, melawan berita
bohong, karena yang percaya masih banyak,” ujar Emil di hadapan ribuan
pendukung Jokowi-Ma’ruf.
Menurut Emil, berdasarkan hasil survei yang diperolehnya,
kebanyakan penyebar hoaks daei kalangan ibu-ibu. “Tapi bukan ibu-ibu
disini, di sini ibu-ibu tabayun,” kata Emil.
Setelah melawan hoaks, pendukung Jokowi-Ma’ruf diharapkan
dapat menyampaikan sejumlah program keunggulan pasangan petahana tersebut. Satu
di antaranya Kartu Sembako Murah.
“Ada ibu-ibu di warung, di pasar, di pengajian sampaikan. Insha Allah dapat kartu belanja diskon supaya bisa nabung di rumah,” tutur Emil.***/ebn
Perlindungan kepada pelaku ekonomi kreatif di 16 subsektor–foto bekraft
JAYAKARTA NEWS— Indonesia telah memiliki jaminan
perlindungan kepada masyarakat, baik kesehatan hingga jaminan hari tua. Namun
belum seluruh masyarakat ter-cover perlindungan, terutama yang
bekerja di sektor informal. Oleh karena itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan dan Komunitas Biduan melakukan kerja sama untuk memberi
perlindungan kepada pelaku ekonomi kreatif di 16 subsektor.
Menurut Kepala
Bekeraf, Triawan Munaf, penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Bekraf, BPJS
Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Komunitas Biduan merupakan langkah awal
untuk memberikan perlindungan kepada pelaku kreatif.
Foto bekraft
“Bekraf tidak hanya
membantu subsektor musik tapi juga 15 subsektor lainnya. Nantinya bisa
dibentuk champion (duta) untuk membantu sosialisasi sehingga
semakin banyak pelaku kreatif yang terlindungi. Hal ini penting karena dengan
badan yang sehat, pelaku ekraf dapat terus berkreasi,” ungkap Triawan saat
konferensi pers Musisi Sehat Program Subsidi Silang di Seribu
Rasa, Lippo Mall Kemang.
Direktur Utama BPJS
Kesehatan, Fahmi Idris, menyampaikan baru sekitar 219 juta orang yang menjadi
peserta sehingga masih ada sekitar 50 juta orang yang belum terdaftar. Oleh
karena itu, kerja sama ini merupakan salah satu cara untuk menjaring peserta
dari pekerja informal, khususnya musisi.
“Untuk memudahkan
anggota Komunitas Biduan, pembayaran premi bisa dilakukan dengan membuat
aplikasi. Aplikasi ini akan mempertemukan antara pemberi dan penerima bantuan.
Memanfaatkan fintech, pembayaran premi bisa dilakukan secara
autodebet. Oleh karena itu, digital community ini diharapkan
dapat memberi manfaat kepada anggotanya,” jelas Fahmi.
Deputi Direktur
Wilayah Banten BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, mengatakan ada empat
program yang ditawarkan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian
(JKM), Jaminan Hari Tua (JKT), dan Pensiun. Namun untuk pekerja informal bisa
mengikuti dua program, yakni JKK dan JKM dengan iuran per bulan Rp16.800/orang.
“Apabila musisi sudah
menjadi peserta dan mengalami kecelakaan saat sedang pentas, BPJS
Ketenagakerjaan akan menanggung biaya perawatan. Apabila sudah senior dan tak
lagi menghasilkan karya, musisi juga bisa mendapat pensiun jika mengikuti
program jaminan pensiun. Melalui kerja sama ini bisa dilakukan sosialisasi
secara periodik supaya semakin banyak pelaku kreatif mengetahui manfaat yang
diperoleh dengan menjadi peserta BPJS,” ujarnya.
Perwakilan Komunitas
Biduan, Kadri Mohamad, menyambut baik rencana pembuatan aplikasi untuk
pembayaran premi bagi musisi karena memudahkan pelaku industri musik untuk
berbagi. Apalagi menurut dia, jiwa sosial dan gotong royong musisi Tanah Air
cukup tinggi untuk membantu sesama musisi melalui konser penggalangan dana atau
secara sukarela mengumpulkan untuk membantu keluarga musisi lainnya yang sedang
sakit.
“Melalui subsidi
silang, musisi bisa saling membantu. Verifikasi musisi yang bisa bergabung di
aplikasi dan mendapat bantuan dilakukan oleh komunitas mengingat saat ini belum
ada lembaga resmi yang bisa mengeluarkan kartu yang menyatakan seseorang adalah
musisi,” kata Kadri.***/ebn
Fashion show Festival Lawata mengangkat kain tenun Bima ke pentas nasional—foto kementerian pariwisata
JAYAKARTA NEWS— Seperti daerah
lainnya di Indonesia yang memiliki kain khas masing-masing, begitu juga Kota
Bima yang memiliki kain tenun cantik. Untuk melestarikan sekaligus
memperkenalkan produk unggulan daerahnya, Pemkot Bima gencar melakukan promosi
kain tenun khasnya. Salah satunya lewat Festival Lawata yang digelar bertepatan
dengan HUT Kota Bima ke 17 di Pantai Lawata Kota Bima, NTB.
Foto dok kementerian pariwisata
Sebagaimana diketahui, keindahan wastra atau kain tradisional
daerah yang ada di Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak
jarang setiap daerah juga memiliki berbagai cara agar kain tradisional mereka
semakin lestari bahkan terkenal hingga penjuru dunia.
Foto dok kementerian pariwisata
“Kami mendukung daerah untuk melestarikan dan mempromosikan
tenun lokal. Dengan melibatkan desainer ternama Samuel Wattimena untuk
memberikan sentuhan idenya agar tenun Bima bisa terpromosikan dengan baik,” kata
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky
Fauziyani di Bima, demikian dikutip dari rilis Kemenpar.
Foto dok kementerian pariwisata
Festival Lawata di dalamnya dirangkai acara fashion show oleh
tim modeling dari Jakarta dan Kota Bima untuk menampilkan bahan tenun asli
Indonesia dengan tema “Bima Go Nusantara”.
Samuel Wattimena berharap agar melalui acara ini ia bisa
menginspirasi para desainer muda untuk menunjukkan potensi mereka dalam
“memanjangkan” atau melestarikan umur kain tenun yang sudah menjadi
warisan budaya. Bukan hanya di Bima, melainkan juga di berbagai daerah lain.
“Saat ini selera pasar, cara pemasaran, dan market yang
berkembang pesat pada era desainer sekarang, jauh berbeda dibanding era
desainer sebelumnya,” pungkasnya.***/ebn